1,720,984 research outputs found
SOLIDARITAS SOSIAL AREMANIA PASCA TRAGEDI KANJURUHAN TAHUN 2022
Skripsi dengan judul “Solidaritas Sosial Aremania Pasca Tragedi Kanjuruhan Tahun
2022”, ini ditulis oleh Achmad Fandi Pramula, NIM. 126309202093, Program Studi
Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin Adab, dan Dakwah, Universitas Islam
Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, di bimbing oleh Dr. Mulia Ardi,
M.Phil.
Tragedi sering kali menjadi momen yang memperkuat solidaritas di antara suporter.
Saat tragedi menghantam, seperti kerusuhan yang melibatkan suporter sepak bola,
kesedihan dan kekhawat iran bersama melahirkan rasa persaudaraan yang
mendalam di antara mereka. Solidaritas ini t idak hanya terbatas pada dukungan
moral tetapi juga mencakup bantuan praktis, seperti penggalangan dana untuk
korban atau mendukung keluarga yang terkena dampak. Hal terjadi pada suporter
Aremania yang di mana terjadi sebuah tragedi kerusuhan yang berlangsung di
setadion kanjuruhan, tragedi ini dikenal dengan nama tragedi kanjuruhan.
Penelit ian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh tragedi terhadap
solidaritas suportre arema. Metode penelit ian ini menggunakan penelit ian kualitat if
dengan teknik observasi dan wawancara kepada beberapa suporter Aremania.
Selain itu penelit ian ini menggunakan analisis data, pengumpulan data, pemilihan
data, penyajian data, dan menyimpulkan data. Hasil penelit ian ini menunjukan
bahwa suatu tragedi dapat menimbulkan dampak positif dilingkungan kelompok
sosial seperti misalnya tumbuhnya rasa solidaritas diantara suporter Aremania yang
di dasari oleh kesamaan tujuan yang sama.
Kata Kunci: Solidaritas, Suporter, Traged
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.</p
Peran Penyuluh Pertanian terhadap Produksi Kopi di Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan
Penyuluhan pertanian merupakan agen perubahan yang langsung berhubungan dengan petani. Fungsi utamanya yaitu mengubah perilaku petani dengan pendidikan non formal sehingga petani mempunyai kehidupan yang lebih baik secara berkelanjutan. Penyuluh dapat mempengaruhi sasaran atau petani dalam perannya sebagai pembimbing, dinamisator, organisator, teknisi, dan konsultan. Penyuluhan pertanian sebagai sistem pelayanan yang membantu masyarakat melalui proses pendidikan dalam pelaksanaan teknik dan metode berusahatani untuk meningkatkan produksi agar lebih berhasil guna dalam upaya meningkatkan pendapatan petani kopi.
Produksi kopi di Kabupaten Pasuruan masih belum maksimal dengan produksi 2020 sebesar 3,641 ribu ton, 2021 3,755 ribu ton dan produktivitas 2020 sebesar 53,99 ton, 2021 55,22 ton dikarenakan petani masih menggunakan cara lama untuk menanam dan merawat kopi. Penyuluhan pertanian memberikan pembelajran kepada para petani agar mereka mengetahui informasi terbaru dalam dunia pertanian. Peran penyuluh pertanian dalam hal ini juga menggiring masyarakat petani dalam upaya pengambangan peran kelompok tani supaya lebih berkembang lagi.
Penelitian ini bertujuan: 1. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kopi di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. 2. Untuk mengetahui korelasi peran penyuluh pertanian terhadap produksi kopi di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Penelitian dilakukan di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Pemilihan lokasi ini dilakukan secara sengaja (purposive), yaitu didasarkan atas pertimbangan berdasarkan kesesuaian karakteristik yang dimiliki oleh responden dengan kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan dari penelitian. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2023. Metode pengambilan sampel menggunakan sample random sampling atau penarikan sampel acak sederhana sebanyak 60 responden di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Pada penelitian ini data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang didapatkan dengan memberikan pertanyaan berupa kuesioner kepada petani kopi Kecmatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Data sekunder adalah data yang bersumber dari lembaga terkait, seperti Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Prigen yang berkaitan dengan penelitian ini. Data penelitian meliputi peran penyuluh pertanian sebagai pembimbing, dinamisator, organisator, teknisi, konsultan, dan data faktor yang mempengaruhi produksi kopi meliputi bibit luas lahan, pupuk(Urea, TSP/SP-36, kandang), pestisida, tenaga kerja. Metode analisis yang digunakan yaitu regresi linier berganda untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kopi, analisis corelations untuk mengetahui korelasi peran penyuluh terhadap produksi kopi di Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang memuat tentang Peran Penyuluh Pertanian terhadap Produksi kopi di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur dapat diketahui bahwa: 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kopi di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan adalah faktor produksi pupuk urea, pupuk TSP/SP36, dan pestisida. Penambahan faktor produksi tersebut akan berpengaruh pada peningkatan produksi kopi. Sedangkan untuk faktor produksi pupuk kandang, dan tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap peningkatan produksi kopi. 2. Korelasi peran penyuluh terhadap produksi tanaman kopi di Kecamatan Prigen yakni, peran penyuluh sebagai konsultan dengan kategori cukup baik yakni dengan rata – rata 3,42. Hal tersebut dinyatakan mampu meningkatkan produksi tanaman kopi disebakan petani mampu memahami dengan baik tentang materi yang disampaikan oleh penyuluh pertanian. Peran penyuluh berkorelasi signifikan terhadap peningkatan produksi kopi di Kecamatan Prigen dengan nilai sig sebesar 0,001 (0,001 < 0,05). Berdasarkan hal tersebut bahwa peran penyuluh berkorelasi terhadap produksi kopi di Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan.
Penelitian yang telah dilakukan, maka ada beberapa hal yang dapat peneliti berikan sebagai saran, antara lain sebagai berikut: 1. Diharapkan agar pemerintah daerah agar tetap memperhatikan petani kopi yang ada di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. 2. Kepada penyuluh pertanian khususnya yang bertugas di di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan agar senantiasa memperhatikan serta menjaga hubungan dengan baik kepada petani kopi yang ada di Kecamatan Prigen. 3. Kepada petani kopi yang ada di Kecamatan Prigen agar lebih terbuka terhadap inovasi teknologi terbaru dalam usaha untuk meningkatkan hasil produksi kopi. 4. Untuk peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian lebih mendalam tentang penelitian ini diharapkan agar dapat menggali lebih dalam mengenai penyuluh sebagai organisator dan dinamisator terhadap produksi kopi.
Kata kunci : Peran, Penyuluh Pertanian, Produksi Kopi, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasurua
- …
