1,720,996 research outputs found
Persepsi Masyarakat Pragaan Tentang Eksistensi Radio Rasda Fm.
Bagi stasiun radio, pendengar adalah target utama dalam menjaga eksistensi, radio sebagai media massa adalah sarana untuk menyampaikan pesan yang ditujukan pada massa atau khalayak luas. Semakin banyaknya pendengar, maka eksistensi atas radio semakin diakui oleh masyarakat. Radio harus berusaha menyajikan yang sesuai dengan minat masyarakat sehingga masyarakat tertarik mendengarkan siarannya. Radio Rasda FM menyajikan Dakwah sebagai program unggulan, sehingga bukan hanya menyampaikan informasi, hiburan, juga terdapat kajian keilmuan keagamaan yang diprogramkan oleh Rasda FM.
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah Persepsi Masyarakat Pragaan tentang Eksistensi radio Rasda FM. Yang dijabarkan dalam satu fokus penelitian yaitu, bagaimana persepsi masyarakat Pragaan tentang eksistensi radio Rasda FM.
Untuk mengetahui lebih dalam tentang eksistensinya yang ditanggapi masyarakat Pragaan, maka peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif lapangan. Adapun metode yang digunakan adalah metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dari metode ini, kemudian peneliti olah dan analisis untuk memperoleh data atau informasi. Subjek penelitian ini didiambil dari Masyarakat Pragaan, karyawan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dan kariawan radio Rasda FM. Untuk keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi dengan membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara dengan triangulasi antar metode yaitu membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dari para pendengar.
Adapun hasil dari penelitian ini sebagian masyarakat Pragaan masih mendengarkan radio Rasda FM sehingga radio Rasda FM masih eksis di kalangan masyarakat Pragaan. Eksistensi radio Rasda FM ditanggapi dengan positif oleh mereka, karena Rasda FM mencanangkan program dakwah sebagai siaran unggulan sehinga masyarakat bisa menyerap ilmu keagamaan meski di tengah ksibukan aktivitasnya. Akan tetapi terdapat beberapa kekurangan dari radio Rasda FM diantaranya: Pertama. Program acara tenhenti akibat pemadaman listrik. Kedua. Ketidakprofesionalnya penyiar. Ketiga kurang konsisten dalam menyelenggrakan program acara
Hyperplasia of the intestinal epithelium in IEC-RasDA mice.
(A) Lysates of the ileum and colon from control or IEC-RasDA mice at 12-week-old were subjected to immunoblot analysis with antibodies to phosphorylated (p) or total forms of Erk1/2. (B) Frozen sections of the ileum and colon from control or IEC-RasDA mice at 10-week-old were subjected to immunohistofluorescence analysis with antibodies to pErk1/2 (red) and to β-catenin (green). Scale bar, 100 μm. (C) Hematoxylin-eosin staining of frozen sections of the ileum and colon from control or IEC-RasDA mice at 12-week-old. Scale bar, 100 μm.</p
Efektivitas Penyaluran Program Beras Pra Sejahtera Daerah (RASDA) di Kecamatan Klojen Kota Malang.
Pemerintah Indonesia memiliki komitmen untuk dapat mewujudkan pemenuhan ketahanan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. Banyaknya penduduk miskin di Indonesia merupakan salah satu faktor penghambat perwujudan ketahanan pangan Negara Indonesia. RASDA merupakan program dari pemerintah daerah untuk kepala keluarga (KK) kurang mampu yang belum mendapat bantuan RASTRA dari Kementerian Sosial. Pelaksanaan program RASDA di Kota Malang khususnya di Kecamatan Klojen masih dirasa kurang efektiv serta masih banyak ditemukan faktor yang menghambat penyalurannya.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumen. Analisis data yang digunakan yaitu analisis Miles, Huberman, dan Saldana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pihak kelurahan dan para ketua Rumah Tangga (RT) hanya menggunakan data yang sudah ada sebelumnya tidak dicatat dan diperbaharui secara peninjauan langsung para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tiap RT. Di Kecamatan Klojen, tidak ada pertemuan rutin tiap bulannya, untuk membahas pelaksanaan Program RASDA secara khusus. Tidak ada penyelewengan terhadap dana operasional yang diberikan. Namun permasalahan lain yang timbul dalam penyaluran RASDA ini adalah tidak rutinnya penyaluran beras RASDA yang seharusnya satu bulan sekali tetapi dalam satu tahun hanya dua kali serta permasalahan biaya yang tidak tercukupi dalam pembiayaan beras yang didistribusikan. Akuntabilitas Program RASDA yang dilaksanakan di Kecamatan Klojen sudah sesuai. Faktor pendukung efektivitas penyaluran RASDA di kecamatan Klojen adalah penyaluran dana dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kota Malang. Sedangkan faktor penghambat program RASDA antara lain pengetahuan dan pemahaman masyarakat yang rendah, sejumlah warga yang sebenarnya layak mendapatkan RASDA namun tidak terdaftar sebagai Rumah Tangga Sasaran (RTS), serta kurangnya dana yang diturunkan oleh pemerintah Kota Malang dalam pembiayaan RASDA.
Berdasarkan hasil penelitian, saran yang diberikan penulis adalah 1) Program RASDA masih tetap diperlukan dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan dan mengatasi masalah kekurangan gizi pada masyarakat terutama masyarakat miskin yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. 2) Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Program RASDA maka sosialisasi, monitoring dan evaluasi terhadap Program RASDA secara terus menerus perlu dilakukan. 3) Adanya penambahan Kuota RASDA yang dapat disediakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tingkat Pusat maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tingkat Daerah. 4) Perlunya pendataan ulang keluarga sasaran dengan metode yang lebih realistis
dengan penentuan kriteria yang rasional. Pendataan RTS harus selalu up to date. 5) Perlunya peraturan yang jelas dan ketegasan dalam penentuan jadwal pelaksanaan antara satu program dengan program yang lain, sehingga pelaksanaan antar program tidak saling tumpang tindih
Efektivitas Program Pemberian Bantuan Beras Pra Sejahtera Daerah (Rasda) Di Kelurahan Tanjungrejo Kota Malang
Program pemberian bantuan Beras Pra Sejahtera Daerah (Rasda) adalah
program yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kota Malang dalam upaya
membantu masyarakat miskin yaitu dengan cara memberikan bantuan pangan
berupa beras sebanyak 10kg yang dilakukan rutin tiap bulannya di masing-masing
kelurahan. Dengan adanya program pemberian bantuan Rasda, masyarakat yang
belum mendapatkan bantuan sosial dari Pemerintah Pusat akan mendapatkan
bantuan serupa yang diberikan Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Sosial
Kota Malang. Adapun tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk
mengetahui, mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas program pemberian
bantuan Rasda dan faktor penghambatnya di Kelurahan Tanjungrejo Kota
Malang.
Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan
kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
dokumentasi, observasi dan wawancara sebagai alat pengumpulan data yang
dilakukan kepada pihak yang berhubungan langsung dengan penyelenggaraan
program pemberian bantuan Rasda. Analisis data yang digunakan dalam
penelitian yaitu analisis data penelitian kualitatif menurut Siedel melalui proses
notice things, collect thing, dan think about things.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa efektivitas program pemberian
pemberian bantuan Rasda di Kelurahan Tanjungrejo Kota Malang ditinjau dari
ketepatan sasaran program, sosialisasi program, keberhasilan tujuan program, dan
pemantauan program masih belum efektif. Hal ini ditunjukan masih ada
masyarakat miskin di Kelurahan Tanjungrejo yang belum mendapatkan bantuan
Rasda dan pendistribusian bantuan Rasda masih mengalami keterlambatan.
Sedangkan, terkait dengan hambatan dalam program pemberian bantuan Rasda
adalah terkait dengan anggaran dan keterbatasan jumlah PSM (Pekerja Sosial
Masyarkat) di Kelurahan Tanjungrejo serta kurangnya kesadaran masyarakat
penerima bantuan Rasda terkait dengan persyaratan yang harus dilengkapi untuk
pengambilan bantuan Rasda di Kelurahan Tanjungrejo.
Adapun saran yang dapat diberikan dari penelitian ini yaitu program
pemberian bantuan Rasda masih tetap diperlukan bagi masyarakat fakir miskin
dan orang tidak mampu yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat,
perlunya penambahan kuota penerima bantuan Rasda, perlunya peraturan yang
jelas terkait dengan jawal pendistribusian bantuan Rasda, perlu dilakukan
pertemuan rutin setiap bulan antara Dinas Sosial Kota Malang dengan aparat
kelurahan beserta PSM
Datenset: RaSDA – 15-Jahres Ergebnisse der multizentrischen, randomisierten Studie zahnärztlich-prothetischer Therapieformen der verkürzten Zahnreihe
Die Daten umfassen die 15-Jahres Ergebnisse der multizentrischen, randomisierten Studie zahnärztlich-prothetischer Therapieformen der verkürzten Zahnreihe (RaSDA - Randomized Shortened Dental Arch Study).
Diese Studie verglich die Wirkungen und Nebenwirkungen von zwei Therapieoptionen. Die Therapieoptionen waren der Molarenersatz durch herausnehmbare Prothesen oder der nicht-Ersatz der Molaren durch den Erhalt oder die prothetische Rekonstruktion einer verkürzten Zahnreihe.
In die RaSDA-Studie wurden 215 Patienten eingeschlossen.Data include the 15-year results of the multicentre randomized study of dental-prosthetic therapy alternatives for the shortened dental arch (RaSDA - Randomized Shortened Dental Arch Study).
This study compared the effects and side effects of two treatment options. The treatment options were molar replacement with removable prostheses or non-replacement of molars by preserving or prosthetically reconstructing a shortened dental arch.
The RaSDA study included 215 patients
Localization of β-catenin in IECs of control and IEC-RasDA mice.
(A) Frozen sections of the ileum from control or IEC-RasDA mice were stained with antibodies to β-catenin (green) and DAPI (blue). Scale bar, 10 μm. Relative β-catenin fluorescence (green fluorescence) intensity in nucleus of IECs of the ileum is also shown in the right panel. Quantitative data are means ± s.e. for 60 IECs from control or IEC-RasDA mice. NS, not significant (Student’s t test). (B) Frozen sections of the colon from control or IEC-RasDA mice were stained with antibodies to β-catenin (green) and DAPI (blue). Scale bar, 10 μm. Relative β-catenin fluorescence (green fluorescence) intensity in nucleus of colonic epithelial cells is also shown in the right panel. Quantitative data are means ± s.e. for 60 colonic epithelial cells from control or IEC-RasDA mice. NS, not significant (Student’s t test). (PDF)</p
Down-regulation of Wnt-target genes in crypts from IEC-RasDA mice.
(A, B) Expression of Lgr5, Ascl2, Axin2, and cyclin D1 mRNAs in crypts isolated from the ileum (A) or the colon (B) of control or IEC-RasDA mice at 11- to 16-week-old. Data are means ± s.e. from three separate experiments. *P P t test). (C) Frozen sections of the ileum and colon from control/Lgr5-GFP and IEC-RasDA/Lgr5-GFP mice at 10- to 11-week-old were examined for GFP fluorescence (green). These sections were stained with DAPI (blue) to detect nuclei. Scale bar, 100 μm. (D) The number of Lgr5-GFP–positive ileal crypts per 10 crypts. Data are means ± s.e. from three separate experiments (346 crypts from three control/Lgr5-GFP mice and 277 crypts from three IEC-RasDA /Lgr5-GFP mice were analyzed). *P t test).</p
Proliferation and differentiation of IECs in IEC-RasDA mice.
(A) Frozen sections of the ileum and colon from control or IEC-RasDA mice were subjected to immunohistofluorescence analysis with antibodies to Ki67 (red) and to β-catenin (green). Scale bar, 100 μm. The number of Ki67-positive cells per crypt is also shown in right panels. (B) Frozen sections of the ileum and colon from control or IEC-RasDA mice were subjected to immunohistofluorescence analysis with antibodies to mucin 2 (Muc2) (red) and to β-catenin (green). Scale bar, 100 μm. The number of Muc2-positive cells per crypt is also shown in right panels. (C) Frozen sections of the ileum from control or IEC-RasDA mice were subjected to immunohistofluorescence analysis with antibodies to lysozyme (red) and to β-catenin (green). Scale bar, 100 μm. The number of lysozyme-positive cells per crypt is also shown in the right panel. Quantitative data are means ± s.e. for 90 crypts from three control and three IEC-RasDA mice at 10- to 12-week-old. ***P t test).</p
ANALISIS PROGRAM BERAS DAERAH (RASDA) GUNA MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA SASARAN PENERIMA MANFAAT (RTS-PM) DI KABUPATEN MALINAU PROVINSI KALIMANTAN UTARA
Abstract
The Regional Rice Program (RASDA) is one of the flagship programs of the Regional Government of Malinau Regency, in Realizing Household Welfare Target Beneficiaries. The purpose of this study was to find out how the Analysis of the Regional Rice Program (RASDA) to embody the welfare of the targeted households of beneficiary (RTS-PM) in Malinau Regency, North Kalimantan Province and to find out the barriers of Malinau Regency Government in implementing the RASDA program. This research is an analytical descriptive study, which is a description that describes and examines problems based on the government policies through adequate government regulations. This study uses a qualitative descriptive research method using a conceptual approach, where the source of the data is obtained through library research with reference to David’s Management theory (2011) namely a) Planning b) Organizing; c) Motivating; d) Placement of Staff; and e) Controlling. Thus, this study examines and compares the contents of the regional sovereignty legislation related to food and local regulations governing regional rice (RASDA) which is one of the flagship programs of the Malinau Regency Government. The results of the analysis of the Regional Rice Program (RASDA) to comprehend the welfare of the targeted households of beneficiary households (RTS-PM) in Malinau Regency, North Kalimantan Province have been going statisfactorily. This can be recognized from four aspects, namely: (1) Aspects of Government Policy; (2) Aspects of Fulfillment of RTS-PM Rights; (3) Management Aspects of Regional Rice (RASDA) Distribution; (4) Quality Aspects of Regional Rice (RASDA).
Keywords: Regional Rice Program (RASDA), Wellbeing, Target Beneficiary Households (RTS-PM).
Abstrak
Program Beras Daerah (RASDA) merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau, dalam Mewujudkan Kesejahteraan Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) Di Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Analisis Program Beras Daerah (RASDA) Guna Mewujudkan Kesejahteraan Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) Di Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara serta mengetahui Hambatan Pemerintah Kabupaten Malinau dalam penerapan program RASDA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitis yaitu uraian yang menggambarkan dan menganalisis permasalahan berdasarkan kebijakan pemerintahan melalui peraturan pemerintah yang berlaku. Penelitian ini menggunakan Metode penelitian deskriptif kualitatif menggunakan Pendekatan Konseptual (Conceptual Approach), dimana sumber data didapat melalui Studi Kepustakaan (Library Research) dengan mengacu pada teori Manajemen David (2011) yaitu a) Perencanaan; b) Pengorganisasian; c) Pemotivasian; d) Penempatan Staf; dan e) Pengendalian. Sehingga penelitian ini mengkaji serta mengkomparasikan isi muatan perundangan otonomi daerah terkait pangan serta peraturan daerah yang mengatur tentang beras daerah (RASDA) yang merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau. Hasil penelitian Analisis Program Beras Daerah (RASDA) Guna Mewujudkan Kesejahteraan Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) Di Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara sudah berjalan dengan baik, hal ini dilihat dari empat aspek, yaitu : (1) Aspek Kebijakan Pemerintahan; (2) Aspek Pemenuhan Hak RTS-PM; (3) Aspek Manajemen Program RASDA; (4) Aspek Kualitas RASDA.
Kata Kunci: Program RASDA, Kesejahteraan, RT-SPM.
 
- …
