2 research outputs found
EXPLANATION OF VOCATIONAL MUHKAM MUTASYABIH AND THE EXISTENCE OF MUHKAM WA MUTASYABIH
We as Muslims are inseparable from the learning of the Holy Qur'an, because the Qur'an is the first and foremost source and legal basis. Therefore, the Qur'an is from various aspects. In reading the Koran there is also a verse called muhkam and mutasyabih. This research method uses a literature study, the author reads references from several literations, which are finally made as additional knowledge for the author. Wisdom verse muhkam means to facilitate the knowledge and purpose of the verse so that it is easy to practice the implementation of its teachings. The wisdom of the verse Mutasyabih is to add merit, because with so many verses it requires help and effort in expressing its intentions.Kita sebagai umat islam tidak terlepas dari pembelajaran kitab suci al-Qur’an, karena Al-Qur’an merupakan sumber dan dasar hukum yang pertama dan utama. Karenanya mempelajari Al-Qur’an dari berbagai aspek keilmuannya sangatlah penting. Dalam membaca al-Quran juga ada yang disebut ayat muhkam dan mutasyabih. Metode penelitian ini menggunakan studi pustaka, penulis membaca referensi dari beberapa literasi, yang akhirnya dijadikan sebagai tambahan pengetahuan bagi penulis. Hikmah ayat muhkam yaitu memudahkan mengetahui arti dan maksud ayat agar mudah mengamalkan pelaksanaan ajaran-ajarannya. Hikmah ayat mutasyabih yaitu untuk menambah pahala, karena dengan adanya ayat ini mengharuskan penambahan daya dan upaya dalam mengungkapkan maksudnya
Teori Belajar Sosial Kognitif Albert Bandura dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Abstract. This study aims to examine Albert Bandura's cognitive social learning theory and its implementation in learning Islamic religious education. This research method is a qualitative research using descriptive analysis in the form of library research. Data is collected through analysis of accredited books and journals that are relevant to the problem. The data analysis technique used is the Miles and Huberman data analysis technique which consists of data reduction, data presentation and conclusion drawing. At the data reduction stage, the author will sort out the data in accordance with the research study which is then presented through words to produce new findings. Then the author formulates conclusions as verification of research findings. Based on the research results, it is found that Albert Bandura's social cognitive learning theory is relevant to Islamic religious education learning. This can be seen from Albert Bandura's cognitive social learning theory can be used in Islamic religious education, Albert Bandura's cognitive social learning theory is in line with the exemplary and habituation methods taught by Islam, and the process of observational learning and modeling which requires repetition in its application is also used in Islamic religious education learning.
Abstrak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teori belajar sosial kognitif Albert Bandura dan implementasinya dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif berupa studi pustaka atau library research. Data dikumpulkan melalui analisis terhadap buku-buku dan jurnal-jurnal terakreditasi yang relevan dengan permasalahan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data Miles and Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pada tahap reduksi data penulis akan memilah data yang sesuai dengan kajian penelitian yang selanjutnya disajikan melalui kata-kata agar menghasilkan temuan baru. Kemudian penulis merumuskan kesimpulan sebagai verifikasi terhadap temuan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa teori belajar social kognitif Albert Bandura relevan dengan pembelajaran pendidikan agama Islam. Hal ini dapat dilihat dari teori belajar sosial kognitif Albert Bandura dapat digunakan dalam pendidikan agama Islam, teori belajar sosial kognitif Albert Bandura sejalan dengan metode keteladanan dan pembiasaan yang diajarkan Islam, serta adanya proses observational learning dan modeling yang membutuhkan pengulangan dalam penerapannya juga digunakan pada pembelajaran pendidikan agama Islam.
 
