1 research outputs found

    EFEKTIVITAS POLA PEMBELAJARAN AGAMA HINDU DI SEKOLAH MENENGAH ATAS

    No full text
    Hindu religious education as one of the subjects taught in schools ranging from primary, secondary, to tertiary education. This is an opportunity for Hindu religious education to shape the personality, mental attitude and character of students into suputra. But the reality is very different. The recognition of most students will be blurred in the values ​​of Hindu religious knowledge. The learning pattern of Hindu religious education is too theoretical, it does not touch the real life of students. Students spend their time understanding theory, but cannot deal with life's problems properly. As a result, Hindu Religious Education is trapped in memorization, not how to use Hinduism to solve life's problems. The rolling of the competency-based education paradigm, in response to the low level of relevance of educational outcomes, including Hindu religious education. This raises awareness of the need for a review, revitalization of Hindu Religious Education Learning Patterns in schools.This phenomenon encourages the author to conduct research on "The Effectiveness of Hindu Religion Learning Patterns in Senior High Schools. The purpose of this study is to analyze the effectiveness of Hinduism learning patterns in senior high schools.Pembelajaran  agama  Hindu  merupakan  suatu  upaya  untuk  membina pertumbuhan jiwa masyarakat dengan ajaran agama Hindu, dari sumber ajarannya yaitu: Sruti, smerti, sila,   acara, dan atmanastuti. Sehubungan dengan   pentingnya   pembelajaran agama Hindu untuk mencapai tujuan agama Hindu yaitu “Moksar-tham  Jagaditha  Ya  Ca  Iti  Dharma” untuk  menuju keseimbangan  dan  kehar-monisan  hidup  di  dalam  segala  aspek  kehidupan  baik  aspek intern ataupun ekstern dalam mewujudkan kedamaian hidup. Secara substansi, inilah yang menjadi rujukan bagi para praktisi pendidikan Agama Hindu, termasuk para guru agama di tingkat Pendidikan Menengah Atas (SMA). Disamping itu juga hal yang tidak kalang pentingnya adalah metoda pembelajaran agama Hindu sebagai ilmu terapan tentu sangat berbeda dengan ilmu-ilmu lainnya yang lebih bersifat teoritis. Namun dalam pembelajaran agama Hindu hendaknya memenuhi ketiga ranah yakni kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa secara bersamaan sehingga diperlukan metoda yang lebih efektif dalam menyampaikan materi ajarnya sehingga siswa Hindu tidak hanya pintar berdebat masalah agamanya, namun juga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan pengamatan empiris, guru agama Hindu lebih banyak menga-jarkan sseperti ilmu-ilmu umum lainnya yang lebih menekankan pada teoritis semata sehingga melahirkan siswa yang pandai berdebat masalah agama, tetapi miskin dalam tindakan dan prilaku, karena ranah afektif dan psikomotoriknya sangat lemah. Fenomena inilah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian tentang “Efektifitas Pola Pembelajaran Agama Hindu di Sekolah Menengah Tingkat Atas”. Penelitian ini difokuskan untuk mengamati dan mengkaji bentuk dan efektivitas pembelajaran agama Hindu di Sekolah Menengah Tingkat Atas, se Kota Mataram. Adapun hasilnya dapat di jabarkan bahwa bentuk dan pola Pembelajaran Agama Hindu di Sekolah Tingkat Menengah Atas, hendaknya mengkolaborasikan antara pendekatan teoritis dengan priktek secara seimbang. Bahkan lebih banyak aspek yang bersifat kegiatan kegiatan religius atau melalui pendekatan praktek untuk memenuhi aspek psikomotorik dan afektif, untuk memenuhi koknitifnya. Jadi untuk memahami Agama Hindu secara matang berangkat dari praktik keagamaan lebih dulu dilakukan akan terpenuhi ketiga ranah yang menjadi sasaran pendidikan Agama Hindu yakni : ranah Kognitif, afektif dan Psikomotoriknya
    corecore