Fibusi (Jurnal Online Fisika)
Not a member yet
    33 research outputs found

    RANCANG BANGUN ALAT PENGHILANG EMBUN DAN BEKAS AIR HUJAN OTOMATIS UNTUK ALLSKY CAMERA DI OBSERVATORIUM BOSSCHA

    No full text
    Fungsi AllSky Camera yang sangat penting mengharuskan kamera harus selalu standby setiap saat. Penyimpanan alat AllSky Camera diharuskan berada diruang terbuka dan disimpan di atap sehingga akan berinteraksi dengan udara luar. Interaksi dengan udara luar akan berpengaruh pada alat AllSky Camera. Efeknya yaitu menempelnya titik embun dan bekas air hujan pada alat AllSky Camera. Titik embun dan bekas air hujan pada kubah kamera akan menggangu pandangan kamera dan mempengaruhi kualitas gambar. Oleh karena itu diperlukan alat bantu yang dapat bekerja secara otomatis untuk menghilangkan embun pada alat AllSky Camera untuk meningkatkan kualitas gambar dan performa dari kamera. Sistem sensor yang dibangun untuk mendeteksi kemunculan embun menggunakan sensor SHT11 yang mampu mengukur besaran suhu dan kelembaban, sedangkan untuk mendeteksi kemunculan hujan digunakan sensor hujan YL-83. Otak dalam sistem alat kali ini menggunakan mikrokontroler Arduino Uno yang diprogram menggunakan software Arduino IDE versi 1.0.6. Mikrokontroler ini akan menerima sinyal masukan dari sensor dan mengeluarkan sinyal kepada aktuator untuk menghilangkan titik embun dan bekas air hujan. Aktuator yang dibuat adalah wiper yang terbuat dari alumunium dan pembuatannya disesuaikan dengan bentuk kubah dari AllSky Camera. Aktuator lain yang digunakan adalah silika gel yang dipasang dibagian dalam dari alat AllSky Camera untuk menyerap uap air yang ada di bagian dalam alat. Pembuatan wiper untuk menghilangkan titik embun dan bekas air hujan serta pemasangan silika gel pada bagian dalam alat untuk menyerap uap air mampu meningkatkan performa dari alat AllSky Camer

    RANCANG BANGUN MESIN BOR PCB DENGAN PENGATURAN POSISI 3D BERBASIS MIKROKONTROLER DAN VISUAL PROGRAMING

    No full text
    Mesin bor PCB dengan pengaturan posisi berbasis mikrokontroler dan visual programming berhasil dibangun. Mesin ini dibangun untuk menghilangkan beberapa kekurangan yang dimiliki pada pengeboran PCB secara manual dan mengatasi mahalnya pengeboran PCB secara otomatis yang ada diindustri ketika akan digunakan dalam skala laboratorium dan tujuan pembelajaran. Mesin bor dibangun menggunakan linear guide berupa drawer runners, penggerak translasi sumbu-x dan sumbu-y menggunakan tali baja dan screw ½ inchi sepanjang 4 cm, penggerak translasi sumbu z menggunakan screw½ inchi dan nut. Bagian penggerak digerakan oleh tiga buah motor stepper Nema 23 dengan resolusi 1,8 o/step. Pada pengujian pemberian koordinat secara manual mesin bor PCB ini memiliki kesalahan sebesar 0,18 mm pada sumbu-x, dan 0,20 mm pada sumbu-y. Pada pengeboran secara otomatis percobaan pada PCB A dengan jarak tetap 5 mm mesin bor ini memiliki kesalahan sebesar 0,13 mm pada sumbu-x dan 0,3 mm pada sumbu-y, pada PCB B memiliki kesalahan sebesar 0,3 mm pada sumbu-x dan 0,2 mm pada sumbu-y, dan pada PCB C memiliki kesalahan sebesar 0,12 mm pada sumbu-x dan 0,1 mm pada sumbu-y. Rata rata kesalahan yang dimiliki mesin bor PCB ini adalah 0,18 mm pada sumbu-x dan 0,2 mm pada sumbu-y. Kecepatan pergerakan mata bor pada sumbu-x dan sumbu-y adalah 1cm/detik dan pada sumbu-z adalah 0,12 cm / detik

    PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI SIFAT MEKANIK KOMPOSIT POLYPROPYLENE DENGAN LIMBAH DAUN MANGGA SEBAGAI FILLER

    No full text
    Telah dilakukan pembuatan komposit partikulat menggunakan limbah daun mangga sebagai filler dengan ukuran saringan 100 dan 140 mesh. Matriks yang digunakan adalah polimer jenis Polypropylene (PP) dengan perbandingan komposisi partikel limbah daun mangga dan Polypropylene adalah 10:90, 15:85, 20:80, dan 25:75. Pencampuran dilakukan menggunakan Internal Mixer pada suhu 1800C dengan kecepatan rotor 50 rpm selama 6 menit, yang kemudian di cetak menggunakan Hot and Cold Press Molding. Sample yang sudah dicetak dikarakterisasi sifat mekaniknya meliputi uji tarik (tensile test), uji lengkung (bending test) menggunakan Universal Testing Machine dan uji kekerasan (hardness test) menggunakan Rockwell Hardness Tester sehingga didapatkan nilai kekuatan tarik (tensile strength), yield strain, modulus elastisitas tarik (modulus elasticity of tensile), kekuatan lengkung (bending strength), modulus elastisitas lengkung (modulus elasticity of bending) dan kekuatan tekan (hardness strength). Hasil pengujian menunjukan adanya penurunan sifat mekanik seiring dengan bertambahnya komposisi limbah daun mangga sebagai filler pada komposit. Hal tersebut dikarenakan filler limbah daun mangga menurunkan sifat plastisitas dari polimer polypropylene. Ukuran partikel limbah daun mangga 140 mesh menunjukan nilai tensile strength, yield strain, dan modulus elasticity of tensile yang lebih besar dibandingkan 100 mesh, sedangkan nilai bending strength, modulus elasticity of bending, dan hardness strength menunjukan ukuran partikel 100 mesh lebih besar dibandingkan 140 mesh

    UJI COBA DAN ANALISIS SENSOR SERAT OPTIK UNTUK WEIGHT IN MOTION (WIM) PADA REPLIKA KENDARAAN STATIS DAN DINAMIS

    No full text
    Serat optik dapat digunakan sebagai sensor berat untuk Weight In Motion (WIM) pada replika kendaraan berupa miniatur truk dalam keadaan statis dan dinamis dengan memanfaatkan prinsip mikrobending. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur berat miniatur truk statis dan dinamis dengan menggunakan sensor serat optik. Metode yang digunakan adalah melakukan percobaan di Laboratorium. Penelitian ini menggunakan Light Emitting Diode (LED) dengan panjang gelombang 1310 nm, sensor serat optik, serat optik multimode step index, photodetector, Data Acquisition (DAQ), softwere weight in motion sensor yang dibuat oleh Pusat Penelitian Fisika LIPI, dan miniatur truk. Dari hasil karakterisasi sensor diperoleh persamaan untuk mengukur berat miniatur truk statis dan dinamis yaitu BT = (D + B) volt x 11,8 kg/volt + 9,66 kg. Sensor serat optik mampu merespon baik untuk berat miniatur truk antara 22,83 kg sampai 62,85 kg dengan kecepatan mendekati 0,5 km/jam sampai 1 km/jam. Faktor kecepatan mempengaruhi berat miniatur truk yang terukur. Pada nilai kecepatan maksimum 2,5 km/jam, berat miniatur truk dinamis fluktuatif. Hasil pengujian berat kendaraan pada miniatur truk tanpa muatan, miniatur truk dengan muatan 20 kg, dan miniatur truk dengan muatan 40 kg menunjukkan error masing-masing 0,16 %, 2,26 %, dan 7,3 %. Dengan error yang relatif kecil maka sensor serat optik dapat dijadikan sebagai alternatif lain dalam pengukuran berat kendaraan statis maupun dinamis

    Pengaruh Heat Treatment Terhadap Karakteristik Listrik Termistor NTC Berbasis (CuxMnyZnzNit)Fe2O4

    No full text
    Pengaruh Heat Treatment Terhadap Karakteristik Listrik Termistor NTC Berbasis (CuxMnyZnzNit)Fe2O4. Telah dilakukan pembuatan film tebal termistor NTC dengan mencampukan bahan yang terdiri dari CuO 15%, MnO 20%, ZnO 5%, NiO 30% dan Fe2O3 30% dan digerus selama 30 menit lalu ditambah OV (Organic Vehicle) untuk bahan pasta dan dilapiskan diatas substrat alumina dengan metode screen printing dan disinter pada suhu 11000C. nilai resistivitas setelah uji resistivitas sebesar 0.808 Mohm.cm dan mengalami penurunan nilai resistivitas setelah heat treatment. Pada hasil difraksi sinar-x didapat pola yang tidak beraturan yang kemungkinan merupakan pengaruh dari bahan penyusun film tebal. Hasil SEM menunjukan struktur yang berongga. Pada sampel satu didapat besar nilai nilai konstanta termistor sebesar 3925.10K dan yang terbesar dibandingkan HT1 dan HT2. Namun hal ini menunjukan bahwa sampel yang dapat digunakan baik dalam termistor adalah saat awal dengan nilai konstanta termistor tersebut maka masuk ke dalam termistor pasar dimana untuk kebutuhan pasar nilai konstanta termistor adalah ≥20000K

    APLIKASI METODE TRANSFORMASI RADON UNTUK ATENUASI MULTIPLE PADA DATA SEISMIK REFLEKSI MULTICHANNEL di PERAIRAN PULAU MISOOL

    No full text
    Telah dilakukan pengolahan data sesimik 2D di perairan Pulau Misool Kepulauan Raja Ampat di Papua Barat. Lintasan yang digunakan adalah lintasan 42 pada area bawah permukaan di perairan Pulau Misool (PMSL 42). Data yang diperoleh memunculkan gelombang refleksi dapat menginformasikan penampang seismik permukaan bawah laut dengan melemahkan atau menghilangkan gelombang lainnya termasuk noise di dalamnya. Kehadiran noise menyebabkan gangguan terhadap interpretasi data. Oleh karena itu noise pada data tersebut dapat diupayakan untuk dihilangkan dengan menggunakan beberapa aplikasi dalam metode seismik, seperti dekonvolusi, stacking dan migrasi. Metode Transformasi Radon ini merupakan metode yang biasa digunakan untuk mengatenuasi multiple pada data seismik 2D terutama water bottom multiple. Metode Transformasi Radon digunakan dalam domain tau-phi, hal ini dikarenakan suatu multiple akan mudah dibedakan data primernya, dengan memanfaatkan nilai perbedaan move out antara sinyal primer dan multiple. Hasil analisa penampang seismik dengan menggunakan Transformasi Radon diperoleh kesimpulan bahwa metode Transformasi Radon dapat melemahkan multiple yang ada pada lintasan PMSL 42. Penampang yang dihasilkan setelah dilakukan metode Transformasi Radon tidak lagi setebal warna sebelum dilakukan metode Transformasi Radon

    APLIKASI METODE GAYABERAT UNTUK MEMPREDIKSI PROSPEK PANASBUMI DI DAERAH KUNINGAN, JAWA BARAT

    No full text
    Identifikasi panasbumi menggunakan metode gayaberat berada di daerah Kuningan, Jawa Barat. Data geologi regional daerah penelitian menunjukkan adanya air panas yang muncul ke permukaan, sehingga untuk tujuan identifikasi adanya prospek panasbumi perlu dilakukan survey eksplorasi geofisika di daerah penelitian. Survey eksplorasi geofisika melalui metode gayaberat menghasilkan nilai anomali bouguer lengkap yang telah dilakukan koreksi. Kemudian hasil pengolahan data diplot menjadi peta kontur anomali bouguer dan akan dijadikan acuan dalam pembuatan model. Berdasarkan hasil pemodelan, Pada model lintasan A-A’ diidentifikasi adanya sistem penyusun panasbumi berupa batuan penutup (cap rocks) dengan nilai densitas sebesar 2,2 gr/cc, reservoir panasbumi dengan nilai densitas sebesar 2,5 gr/cc, sesar naik dan sesar turun. Sedangkan pada model lintasan R-R’ diidentifikasi adanya batuan penutup (cap rocks) dengan nilai densitas 2,25 gr/cc, reservoir panasbumi dengan nilai densitas sebesar 2,5 gr/cc, sesar naik dan sesar turun

    RANCANG BANGUN SISTEM TELEMETRI WIRELESS REALTIME MONITORING KUALITAS AIR TERINTREGRASI DENGAN AUTOMATIC SAMPLING DAN APLIKASI DATABASE BERBASIS MIKROKONTROLER

    No full text
    Keberadaan air bersih menjadi kebutuhan utama makhluk hidup. Mutu kualitas air bersih telah mengalami penurunan disebabkan oleh berbagai limbah, mutu kualitas air yang menurun akan berakibat terhadap kelangsungan hidup biota yang hidup didalamnya, dan akan berbahaya jika air yang tercemar limbah ini digunakan. Untuk mengelola air ini maka diperlukan pemantauan atau monitoring terhadap air tersebut, sehingga mutu kualitas air dapat diketahui dan nantinya dapat dilakukan pengendalian terhadap pencemaran air. Dalam penelitian ini telah dibuat sebuah sistem monitoring kualitas air yang terintegrasi dengan automatic sampling berbasis Arduino UNO ATMega 328 dan Xbee, yang mampu mendeteksi kadar suhu, pH, dan DO secara realtime tiap detiknya, serta sebuah automatic sampling yang mampu mengambil sample air secara otomatis dan continiue. Data dari hasil monitoring dikirim secara nirkabel dari node transmitter ke node receiver, kemudian ditampilkan dalam bentuk grafik, gauge dan data text secara realtime pada sebuah aplikasi dekstop, disimpan pada data logger SD card dan database MySQL. Hasil uji sensor suhu, pH, dan DO berjalan dengan baik dan mampu melakukan sensing terhadap kualitas air. Hasil uji pengiriman data secara nirkabel dari transmitter ke receiver dapat berjalan dengan baik hingga jarak 9 meter, dengan kondisi transmitter berada diluar ruangan dan receiver berada dalam ruangan. Hasil uji automatic sampling untuk pengambilan volume sample dan lama pengambilan sample dapat diatur secara manual minimum, normal, dan maximum

    PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH DAUN SUKUN TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KEKERASAN ROCKWELL KOMPOSIT PE/DAUN SUKUN

    No full text
    Telah dilakukan penelitian mengenai penambahan persen komposisi massa daun sukun dalam komposit PE/daun Sukun yang ramah lingkungan. Daun sukun yang digunakan merupakan limbah daun kering yang telah gugur dari pohonnya. Pembuatan dilakukan dengan membuat daun sukun menjadi serbuk berukuran 140 mesh menggunakan mesin penghancur untuk kemudian disaring dengan penyaring wire mesh machine. Selanjutnya dilakukan pencampuran daun sukun dengan polyethylene dalam internal mixer Labo Plastomill pada suhu pelelehan 145oC. Pengujian dilakukan dengan mengamati perubahan %massa daun sukun 0%, 10%, 15%, 20%, dan 25% terhadap kekuatan tarik, modulus elastisitas, %elongasi dan kekerasan Rockwell. Penelitian menunjukan, penambahan daun sukun dalam komposit PE/daun sukun menurunkan nilai kuat tarik, %elongasi, dan kekerasan Rockwell tetapi meningkatkan nilai modulus elastisitasnya

    OTOMATISASI DARI HASIL PENGAMATAN AUTOMATIC WEATHER STATION (AWS) SERTA PEMANFAATANNYA DALAM SATELLITE DISASTER EARLY WARNING SYSTEM (SADEWA)

    No full text
    Informasi cuaca sangatlah bermanfaat bagi manusia karena informasi tersebut dapat digunakan untuk berbagai kepentingan kegiatan mereka saat ini. Informasi cuaca mudah didapatkan salah satunya melalui web Satellite Disaster Early Warning System (SADEWA). Web SADEWA dikembangkan oleh Pusat SAINS dan Teknologi Atmosfer (PSTA) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Informasi prediksi SADEWA didapatkan melalui simulasi model Weather Reaserch and Forecasting (WRF). Untuk melihat sejauh mana kinerja WRF dalam memprediksi cuaca, maka perlu dilakukan validasi terhadap data pengamatan. Automatic Weather Station (AWS) digunakan untuk mengukur parameter cuaca. Dalam penelitian ini dilakukan transfer otomatis data pengamatan AWS ke SADEWA. Data yang telah ditarnsfer tersebut ditampilkan di web dan dihitung korelasinya dengan data prediksi. Parameter cuaca yang dihitung nilai korelasinya adalah suhu, kelembaban dan curah hujan. Teori koefisien korelasi Pearson digunakan untuk melakukan validasi model. Dari hasil penelitian didapatkan nilai koefisien korelasi untuk suhu adalah 0,8198 dan untuk kelembaban adalah 0,7074. Nilai tersebut menjelaskan bahwa data prediksi SADEWA dan data pengukuran AWS memiliki korelasi yang kuat. Sedangkan untuk curah hujan nilai koefisien korelasinya adalah 0,2522. Nilai yang rendah ini dikarenakan curah hujan merupakan parameter tersulit untuk diprediksi oleh model

    0

    full texts

    33

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Fibusi (Jurnal Online Fisika)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇