Buletin Limbah
Not a member yet
    60 research outputs found

    CATU DAYA LISTRIK PADA INSTALASI KOMPAKSI DAN IMMOBILISASI PUSAT TEKNOLOGI LIMBAH RADIOAKTIF

    No full text
    CATU DAYA LISTRIK PADA INSTALASI KOMPAKSI DAN IMMOBILISASI PUSAT TEKNOLOGI LIMBAH RADIOAKTIF. Unit kompaksi dan immobilisasi merupakan salah satu fasilitas pengolahan limbah radioaktif yang dimiliki oleh Pusat Teknologi Limbah Radioaktif, Pada proses kompaksi bertujuan untuk mereduksi volume limbah padat. Drum 100 L sebagai wadah limbah dikompaksi menggunakan kompaktor berkekuatan 600 kN. Proses immobilisasi dilaksanakan untuk mengungkung unsur radioaktif dalam limbah padat yang telah dikompaksi, proses tersebut dilakukan dalam unit immobilisasi dimana preparasi semen cair dari campuran semen – pasir – air dan pengecoran slurry semen ke limbah padat diatas vibrator dilakukan. Kebutuhan daya listrik pada saat proses kompaksi sebesar 12,5 kW, pada proses immobilisasi besarnya daya listrik yang dibutuhkan sebesar 13,6 kW. Total daya listrik yang dibutuhkan untuk proses kompaksi dan immobilisasi sebesar 26,1 kW. Dengan mengetahui kebutuhan daya listrik untuk unit kompaksi dan immobilisasi, diharapkan pihak Bidang Operasi Penunjang Sarana melalui system power emergency menggunakan genset dapat mengalokasikan suplai daya listriknya untuk instalasi kompaksi dan immobilisasi. ELECTRICAL POWER SUPPLY ON COMPACTION AND IMMOBILIZATION INSTALATION IN RADIOACTIVE WASTE TECHNOLOGI CENTRE. Compaction and immobilization unit is one of the treatments facility for radioactive waste in Radioactive Waste Technologi Centre. On the compaction process operation for volume reduction of solid waste. The 100 L mild steel drum containing solid waste is compacted using compactor 600 kN. Immobilization process was done for conditioning of compacted waste, that processing was done on the immobilization unit where preparation of the cement slurry form mixtures of cement – sand – water and immobilization of solid waste performed. Electrical power during compaction process is 12,5 kW, on immobilization process electrical power consumtion was around 13,6 kW. Electrical power totally needed for compaction process and immobilization operation was required for emergency supply system using genset by utility operator

    ANALISIS SISTEM KOMPUTER UNTUK MANAJEMEN DAN ESTIMASI BIAYA DEKOMISIONING PLTN

    Get PDF
    ANALISIS SISTEM KOMPUTER UNTUK MANAJEMEN DAN ESTIMASI BIAYA DEKOMISIONING PLTN. Dekomisioning reaktor nuklir merupakan kegiatan sangat kompleks yang harus direncanakan dan dilaksanakan secara cermat. Suatu sistem berbasis komputer perlu dikembangkan untuk membantu manajemen dekomisioning reaktor nuklir. Telah dipelajari beberapa sistem komputer untuk manajemen dekomisioning reaktor nuklir. Sistem perangkat lunak COSMARD dan DEXUS yang dikembangkan di Jepang dan IDMT di Italia digunakan sebagai contoh untuk analisis dan pembahasan Manajemen dan estimasi biaya dekomisioning PLTN. Dapat disimpulkan bahwa sistem komputer untuk manajemen dekomisioning PLTN cukup komplek dengan melibatkan beberapa code komputer untuk perhitungan database inventori radioaktif, modul perhitungan pada berbagai tahap dekomisioning, serta pengembangan sistim data spasial untuk virtual reality. THE COMPUTER SYSTEM ANALISYS FOR MANAGEMENT AND COST ESTIMATION OF NUCLEAR POWER PLANT DECOMMISSIONING. Nuclear reactor decommissioning is complex activity that should be planed and implemented carefully. A system based on computer need to be developed to support nuclear reactor decommissioning. Some computer system have been studied for management of nuclear power reactor decommisioning. Software system COSMARD and DEXUS that have been developed in Japan and IDMT in Italy are used as models for analisys and discussion concerning the management and cost estimation of Nuclear Power Plant (NPP) decommissioning. Its can be concluded that a computer system management for nuclear power plant decommissioning is quite complex that involved some computer code for radioactive inventory database calculation, calculation of modul on various the stages of decommissioning phase, and development of the spatial data system development for virtual reality. PENDAHULUA

    PEMODELAN INPUT PENCEMAR ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN FITOPLANKTON DI TELUK JAKARTA

    Get PDF
    PEMODELAN INPUT PENCEMAR ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN FITOPLANKTON DI TELUK JAKARTA. Semakin meningkatnya ledakan fitoplankton di perairan laut belakangan ini, salah satunya disebabkan karena pengaruh zat atropogenik yang semakin banyak masuk ke dalam perairan, termasuk zat pencemar organik yang mengandung pospat, nitrat dan silikat. Dampak ledakan fitoplankton akan menyebabkan terganggunya kesehatan masyarakat dan secara ekonomi akan mengganggu perikanan laut. Dampak ekologi lain adalah berubahnya habitat perairan laut dan merusak tatanan pesisir pantai. Untuk itu, dibutuhkan suatu model prediksi yang dapat memperkirakan kejadian ledakan fitoplankton untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan. Dengan menggunakan perangkat lunak Powersim, model hubungan antara jumlah input organik dan jumlah fitoplankton di Teluk Jakarta dapat dimodelkan dan disimulasi dalam suatu model dinamik. Didapatkan bahwa ada pengaruh yang cukup kuat antara jumlah pencemar organik, yang diwakili oleh jumlah pospat, nitrat dan silikat terhadap pertumbuhan fitoplankton dari kelompok diatom dan dinoflagelata. Model yang dihasilkan dapat dijadikan dasar kebijakan pengaturan pembuangan limbah organik ke badan air sehingga ledakan fitoplankton dapat diminimalkan

    PENGANGKUTAN LIMBAH RADIOAKTIF

    Get PDF
    Pengangkutan limbah radioaktif dapat dilakukan jika telah diperoleh ijin pengangkutan yang dikeluarkan oleh BAPETEN, serta seluruh persyaratan secara teknis maupun administrasi yang berkaitan dengan kegiatan limbah telah dipenuhi oleh instansi terkait atau penghasil limbah. Sebelum proses pengangkutan, dilakukan survei dengan tujuan untuk koordinasi pelaksanaan pengangkutan, untuk mengetahui kondisi limbah, menentukan peralatan apa yang diperlukan dalam pengangkutan, dan apakah sumber limbah radioaktif masih terpasang pada alatnya, atau telah dilepaskan dari alatnya. Dari berbagai pengalaman dan hasil koordinasi BAPETEN, BATAN serta penghasil limbah maka Subbidang Pengangkutan dapat melaksanakan pengangkutan limbah sesuai peraturan yang berlaku

    PERBANDINGAN METODA ANALITIK Cs-137 DALAM CONTOH AIR LINGKUNGAN

    No full text
    PERBANDINGAN METODA ANALITIK Cs-137 DALAM CONTOH AIR LINGKUNGAN. Telah dipelajari perbandingan metoda analitik Cs-137 dalam contoh air lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memilih suatu metoda analisis Cs-137 dalam contoh air yang mempunyai akurasi dan presisi tinggi. Ada tiga macam metoda pengendapan yang akan dibandingkan, yaitu pengendapan dengan menggunakan: K4Fe(CN)6 (Kalium Ferro Cianida), AMP: (NH4)3PO4.12MoO3.H2O (Amonium Phospo Molibdat), dan H2C2O4 (Asam Oksalat), dengan parameter perubahan adalah variasi pH dan variasi konsentrasi bahan pengendap. Dari percobaan diperoleh hasil bahwa dengan menggunakan ion Ferro Sianida dan ion Phospo Molibdat 97,7% Cs-137 dapat terekoveri pada kondisi pH 9, sedangkan bila digunakan ion oksalat Cs-137 akan terekoveri 64,06 % pada kondisi pH 4,5. Dengan demikian metoda pengendapan dengan ion Ferro Sianida dan ion Phospo Molibdat baik untuk analisis Cs-137 dalam contoh air lingkungan. COMPARATIVE OF ANALYZING METHODS OF Cs-137 IN ENVIRONMENTS WATER SAMPLES. The analyzing method of the Cs-137 in environments water samples has been studied comparatively. The am of this research is to determine on analyzing methode of Cs-137 in enveronment water samples which have a high accuracy and precision result. Three kinds of precipitated method have been compared on various pH conditions and various concetration of precipitated substances concentration of such as K4Fe(CN)6 (Potasium Ferro Cianida), AMP: (NH4)3PO4.12MoO3.H2O (Amonium Phospo Molibdat), and H2C2O4 (oxalic acid). The result of the experiment showed that by using cianide and AMP substance, 97,7 % at Cs-137 precipitated at pH 9 that Cs-137 was highly precipitated with 97.7 % recovery on pH 9. When the oxalic acid was use 64.06 % at Cs-137 precipitated at pH 4,5. So precipitateien method by using cianide and phospo molibdate can be used for Cs-137 analyzing at ervironment water samples

    PENGOLAHAN LIMBAH RADIOAKTIF PADAT HASIL DEKOMISIONING FASILITAS INSTALASI PEMURNIAN ASAM FOSFAT PETROKIMIA GRESIK

    Get PDF
    PENGOLAHAN LIMBAH RADIOAKTIF PADAT HASIL DEKOMISIONING FASILITAS PEMURNIAN ASAM FOSFAT PETROKIMIA GRESIK. Dekomisioning Fasilitas Pemurnian Asam Fosfat – Petrokimia Gresik (PAF-PKG) adalah untuk menghentikan secara tetap beroperasinya fasilitas PAF-PKG yang digunakan untuk memproduksi “yellow cake”. Limbah hasil dekomisioning berupa limbah padat, cair, sluge dan yellow cake diolah oleh Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR). Tujuan pengolahan adalah untuk mengungkung limbah dan mengurangi laju dosis paparan yang ditimbulkannya. Pengolahan limbah padat dilakukan dengan cara immobilisasi menggunakan matriks semen. Limbah padat dipreparasi dan dimasukkan dalam drum 100 liter, selanjutnya drum 100 liter yang sudah berisi limbah dimasukkan dalam drum 200 liter untuk menjalani proses immobilisasi. Adonan semen dibuat dengan komposisi 1 liter adonan semen terdiri dari 1,313 kg semen; 0,328 kg pasir; 0,437 liter air; 0,029 liter aditif. Dosis paparan limbah sebelum diolah antara 0,25 – 25,00 µSv/jam dan paparan setelah diolah antara 0,17 - 9,31 µSv/jam. Densitas bulk dari drum 200 liter hasil immobilisasi antara 1250 - 2330 kg/m3. Pada pengolahan limbah radioaktif padat hasil dekomisioing Instalasi PAF-PKG dengan cara immobilisasi dengan matrik semen telah diperoleh 149 drum 200 liter. TREATMENT OF SOLID RADIOACTIVE WASTE RESULTED FROM DECOMISSIONING OF PHOSPORIC ACID PURIFICATION FACILITY PETROKIMIA GRESIK. Decomissioning of phosporic acid purification facility Petrokimia Gresik (PAF-PKG) was performed to stop permanently the operation of facility for taking “yellow cake”. Docomissioning activities results the solid waste, liquid waste, sludge and remaining powder. All of them were handled on Radioactive Waste Technology Centre. The objective of thats radioactive waste treatment is to shield radioactive waste and reduce waste exposure dose. Method of treatment is immobilization by cement matrix. Solid waste and than putted in to 100 litre drum for immobilization process on the 200 litre drum. The composition of 1 litre cement slurry is 1,313 kgs cement; 0,328 kgs sand; 0,437 litre water; 0,029 litre additif. Radiation doses of waste before treatment is 0,25 – 25,00 µSv/hr and after treatment is 0,17 - 9,31 µSv/hr. The bulk density of solidified 200 litre drum is 1250 - 2330 kg/m3. Radioactive waste from decomisioning PAF-PKG was immobilized into 149 drum of 200 litre

    EVALUASI PENGENDALIAN KESELAMATAN RADIASI DAN NON RADIASI DALAM PENGOLAHAN LIMBAH RADIOAKTIF TAHUN 2004 -2008

    Get PDF
    EVALUASI PENGENDALIAN KESELAMATAN RADIASI DAN NON RADIASI DALAM PENGOLAHAN LIMBAH RADIOATIF TAHUN 2004-2008. Pengendalian keselamatan radiasi dan non radiasi dalam pengolahan limbah radioaktif di PTLR selama tahun 2004-2008 perlu dilakukan evaluasi. Tujuan evaluasi pemantauan adalah untuk dapat memperkirakan penerimaan dosis pada pekerja, masyarakat dan lingkungan, serta memberikan perlindungan kepada pekerja dan meyakinkan kepada pekerja agar dapat bekerja dengan aman dan terkendali. Pengendalian dilakukan dengan pemantauan terhadapa potensi bahaya radiasi yang meliputi pemantauan laju dosis dan kontaminasi baik udara maupun permukaan secara rutin dan pada saat proses, serta pemantauan dosis kumulatif di daerah kerja. Pengendalian non radiasi dilakukan dengan melakukan pemantauan terhadap kondisi lingkungan, penerangan, serta akses personel.. Hasil pemantauan diperoleh data laju dosis daerah kerja antara 0,15 µSv/jam - 0,64 µSv/jam dan rata-rata 0,23 µSv/jam, Laju dosis tertinggi di Interm Storage (IS) rata-rata sebesar 4,65 µSv/jam atau sebesar 6,20 % dari nilai batas, kontaminasi permukaan gross α berkisar antara 0-0,0191 Bq/cm2 atau rata-rata 0,0038 Bq/cm2, sedangkan tingkat kontaminasi gross β/γ berkisar antara 0 – 0,0913 Bq/cm2 atau rata-rata 0,0409 Bq/cm2, kontaminasi udara 0 – 0,0105 Bq/m3 atau 0 – 0,86 % untuk gross α dan antara 0 – 0,0032 Bq/m3 atau 0 – 0,28 % untuk gross β/γ, dosis kumulatif antara 0,21 – 2,02 mSv/tahun. Hasil pemantauan masih jauh dibawah nilai batas yang telah ditentukan. EVALUATION OF RADIATION AND NON RADIATION SAFETY ON RADIOACTIVE WASTE TREATMENT PERIOD 2004-2008. Control of radiation and non radiation safety on radioactive waste treatment has been done during 2004-2008. The aim of this activities are to estimate radiation dose in worker, society and the environment, also to give the protection for the worker and convince the worker to work peaceful. This activities to do with measurement dose-rate, airborne contamination, surface contamination routine and during process, also measurement of cumulative dose in the working area.. Non radiation control to do with control environment situation, enlightenment also aces personal. The results of these activities for dose-rate were between 0.15 µSv/h – 0.64 µSv/h and average is 0.23 µSv/h. Dose rate higher in Interim storage is 4,65 µSv/h average or 6.20% from limited dose. Surface contamination gross α were 0-0.0191 Bq/cm2, or average were 0,0038 Bq/cm2 and 0 – 0.0913 Bq/cm2 or average were 0,0409 Bq/cm2 for gross β/γ. Airborne contamination were 0 – 1.05E-02 Bq/m3 or 0 – 0,86 % for gross α and 0 ~ 0.32E-02 Bq/m3 or 0 – 0,28 % for gross β/γ. The cumulative-dose is 0.21 – 2.02 mSv/year. The results of working area control are under limitation dose for the worker

    PENGARUH VAC OFF GAS TERHADAP TINGKAT KONTAMINASI UDARA PADA INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH RADIOAKTIF DI PTLR BATAN SERPONG

    Get PDF
    PENGARUH VAC OFF GAS TERHADAP TINGKAT KONTAMINASI UDARA PADA INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH RADIOAKTIF DI PTLR BATAN SERPONG. Telah dilakukan pengukuran tingkat kontaminasi udara untuk mengetahui distribusinya dalam gedung IPLR. Sampel diambil di zona 1, zona 2 dan zona 3 dengan variasi waktu pada kondisi VAC-Off Gas hidup dan mati. Hasil pencuplikan udara diukur dengan pencacah / aktivitas rendah. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa semakin lama VAC dalam kondisi mati, semakin tinggi konsentrasi kontaminan di dalam gedung. Untuk kondisi VAC mati 64 jam (libur normal), kontaminasi udara tertinggi mencapai 3,6 kali nilai batas ambang. Sedangkan untuk kasus 88 jam gedung tanpa operasi VAC, konsentrasi kontaminan mencapai 5 kali nilai batas yang diijinkan. Kontaminasi udara turun menjadi di bawah nilai ambang, setelah VAC hidup selama 0,8 jam. Sedangkan nilai konsentrasi kontaminan sama dengan udara luar dicapai setelah VAC dioperasikan selama 1 jam. INFLUENCE OF VAC OFF GAS TO AIR CONTAMINATION IN RADIOACTIVE WASTE INSTALATION AT PTLR BATAN SERPONG. Measurement of air contamination has been conducted to evaluate its distribution in the building of radioactive waste treatment installation. Samples were taken in various time from zone-1, zone-2, and zone-3 of the building when VAC off gas system was on and off. The samples were taken from air in the building and measured using / activity counter. The research result show that as VAC off gas turned off then gas concentration will be increasing. When VAC was not operated in 64 hours (weekend holidays) air contamination reached 3,6 time higher than its permission limit. More over, in 88 hours without VAC operation gas concentration reached 5 times higher than permitted limit. Air contamination reduced to below permitted limit after 0,8 hour of VAC operation and it reached same level with gas concentration in external air after 1 hour of VAC operation

    UJI KEMAMPUAN MESIN PENDINGIN YORK YCHA 175 PASCA REFUNGSIONALISASI PADA FASILITAS IPLR

    No full text
    UJI KEMAMPUAN MESIN PENDINGIN YORK YCHA 175 PASCA REFUNGSIONALISASI PADA FASILITAS IPLR. Dalam rangka meningkatkan kapasitas pendinginan gedung Instalasi Pengolahan Limbah Radioaktif, telah dilaksanakan refungsionalisasi satu unit mesin pendingin York YCHA 175. Untuk mengetahui unjuk kerja mesin pasca refungsionalisasi perlu dilakukan uji kemampuan operasi. Metode pengujian dengan membandingkan data-data operasi mesin dengan standar acuan. Hasil yang diperoleh nilai prosentase arus > 30% FLA, tekanan oli > 20 Psid, tekanan hisap > 44 psi dan tekanan discharge < 395 Psi. Dengan berfungsinya kembali salah satu mesin pendingin telah menurunkan suhu ruang IPLR sebesar 8 prosen

    PENCEMARAN UDARA

    No full text
    Pencemaran udara disebabkan oleh sumber bergerak dan sumber tidak bergerak yang meliputi sektor transportasi, industri, dan domestik. Faktor lainnya yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap terjadinya pencemaran udara adalah pertumbuhan penduduk, laju urbanisasi. yang tinggi, pengembangan tataruang yang tidak seimbang dan rendahnya tingkat kesadaran masyarakat mengenai pencemaran udara. Pencemaran udara merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang serius di Indonesia saat ini, sejalan dengan semakin meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan peningkatan ekonomi transportasi. Dalam tulisan ini diuraikan mengenai jenis pencemaran udara, dampak negatif dan uapaya penaggulangannya. Diperlukan kesadaran masyarakat akan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi dan didukung dengan penyediaan angkutan massal yang baik dan nyaman oleh pemerintah akan menciptakan lingkungan udara yang sehat bagi manusia Indonesia

    39

    full texts

    60

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Buletin Limbah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇