Sawwa: Jurnal Studi Gender
Not a member yet
    190 research outputs found

    MODEL PEMBERDAYAAN EKONOMI PEREMPUAN MELALUI GRASSROOT MICROFINANCE SYARIAH

    Full text link
    The focus of this research is to analyze models of empower­ment of women in the work area DPU Tauhid Daarut Bandung and its influence on family income. The purpose of this study is to analyze models of empowerment of women in the work area DPU Tauhid Daarut London and Her influence to increase family income. The existence of this study are expected to be knowledgeable about the model of women's empowerment as an effort to increase women's economic although it can be sold in other regions indonesia. The results showed that the model of the empowerment of women in the DPU Daarut Tauhid is a semi-direct model of mentoring faith based. The existence of an impact empowerment efforts on improving the quality of life with the motivation to change for the better so that increasing family income, a culture of saving, as well as cooperation among its members

    PERAN KONSELING KELUARGA DALAM MENGHADAPI GENDER DENGAN SEGALA PERMASALAHANNYA

    Full text link
    Gender identik dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Permasalahan yang dibawa ke dalam proses konseling akan melibatkan seluruh anggota keluarga, karena pada dasarnya jenis kelamin laki-laki dan perempuan ini akan selalu hadir dalam sebuah keluarga manakala mereka sudah diikat oleh tali perkawinan yang syah. Oleh karena itu membicarakan gender secara otomatis akan berbicara juga masalah keluarga. Kom­pleks­nya permasalahan yang diakibatkan oleh gender dalam se­buah keluarga, misalnya perbedaan pendapat tentang pen­ting­­nya pendidikan dalam keluarga, karir suami/istri, ke­pengurusan anak, kenakalan anak, hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami istri/perempuan dan anak-anak, semua ini harus diselesaikan secara kekeluargaan dengan bantuan konselor yang memahami gender dengan segala permasalahan yang ditimbulkannya

    KESETARAAN GENDER DALAM PERSPEKTIF SEJARAH ISLAM

    Full text link
    Persoalan gender menjadi diskursus yang senantiasa menarik hingga saat ini. Dalam konteks sejarah, munculnya persoalan gender seringkali bermuara pada kisah penciptaan Adam dan Hawa. Sekalipun kisah tentang diciptakannya Hawa yang ber­asal dari tulang rusuk Adam telah banyak dikritisi, namun masih banyak yang memegang teguh kisah tersebut. Kedudukan dan peran wanita mengalami pasang surut sesuai dengan kon­teks masyarakatnya. Pada Masa Islam dikategorikan dengan tiga masa yaitu, kalsik, pertengahan, dan modern, yang masing me­miliki karakteristiknya sendiri

    KEBERLAKUAN UU NOMOR 23 TAHUN 2004 DALAM HUBUNGANNYA DENGAN NILAI-NILAI BUDAYA DI SUMATERA SELATAN

    Full text link
    Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) adalah suatu gejala universal. Permasalahan tergolong unik karena antara pelaku dan korban adalah orang-orang yang saling kenal, terlebih KDRT antara suami dan isteri. Kehadiran UU Nomor 23 Tahun 2004 diharap­kan dapat menyelesaikan permasalahan KDRT di Indonesia dengan baik, termasuk di Sumatera Selatan. Kenyataan­nya tidak­­lah demikian. Nilai-nilai budaya sebagai penopang hukum yang hidup,yang ada di masyarakat termasuk di Sumatera Selatan memegang peranan penting terhadap permasalahan KDRT, karena budaya dapat memberikan peluang besar untuk terjadi­nya KDRT sementara budaya pula yang dipatuhi masya­rakat dalam menyelesaikan permasalahan KDRT. Akibatnya UU Nomor 23 Tahun 2004 diberlakukan

    PERBEDAAN GENDER TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG MATEMATIKA MENGGUNAKAN OTAK KANAN PADA SISWA KELAS I

    Full text link
    Otak merupakan bagian sentral dari fungsi dasar vital pada manusia. Otak kanan adalah otak yang berada disebelah kanan dalam posisi anatomis (frontal). Berhitung penjumlahan dan pengurangan dengan otak kanan salah satunya dengan metode “jari­magic” dimana perantara untuk menghitung penjumlahan dan pengurangan menggunakan jari-jari tangan. Kemampuan meng­ingat, menalar, dan merasakan perbedaan sikap atau  per­­laku­an orang lain juga berkembang dengan pesat. Anak lebih sensitif, cerdas, dan aktif secara fisik maupun psikologis. Tulisan “Perbandingan Gender dalam Prestasi Literasi Siswa Indonesia” menyebutkan bahwa siswa perempuan men­dapat­kan kenaikan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa laki-laki de­ngan perbedaan nilai sebesar 16 poin untuk siswa per­­empuan dan 11 poin untuk siswa laki-laki. Terlihat per­bedaan ke­mampu­an anak laki-laki dan perempuan saat pem­belajaran berlangsung. Kemampuan anak-anak laki-laki lebih tinggi di­banding­kan anak perempuan terlihat dari ke­mahiran meng­gunakan jari jemari dan kemampuan anak dalam menye­lesai­kan soal yang berhubungan dengan operasi pen­jumlahan dan pengurangan sampai 99 tanpa penyimpanan

    STRATEGI SEMIOTIK KAMPANYE IKLAN SUSU FORMULA SETELAH LAHIRNYA PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 33 TENTANG PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF BAGI PEREMPUAN

    Full text link
    Rendahnya angka pemberian ASI eksklusif di Indonesia diduga kuat salah satu penyebabnya karena gencarnya promosi susu formula yang salah satunya melalui iklan di berbagai media massa. Strategi semiotik yang dibangun ternyata mampu meng­hambat kampanye ASI di Indonesia. Bagaimana strategi semio­tik itu tampak dalam iklan yang akan menjadi fokus tulisan ini. Metoda yang digunakan adalah analisis semiotik yang diharap­kan dapat menangkap makna sekaligus menguak strategi semiotik iklan susu formula melalui sistem pertandaan yang di­bangunnya. Hasil penelitian menunjukkan dua strategi tampak dalam iklan susu formula yaitu pertama dengan adanya janji atau mimpi bagi para orang tua untuk mampu memenuhi mitos menjadi orang tua sempurna dengan salah satu keberhasilannya adalah mempunyai anak sempurna alias anak bintang. Strategi semiotik kedua adalah dengan brand tunggal untuk susu formula bayi dan balita sehingga menjadikan konsumen tidak awas akan perbedaannya. Kedua strategi ini terbukti dapat me­lumpuhkan tingkat pem­berian ASI di Indonesia sehingga berada di titik yang meng­khawatir­kan. Penelitian lanjutan yang di­saran­kan dapat berupa studi lapangan tentang bagaimana modus pemasaran dijalankan di tataran praktek melalui kegiatan-kegiatan di berbagai sekolah atau pusat perbelanjaan yang disponsori oleh perusahaan susu formula, kegiatan pe­nelitian dan seminar-seminar yang dibiayai oleh perusahaan susu formula, hingga wawancara dengan tenaga ahli kesehatan terutama para bidan di daerah tentang praktek pemasaran lang­sung yang dijalankan perusahaan susu formula terutama setelah lahirnya PP ASI

    GERAKAN DAKWAH AKTIVIS PEREMPUAN ‘AISYIYAH JAWA TENGAH

    Full text link
    Gerakan dakwah diartikan setiap aktivitas dalam rangka me­laksana­­kan dakwah Islam untuk mengajak manusia kepada ke­baik­an, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mun­kar, adapun secara khusus, gerakan dakwah sering disebut se­bagai gerakan Islam (al-harakah al-Islamiyah) atau juga di­sebut jamaah dakwah atau juga disebut kutlah da’wah (ke­lom­pok dakwah), yaitu sebuah kelompok yang terdiri dari orang-orang yang bersama-sama melaksanakan dakwah dalam satu ke­­satuan kerja dan koordinasi. Gerakan dakwah para akti­vis per­empuan ‘Aisyiyah Jawa Tengah sudah dilakukan dengan peng­­gerakan orga­­nisasi yang ideal, hal ini dapat dilihat dari berbagai koordi­nasi dan kerja sama antar lem­baga dalam organisasi. Solidnya kerja­sama yang dilaku­kan men­jadikan ‘Aisyiyah dapat mengaplikasikan kegiatan dakwah­nya di m­asya­rakat. Kegiatan dakwah yang dilakukannya secara lang­sung dapat berdampak positif bagi anggota dan masyarakat luas dari berbagai bidang kehidupan

    MEREKA YANG TERCERABUT DARI MASA DEPANNYA: ANALISIS SOSIOLOGIS PROBLEM SOSIAL ANAK DI INDONESIA

    Full text link
    Anak merupakan aset yang berharga bagi sebuah keluarga dan masyarakat dalam merengkuh kehidupan kolektifnya untuk me­nyong­song masa depan. Keluarga dan masyarakat yang peduli pada anak dalam rangka tumbuh dan berkembang secara manusiawi, sedang berinvestasi yang akan sangat menguntung­kan bagi ke­ber­langsungan hidupnya. Untuk itu mereka rela men­curah­kan tenaga, biaya dan pikirannya demi tumbuh dan ber­kembang­nya anak secara lebih baik. Lingkungan dan dukung­an sosial ke­masyarakatan yang baik, akan menjadikan anak sebagai satu generasi yang baik. Indikasinya dapat dilihat pada ke­mampuannya untuk berperan sosial sesuai harapan dan ke­inginan masyarakat­nya. Namun de­mikian tidak semua anak memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara lebih baik dalam kehidupannya. Banyak dari mereka yang meng­hadapi masalah sosial yang serius, baik psio­kologis, fisiologis, ekonomis dan lain-lainnya. Berbagai per­soalan yang ada tersebut, merupakan sesuatu yang tidak di­ke­hendaki­nya. Kondisi eksternal di luar dirinyalah yang paling banyak menjadi penyebabnya. Baik dari lingkungan yang paling kecil yaitu keluarga, maupun lingkungan yang luas yaitu masyarakatnya, bahkan negara. Berdasar realitas tersebut penulis tertarik untuk menelaah secara sosiologis problem sosial anak di Indo­nesia, dalam makalah ini

    KEKERASAN TERHADAP ANAK DALAM RUMAH TANGGA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

    Full text link
    Kekerasan terhadap anak menjadi salah satu persoalan yang memprihatinkan bagi bangsa ini. Apalagi jika hal itu terjadi dalam keluarga, yang seharusnya menjadi tempat bernaung yang paling aman bagi anak-anak. Ironisnya, pelaku kekerasan tersebut adalah orang-orang yang dekat dengan anak, bahkan tak jarang adalah orang tua mereka sendiri. Banyak faktor yang menjadi pemicunya; kekerasan yang diwariskan, stress sosial, isolasi sosial dan juga struktur keluarga. Pada­hal sudah jelas, hukum nasional, internasio­nal dan juga hukum islam memberikan perlindungan yang tegas terhadap hak-hak anak, dan kekerasan menjadi satu hal yang di­kecam. Pendidikan anak yang humanis, pemberian kasih sayang yang tulus dan ucapan yang lemah lembut jauh dari nuansa kasar dank keras merupakan awal bagaimana menanamkan kelembutan dan kasih sayang pada anak dan menjauh­kan mereka dari segala tindak kekasaran dan kekerasan

    POTRET PEREMPUAN DALAM FILM PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN

    Full text link
    Pesantren merupakan fenomena sosio-kultural yang unik. Namun, seringkali ditemukan dalam realita yang menunjukkan kiprah kiai sebagai pemimpin dan pengelola pesantren lebih besar dibanding seorang nyai (perempuan). Hal ini mengundang daya tarik pegiat media massa untuk melukiskan fenomena tersebut melalui film. Perempuan Berkalung Sorban merupakan sebuah film yang mencoba menggambarkan komunitas pe­santren yang menggunakan kacamata kejumudan dalam me­nafsirkan teks-teks agama sekaligus berusaha mendobrak sistem yang tidak berpihak kepada seorang perempuan akibat sosial-budaya yang ada. Potret perempuan dalam film ini berupa berbagai macam citra, posisi, dan peran yang dilekatkan ke­pada perempuan di pesantren dalam berbagai aspek ke­hidup­an. Di satu posisi perempuan tersebut disanjung dan dihormati, namun disisi lain perempuan juga dianggap tidak penting bahkan dicemooh dan ditindas

    184

    full texts

    190

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sawwa: Jurnal Studi Gender
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇