Widya Mandala Surabaya Catholic University Repository
Not a member yet
20869 research outputs found
Sort by
Analisis isi pesan public relations campaign brand Avoskin #loveavoskinloveearth pada Instagram @avoskinbeauty
Penelitian ini merujuk kepada pesan kampanye PR #LoveAvoskinLoveEarth yang lahir atas dasar isu pencemaran lingkungan secara terus menerus serta komitmen team Avoskin dengan turut memperhatikan kepentingan alam dan tidak hanya berfokus pada profit. Kampanye menitikberatkan informasi yang dituangkan kedalam bentuk pesan untuk dipublikasikan kepada publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan penerapan metode penelitian analisis isi. Analisis isi digunakan sebagai metode penelitian untuk mengetahui bagaimana karakteristik isi pesan kampanye PR Avoskin. Penelitian ini menggunakan indikator isi pesan. Adapun objek penelitian ini yaitu analisis isi pesan Public Relations campaign brand Avoskin #LoveAvoskinLoveEarth pada Instagram. Subjek penelitian ini adalah isi konten feed dan story kampanye PR Avoskin #LoveAvoskinLoveEarth pada akun Instagram @avoskinbeauty. Berdasarkan hasil penelitiannya, Avoskin menerapkan seluruh indikator struktur dan daya tarik isi pesan dalam mengemas suatu pesan kampanye PR #LoveAvoskinLoveEarth. Avoskin menggunakan struktur pesan berupa penekanan pesan two sided, penyajian pesan secara anti-climax, teknik penyusunan pesan secara primacy, dan penarikan kesimpulan secara eksplisit. Daya tarik pesan yang digunakan Avoskin dalam penyampaian pesan kampanyenya lebih cenderung menggunakan rational appeals
Pengaruh variasi konsentrasi sari mangga terhadap karakteristik fisik yoghurt angkak biji durian
Yoghurt angkak biji durian merupakan salah satu produk fermentasi susu oleh bakteri asam laktat (BAL) dengan penambahan ekstrak air angkak biji durian. Yoghurt angkak biji durian memiliki banyak efek fungsional bagi kesehatan, seperti anti-inflamasi, anti-kanker, antimikroba, anti-obesitas, anti diabetes, dan anti-hiperkolesterolemia. Ekstrak air angkak biji durian yang ditambahkan memiliki after-taste yang kurang disukai sehingga ditambahkan bahan lain yaitu sari mangga. Perbedaan konsentrasi sari mangga yang ditambahkan akan menyebabkan perbedaan komponen penyusun formulasi yoghurt dan dapat berpengaruh terhadap karakteristik fisik dan pH yoghurt angkak biji durian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi sari mangga terhadap karakteristik fisik dan pH yoghurt angkak biji durian. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu variasi konsentrasi sari mangga dengan lima taraf konsentrasi yaitu 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10% (b/v) dan diulang sebanyak lima kali. Data hasil pengujian yang diperoleh kemudian dianalisa statistik menggunakan pengujian Analysis of Variances (ANOVA) pada α = 5%. Perlakuan yang menunjukkan hasil berbeda nyata diuji lanjutan dengan menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi sari mangga berpengaruh nyata terhadap nilai pH sebelum fermentasi (6,00-6,16), pH setelah fermentasi (4,38-4,59), pH setelah penyimpanan 16+1 jam (4,24-4,59), pH setelah penyimpanan 7 hari (4,00-4,22), sineresis H0 (0,7507%-2,3695%), sineresis H7 (1,0748%-2,4012%), viskositas (17,07 dPa.s-30,07 dPa.s), firmness (122,44 g-245,36 g), cohesiveness (-65,86 g.sec hingga -122,34 g.sec), dan consistency (2973,47 g- 6497,66 g), namun tidak berpengaruh nyata terhadap selisih pH sebelum dan setelah fermentasi (1,58-1,63)
Laporan magang PT. Daesang Ingredients Indonesia
PT Daesang Ingredients Indonesia merupakan produsen Monosodium Glutamate (MSG) yang telah beridiri sejak 1973. Salah satu produk yang dihasilkan adalah produk ekspor MSG merek Busan 1000 Kg yang memiliki karakteristik kualitas seperti Mesh Size “16up-40”, “40-50”, “60dn”, Bulk density, Colour value yang harus sesuai dengan standar spesifikasi ketika dikirim kepada konsumen. Pengembangan peta kendali untuk monitoring karakteristik kualitas produk Busan 1.000 Kg dilakukan untuk menjaga kualitas dan mengidentifikasi kemampuan dan kestabilan proses produksi MSG. Pengendalian kualitas menggunakan peta kendali multivariat berbasis nilai residual lebih sesuai digunakan. Nilai residul didapatkan melalui model ARIMA yang telah terbentuk dan sudah dilakukan pengujian IIDN untuk mengetahui apakah model tersebut telah memenuhi aspek IIDN sebelum dilakuakn pembentukan peta kendali Multivariat berbasis nilai residual dan didapatakan peta kendali T^2 Hotelling sebagai peta kendali yang sesuai untuk memonitor proses produksi MSG
Analisa overall equipment efectiveness (OEE) mesin pengemas di PT. Daesang Ingredients Indonesia
PT Daesang Ingredients Indonesia telah berdiri sejak tahun 1973 dengan memproduksi bumbu penyedap dengan merek Miwon, Bio Miwon, Miwon Plus, dan Indorasa. Akan tetapi pada minggu ke 1-8 yaitu pada bulan Juni dan Juli 2023, PT Daesang Ingredients Indonesia mengalami permasalahan intensitas penggunaan mesin yang tinggi sehingga menyebabkan penurunan kualitas meliputi jumlah produksi yang tidak mencapai target pada produk Monosodium Glutamate khususnya di bagian mesin bungkus besar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh data observasi yang menunjukan nilai performansi mesin pengemas bungkus besar yang berada di bawah rata-rata. Untuk merespons hal itu maka peneliti melakukan penelitian menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Six Big Losses (SBL) dengan tujuan untuk mengetahui sumber kerugian terbesar yang terjadi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui performansi keempat mesin pengemas bungkus besar dibawah standar, dengan rata-rata nilai OEE mesin pengemas 1 sebesar 54,18%, mesin pengemas 2 sebesar 56,39%, mesin pengemas 3 sebesar 54,87%, mesin pengemas 4 sebesar 47,02%. Faktor kerugian yang paling berpengaruh terhadap tingkat performansi mesin pengemas bungkus besar pada minggu 1-8 ialah Reduce Speed Losses dan Equipment Failure Losses. Oleh karena itu perusahaan perlu menyusun jadwal perbaikan usulan maintenance untuk seluruh mesin pengemas bungkus besar dan melaksanakan kegiatan pelatihan wajib bagi semua operator mesin
Laporan magang PT Panjimas Textile
PT Panjimas Textile merupakan sebuah perusahaan dalam bidang tekstil dengan hasil prosuk mop yarn. Produktivitas dari para pekerja dipengaruhi oleh sumber daya dari perusahaan tersebut, sehingga sumber daya memiliki peran penting dalam menjalankan sebuah perusahaan. Kesehatan keselamatan kerja menjadi sebuah pendukung yang mampu meningkatkan produktifitas dengan menurunkan tingkat risiko kecelakaan sehingga biaya yang dikeluarkan perusahaan rendah, serta para pekerja memiliki kenyamanan dan keamanan yang dapat meningkatkan produktifitas bagi para karyawan. Manajeman kesehatan dan keselamatan kerja merupakan sebuah langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bahaya dan kecelakaan pada perusahaan. Sehingga manajemen tersebut dapat memberikan berbagai dampak yang baik bagi perusahaan Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain adalah identifikasi berbagai risiko kecelakaan yang dapat terjadi di lantai produksi PT Panjimas Textile. Melalui Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC), menjadi sebuah tahapan awal dalam membentuk sebuah sistem manajemen kesehatan keselamatan kerja. Dengan metode pendukung seperti House Of Risk (HOR) mampu membantu perusahaan dalam melakukan identifikasi serta langkah pengendalian sebuah risiko yang dapat terjadi dalam perusahaan. Pada PT Panjimas Textile ditemukan sebanyak 33 risiko bahaya yang dapat terjadi, dengan terbagi menjadi 9 bagian dengan berdasarkan pada proses produksi dan 22 sumber risiko. Selanjutnya dengan melakukan pendekatan metode HOR fase 2 didapatkan sebanyak 14 pengendalian risiko dengan beberapa tindakan yang dapat dilakukan. Sehingga pengolahan data tersebut dapat memberikan berbagai gambaran mengenai resiko serta langkah dalam mengurangi risiko kecelakaan pada perusahaan PT Panjimas Textile
Laporan kerja praktik analisis kinerja pada segmen foundation fieldbus dengan pemanfaatan plant resource manager (PRM)
Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) merupakan program persiapan karier yang komprehensif dan memberikan kesempatan bagi Mahasiswa untuk belajar di luar program studi dengan jaminan konversi SKS yang diakui perguruan tinggi. Dalam hal ini, program magang dipilih sebagai program MSIB dan dikonversikan menjadi nilai mata kuliah. Program Magang dilaksanakan di PT Asia Pacific Rayon pada 14 Agustus 2023 hingga 31 Desember 2023 setiap hari senin hingga jumat. Asia Pacific Rayon (APR) adalah produsen rayon viskose pertama yang terintegrasi di Asia dari perkebunan hingga serat viskose. Pabrik dengan kapasitas 300.000 ton ini terletak di Pangkalan Kerinci dan termasuk bagian dari Asia Pacific Resources International Limited (APRIL). Sebagai salah satu perusahaan yang dikelola oleh RGE (Royal Golden Eagle), yang didirikan oleh Sukanto Tanoto pada tahun 1973, APR memproduksi viskose rayon alami dan mudah terurai (biodegradable) yang digunakan untuk produk tekstil dan produk-produk perawatan diri. Dalam pelaksanaan skema MSIB ini, praktikan melakukan kegiatan magang sambil belajar dan menganalisis kinerja proses otomasi industri yang ada pada PT APR. Selain itu, praktikan juga melaksanakan observasi khusus berupa upaya analisis kinerja segmen atau jaringan Foundation Fieldbus menggunakan online diagnostic tool PRM Yokogawa (Plant Resource Manager) yang digunakan di PT APR. Dengan demikian memberikan masukkan yang berharga serta upaya improvisasi kepada perusahaan. Bukan hanya, praktikan mendapatkan kesempatan untuk belajar dari perusahaan mengenai ilmu-ilmu baru dalam dunia kerja nyata, melainkan juga mendapatkan ilmu dan pengalaman dalam bekerja sebagai tenaga keteknisan bagian perawatan (maintenance) dalam bidang otomasi (automation)
Analisis kinerja pada segmen foundation fieldbus dengan pemanfaatan plant resource manager (PRM)
Pada zaman industri yang serba canggih dan cepat dibutuhkan protokol komunikasi yang mumpuni untuk menunjang kinerja dari proses industri. Salah satu dari protokol komunikasi yang menjadi primadona dalam dunia sistem kontrol industri adalah Foundation Fieldbus. Namun, kerentanannya terhadap gangguan dan kegagalan perangkat menjadi isu kritis dalam menjaga keandalan operasi sistem. Dalam konteks ini, skripsi ini berfokus pada analisis kinerja pada segmen Foundation Fieldbus H1 yang ada di PT Asia Pacific Rayon, dengan penekanan khusus pada dua parameter penting: noise dan jitter. Dalam sistem kontrol, khususnya dalam aplikasi real-time, penting untuk mengurangi efek dari noise (bising listrik) dan jitter. Hal ini mengharuskan penggunaan skema koreksi yang sesuai, yang dapat membantu meminimalkan dampak negatif dari parameter tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis sumber-sumber kerusakan atau kegagalan pada protokol komunikasi Foundation Fieldbus (FF) H1. Metode analisis yang digunakan akan mencakup studi literatur dan analisis kualitatif terhadap kegagalan komunikasi, penyebabnya, serta tindakan perbaikan yang telah diambil. Hasil dari penelitian ini memberikan gambaran mengenai pemanfaatan online diagnostic tool Plant Resource Manager (PRM) akan memberikan kualitas pemantauan kualitas kinerja Foundation Fieldbus yang baik dan memungkinkan tindakan pencegahan sebelum terjadi kerusakan lebih parah. Penelitian lebih lanjut juga disarankan terutama pada analisis delay atau keterlambatan yang diakibatkan oleh buruknya kualitas segmen atau jaringan Foundation Fieldbus
Perancangan modul sensor gas berbasis ESP32
Pada era teknologi yang berkembang pesat, pemantauan lingkungan dan deteksi gas menjadi fokus krusial dalam menjaga keamanan dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini memusatkan perhatian pada pengembangan modul sensor gas berbasis ESP32 sebagai solusi inovatif untuk pemantauan kualitas udara dan deteksi gas berbahaya. Dengan mengevaluasi keunggulan komponen, terutama ESP32 dan sensor gas TGS, penelitian ini menghadirkan solusi cerdas dan terhubung dalam mengatasi kompleksitas tugas pemantauan lingkungan. Perkembangan Internet of Things (IoT) menambah dimensi baru dalam efisiensi dan kecerdasan sistem, dan modul sensor gas berbasis ESP32 memiliki relevansi penting dalam proyek IoT. Penelitian ini merinci integrasi modul sensor gas berbasis ESP32 dengan fokus pada pengembangan aplikasi sensor gas. Sejumlah penelitian sebelumnya telah mengeksplorasi integrasi dengan berbagai sensor, seperti gas, kedalaman air, dan suhu. Dari tahun 2018 hingga 2022, penelitian intensif ini memberikan wawasan yang diperlukan untuk mengoptimalkan fungsionalitas modul sensor gas berbasis ESP32, membuka potensi luasnya untuk aplikasi IoT yang lebih maju
Pemanfaatan sodium alginate sebagai media tanam dengan penambahan komposisi makro untuk tanaman kecil dan sedang
Aktivitas pertanian, rumah tangga, dan industri sering kali menjadi perhatian karena dapat
menurunkan kualitas/degradasi tanah akibat berkurangnya unsur makro dalam tanah. Laju
pertumbuhan tanaman menurun akibat peristiwa degradasi tersebut. Dalam mengatasi permasalahan
tersebut, selulosa dipilih untuk dijadikan media tanam dengan menambahkan unsur makro. Unsur
makro yang ditambahkan meliputi nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Penelitian ini dibuat
dengan formulasi komposisi media tanam terbaik untuk meningkatkan laju pertumbuhan tanaman.
Sodium alginate (SA) dipilih sebagai bahan dasar karena memiliki kemampuan yang cukup baik
dalam penyerapan dan pelepasan unsur makro yang dibutuhkan tanaman serta air. Pada penelitian ini,
SA sebagai media tanam dilakukan beberapa variasi diantaranya rasio penambahan komposisi N;P;K,
penggunaan senyawa garam untuk menghasilkan unsur fosfor serta kalium, dan variasi jenis media
tanam pada tanaman sedang. Variasi tersebut diaplikasikan pada tanaman kecil (biji kacang
hijau/Vigna radiata) dan tanaman sedang (berukuran 10 cm) (Langsap/Lansium domesticum). Indeks
kerberhasilan pembuatan media tanam ditinjau dari pH media tanam, tinggi tanaman, jumlah daun,
panjang akar, dan berat tanaman. Uji pH media tanam dilakukan pada saat awal proses penanaman.
Penghitungan berat tanaman, jumlah daun dan panjang akar dilakukan pada akhir batas pengamatan
untuk tanaman berukuran kecil sedangkan pada tanaman sedang dilakukan pada saat awal serta akhir
penanaman. Tinggi tanaman diukur dengan menggunakan penggaris setiap harinya dimulai pada saat
biji bertunas pada tanaman kecil serta pada tanaman sedang dilakukan pengukuran pada saat awal
dan akhir penanaman. Panjang akar diukur dengan penggaris sedangkan jumlah daun dihitung secara
manual pada saat awal dan akhir penanaman
Perencanaan unit pengolahan pangan soft cookies bayam “Spinach Bites” dengan kapasitas produksi 7,5 kg per hari (125 keping @60 gram)
Soft cookies bayam “Spinach Bites” adalah produk biskuit dengan tambahan tepung bayam. Usaha “Spinach Bites” termasuk dalam usaha kecil dengan kapasitas produksi 7,5 kg per hari (125 kemasan @60 gram). Lokasi produksi direncanakan bertempat di Pondok Maritim Indah, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya, Jawa Timur. Usaha ini memiliki tenaga kerja sebanyak tiga orang yang terdiri dari dua orang staf produksi dan satu orang direktur sebagai posisi tertinggi pemimpin badan usaha. Bahan-bahan yang digunakan dalam produksi Soft cookies bayam meliputi tepung terigu, maizena, brown sugar, gula pasir, margarin, soda kue, baking powder, choco chips, dark chocolate compound, telur, dan tepung bayam. Proses pengolahan terdiri atas proses pembuatan tepung bayam dan proses pembuatan soft cookies bayam "Spinach Bites". Proses pembuatan tepung bayam terdiri dari proses sortasi, pemetikan, pencucian, pengeringan, penghalusan dan pengayakan. Proses pembuatan soft cookies bayam terdiri dari proses pencampuran margarin, brown sugar, dan gula pasir dan telur kemudian dilanjutkan dengan pencampuran tepung terigu, maizena, tepung bayam dan bahan-bahan tambahan lainnya, pencetakan adonan, pemanggangan, pendinginan, dan pengemasan. Soft cookies bayam "Spinach Bites" memiliki diameter ± 8 cm yang dikemas dengan plastik oriented polypropylene (OPP) berukuran 10 cm × 10 cm dengan berat bersih 60 g tiap kemasan. Soft cookies bayam "Spinach Bites" dijual dengan harga Rp 12.000 per keping. Berdasarkan evaluasi usaha produksi dengan laju pengembalian setelah pajak sebesar 65,52%, waktu pengembalian modal setelah pajak 18,07 bulan dan titik impas sebesar 46,43%, usaha soft cookies bayam “Spinach Bites” dikatakan layak untuk didirikan