Widya Mandala Surabaya Catholic University Repository
Not a member yet
    20869 research outputs found

    Newsletter Totus Tuus

    Get PDF

    Analisis penyebab terjadinya volume air kurang dengan menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) pada air minum dalam kemasan AQUA 19 liter di PT Tirta Investama Sembung Gede

    Get PDF
    PT Tirta Investama Sembung Gede merupakan produsen air minum dalam kemasan (AQUA) untuk area Bali. Produk yang dihasilkan PT Tirta Investama Sembung Gede hanya 1 jenis, yaitu air minum dalam kemasan 19 liter. PT Tirta Investama Sembung Gede mengalami masalah dimana reject untuk kategori volume kurang sangat tinggi khusunya di kemasan 19 liter yang berjenis PET. Ini menyebabkan Perusahaan mengalami kerugian finansial yang cukup besar. Ada 8 kategori reject yang ada di PT Tirta Investama Sembung Gede, yaitu cap melipat, cap sobek, volume lebih, volume kurang, air kotor, air kotor, afikir dan botol pecah. Berdasarkan hasil pengambilan data yang dilakukan, untuk kategori reject volume kurang merupakan kategori reject yang paling banyak jumlahnya hingga 29.797 untuk periode bulan Januari – Juli 2023. Perusahaan perlu melakukan perbaikan untuk mengatasi kemasan yang mengalami volume kurang. Metode analisis penyebab reject yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Melalui penelitian ini, dilakukan analisis mendalam terhadap penyebab terjadinya reject volume kurang. Setelah dilakukan analisis menggunakan FTA dan FMEA dapat diidentifikasi bahwa penyebab dari terjadinya reject volume kurang di kemasan AQUA 19 liter berjenis PET adanya faktor kelalian pekerja, kegagalan mesin dan instruksi kerja yang kurang maksimal. Hasil analisis menggunakan Failure Mode and Effect Analysis menghasilkab usulan perbaikan secara spesifik untuk kategori reject volume air kurang. Berdasarkan analisis yang dilakukan, ada 5 penyebab yang menjadi penyebab dominan pada kategori reject volume air kurang yaitu penyok samar, pekerja tidak memahami SOP, pressure air tinggi O-ring noozle mesin filler yang sudah tidak rata dan terbentur saat pengiriman

    Analisis lini produksi dari mesin R24-A menggunakan metode time study dan overall equipment effectiveness (OEE) studi kasus di PT Vitapharm

    Get PDF
    PT Vitapharm merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi berbagai produk kosmetik. PT Vitapharm melakukan produksi produk kosmetik dengan pemasaran pada tingkat nasional. Demand produksi yang meningkat tentunya harus diimbangi dengan efektivitas produksi mesin dalam hal ini adalah pada bagian filling. Efektivitas tersebut dinilai oleh perusahaan menggunakan Overall Equipment Effectiveness (OEE). Demand produksi juga harus diseimbangkan dengan tenaga kerja yang ada dengan melakukan perhitungan waktu standar untuk menghitung beban kerja. Dalam laporan ini dilakukan perhitungan nilai OEE dan waktu standar pada mesin filling R24-A. Selain itu dilakukan simulasi menggunakan software arena untuk analisis sensitivitas beban kerja. Hasil yang diperoleh menunjukkan mesin R24-A memiliki Availability sebesar 90.9%, performance sebesar 83.62%, quality sebesar 98.95%, dan OEE sebesar 76.41%. Jumlah operator optimal yang didapatkan pada lini produksi mesin R-24A adalah dengan total 7 orang yaitu pada stasiun kerja pembalik, pemasang plastik brand dan merapikan plastik brand 3 orang, pada stasiun kerja pemasang plastik sleeve 3 orang dan 1 orang pada stasiun kerja pemetian dan outer box. Jumlah tersebut ditentukan berdasarkan beban kerja yang dialami oleh operator yaitu pada pembalik adalah 66%, pemasang plastik brand 89%, inspeksi plastik brand 45%, pemasang plastik sleeve 83% dan pemetian dan OB adalah 71%. Penambahan satu pekerja pada bagian pemasangan plastik brand dapat dilakukan jika demand produksi meningkat hingga 15% dari target produksi awal atau 1293 OB dan penambahan dua pekerja pada bagian pemasangan plastik brand dan plastik sleeve dapat dilakukan jika demand produksi meningkat hingga 20% dari target produksi awal atau 1350 OB

    Aktivitas marketing communication dalam produksi konten instagram dan tiktok di Widya Mandala Hall

    Get PDF
    Aktivitas Marketing Communication dalam Produksi Konten Instagram dan Tiktok di Widya Mandala Hall merupakan seseorang yang menciptakan ide kreatif dan menarik untuk ditampilkan di sosial media atau platform lainnya. Widya Mandala Hall merupakan gedung baru yang dikelola oleh Yayasan Widya Mandala Surabaya, yang memiliki bentuk menyerupai “diamond” dan terletak di daerah Surabaya Timur. Dalam upaya promosi, salah satu strategi yang diterapkan oleh Widya Mandala Hall adalah promosi melalui sosial media. sosial media yang digunakan mencakup Instagram dan Tiktok. Sosial media merupakan jenis media yang terdiri dari foto, video, dan teks yang dapat dipakai untuk menyebarkan informasi secara online kepada masyarakat. Terkait proses produksi promosi di kedua platform tersebut, terdapat tiga tahap yang dilalui, yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca produksi

    Social Media Marketing Mix for SMEs in Indonesia: A Decision Tree Modelling

    Get PDF
    SMEs (Small and Medium Enterprises) in Indonesia are increasing. Digital technology development has changed market dynamics and how SMEs interact with consumers. Indonesian SMEs must adopt social media marketing as a promotional or sales instrument. The capabilities of Facebook, WhatsApp, Instagram, and TikTok in social media marketing are both opportunities and challenges for SMEs to take advantage of because of the differences in the suitability of their technological characteristics with the preferences and digital behavior of SME owners. 219 Indonesian SME data were used to create a decision tree model of a social media marketing mix for SMEs with the help of Orange Datamining software. The model testing parameters, especially Area Under Curve/ AUC (0.8070-0.9192) and Classification Accuracy/ CA (0.7231-0.8615) recommend the decision tree model in this study as a reference for SMEs in Indonesia in choosing a combination of social media for promotion and sales. This study also shows that the natural characteristics of Gen X, Y, and Z reflect the preferences and digital technology behavior of each generation in choosing a combination of various social media as a technology in doing business, with the note that the combination does not reflect proportions or priorities, and needs to consider the age of the business. In particular, the impact of new social media, such as TikTok, and its technological developments on generational preferences is an opportunity for future research

    Bentonite‑Polysorbate 80 for Removal CI Direct Blue 1 and CI Direct Yellow 4

    Get PDF
    The non-ionic surfactant Polysorbate-80, often known as Tween-80, was employed to increase the adsorption capacity of natural bentonite. The procedure of modifying bentonite was conducted using microwave radiation. The intercalation of polysorbate-80 increased the basal spacing of bentonite from 1.54 to 1.66 nm. The bentonite's BET surface area is 72.6 m2/g, accompanied by a total pore volume of 0.61 cm3/g. In contrast, the BET surface area of bentonite-polysorbate 80 is determined to be 84.2 m2/g, with a total pore volume of 0.72 cm3/g. The adsorption kinetics of direct blue-1 (DB-1) and direct yellow-4 (DY-4) on bentonite and bentonite-polysorbate 80 may be accurately described by the pseudo-second-order model. Furthermore, the adsorption isotherms data for both dyes can be best fitted using the Langmuir equation. A proposed modification of the extended Langmuir model was suggested as a means to enhance the efficacy of this model in correlating binary adsorption data. Incorporating the competition parameter into the affinity coefficient parameter of the Langmuir equation allows for the representation of the binary adsorption of DB-1 and DY-4

    Pemberitaan Strategi Respon Perusahaan dalam Isu Boikot di Sosial Media

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kmunculnya peristiwa boikot beberapa merk global di sosial media, atau disebut online firestorm. Online firestorm merupakan serangan tiba-tiba dari sejumlah besar komentar negatif dari mulut ke mulut dan perilaku mengeluh terhadap seseorang, perusahaan, atau kelompok di jaringan media sosial. Online firestorm menjadi perspektif dalam melihat krisis perusahaan dengan berkembangangnya media sosial. Hashtag #boikotprodukisrael, #boikotisrael menjadi trending topic di twitter sejak adanya beberapa dugaan global brand diduga terafiliasi dengan Israel. Tentunya, munculnya gerakan boikot di sosial media turut memunculkan pemberitaan di beberapa media massa. Pada akhirnya apa yang diperbincangan sebagai online firestorm tersebut dapat berubah menjadi skandal dan ancaman reputasi bagi organisasi. Berpijak pada situational crisis communication theory (SCCT), penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi respon global brand atas online firestorm dalam seruan boikot yang dituliskan oleh media online dengan menggunakan metode analisis isi kualitatif. SSCT menjelaskan bahwa strategi dalam merespon krisis yang dialami perusahaan ada 3 cara 1) penyangkalan (deny response strategy), (2) mengurangi (diminish response strategy) dan (3) membangun kembali (rebuild response strategy. Hasil dari intepretasi data, penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi utama merepson online firestorm dalam seruan boikot yang dituliskan Kumparan.com dan Kompas.com adalah deny crisis respose strategies dengan attact the accuser dan scapegoat. Sedangkan secondary crisis response strategies strategies dilakukan dengan reminder dan victimage. Kata kunci: Pemberitaan;online firestorm;situational crisis communication theory ;boikot

    Ekologi sosial menurut Murray Bookchin dalam karyanya The Ecology of Freedom

    Get PDF
    Krisis lingkungan hidup, seperti pemanasan global, krisis energi, dan kelangkaan sumber daya, semakin nyata. Banyak teori ekologi menawarkan berbagai solusi, salah satunya pengembangan teknologi alternatif yang sayangnya hanya bersifat parsial dan tidak menyentuh akar permasalahan. Salah satu teori yang menawarkan solusi mendasar adalah ekologi sosial yang digagas oleh Murray Bookchin. Konsep unik Bookchin mendasarkan masalah lingkungan hidup pada persoalan sosial, terutama dominasi manusia terhadap manusia, yang berujung pada dominasi terhadap alam. Dalam karyanya "The Ecology of Freedom: The Emergence and Dissolution of Hierarchy", Bookchin menelusuri kemunculan hierarki dan dominasi, menjelaskan bahwa dominasi manusia berkembang melalui proses panjang, terutama dalam konteks kapitalisme yang mengedepankan efisiensi dan efektivitas produksi. Bookchin mengajukan bahwa manusia harus mengubah cara pandang ini untuk mengatasi persoalan lingkungan hidup. Dengan penelusuran antorpologisnya pada masyarakat pra-literasi, Bookchin menemukan bahwa model operasi masyarakat tersebut memupuk harmoni dengan alam melalui etika komplementer yang melibatkan praktik usufruct, komplementaris, dan irreducible minimum. Dari sinilah Bookchin menyebutnya sebagai masyarakat organik, masyarakat yang egaliter, non koersif, dan mengenal praktik-praktik yang dekat dengan harmonisasi terhadap alam. Bookchin juga menekankan pentingnya demokrasi langsung dan komunitas lokal sebagai model masyarakat yang harmonis dengan alam. Relevansi konsep ini dengan kondisi terkini di Indonesia terletak pada pengembalian pengaturan sumber daya kepada komunitas lokal, yang mewadahi kebebasan individu dan memudahkan pemenuhan kebutuhan hidup. Teknologi yang dikembangkan pun harus sesuai dengan kebutuhan lokal, bukan pada skala massal. Dengan demikian, permasalahan ekologis dapat diatasi melalui pembenahan struktur sosial yang telah tercemar oleh sifat dominatif dan pola pikir hierarkis

    20,784

    full texts

    20,869

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Widya Mandala Surabaya Catholic University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇