Widya Mandala Surabaya Catholic University Repository
Not a member yet
20869 research outputs found
Sort by
Pengaruh pesan kampanye #kerentanpanyampah terhadap sikap followers instagram @thebodyshopindo.impact
Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana The Body Shop Indonesia memengaruhi sikap followers Instagram @thebodyshopindo.impact. Penelitian ini berfokus padapengaruh pesan kampanye #KerenTanpaNyampah terhadap sikap followers Instagram @thebodyshopindo.impact. Kampanye ini mengajak masyarakat untuk mengumpulkan botol plastik bekas mereka di cabang The Body Shop setempat. Botol plastik yang digunakan The Body Shop menggunakan bahan yang dapat di daur ulang. The Body Shop juga mengajak masyarakat untuk membeli botol refill pada refill station di gerai The Body Shop. Penelitian ini bersifat eksplanatif dan menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data penelitian menggunakan survei daring melalui aplikasi google forms dengan menggunakan skala likert untuk penilaian dari responden. Penilaian followers The Body Shop Indonesia terhadap pesan kampanye #KerenTanpaNyampah pada Instagram @thebodyshopindo.impact positif. Uji hipotesis dari pesan kampanye #KerenTanpaNyampah berpengaruh signifikan terhadap sikap followers Instagram @thebodyshopindo.impact. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pesan kampanye #KerenTanpaNyampah terhadap sikap followers Instagram @thebodyshopindo.impact memiliki kekuatan hubungan yang cukup berarti
Aktivitas divisi promosi dalam event management mall Tunjungan Plaza Surabaya
Mall merupakan sebuah tempat hiburan bagi masyarakat yang berada ditengah kota. Berkat pusat perbelanjaan, tiap orang dapat memenuhi segala kebutuhannya hanya didalam satu kawasan saja. Di Surabaya sendiri, tercatat ada puluhan mall. Salah satu mall yang disebut sebagai landmark dari kota Surabaya adalah Tunjungan Plaza. “Belum berkunjung ke Surabaya apabila belum ke mall Tunjungan Plaza” merupakan kata-kata yang sering dilontarkan oleh segelintir masyarakat kota Pahlawan ini. Lokasi yang strategis memungkinkan mall ini menjadi destinasi favorit oleh pengunjung domestik Hingga internasional. Untuk terus meningkatkan fasilitas serta mendukung kemajuan mall, perlu dilakukan rangkaian strategi promosi agar tingkat pendapatan suatu usaha tidak turun. Dengan IMC, promotion tools, dan manajemen event yang tepat, kegiatan promosi dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan kegiatan pemasaran
Peran jurnalis dalam penulisan berita dan kerja lapangan di Harian Disway
Peran dari media massa ini tidak pernah lepas hubungan dengan masyarakat. Sebaliknya juga masyarakat tidak akan pernah lepas dari informasi yang disajikan oleh media massa. Tidak bisa dipungkiri sekarang maraknya berita-berita online
yang dibagikan melalui internet. Berita dapat disajikan kepada masyarakat dan mencapai tujuan dalam berita tersebut ketika seorang jurnalis mempunyai data yang akurat, mencari sumber informasi dan mengolah berita dengan benar dan memperhatikan 5W+1H untuk menyampaikan kepada masyarakat terkait berita tersebut. Tujuan dari kerja praktik ini untuk mengetahui bagaimana peran jurnalis dalam pembuatan berita dan kerja lapangan di Harian Disway sehingga menghasilkan tulisan yang mengandung berita aktual. Hasil dari kerja praktik, penulis dapat menyimpulkan bahwa peran dari seorang jurnalis adalah mencari atau menggali informasi. Mencari informasi yang aktual melalui wawancara terhadap narasumber yang menjadi tokoh penting dan terkait dalam peristiwa di lapangan. Informasi yang didapatkan pun harus berupa 5W+1H, dimana hal tersebut yang dapat membuat berita yang baik untuk disebarkan. Penulis belajar adanya beberapa hal yang sesuai nilai-nilai tersebut, seperti kesegaran, jurnalisme partisan, Saling berbagi dalam ilmu
Pengaruh variasi konsentrasi sari mangga terhadap pH, Total asam dan pertumbuhan BAL yoghurt angkak biji durian.
Yoghurt Angkak Biji Durian (YABD) adalah produk hasil fermentasi Bakteri Asam Laktat (BAL) yang ditambahkan ekstrak air angkak biji durian. Penambahan angkak ke dalam yoghurt menyebabkan timbulnya aftertaste yang pahit. Oleh karena itu, diperlukan penambahan bahan lain yang dapat menutupi aftertaste pahit pada YABD seperti buah mangga. Mangga mengandung gula sederhana (glukosa, sukrosa dan fruktosa), vitamin (A, B, C), senyawa polifenol, mineral, dan asam-asam organik (asam sitrat dan asam malat). Kandungan gula dan asam-asam organik tersebut diharapkan dapat menutupi aftertaste yang pahit pada YABD. Gula-gula sederhana pada buah mangga juga dapat menstimulasi pertumbuhan BAL.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi
konsentrasi sari mangga terhadap pH, total asam dan pertumbuhan BAL yoghurt angkak biji durian. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal, yaitu konsentrasi sari mangga yang terdiri dari 5 taraf perlakuan, yaitu 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10% v/v dengan lima kali pengulangan. Parameter yang duji meliputi pH, Total Asam Tertitrasi (TAT) dan Angka Lempeng Total (ALT) bakteri asam laktat. Penambahan berbagai variasi sari mangga berpengaruh nyata terhadap pH, TAT, dan ALT BAL YABD. Berdasarkan hasil penelitian, YABD sari mangga memiliki nilai pH sebelum fermentasi berkisar antara 6-6,16, pH setelah fermentasi 4,38-4,59, pH setelah penyimpanan ±16 jam 4,24-4,51, pH setelah penyimpanan 7 hari 4-4,22, TAT 36,38-48,43 oSH, dan ALT 9,7969-13,1703 log CFU/ml
Perencanaan unit usaha minuman “Móntea” dengan kapasitas produksi 40 liter per hari (200 botol @200 ml)
Teh merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki
beberapa manfaat yang baik untuk kesehatan. Variasi minuman teh semakin berkembang di zaman modern ini, salah satunya adalah minuman teh dengan penambahan perasa buah-buahan. Selain penambahan perasa buah-buahan, penambahan rempah-rempah untuk inovasi minuman fungsional juga semakin diminati masyarakat. “Móntea” adalah minuman teh apel kayu manis yang
mengombinasikan minuman apel dengan rempah-rempah menjadi sebuah minuman apel yang berkhasiat. Tujuan penulisan makalah adalah melakukan perencanaan dan analisa kelayakan usaha minuman “Móntea”, uji coba produksi dan penjualan, serta evaluasinya. Bahan baku yang digunakan pada pembuatan minuman “Móntea” meliputi air, bubuk teh hitam, apel, kayu manis, dan jahe, sedangkan bahan pembantu yang digunakan meliputi gula pasir dan perisa apel. Tahapan produksi meliputi persiapan bahan, pemanasan, penyaringan, filling, serta pendinginan dalam refrigerator. Produk “Móntea” dikemas dalam botol PET food grade dan diproduksi dengan kapasitas 200 botol/hari (@200 mL). Bentuk usaha “Móntea” adalah usaha kecil yang berlokasi di Jalan Ploso Timur 1B, Surabaya. Jumlah tenaga
kerja sebanyak tiga orang dengan waktu kerja 8 jam/hari. Usaha “Móntea” memiliki memiliki total modal industri (TCI) sebesar Rp 76.555.155,00 dan total biaya produksi (TPC) sebesar Rp 322.424.532,00/tahun. Laju pengembalian modal (ROR) setelah pajak sebesar 67,55% (lebih besar dari nilai MARR 14,25%), waktu pengembalian modal (POT) setelah pajak adalah 1 tahun 5 bulan 9 hari dan titik impas (BEP) sebesar 58,39%. Berdasarkan analisa kelayakan dari faktor teknis, ekonomi, dan manajemen, usaha “Móntea” layak untuk didirikan
Laporan magang PT Karya Wangsa Investama
PT Karya Wangsa Investama merupakan perusahaan yang bergerak pada produksi kotak karton gelombang. Terdapat tiga proses produksi utama di PT Karya Wangsa Investama, meliputi mesin Corr, mesin Flexo, dan mesin Glue Stitching. Mesin Corr berfungsi untuk mengubah bahan baku kertas menjadi sheet box. Mesin Flexo digunakan sebagai proses printing warna dan gambar pada hasil sheet yang diperoleh dari mesin Corr. Mesin Glue Stitching bertujuan untuk penempelan sheet yang keluar dari mesin Flexo. Selama proses produksi, banyak produk cacat yang dihasilkan, seperti bentuk sheet tidak sesuai dan penempelan antar sheet tidak merata. Jumlah produk cacat berhubungan erat dengan biaya kegagalan dan biaya kualitas. Perhitungan biaya kualitas dilakukan dengan menjumlahkan biaya kegagalan (failure cost), biaya pencegahan (preventive cost), dan biaya penilaian (appraisal cost). Biaya kegagalan didapatkan dari perhitungan biaya produksi dikalikan dengan total produk cacat, sedangkan perhitungan biaya produksi dihitung dengan menjumlah seluruh total biaya dibagi dengan total hasil produksi. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 1 Juni 2023 hingga 23 September 2023, dengan total waktu selama 17 minggu. Dari hasil perhitungan, persentase kegagalan produk pada seluruh mesin menunjukkan penurunan sejak minggu pertama (20,25%) hingga minggu ke-17 (9,36%). Penurunan persentase kegagalan dalam kurun waktu 17 minggu disebabkan karena meningkatnya kinerja operator mesin. Tingginya persentase kecacatan produk harus diturunkan untuk meningkatkan keuntungan produksi. Biaya pencegahan berbanding terbalik dengan persentase kecacatan produk maka, semakin besar biaya pencegahan, persentase kegagalan akan semakin kecil dan keuntungan produksi akan meningkat. Masing-masing mesin memiliki tingkat persentase kecacatan yang berbeda-beda. Berdasarkan hasil pengolahan data, didapatkan bahwa persentase kecacatan tertinggi berada pada mesin Corr. Beberapa upaya diperlukan untuk menurunkan persentase kecacatan produk seperti peningkatan kemampuan operator dalam mengoperasikan mesin, kualitas bahan baku yang sesuai dengan standar, serta memiliki standar khusus pada tiap mesin produksi
Pengaruh konsentrasi carboxymethyl cellulose terhadap sifat fisikokimia dan organoleptik jelly drink Kiwi
Buah kiwi hijau merupakan salah satu jenis buah yang
mengandung vitamin C dan memiliki rasa yang asam. Pengolahan buah kiwi menjadi jelly drink menggunakan CMC dapat menghasilkan produk dengan rasa asam yang segar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi CMC terhadap sifat fisikokimia (pH, viskositas, sineresis, volume yang dihisap) dan organoleptik (rasa, mouthfeel, kemudahan dihisap) jelly drink kiwi. Konsentrasi CMC yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0,25%, 0,30%, 0,35%, 0,40%, 0,45% dan 0,50% (b/v). Rancangan penelitian yang digunakan untuk pengujian fisikokimia dan organoleptik adalahRancangan Acak Kelompok faktor tunggal. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (α = 5%) untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan nyata pada setiap perlakuan yang diberikan. Kemudian dilanjutkan dengan uji DMRT (α = 5%) untuk mengetahui taraf perlakuan yang memberikan perbedaan nyata. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi CMC berengaruh nyata pada pH, sineresis, viskositas, volume yang dihisap, rasa dan kemudahan dihisap jelly drink kiwi. Peningkatan konsentrasi CMC menyebabkan peningkatan pH (hari ke-1: 4,14 – 4,51; hari ke-4: 4,09 – 4,44; hari ke-7: 4,02-4,39), penurunan sineresis (hari ke-1: 4,66 –0,00; hari ke-4: 6,52 – 0,51; hari ke-7: 26,10 – 2,90), peningkatan viskositas (hari ke-1: 68,234 – 1821,366; hari ke-4 52,383 – 1614,591; hari ke-7: 37,655 – 1476,187) dan penurunan volume yang dihisap (hari ke-1: 30,58 – 5,38; hari ke-4: 40,58 – 8,56; hari ke-7: 54,00 –13,25)
Prarencana pabrik monoetanolamine dari jerami padi dengan kapasitas 2.000 ton/tahun
Pabrik Monoetanolamina (MEA) yang menggunakan jerami padi sebagai bahan baku
telah direncanakan dengan menerapkan proses Simultaneous Saccharification and
Fermentation (SSF), oksidasi, aminasi, dan pemurnian. Tujuan utama prarencana ini
adalah untuk mengurangi ketergantungan pada impor MEA dari luar negeri,
mengingat belum ada pabrik serupa yang beroperasi di dalam negeri hingga saat ini.
Pada tahap awal, jerami padi akan diolah melalui proses SSF untuk menghasilkan
glukosa, yang kemudian akan menjadi dasar bagi produksi MEA. Proses oksidasi dan
aminasi akan diintegrasikan secara efisien untuk mengubah glukosa menjadi
Monoetanolamina melalui serangkaian reaksi kimia yang dikendalikan dengan cermat.
Selain itu, aspek penting dalam prarencana ini adalah pengembangan metode
pemurnian MEA yang efektif. Pemurnian dilakukan untuk memastikan bahwa produk
akhir memenuhi standar kualitas tertentu dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Proses
pemurnian ini juga mempertimbangkan aspek lingkungan dan keberlanjutan.
Implementasi pabrik ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap
pengurangan impor MEA, sehingga meningkatkan ketahanan ekonomi nasional.
Selain itu, penggunaan jerami padi sebagai bahan baku memberikan nilai tambah pada
industri pertanian lokal dan mendukung prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.
Prarencana pabrik MEA ini menawarkan solusi inovatif untuk memproduksi
Monoetanolamina secara efisien menggunakan jerami padi sebagai bahan baku utama.
Dengan demikian, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap
ketahanan industri kimia dalam negeri serta mengurangi ketergantungan pada impor
Pabrik : Monoetanolamine
Kapasitas : 2.000 ton/tahun
Bahan Baku : Jerami padi
Waktu Operasi : 330 hari/tahun
Utilitas :
1. Air yang digunakan pada pabrik,
• Air Proses : 619 m3
/hari
• Air Sanitasi: 6 m3
/hari
2. Listrik : 7.439,8255 kW/hari
3. Bahan bakar untuk proses produksi,
• IDO : 1.979,7 kg/tahun
Jumlah Tenaga Kerja : 159 orang
Lokasi Pabrik : Pasuruan
Analisa ekonomi menggunakan metode discounted flow,
1. Rate of Return (ROR) sebelum pajak 23,47%
2. Rate of Return (ROR) sesudah pajak 16,6%
3. Rate of Equity (ROE) sebelum pajak 59,9%
4. Rate of Equity (ROE) sesudah pajak 41%
5. Pay Out Timr (POT) sebelum pajak 4 tahun 2 hari
6. Pay Out Time (POT) sesudah pajak 5 tahun
7. Break Even Point (BEP) adalah 39,54
Penggambaran maskulinitas perempuan dalam film drama Korea “Tunnel” (2017)
Maskulinitas memberikan keyakinan tentang bagaimana seharusnya seorang pria berperilaku. Konsep pembentukan maskulinitas dibangun di berbagai tingkatan di dalam masyarakat dan individu. Gender adalah peran dan tanggung jawab yang ditujukan kepada laki-laki dan juga perempuan. Gender pada intinya merupakan pembagian peran atau tanggung jawab di antara perempuan dan laki-laki sesuai dengan konstruksi sosial. Perempuan selalu dikatakan sebagai seseorang yang lemah, seseorang yang tidak bisa melakukan apa yang seharusnya dikerjakan laki-laki, perempuan dikatakan sebagai seseorang yang membutuhkan perlindungan. Maka dari itu dari adanya kasus seperti hal tersebut, peneliti membuat judul penelitian dengan judul Penggambaran Maskulinitas Perempuan Dalam Film Drama Korea “Tunnel” dengan menggunakan metode semiotika Charles Sanders Peirce. Hasil dari penelitian ini adalah maskulinitas perempuan yang terlihat dalam drama Korea “Tunnel” yang dapat dilihat dari karakter yang dimiliki seperti berani, kuat, Tangguh dan lain sebagainya, kemudian dapat dilihat dari penampilan Perempuan maskulin seperti berambut pendek, cara mereka berpakaian, memakai kendaraan bermotor seperti laki-laki, dan lain sebagainya
Hubungan pediculosis capitis dengan gangguan kualitas tidur pada santri di Pondok Pesantren Tuban
Latar Belakang: Pediculosis capitis adalah masalah kesehatan yang mempengaruhi masyarakat di seluruh dunia. Infeksi Pediculosis capitis umum terjadi baik di negara maju maupun negara berkembang serta di daerah beriklim tropis dan beriklim sedang seperti Indonesia. CDC pada tahun 2019 menyatakan bahwa di Amerika Serikat, infeksi Pediculosis capitis paling sering terjadi pada anak usia prasekolah dan sekolah dasar, serta anggota rumah tangga dan pengasuh. Orang yang terinfeksi Pediculosis capitis berisiko mengalami gangguan tidur akibat gatal dan garukan berulang. Tujuan: Mempelajari hubungan Pediculosis capitis dengan kualitas tidur pada santri di Pondok Pesantren Nurussalam dan Walisongo Tuban. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan Teknik Stratified Random Sampling. Analisis statistik menggunakan uji Fisher. Alat ukur yang digunakan untuk mengetahui Pediculosis capitis pada penelitian ini di diagnosis melalui pemeriksaan Laboratorium parasitology, pemeriksaan visual dan menggunakan sisir serit. Alat ukur yang digunakan untuk mengetahui kualitas tidur yaitu dengan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil: Analisis statistik menggunakan uji Fisher Exact Test hubungan antara Pediculosis capitis dengan Kualitas Tidur pada santri di Pondok Pesantren Nurussalam dan Walisongo Tuban diperoleh nilai Exact Sig sebesar 0,405 > 0,05. Dapat diartikan bahwa tidak terdapat hubungan antara kejadian Pediculosis capitis dengan kualitas tidur pada santri di Pondok Pesantren Nurussalam dan Walisongo Tuban. Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara kejadian Pediculosis capitis dengan kualitas tidur pada santri di Pondok Pesantren Nurussalam dan Walisongo Tuban