Widya Mandala Surabaya Catholic University Repository
Not a member yet
20869 research outputs found
Sort by
Pengaruh celebrity endorsement terhadap purchase intention melalui perceived value dan perceived quality
Industri kosmetik mengalami pertumbuhan signifikan setiap
tahunnya. Salah satu penyebab meningkatnya industri kecantikan di Indonesia adalah meluasnya penggunaan media sosial dan munculnya endorsement yang dilakukan oleh beauty influencer. Untuk meningkatkan penjualan, SKINCALE juga mengiklankan produk melalui media sosial. Salah satu strategi pemasaran yang digunakan adalah penggunaan celebrity endorsement. Cukup banyak selebriti yang telah digunakan oleh SKINCALE, baik dalam skala mikro maupun makro. Penelitian ini ditujukan agar SKINCALE dapat memilih celebrity endorser yang mampu meningkatkan minat beli calon konsumen. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan metode survei dan purposive sampling. Data diolah menggunakan metode Structural Equation Model yang dianalisis menggunakan Partial Least Square. Penelitian ini menggunakan 194 jumlah sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Celebrity Endorsement berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perceived Value, Perceived Quality, dan Purchase Intention. Selanjutnya, Perceived Value dan Perceived Quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap Purchase Intention. Selain itu, Celebrity Endorsement memiliki pengaruh langsung yang positif dan signifikan terhadap Purchase Intention melalui Perceived Value dan Celebrity Endorsement juga memiliki pengaruh langsung yang positif dan signifikan terhadap Purchase Intention melalui Perceived Quality.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya, perusahaan disarankan untuk meningkatkan penggunaan celebrity endorser yang diketahui banyak orang, menarik, dan dapat dipercaya. Perusahaan juga disarankan untuk mempertahankan harga dan value yang dimiliki oleh produk
Pengaruh kombinasi kompres bawang merah (Allium ascalonicum) parut dan minyak serai (Cymbopogon citratus) terhadap perubahan nyeri pada penderita rheumatoid arthritis
Rheumatoid Arthritis (RA) merupakan penyakit autoimun kronis yang mempengaruhi sistem muskuloskeletal. Gejala yang paling sering dirasakan adalah nyeri dan kaku sendi. Seiring berjalannya waktu, RA dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sendi. Salah satu upaya untuk mengurangi gejala nyeri dengan pengobatan non- farmakologi dengan kombinasi kompres bawang merah parut dan minyak serai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi kompres bawang merah parut dan minyak serai terhadap perubahan nyeri penderita rheumatoid arthritis. Metode penelitian ini adalah pre eksperimental one group pre-test-post-test dengan jumlah populasi 119 orang di wilayah kerja Puskesmas Perak Timur, Puskesmas Ketabang, Puskesmas Sawahan, dan Puskesmas Kedungdoro Kota Surabaya. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel 37 responden. Kombinasi kompres dengan 10 gram bawang merah parut dicampur dengan 2 ml minyak serai, diterapkan selama 15 menit setiap hari selama 7 hari berturut-turut. Instrumen yang digunakan adalah numeric rating scale (NRS). Hasil uji menunjukan nilai p-value =0.000 (α< 0.05) dengan rerata skala nyeri pretest 5 (nyeri sedang), rerata skala nyeri posttest 3 (nyeri ringan). Artinya ada pengaruh pemberian kombinasi kompres bawang merah parut dan minyak serai terhadap perubahan skala nyeri, karena karena kedua kandungan tersebut memiliki zat senyawa aktif yang bersifat antiradang dan antinyeri. Ketika kedua bahan tersebut dikombinasikan, akan menghasilkan rasa hangat yang membantu melebarkan pembuluh darah, meningkatkan suplai oksigen kedalam jaringan tubuh dan mengurangi sel radang pada sendi, sehingga mengurangi rasa nyeri
Pengaruh spiritual leadership terhadap organizational citizenship behavior pada pegawai Yayasan Taruni Bhakti Madiun
Spiritual Leadership merupakan bentuk kepemimpinan yang mampu memotivasi dan menginspirasi pegawainya dengan sangat bijaksana dengan menggunakan pendekatan etis dan keteladanan. Salah satu upaya untuk mencapai tujuan organisasi adalah menanamkan loyalitas yang tinggi sehingga akan menghasilkan kualitas SDM yang mampu bersaing dan mengembangkan organisasi terhadap perilaku OCB pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menguji signifikansi Pengaruh Spiritual Leadership Terhadap Organizational Citizenship Behavior Pada Pegawai Yayasan Taruni Bhakti Madiun. Sampel diperoleh sebanyak 61 responden dengan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala likert dan teknik analisis data menggunakan regresi linear sederhana dengan signifikansi alpha 0,05. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Spiritual Leadership berpengaruh positif signifikan terhadap Organizational Citizenship Behavior. Hal ini menunjukan bahwa Spiritual Leadership merupakan bentuk kepemimpinan yang krusial sehingga mampu memberikan fondasi yang kuat bagi pegawai Yayasan Taruni Bhakti Madiun melalui Organizational Citizenship Behavior
Uji efektivitas patch antidiabetik ekstrak biji salak (Salacca zalacca) dengan enhancer span 80 terhadap histopatologi hati dan otot bergaris tikus putih
Biji salak (Salacca zalacca) merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai pengobatan antidiabetik karena mengandung senyawa flavonoid. Ekstrak etanol biji salak diformulasikan menjadi sediaan patch dengan polimer HPMC dan enhancer Span 80 sebagai peningkat penetrasi ke dalam lapisan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan patch ekstrak etanol biji salak terhadap histopatologi hati dan otot bergaris pada tikus putih serta mengetahui kemampuan peningkat penetrasi Span 80. Penelitian ini dibagi menjadi lima kelompok perlakuan yaitu kontrol normal (tanpa patch), kontrol positif (metformin peroral), kontrol negatif (patch kosong), formula 1 (patch ekstrak tanpa enhancer) dan formula 2 (patch ekstrak dengan enhancer). Penelitian ini menggunakan tikus putih yang mengamati preparat histopatologi hati dan otot bergaris dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE). Data penelitian diolah secara statistik menggunakan One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan histopatologi hati tikus putihyang mengalami kerusakan berat adalah kelompok perlakuan kontrol negatif dengan skor 3,1, sedangkan histopatologi otot bergaris tikus putih yang mempunyai rata-rata diameter serabut otot rangka yang paling rendah adalah kelompok perlakuan kontrol negatif yaitu 44,53 μm. Kesimpulan penelitian adalah sediaan patch transdermal ekstrak etanol biji salak yang diformulasikan dengan enhancer Span 80 dapat menurunkan kerusakan histopatologi hati dan otot bergaris, serta dengan penambahan enhancer dapat mempercepat penetrasi obat ke dalam lapisan kulit
Pengaruh perbedaan konsentrasi pelarut dan lama waktu ekstraksi pada metode maserasi terhadap rendemen dan kadar senyawa kurkumin pada rimpang kunyit (Curcuma domestica)
Rimpang kunyit (Curcuma domestica) tedapat senyawa kurkuminoid terdiri dari bisdesmotiksikurkumin, desmetoksikurkumin dan kurkumin, dimana konsentrasi pelarut ekstraksi dan lama waktu ekstraksi dapat mempengaruhi kadar senyawa kurkumin yang terekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh konsentrasi pelarut etanol 70% dan 96% dan juga waktu ekstraksi 180 menit dan 240 menit dengan metode maserasi hasil rendemen dan kadar senyawa kurkumin yang dihasilkan. Metode penetapan kadar kurkumin yang dipergunakan adalah metode kromatografi lapis tipis. Hasil yang didapatkan dari nilai rendemen untuk etanol 96% dalam waktu 180 menit 11,28%, untuk etanol 96% waktu 240 menit yakni 16,78% dan untuk etanol 70% dalam waktu 180 menit dan 240 menit berturut-turut adalah 8,10 % dan 8,27%. Pada hasil perhitungan kadar kurkumin didapatkan hasil menggunakan pelarut etanol 96% dengan waktu 180 menit dan 240 menit berturut-turut 24,68% dan 24,85% dan untuk pelarut etanol 70% dengan waktu 180 menit dan 240 menit berturut-turut adalah 4,45% dan 10,61%. Hasil statistik menunjukkan untuk pelarut etanol 96% mempengaruhi secara signifikan hasil rendemen akan tetapi tidak memberikan perbedaan signfikan pada kadar senyawa kurkumin. Pada pelarut etanol 70% tidak memberikan perbedaan signifikan pada hasil rendemen dan kadar senyawa kurkumin. Lama waktu ekstraksi 240 menit dan 180 menit memberikan perbedaan yang signifikan pada hasil rendemen dan kadar senyawa kurkumin
Synthesis of silicon nanoparticle with addition of curcumin and their application for drug delivery
Silicon has become one of the main resources to be researched and modified into a much efficient products for various applications. In this research, silica particle is synthesized by the bottom-up method using sugar with the addition of curcumin as reducing agent and stabilizing agent. Silicon nanoparticles synthesized through the bottom-up method using the materials such 10 ml of Tetra-Ethyl Orthosilicate (TEOS) and 0.5 grams of glucose in 100 ml of water and irradiated using microwave for 30 minutes at 70˚C. With the addition of curcumin into the variable, glucose used are instead change into 0,45 g and 0,05 g of curcumin with the rest are the same number of materials and tested at various temperatures at 50, 70, and 90˚C by microwave irradiation for 30 minutes. The most optimal conditions were found in 90˚C with the amount particles produced up to 379,4 mg. Characterization for the silicon nanoparticles were analyzed with instruments X-Ray Diffraction (XRD) to analyze the silicon’s crystallinity and particle sizes. The XRD readings shows that the sharp particle peak at 22,2327 which indicates the presence of high crystallinity silica particles along with the particle size of 0,25 nm by the Scherrer’s equation. From the many adsorptions studies the drug tested in this report will be the non-steroid anti-inflammatory drug: sodium diclofenac. Kinetics for the silica particles from the combination of curcumin and glucose (SP-GC) provides a high adsorption capacity up to 73,9% and higher adsorption capacity at 50˚C up to 77,4%. The kinetic study which displays the most fitting result for the silica nanoparticles adsorption towards sodium diclofenac is the Elovich model and Bhattacharya-Venkobachar equation model. In the release study, SP-GC tends to have a burst release up to 27.2% until 30 minutes and slows down releasing up to 84% after 5 hours and lastly continues to release slowly up 96.8% at 25 hours giving the therapeutic effect for a long time
Laporan praktek kerja profesi apoteker di PT. Satoria Aneka Industri Jl. Raya Kejayan-Purwosari Km. 16 Wonorejo, Pasuruan 27 November 2023 - 23 Januari 2024
Pengaruh perbandingan bunga rosela kering dan air terhadap karakteristik fisikokimia smart edible film packaging berbahan mesocarp kulit pisang kepok dan maizena
Smart edible film packaging merupakan salah satu inovasi kemasan bahan pangan yang mengandung bahan aktif di dalamnya. Pada pembuatan smart edible film packaging ini perlu ditambahkan bahan aktif berupa ekstrak bunga rosla. Bahan utama pembuatan smart edible film packaging pada penelitian ini yaitu mesocarp kulit pisang kepok yang merupakan sumber pektin dan ditambahkan maizena untuk memperbaiki sifat fisik film. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh perbandingan bunga rosela kering dan air terhadap karakteristik fisikokimia smart edible film packaging berbahan mesocarp kulit pisang kepok, maizena, sorbitol dan tepung cangkang telur. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yaitu perbedaan rasio perbandingan antara bunga rosela kering dengan air yang terdiri dari 6 (enam) taraf perlakuan yaitu perbandingan bunga rosela kering : air = 1:5, 1:10, 1:15, 1:20, 1:25 dan 1:30 (b/v). Data penelitian diolah dengan ANOVA (α = 5%). Hasil ANOVA yang menunjukkan adanya pengaruh perlakuan terhadap sifat fisikokimia smart edible film packaging akan dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan penambahan bahan aktif ekstrak bunga rosela dengan perbandingan semakin besar pada smart edible film packaging akan menurunkan total fenol (366,67-270,42 mg GAE/100 g sampel), total antosianin (3,12-1,31 mgcy-3-glu-eq/100 g sampel), aktivitas antioksidan (69,54-54,41 %RSA sampel), WVTR (270,69-164,63 g/m2/24 jam) dan persen pemanjangan (9,37-2,50%) serta akan meningkatkan nilai kuat tarik (1,35-4,45 N/mm2). Selama penyimpanan hari ke 0, 1, 2 dan 3 terjadi peningkatan pH udang dan perubahan warna smart edible film packaging dari merah menjadi kuning kecoklatan dengan intensitas warna yang berbeda-beda
Laporan praktek kerja profesi apoteker di PT. Dankos Farma kawasan industri Pulogadung Blok III-S, JL. Rawagatel No 35-40, RW.9, Jatinegara, Kec. Cakung, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta 05 Februari - 30 Maret 2024
Prarancangan pabrik gamma-valerolakton dari tandan kosong kelapa sawit dengan kapasitas produksi 100.000 ton per tahun
Gamma Valerolakton (GVL) merupakan cairan yang stabil secara kimiawi dengan titik leleh rendah (-31°C) dan titik didih tinggi (207°C) yang dapat disintesis dari berbagai sumber salah satunya dari limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Produk dari GVL memiliki keunggulan seperti dapat dikonversi lebih lanjut menjadi bahan kimia bernilai tinggi selain biodiesel sebagai bahan bakar, seperti asam gamma-hidrosivalerat (GHV) yang dapat digunakan pada bidang farmasi, membran polisulfon sebagai pelarut, metiltetrahidrofuran sebagai pelarut dalam industri farmasi, 1,4-pentandiol sebagai bahan baku pada bidang aplikasi perekat, dan poliuretan untuk industri polimer. Dengan adanya penggunaan gamma valerolakton sebagai bahan aditif untuk bahan bakar biodiesel untuk penurunan emisi dan mendukung program pemerintah dalam keberhasilan menuju B40, peningkatan kapasitas produksi ini perlu dilakukan agar dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Kebutuhan GVL di Indonesia sendiri selama ini masih dipenuhi melalui impor dari luar negeri dengan kapasitas relatif kecil (1-100 kg/bulan). Dengan berdirinya pabrik GVL di Indonesia, kebutuhan GVL untuk industri biodiesel dapat dipenuhi secara mandiri dan juga meningkatkan kesempatan untuk ekspor dan meningkatkan devisa.
Dalam prarencana pabrik GVL sendiri memiliki keunggulan yaitu proses yang digunakan termasuk ramah lingkungan serta bahan baku yang ekonomis (TKKS). Proses pembuatan GVL yaitu menggunakan metode hidrogenasi senyawa furfural dimana senyawa furfural tersebut dapat dihasilkan dari limbah biomassa berupa TKKS. Kandungan hemiselulosa yang ada di dalam TKKS dapat diubah menjadi furfural melalui proses hidrolisis dan dehidrasi. Proses yang pertama kali dilakukan yaitu pre-treatment berupa shredding, washing, drying dengan suhu 60°C selama 12 jam kemudian dilanjutkan dengan proses pengecilan ukuran. Setelah itu, dilakukan proses ekstraksi hemiselulosa dari TKKS menggunakan metode Ammonia Fiber Expansion (AFEX) dengan suhu 102°C dan tekanan 21,71 atm. Hemiselulosa yang telah diekstrak, dimasukkan ke dalam reaktor hidrolisis dan dehidrasi dengan suhu 206°C dan tekanan 18 bar selama 1 jam untuk menghasilkan furfural dengan yield 80%. Furfural tersebut akan dilanjutkan pada proses pemurnian yaitu proses distilasi. Selanjutnya, proses hidrogenasi dengan menggunakan katalis Zr-HY dan Al-HY dengan pelarut berupa 2-pentanol.
xlv
Proses hidrogenasi berlangsung pada suhu 120°C selama 5 jam dan menghasilkan yield Gamma Valerolakton (GVL) sebesar 99,97%. GVL tersebut akan dilanjutkan pada proses pemurnian untuk meningkatkan kemurniannya dengan menggunakan proses distilasi sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan produk akhir berupa GVL dengan kemurnian 99%.
Pabrik GVL direncanakan untuk didirikan di Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Wilayah Gunung Seriang, Kalimantan Utara. Untuk pemasaran GVL dapat dijual ke industri besar di Indonesia untuk pembuatan biodiesel. Harga jual GVL dari limbah TKKS memiliki harga yang jauh lebih murah daripada harga pasar international karena bahan yang digunakan berlimpah.
Prarencana pabrik Gamma Valerolakton (GVL) memiliki rincian sebagai berikut:
Bentuk Perusahaan : Perseroan Terbatas (PT)
Produksi : Gamma Valerolakton (GVL)
Kapasitas Produksi : 100.000 ton/tahun
Waktu mulai beroperasi : 2030
Kebutuhan bahan baku : 3.378,54 ton/hari tandan kosong kelapa sawit
Utilitas :
Air : 12.959,0304 m3/hari
Listrik : 8.694,7743 kW/hari
Hybrid coal : 540.953,725 ton/tahun
Solar : 219,0499 m3/tahun
Jumlah tenaga kerja : 278 orang
Lokasi Pabrik : Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Wilayah Gunung Seriang, Kalimantan Utara
Luas Pabrik : 355.734 m2
Harga Jual Gamma Valerolakton : Rp. 143.000
Modal Tetap : Rp. 89.014.992.441.047
Modal Kerja : Rp. 83.029.174.550.654
Biaya Produksi : Rp. 87.110.831.973.225
ROE sesudah pajak : 11%
POT sesudah pajak : 8 tahun 9 bulan 18 hari
BEP : 240,14%
Berdasarkan dari rincian-rincian diatas, Pabrik Gamma Valerolakton ini layak untuk didirikan karena dengan harga jual yang ditentukan dapat menutup biaya operasional dan seiring naiknya harga bahan baku, pabrik Gamma Valerolakton masih dapat beroperasi dengan keuntungan yang relatif tinggi