Widya Mandala Surabaya Catholic University Repository
Not a member yet
20869 research outputs found
Sort by
Preferensi siswa SMA di Madura dalam mengakses informasi terkait beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah melalui media sosial
Penelitian dalam judul ini berfokus kepada preferensi siswa SMA di Jawa Timur dalam mengakses informasi terkait beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah) melalui media sosial. Pengguna media berusaha mencari sumber media yang paling baik pada saat memenuhi kebutuhannya artinya teori uses and gratification mengasumsikan bahwa pengguna media mempunyai pilihan alternatif untuk memuaskan kebutuhannya. Fenomena ini diangkat karena rendahnya sosialisasi terkait beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah dan alokasi kuota Kartu Indonesia Pintar Kuliah yang menurun sampai 50% secara nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana preferensi siswa SMA di Jawa Timur dalam mengakses informasi terkait beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah melalui media sosial. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode survei, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Preferensi dalam media merupakan suatu keadaan dimana ingin mencari tahu bagaimana setiap individu dalam memilih media yang akan digunakan untuk memenuhi informasi yang dibutuhkan masing-masing dan uses and gratification mengasumsikan bahwa pengguna media mempunyai pilihan alternatif untuk memuaskan kebutuhannya. Berdasarkan hasil penelitian bahwa media sosial Instagram dan pencarian popular yang paling dibutuhkan adalah informasi syarat pendaftaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah
Pengaruh variasi konsentrasi sari mangga terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik yoghurt angkak biji durian
Yoghurt merupakan hasil fermentasi susu yang ditambahkan kultur starter berupa BAL. Penambahan angkak biji durian yang tinggi menghasilkan warna merah yang pudar dan menimbulkan aftertaste yang pahit pada yoghurt sehingga ditambahkan sari buah mangga untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi sari mangga terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik yoghurt angkak biji durian. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal, yaitu konsentrasi sari mangga yang terdiri dari 5 taraf perlakuan, yaitu 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10% dengan 5 kali ulangan. Parameter yang diuji meliputi pH, Total Asam Tertitrasi (TAT), warna dengan color reader, dan tingkat kesukaan (warna, rasa, dan kenampakan). Penambahan berbagai tingkat konsentrasi sari mangga berpengaruh nyata terhadap pH, TAT, lightness, redness, yellowness, chromaticity, hue, dan tingkat kesukaan (warna, kenampakan, dan rasa) yoghurt angkak biji durian sari mangga. Nilai pH yoghurt sebelum fermentasi yaitu 6,00-6,16; pH setelah fermentasi 4,38-4,59; pH setelah penyimpanan selama 16 jam 4,24-4,51; dan pH setelah penyimpanan selama 7 hari 4,00-4,22. TAT yoghurt berkisar antara 36,59-48,91 oSH. Yoghurt angkak biji durian sari mangga memiliki nilai lightness sebesar 84,8-89; redness sebesar 2,2-4; yellowness sebesar 25,3-12,7; chromaticity sebesar 25,6385- 12,8894; dan ohue sebesar 81,30-80,19. Pada kesukaan warna diperoleh nilai 4,24-5,34 (netral hingga sedikit suka); kesukaan kenampakan diperoleh nilai 4,42-5,16 (netral hingga sedikit suka); pada kesukaan rasa diperoleh nilai 4,34-5,42 (netral hingga sedikit suka); dan perlakuan terbaik pada tingkat kesukaan warna, kenampakan, dan rasa adalah penambahan sari mangga sebanyak 7,5%
Prarencana pabrik drying oil dari biji jarak kepyar dengan kapasitas produksi 16.500 ton/tahun
Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya alam hayati yang melimpah terutama di bagian sektor pertanian dan perkebunannya karena memiliki tanah yang sangat luas dan subur. Hal inilah yang menyebabkan banyaknya tanaman yang dibudidayakan di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta menjadi salah satu komoditas utama yang diandalkan oleh negara Indonesia. Jarak kepyar merupakan salah satu contoh tanaman yang memiliki banyak manfaat apabila dibudidayakan. Pada tahun 2000, tanaman jarak kepyar mulai dibudidayakan di Indonesia namun jumlah produksi tanaman jarak kepyar mulai mengalami penurunan hingga tahun 2014 dengan jumlah produksinya dari tahun ke tahun berkisar antara 900-2.900 ton/tahun. Hal ini sangat disayangkan dikarenakan pada biji jarak kepyar, terdapat kandungan minyak yang memiliki banyak manfaat sehingga dapat digunakan sebagai biofuel, biofarmaka, bahan di dalam kosmetik dan sabun. Minyak jarak juga dapat digunakan sebagai Drying Oil (DO) atau bahan yang ditambahkan di dalam cat minyak untuk mempercepat proses pengeringan. Meskipun, minyak jarak diklasifikasikan sebagai minyak non-drying, minyak jarak dapat diproses dengan cara melalui reaksi dehidrasi (penghilangan gugus hidroksil pada rantainya) sehingga diperoleh minyak jarak terdehidrasi yang dapat digunakan sebagai DO.
Drying oil akan diproduksi dengan bahan baku yang berasal dari biji jarak kepyar. Biji jarak kepyar mula-mula akan dikupas terlebih dahulu kulit bagian luarnya dan akan diekstrak minyaknya dengan menggunakan mesin ekspeller 3 stage pada kondisi proses 70˚C dan tekanan 1 atm. Setelah itu, minyak jarak yang masih mentah akan dilalui proses degumming, netralisasi asam lemak bebas dan bleaching sehingga diperoleh minyak jarak yang bebas dari impuritis. Selanjutnya, minyak jarak akan di dehidrasi pada kondisi proses suhu 210˚C dan tekanan 1 atm dengan bantuan katalis sehingga akan dihasilkan minyak jarak yang terdehidrasi. Pada perancangan pabrik ini, digunakan proses dehidrasi karena lebih hemat dari segi bahan baku dan penggunaan energi. Pada saat proses proses produksi drying oil, dihasilkan limbah dan juga produk sampingan dari hasil netralisasi antara asam lemak bebas dengan senyawa basa. Limbah yang dihasilkan pada proses produksi DO ini adalah kulit dari biji jarak kepyar yang mengandung senyawa risin yang berbahaya. Pada proses netralisasi, dihasilkan produk samping seperti: natrium palmitat, natrium risinoleat dan natrium stearat yang dapat dapat digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan produk berupa sabun. Strategi pemasaran produk DO ini akan menggunakan sistem Business to Business (B2B) atau produk akan dijual kepada pabrik-pabrik yang membutuhkan DO ini sebagai salah satu bahan baku dalam proses pembuatan produk mereka. Target-target pemasaran dari DO ini akan ditujukan kepada beberapa pabrik manufaktur cat yang masih memproduksi cat atau pernis berbasis minyak seperti Nippon Paint, Jotun, dan Propan. Produk yang akan dijual ke pabrik-pabrik ini akan dikemas dalam 2 bentuk kemasan yaitu dalam drum (kapasitas 200 kg) dan dalam IBC (kapasitas 1.000 kg).
Pabrik PT INDOCASTORIC akan didirikan di kawasan Situbondo, Jawa Timur dan akan digerakkan oleh tenaga kerja sebanyak 112 orang. Unit penyediaan utilitas dari pabrik adalah unit pengolahan air sungai dimana, akan digunakan air sungai Sampean untuk memenuhi kebutuhan proses dan unit penyediaan pemanas yang terdiri dari saturated steam 110˚C dan Dowtherm A dengan suhu 270˚C. Kebutuhan listrik nantinya akan dipenuhi oleh PT. PLN Situbondo.
Pabrik Drying Oil ini dapat dinyatakan layak didirikan dikarenakan menurut analisa ekonomi yang dilakukan, didapatkan nilai Return on Investment (ROI) setelah pajak dan nilai Rate of Equity (ROE) setelah pajak yang didapatkan adalah 21,7 % dan 33,29 %. Nilai Pay Out Time (POT) atau waktu pengembalian modal adalah 4,69 tahun atau 4 tahun 8 bulan setelah pajak dimana hal tersebut masih dibawah batasnya yaitu 10 tahun. Nilai BEP yang didapatkan adalah 41,7602 % dimana, batas BEP untuk menilai kelayakan pabrik berkisar antara 40-60 % sehingga dapat dinyatakan bahwa pabrik layak untuk didirikan
Laporan kerja praktek pembuatan GUI real time indoor positioning system berbasis ESP32 ultra-wideband DW3000 di PT. Solusi Rekatama Persada
Laporan kerja praktik ini membahas mengenai kegiatan yang dilaksanakan selama kerja praktik pada tanggal 01 Juli 2023 hingga 01 Januari 2024 di PT. Solusi Rekatama Persada. PT. Solusi Rekatama Persada adalah perusahaan yang bergerak di bidang elektronik dan RFID khususnya sistem otomasi, Internet of Things (IoT), komputasi industri, robotika, komponen elektronika, dan sistem manajemen antrian. Lokasi kerja praktik bertempat di Ruko Manyar Megah Indah Blok I-21 Jalan Ngagel Jaya Selatan, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Kegiatan ini ditujukan untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman selama di dunia kerja sehingga dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa sebagai lulusan dari Sarjana Program Studi Teknik Elektro Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.
Kegiatan ini memiliki tugas khusus berupa pembuatan desain GUI Real Time Indoor Positioning System Berbasis ESP32 Ultra-Wideband Decawave 3000. GUI ini adalah sebuah perangkat lunak untuk melakukan pengawasan dan pelacakan dalam ruangan menggunakan perangkat keras ESP32 UWB DW3000. Perangkat lunak (GUI) ini menggunakan basis pemrograman Python dengan beberapa metode pelaksanaan meliputi studi pustaka, persiapan perangkat keras, dan perancangan perangkat lunak. GUI Real-time Indoor Positioning System ini juga diuji dengan perangkat keras untuk mengetahui keberhasilan dan keakuratan dari sistem yang telah dirancang
Evaluasi kelayakan instalasi listrik rumah tinggal daya 5500 watt
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peraturan mengenai pemasangan instalasi listrik adalah agar tersenggaranya instalasi yang layak, sehingga aman bagi manusia, gedung/bangunan beserta isinya, dan juga instalasinya itu sendiri. Peraturan tersebut tertuang dalam Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) Tahun 2011, dan peraturan lainnya yang terkait dengan tingkat kelayakan untuk masing-masing faktor penguji instalasi listrik rumah baru berdaya 5500 watt di The Grand Kenjeran Pinewood kota Surabaya. Faktor pengujiannya terdiri dari pengecekan jenis dan ukuran kabel penampang penghantar pengukuran pada tahanan isolasi instalasi listrik, pengukuran nilai tahanan pembumian, pengecekan jenis pengaman instalasi listrik, dan penggukuran ketinggian kotak kontak yang terpasang di dinding dan pengukuran ketinggian Pengaman MCB Box.. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kelayakan instalasi listrik rumah pada tiap-tiap jenis atau faktor penguji instalasi adalah penampang 18 buah instalasi, tahanan isolai 18 buah instalasi, tahanan pembumian 1 buah instalasi (belum ada kepastian kebenarannya), pemasangan instalasi 18 buah instalasi, dan ketinggian kotak kontak & MCB box 4 lantai instalasi. Secara keseluruhan kelayakan rumah 5500 watt 3 lantai telah mencapai 100 % walaupun ada kekurangannya
Laporan praktek kerja profesi apoteker di PT. Bernofarm Pharmaceutical Company Jl. Gatot Subroto No. 68, Tebel Barat, Sidoarjo 01 April - 31 Mei 2024
Laporan kerja praktek pengembangan mesin pengayak tepung pada pembuatan bahan pupuk tablet
Program Magang Kedaireka - Solusi Terkini dalam Mewujudkan Kemudahan Sinergi Kontribusi Perguruan Tinggi dengan Komersialisasi Mitra untuk Kemajuan Bangsa Indonesia, Sejalan dengan Visi Kampus Merdeka Kemendikbud RI. Program ini diubah menjadi nilai mata kuliah dan dilaksanakan di PT. Agro Indah Permata 21 mulai 6 September 2023 hingga 20 Desember 2023. Perusahaan ini bergerak di bidang pertanian dan peternakan, berlokasi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Saat ini, PT. Agro Indah Permata 21 memproduksi pupuk hayati cair dan pakan ternak untuk memenuhi kebutuhan di Indonesia. Produk utama perusahaan meliputi Pupuk Cair Hayati Merk Bravo Nature, Pupuk Cair Hayati Merk Bio Zee, Pestisida Hayati Merk AIP21, Asam Humat Merk Bravo Humat, dan silase untuk pakan ternak yang diproduksi di Subang, Jawa Barat. Dalam implementasi skema magang Kedaireka, saya fokus pada pengembangan mesin pengayak tepung dengan motor ac sebagai penggerak. Sorgum atau garai adalah tanaman serbaguna yang digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak, dan bahan baku industri. Produksi silase memerlukan mesin pencacah sorgum atau chopper. Mesin ini berfungsi memotong atau mencacah sorgum menjadi partikel kecil agar dapat dikonsumsi oleh ternak. Namun, pada saat proses pencacahan, output mesin menghasilkan semburan sorgum yang tidak teratur, menyulitkan pekerja dalam proses pengemasan dan pemberian nutrisi. Tim magang Kedaireka melakukan pengembangan pada mesin ini untuk memastikan semburan sorgum menjadi teratur. Hal ini memungkinkan pemberian nutrisi pada sorgum dapat dilakukan dengan lebih efisien, serta mempermudah proses pengemasan. Dengan adanya perbaikan ini, pekerja dapat mengemas dengan lebih baik dan mencampurkan nutrisi secara merata pada sorgum. Sebagai hasilnya, silase yang dihasilkan menjadi pakan ternak yang lebih baik dan sesuai untuk dikonsumsi oleh hewan
Proses pengolahan kacang atom di PT. Dua Kelinci Pati-Kudus
Kacang tanah merupakan salah satu tanaman polong yang banyak dimanfaatkan setelah kedelai. Nilai ekonomi kacang tanah yang tinggi membuat kacang tanah banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan bahan industri. PT. Dua Kelinci merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri makanan ringan dan telah berdiri sejak tahun 1972. PT. Dua Kelinci memiliki berbagai jenis makanan ringan mulai dari olahan kacang, biji, buah, dengan produk yang paling diunggulkan adalah kacang atom yang telah dipasarkan pada beberapa negara seperti Singapura, Korea Selatan, USA, Hongkong, dan masih banyak lagi. Produksi kacang atom diawali dengan penerimaan kacang tanah yang telah memiliki kualitas sesuai standar dan dilanjutkan proses sortasi, pelapisan, penggorengan, pengeringan, pengemasan primer dan sekunder, pendeteksian benda asing menggunakan sinar x, dan diakhiri dengan pengemasan tersier menuju gudang penyimpanan. Tipe struktur organisasi yang digunakan oleh divisi kacang atom PT. Dua Kelinci adalah tipe organisasi fungsional dengan jumlah pekerja tetap sebanyak 12 orang dan 449 pekerja tidak tetap. Layout ruang produksi kacang atom ditata berdasarkan fungsi setiap alat dengan alat yang sama diletekan pada satu wilayah dan diurutkan sesuai tahapan. PT. Dua Kelinci menetapkan standar sanitasi yang cukup ketat serta memiliki ruang sanitasi di pintu masuk ruang produksi sesuai dengan prinsip HACCP dan GMP. Pengendalian mutu dan proses produksi kacang atom di PT. Dua Kelinci wajib dipenuhi dengan penerapan sistem ISO 9001:2015, CPPOB, HACCP, ISO 22000:2018, dan FSSC 22000 versi 5.1. Limbah yang dihasilkan oleh PT. Dua Kelinci diolah secara mandiri oleh perusahaan baik limbah cair maupun limbah padat
Teachers experience in using games on teaching vocabulary to young learners
It is beneficial to master vocabulary as early as possible before developing the four aspects of English communication skills. Literature believes that using games would facilitate communicative activities and create a pleasant learning atmosphere in the classroom.
This study aimed to explore the teacher’s experiences of using games on teaching vocabulary to young learners. Particularly, in examining four aspects; i.e. advantages, disadvantages, challenges and strategies to overcome the issues, and the impacts. Personal stories of vocal participants were obtained from observations, interviews, documents, and audiovisual materials.
This study decided to have a total 5 participants. The participants consist of women around age 23-30 years old, they have 1-5 years of English teaching experience, and they teach young learners within the age of 3-13 years old. Some of them are teaching in Surabaya, and the others in Mojokerto.
The study found out that the advantages of using games are that their students learn better and more efficiently, they are happy, highly motivated, and can keep their focus longer. Then the disadvantages are the students can be uncontrollably noisy and wild. The hardest part is for the teachers in preparing the lessons. They need time to design the games, prepare all the materials or properties needed. The third concern is about the challenges and solutions in using games; explaining games to the young learners is the most difficult challenge. To overcome this challenge, the teachers have to make the instruction as simple as impossible when designing the games, they also have to repeat the instruction over and over again while demonstrating how the games should be played. As a result, the students can learn, recognize, understand and memorize the vocabulary faster and the memories also stay longer. All the teachers concur that the students’ vocabulary improves well and all of the lesson targets are mostly achieved