Widya Mandala Surabaya Catholic University Repository
Not a member yet
20869 research outputs found
Sort by
Laporan praktik kerja profesi apoteker di Apotek 35 Sidoarjo Jl. Raya Jedong, Ruko Urungagung Square UA-07 Sidoarjo 2 Oktober 2023 - 4 November 2023
Formulasi Gel Tabir Surya Ekstrak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L.)
Matahari memancarkan sinar ultraviolet (UV) yang dapat menyebabkan kulit terbakar, pigmentasi kulit, iritasi kulit, dan penuaan dini. Perlindungan buatan yang dapat digunakan untuk melindungi kulit dari radiasi UV adalah tabir surya. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai tabir surya adalah bunga rosela memiliki kandungan senyawa antosianin yang berfungsi
mencegah terjadinya kerusakan sel akibat paparan sinar UV yang berlebihan serta memiliki kemampuan menyerap sinar UVA dan UVB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peningkatan konsentrasi ekstrak bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) terhadap hasil uji mutu fisik dan uji efektivitas
dari sediaan gel tabir surya dan mengetahui formulasi terbaik sediaan tabir surya ekstrak bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) dalam bentuk gel yang ditinjau dari mutu fisik dan efektivitas. Konsentrasi ekstrak rosela yang digunakan dalam penelitian ini adalah formula I (2,5%), formula II (5%), dan formula III (7,5%). Sediaan gel tabir surya yang sudah dibuat selanjutnya
dilakukan uji evaluasi meliputi uji mutu fisik dan uji efektivitas. Metode analisa pada hasil evaluasi bersifat parametrik meliputi uji mutu fisik (pH, viskostas, dan daya sebar), parameter efektivitas (penentuan nilai SPF, %TE, %TP, dan water resistant) dianalisis secara statistic menggunakan metode independent sample t-test (antar bets) dan oneway ANOVA (antar formula).
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, peningkatan konsentrasi ekstrak bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) berpengaruh terhadap organoleptis, homogenitas, pH, dan daya sebar, nilai SPF, %TE, %TP dan water resistant dari sediaan tabir surya dalam bentuk gel. Kesimpulan dari penelitian ini adalah formula I telah memenuhi spesifikasi mutu fisik yaitu organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, dan daya sebar. Formula I, formula II, dan formula III memenuhi spesifikasi efektivitas yaitu penentuan nilai SPF, %TE, dan %TP
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker di Apotek Alba Medika Jalan Babatan Pantai No. 1A Surabaya (02 Oktober - 4 November 2023)
Laporan praktek kerja profesi apoteker di Puskesmas Medokan Ayu Jl. Medokan Asri Utara IV No. 31 Surabaya 08 April 2024 – 03 Mei 2024
Laporan praktek kerja profesi apoteker di Apotek Pahala Bukit Palma Jl. Alas Malang No. 173 AD Ruko Galeria RB 5 No. 26, Kec. Benowo, Kota Surabaya, Jawa Timur 02 Oktober 2023 - 04 November 2023
Aktivitas social media specialist PT Bernofarm Pharmaceutical Company Sidoarjo
Peran Social Media Specialist dalam pembuatan konten adalah kunci dalam merancang, melaksanakan, dan mengola strategi konten yang efektif. Mereka bertanggung jawab untuk memastikan bahwa konten yang dibuat sesuai dengan tujuan merek, target audiens, dan pesan yang disampaikan. Social Media Specialist akan melakukan pemantauan tren terkini untuk mengidentifikasi topik dan gaya yang paling relevan, serta memahami karakteristik audiens dan merencanakan jadwal posting yang konsisten dan optimal.
Social media specialist bertanggungjawab dalam pembuatan caption yang relevan dan menarik serta memanfaatkan penggunaan hashtag yang sesuai untuk meningkatkan visibilitas konten. Mereka juga akan mempertimbangkan keseuaian cerita dengan strategi. Dalam prosesnya, Sosial Media Specialist bekerja sama dengan tim desain untuk menciptakan gambar dan grafik yang menarik. Dengan demikian, peran Social Media Specialist penting dalam menjaga kualitas dan konsistensi konten serta branding citra perusahaan di media sosial yang digunakan
Aktivitas social media management EBS FM pada sosial media Instagram
Social Media Management merupakan aspek penting dalam pemasaran digital yang membantu brand berinteraksi dan terhubung dengan audiens mereka. Penelitian ini mengeksplorasi aktivitas social media management di EBS FM, khususnya dalam mengelola akun Instagram @ebsfmbasketball dan @merdekafm. Melalui proses magang, penulis terlibat dalam berbagai tahap manajemen, termasuk pembuatan konten, pengelolaan interaksi, dan evaluasi keterlibatan audiens. Berdasarkan model The Circular Model of Some oleh Regina Luttrell, penulis memahami bahwa aktivitas ini melibatkan empat aspek utama yang memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya menciptakan konten yang relevan dan menarik, serta memahami karakteristik audiens untuk meningkatkan efektivitas komunikasi di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan dalam manajemen media sosial tidak hanya ditentukan oleh kualitas konten, tetapi juga oleh kemampuan untuk mendengarkan dan merespons umpan balik dari audiens
Formulasi sediaan gel tabir surya ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.)
Bunga telang memiliki kandungan antosianin yang berpotensi sebagai tabir surya. Antosianin termasuk dalam flavonoid yang memiliki pigmen. Flavonoid memiliki aktivitas antioksidan yang dapat menghambat produksi dari ROS sehingga radikal bebas dapat dihambat. Pengaruh ini disebabkan oleh antosianin memiliki ikatan rangkap yang dapat menyerap radiasi ultraviolet. Mekanisme antosianin yang dapat menyerap radiasi ultraviolet maka dikategorikan sebagai tabir surya kimia. Penelitian ini berfungsi untuk mengetahui pengaruh kombinasi dimetikon sebagai water resistant dan gliserin sebagai penetrant enhancer terhadap mutu fisik dan efektivitas serta untuk mendapatkan formula optimum. Formulasi dibagi menjadi 4 formula, formula -1 terdiri dari dimetikon 3% dan gliserin 8%, formula a terdiri dari dimetikon 5% dan gliserin 8%, formula b terdiri dari dimetikon 3% dan gliserin 10% dan formula ab terdiri dari dimetikon 5% dan gliserin 10%. Optimasi Hasil analisis data menggunakan design expert. Hasil uji mutu fisik dan efektivitas sediaan dianalisis menggunakan uji one way ANOVA (post-hoc Tukey) dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan dimetikon berpengaruh menurunkan respon daya sebar dan SPF, serta meningkatkan pH, viskositas, %TE, %TP dan water resistant. Gliserin dapat menurunkan respon daya sebar, %TE, %TP dan water resistant, serta meningkatkan respon pH, viskositas dan SPF. Penentuan formula terbaik didapatkan dari optimasi dengan program design expert adalah kombinasi dimetikon 4,696% dan gliserin 8,088% dengan pH pH 5,97, viskositas 36900 cPs, daya sebar 5,43 cm, SPF 9,29, %TE 0,853%, %TP 0,915% dan water resistant 40,3 menit
Aktivitas komunikasi pemasaran divisi advertising and promotion pada PT Niaga Aneka Mode
Divisi advertising and promotion memiliki peran penting dalam membantu perusahaan mencapai target penjualan. Saat ini, banyak perusahaan besar, terutama di sektor retail, yang semakin aktif dalam kegiatan komunikasi pemasaran. Aktivitas ini melibatkan banyak interaksi dengan publik, baik internal maupun eksternal, yang berkontribusi pada peningkatan brand awareness. Aktivitas pemasaran tentunya membutuhkan marketing tools sebagai media dari aktivitas pemasaran. PT. Niaga Aneka Mode, sebagai perusahaan retail fashion yang menaungi tiga brand terkenal yaitu Rotelli, Gosh, dan Bellagio, telah mengalami peningkatan penjualan yang signifikan berkat usaha divisi advertising and promotion dalam memperkenalkan produk kepada publik. Oleh karena itu, penulis ingin mempelajari lebih dalam tentang aktivitas divisi ini dalam upayanya meningkatkan awareness dan penjualan produk
Penerimaan penonton perempuan urban mengenai pesan glass ceiling dalam serial film “Gadis Kretek”
Perempuan dipandang sebagai warga kelas dua dalam keterlibatannya di ruang publik. Kehadiran perempuan dalam ruang publik yang masih tabu karena terkukungnya oleh norma dan tradisi yang melekatkan perempuan pada pekerjaan domestik serta peran ganda saat mereka memilih untuk terlibat dalam ruang publik, memunculkan fenomena glass ceiling. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui beragam posisi dari penonton film Gadis Kretek khususnya bagi perempuan urban berdasarkan field of experience dan frame of reference dari kelima narasumber. Dalam penelitian ini terdapat teori yang digunakan sebagai penunjang dalam penelitian antara lain, perempuan karir urban, diskriminasi perempuan dalam film, glass ceiling dan analisis resepsi. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan kualitatif dengan menggunakan dua tahap yaitu pengumpulan data dan wawancara, dengan metode reception analysis milik Stuart Hall, narasumber akan dikategorikan oleh peneliti kedalam tiga posisi yaitu dominan-hegemonik, negosiasi dan oposisi. Hasil penelitian dengan subjek narasumber sebagai penonton film Gadis Kretek, memunculkan ketiga posisi yaitu posisi oposisi merupakan penolakan pesan glass ceiling yang ditampilkan dalam scene, sehingga perempuan dalam ruang publik adalah hal yang wajar serta menolak pesan pada pembahasan peran ganda pada perempuan. Sedangkan pada posisi kedua yakni dominan, narasumber setuju dengan pesan bahwa perempuan memiliki fokus dalam merawat anak dan mengurus rumah khususnya pada pekerjaan domestik, serta pada pembahasan peran ganda narasumber setuju dengan pesan tersebut. Posisi terakhir, negosiasi sebagai penerimaan yang berada diantara kedua posisi sebelumnya, narasumber setuju dengan pesan glass ceiling tersebut tetapi memberikan penolakan pada beberapa hal dalam pesan sebagai pertimbangan lain