Widya Mandala Surabaya Catholic University Repository
Not a member yet
20869 research outputs found
Sort by
Pendampingan pemahaman PIK R konseling teman sebaya
Dampak adanya perubahan pada masa remaja menyebabkan munculnya banyak permasalahan. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengungkapkan selama tahun 2022 terdapat 323 kasus kenakalan remaja di Jakarta Selatan (Antara News.com), data Depkes tahun 2009 terjadi di 4 kota besar di Indonesia (Medan, Jakarta Pusat, Bandung, dan Surabaya) perilaku seksual pranikah dikalangan remaja menunjukkan 35,9% remaja mempunyai teman yang sudah pernah melakukan hubungan seks pranikah dan 6,9% responden telah melakukan hubungan seks pranikah. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan remaja dibentuklah suatu wadah untuk remaja bercerita, bertukar pikiran, dan menyampaikan masalahnya melalui kelompok kecil yaitu Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R). Tujuan abdimas ini adalah memberikan pendampingan dan pemahaman kepada siswa tentang manfaat PIK R Konseling Teman Sebaya. Metode pelaksanaan dilakukan 2 kali pertemuan: sosialisasi dan pendampingan kondisi permasalahannya saat ini dan pengenalan PIK R Konseling Teman Sebaya dan PPKS. Kesimpulan abdimas ini adalah masih banyak siswa di sekolah yang belum mengetahui tentang PIK R dan perannya bagi remaja, serta belum adanya konselor teman sebaya dan satgas PPKS di sekolah
Kecantikan lokal vs, kecantikan global: representasi standart kecantikan dalam film "she was pretty" versi tiga negara
Film “She Was Pretty “versi tiga negara menunjukkan bagaimana standar kecantikan di tiap budaya memengaruhi cerita, terutama soal perubahan penampilan tokoh utama yang dianggap penting untuk diterima secara sosial. Ini menggambarkan adanya hegemoni kecantikan, di mana penampilan "ideal" selalu dianggap lebih baik dan menjadi tolok ukur keberhasilan atau penerimaan dalam masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Representasi Perbandingan Standart Kecantikan dalam Film “She Was Pretty” versi tiga negara. Peneliti menggunakan teori Standar Kecantikan milik Naomi Wolf dengan pendekatan Kualitatif Semiotika milik Charles Sanders Pierce yang berfokus pada Triangle Of Meaning. Hasil temuan menunjukkan bahwa di Malaysia, standar kecantikan sangat beragam dan mencakup berbagai warna kulit, bentuk wajah, dan gaya dari berbagai etnis, seperti Melayu, Cina, dan India. Sebaliknya, di Korea Selatan dan Jepang, standar kecantikan lebih seragam, dengan fokus pada kulit cerah dan fitur wajah tertentu yang dipengaruhi oleh tren global. Hal ini menunjukkan pengaruh hegemoni global yang lebih dominan, yang memadukan standar lokal dengan cita-cita Barat. Dalam hal ini, Malaysia lebih berhasil keluar dari dominasi global tersebut dengan mengadopsi kecantikan inklusif yang mencerminkan identitas budayanya sendiri
Bentuk pola asuh ibu yang mendorong perkembangan anak usia dini dengan down-syndrome
Banyak dijumpai fenomena mengenai kondisi anak dengan down-syndrome, namun masih sedikit yang membahas bagaimana peran ibu secara langsung terhadap proses perkembangan anak down syndrome. Pola pengasuhan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan anak down-syndrome. Melalui penelitian ini peneliti ingin melihat bagaimana pola pengasuhan ibu yang mendorong perkembangan kemampuan anak dengan down-syndrome. Perkembangan anak dipengaruhi oleh pengasuhan orangtua, dimana hasil perkembangan yang positif akan erat kaitannya dengan pola pengasuhan yang hangat dan responsif, sehingga model pengasuhan yang diterapkan oleh ibu akan berpengaruh terhadap perkembangan anak. Besaran aspek pengasuhan antara responsiveness dan demandingness harus dilakukan seimbang oleh ibu kepada anak agar stimulasi yang diberikan tepat sesuai kebutuhan aspek perkembangan anak dalam hal kognitif, fisik, dan sosioemosional. Metode kualitatif dipilih untuk melihat fenomena lebih mendalam dengan melakukan wawancara kepada tiga ibu yang terpilih melalui pengambilan sampel menggunakan metode snowball sampling dengan kriteria informan memiliki anak usia dini dengan kondisi down syndrome. Bentuk dukungan yang diberikan oleh ibu dapat terlihat pada pola pengasuhan responsiveness dan demandingness. Pemberian pola asuh secara responsiveness terlihat lebih menonjol jika dibandingkan dengan pengasuhan demandingness, yang dengan demikian pemberian pola asuh ini memberikan efek terhadap proses perkembangan anak. Memahami adanya keterlambatan yang terjadi pada anak dan peka terhadap proses perkembangan kemampuan anak, dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk dukungan yang diberikan oleh ibu, dimana pengetahuan ibu ini menjadikan ibu mampu memenuhi kebutuhan anak secara fisik dan kesehatan
Proses pembuatan konten dalam media sosial Instagram @Gen1031fmsby
Penelitian ini mengeksplorasi proses pembuatan dan pengeditan konten untukakun Instagram resmi Gen FM Surabaya, @Gen1031fmsby. Fokus penelitian ini adalah pada proses editing video dan poster yang dirancang untuk menciptakan konten yang menarik dan sesuai dengan branding Gen FM. Tahapan utama dalam editing mencakup pemilihan visual yang kreatif, pemilihan warna dan font yang sesuai tren, serta penggunaan musik yang mendukung narasi konten. Penggunaan elemen-elemen ini bertujuan untuk menarik perhatian audiens remaja dan anak muda, memperkuat identitas Gen FM, serta meningkatkan interaksi dan engagement di media sosial. Proses editing ini juga memperhatikan waktu publikasi yang strategis untuk mencapai dampak maksimal. Hasil akhir dari proses kreatif ini adalah konten
yang informatif, relevan, dan sesuai dengan karakteristik platform media modern
Aktivitas graphic designer dalam sosial media activity pada Noah Agency
Graphic Designer adalah individu yang menciptakan karya seni komunikatif yang berkaitan dengan industri, seni, serta proses kreatif dalam menghasilkan visual pada berbagai media. Desain yang dihasilkan memerlukan proses panjang agar sesuai dengan kebutuhan segmen pasar. Selain mempertimbangkan segmentasi tersebut, seorang graphic designer juga harus mampu menciptakan desain yang menarik perhatian dan estetis. Media sosial, terutama Instagram yang populer di kalangan remaja, membutuhkan elemen visual yang kuat untuk meningkatkan daya tarik estetika platform tersebut. Laporan kerja praktik ini akan mengulas peran Graphic Designer di Noah Agency, di mana karya visual yang dihasilkan harus sejalan dengan target pasar klien. Dalam hal ini, graphic designer bertugas menciptakan desain yang menarik serta estetis untuk memikat perhatian audiens di media sosial
Korelasi tingkat kepatuhan pasien dalam penggunaan Antiasma dengan pengukuran kualitas hidup pasien asma di Apotek Padma Medika Denpasar
Asma merupakan penyakit pernapasan kronik dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang cukup tinggi. Peningkatan intensitas paparan faktor risiko asma menunjukan kurangnya kepatuhan terhadap penggunaan antiasma yang menyebab peluang kambuh lebih besar dan terjadi penurunan pada kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan penggunaan antiasma inhaler dengan kualitas hidup pasien asma. Populasi target dalam penelitian ini adalah semua pasien asma yang berkunjung ke Apotek ‘X’ Wilayah Denpasar pada bulan Oktober- Desember 2023 yang menggunakan terapi anti asma inhaler. Sebanyak 60 pasien diambil secara purposive dari populasi target. Penelitian ini menggunakan metode penelitian non-eksperimental dengan rancangan cross sectional. Tingkat kepatuhan pasien diukur menggunakan kuesioner TAI (Test of the Adherence to Inhalers) dan kualitas hidup pasien diukur menggunakan AQLQ (Asthma Quality of Life Questionnaire). Hasil penelitian menunjukkan sebesar 63,3% pasien asma memiliki kualitas hidup yang sedang. Pasien dengan kepatuhan baik didapatkan 83,3% memiliki kualitas hidup yang baik. Hasil uji statistik chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% dan α = 0,05 didapatkan nilai P = 0,005 (P < α) sehingga terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan penggunaan obat antiasma dengan kualitas hidup pada pasien. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa terdapat hubungan antara kepatuhan penggunaan antiasma dengan peningkatan kualitas hidup pasien asma di Apotek Padma Medika Denpasar. Semakin tinggi tingkat kepatuhan dalam penggunaan antiasma inhaler maka semakin tinggi kualitas hidup pasien asma
Pengaruh pola makan dan kepatuhan minum obat terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit "X" Sidoarjo
Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Pengendalian kadar gula darah sangat penting bagi penderita diabetes melitus tipe 2 yang dapat diawali dengan perubahan gaya hidup dan meningkatkan kepatuhan minum obat antidiabetes. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pola makan dan kepatuhan minum obat terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit “X” Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional yang melibatkan 32 responden melalui teknik purposive sampling yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data penelitian diperoleh melalui pengisian Daftar Makanan Berdasarkan Indeks Glikemik untuk pola makan, kuesioner MARS-5 untuk kepatuhan minum obat, dan rekam medis (e-resume) untuk melihat data kadar gula darah. Sebagian besar responden memiliki pola makan buruk (56,2%) dan kepatuhan minum obat yang rendah (59,4%). Hasil analisis statistik menggunakan uji Chi-Square dan uji Spearman Rank menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara pola makan terhadap kadar gula darah sewaktu dengan p-value 0,000 dan kekuatan korelasi yang sangat kuat dengan nilai koefisien korelasi 0,939. Adanya pengaruh juga ditemukan antara kepatuhan minum obat terhadap kadar gula darah sewaktu dengan p-value 0,000 dan kekuatan korelasi yang kuat dengan nilai koefisien korelasi 0,753. Pola makan dan kepatuhan minum obat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kadar gula darah sewaktu dimana pola makan memiliki pengaruh yang lebih kuat dibandingkan kepatuhan minum obat
Tingkat pengetahuan apoteker terhadap Beyond Use Date (BUD) di Apotek Wilayah Surabaya Timur
Pelayanan kefarmasian adalah pelayanan yang bertujuan untuk memberikan layanan yang bertanggung jawab langsung kepada pasien guna memastikan kualitas, keamanan, dan efektivitas sediaan farmasi. Beyond Use Date (BUD) merupakan aspek penting dalam praktik peracikan untuk menjaga stabilitas dan efektivitas obat, terutama pada sediaan racikan. Apoteker memiliki peran penting dalam memberikan informasi BUD yang tepat, namun penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa masih banyak apoteker yang tidak memberikan informasi ke masyarakat dan pengetahuan apoteker mengenai BUD yang masih tergolong rendah. Penelitian ini untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan apoteker di wilayah Surabaya Timur terkait BUD serta menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan faktor jenis kelamin, usia, pendidikan, dan lama pengalaman praktik. Penelitian dilakukan dengan desain cross-sectional melibatkan 35 apoteker yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah lulus uji validasi. Berdasarkan perhitungan, didapatkan 45,7% responden termasuk kategori pengetahuan rendah, 42,9% pengetahuan tinggi, dan 11,4% memiliki pengetahuan cukup terkait BUD. Ditemukan hubungan yang signifikan antara lama pengalaman berpraktik dengan tingkat pengetahuan apoteker (p < 0,05, r = 0,445), sedangkan faktor jenis kelamin (p = 0,493), usia (p = 0,157), dan pendidikan terakhir (p = 0,157) tidak terdapat hubungan signifikan dengan pengetahuan apoteker. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun banyak apoteker yang pernah mendengar tentang BUD, namun masih banyak yang belum sepenuhnya memahami ketentuan BUD dengan benar
Evaluasi persepsi, pengalaman, dan perilaku pasien terkait pelaksanaan Beyond Use Date (BUD) di Apotek Wilayah Surabaya Timur
Pelayanan kefarmasian di apotek bertanggung jawab langsung kepada pasien dengan tujuan pengendalian mutu sediaan farmasi untuk meningkatkan kualitas hidup. Beyond Use Date (BUD) merupakan aspek penting dalam praktik peracikan untuk menjaga stabilitas dan efektivitas obat, khususnya pada sediaan racikan nonsteril. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat persepsi pasien terkait BUD, mengetahui tingkat pengalaman pasien terkait peran apoteker dalam pemberian informasi BUD, cara penyimpanan dan pembuangan obat puyer dan/atau kapsul racikan, serta mengetahui perilaku pasien terkait cara penyimpanan dan pembuangan obat puyer dan/atau kapsul racikan yang sudah tidak dikonsumsi di apotek wilayah Surabaya Timur. Penelitian dilakukan dengan desain cross-sectional melibatkan 35 pasien yang membeli obat puyer dan/atau kapsul racikan, dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang telah divalidasi. Hasil menunjukkan 62,86% responden memiliki persepsi yang kurang terkait BUD, 54,29% responden memiliki pengalaman yang kurang terkait peran apoteker dalam pemberian informasi BUD, cara penyimpanan dan pembuangan obat puyer dan atau kapsul racikan, dan 42,86% responden memiliki perilaku yang positif terkait penyimpanan dan pembuangan obat puyer dan/atau kapsul racikan yang sudah tidak dikonsumsi. Pemberian informasi dan edukasi penting dilakukan oleh apoteker kepada pasien untuk meningkatkan persepsi, pengalaman dan perilaku pasien agar pasien dapat mengelola obat di rumah tangga dengan tepat