Widya Mandala Surabaya Catholic University Repository
Not a member yet
20869 research outputs found
Sort by
Laporan Praktik Kerja Profesi Apoteker di Apotek Libra Jl. Arief Rahman Hakim No 67 Surabaya 23 September 2024 - 26 Oktober 2024
pH‐responsive drug carriers MIL‐125(Ti)‐NH2 and MIL‐125(Ti) for delivering colorectal cancer therapeutics 5‐fuorouracil
MIL-125(Ti) and its many modifications have demonstrated excellent biocompatibility, indicating significant potential as
a drug carrier. This study examined the delivery potential of 5-fluorouracil using MIL-125(Ti) or MIL-125(Ti)-NH2. The
synthesis of the two MOFs was conducted solvothermally at a temperature of 175 °C. This solvothermal approach yielded
MOFs with distinct and clear diffraction peaks, indicating the high crystallinity of both resulting MOFs. Based on the nitro
gen adsorption analysis, the surface areas for both MOFs were 712 m2/g for MIL-125(Ti) and 892 m2/g for MIL-125(Ti)
NH2. Both MOFs synthesized in this study possess micropore and small mesopore structures. In the 5-fluorouracil loading
experiment, MIL-125(Ti) exhibited a maximum loading capacity of 118.7 mg/g (47.48%), whereas MIL-125(Ti)-NH2
had 138.4 mg/g (55.36%). The drug release kinetics follow Higuchi and Ritger-Peppas methods with a maximum release
of 5-fluorouracil more than 92% for MIL-125(Ti)-NH2 achieved within 48 h and 88% for MIL-125(Ti). The optimum pH
for 5-fluorouracil release is 5.5. The cytotoxicity of both MOFs to osteoblast cells indicates their non-toxic characteristics
Metaphor translation techniques in the song lyrics in the album entitled Don Moen Open Worship
This research was to 1) To describe the types of metaphors in the song lyrics in the album entitled “Don Moen Open Worship”, 2) To analyze techniques used in the English-Indonesian metaphor translation of the song lyrics in the “Don Moen Open Worship album”. The data collection technique of this descriptive qualitative research was document analysis. The data analysis technique was ethnographic (Spradley, 2007), which was conducted by differentiating the data and non-data, taxonomizing them, analyzing their components, and analyzing their cultural themes. The results showed that all types of metaphors were found in the song lyrics, namely structural, orientational, and ontological. The most dominant type was structural because there were many metaphors whose meaning structures of the source domain were richer than the target domain. There were also various translation techniques of metaphor translation, namely established equivalent, explicitation, deletion, reduction, generalization, discursive creation, paraphrase, modulation, particularization, addition, implicitation, transposition, discursive creation + explicitation, and addition + particularization. The dominant type of metaphor translation technique was established equivalent. This was because most of the equivalents of metaphor translation were found in dictionaries and language use
Konsep entrepreneur dalam gagasan jean-baptiste say dan relevansinya di zaman ini
Entrepreneur adalah istilah yang digunakan kepada orang yang membuka usaha bisnis atau seorang yang melakukan proses menciptakan sesuatu yang baru di dalam aktivitas ekonomi. Istilah tersebut adalah yang pada zaman ini kita kerap kenal dan ketahui. Mungkin saja defisini tersebut sudah mengalami reduksi dari pengertian dan semangat awalnya. Istilah entrepreneur dipopulerkan oleh salah satu pemikir ekonomi yaitu Jean-Baptiste Say. Dalam skripsi ini entrepreneur yang diusung oleh Jean-Baptiste Say akan kembali dikupas. Pemikirannya di dalam teori ekonomi memiliki dampak yang signifikan di dalam pergerakan ekonomi bahkan sampai hari ini.
Pemilihan tema konsep entrepreneur dalam skripsi ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis atas proses dan dasar dari pembentukan istilah entrepreneur. Kriteria seseorang yang dapat disebut sebagai entrepreneur dan perannya di dalam pasar menjadi penting. Perekonomian dengan gaya kapitalisme menjadi lingkungan yang nyaman bagi para entrepreneur untuk bisa bebas berkompetisi dan mencari keuntungan.
Aktivitas di dalam pasar tidak akan pernah lepas dari sebab kondisi sosial, politik dan tentunya ekonomi. Begitu juga, bagaimana pasar sebaliknya juga memengaruhi kehidupan sosial di dalam masyarakat. Filsafat ekonomi oleh Say juga akan nampak di dalam hukum pasar miliknya. Tokoh ini banyak dipengaruhi juga oleh Adam Smith yang memulai teori ekonominya dari filsafat moral. Peran moralitas di dalam pasar menjadi hal sentral sebagai etika individual, inilah yang nanti akan mendorong Say dalam perumusan standar moral baru di dalam entrepreneur miliknya. Oleh karena itu, filsafat moral akan menjadi pisau analisis yang sekaligus dicari di dalam teori entrepreneur Say.
Penulisan skripsi ini dilakukan salah satunya untuk memenuhi kelulusan Strata Satu (S1) Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, mendalami melalui kacamata filsafat moral dalam teori entrepreneur Jean-Baptiste Say, serta melihat relevansinya pada konteks zaman ini. Penulis memperoleh data penelitian dengan studi Pustaka, yakni dari karya miliknya “A Treatise on Political Economy; Or The Production, Distribution, And Consumption Of Wealth” sebagai sumber primer beserta sumber – sumber sekunder lainnya. Penulis meneliti pemikiran Jean-Baptiste Say secara khusus pemikiran entrepreneur sebagai bagian dari kajian ekonomi yang berdasar dari filsafat moral.
Teori hukum pasar dan entrepreneur menurut Jean-Baptiste Say berdasar pada pentingnya peran produksi di dalam pasar dan masyarakat. Teori Say sering dikenal sebagai teori ekonomi makro, terutama hukum pasar miliknya. Sedangkan, teori entrepreneur lebih menekankan ekonomi dalam skala mikro. Tidak hanya ekonomi, tetapi juga moralitas yang perlu dimiliki sebagai modal seorang entrepreneur. Aktivitas di dalam skala ekonomi mikro, memiliki dampak di dalam ekonomi makro. Dengan kata lain, pembentukan moral pada setiap orang yang beraktivitas di dalam pasar, terutama dalam proses produksi menjadi penting pada kehidupan di dalam suatu masyarakat atau negara. Produksi menurutnya, tidak hanya bicara soal cara menjadi seorang yang kaya. Melainkan, menciptakan utilitas atau nilai yang berdasar dari fungsinya di dalam masyarakat