UGM Journals, OAI Repository
Not a member yet
    12430 research outputs found

    INCISION BELOW THE CLAMP SEBAGAI MODIFIKASI TEKNIK INSISI PADAFRENEKTOMI UNTUK MINIMALISASI PERDARAHAN

    Get PDF
    Latar Belakang. Perlekatan frenulum tinggi berdampak merugikan bagi jaringan periodontal maupun fungsi estetik. Perlekatan tinggi yang terjadi pada labialis superior, menimbulkan gingivitis dan sentral diastema yang menjadikan indikasi untuk dilakukan frenektomi. Frenektomi dengan teknik melakukan insisi di atas dan di bawah clamp berakibat lebarnya luka karena tarikan otot bibir, yang berdampak terjadi banyak perdarahan. Tujuan. Melakukan evaluasi terhadap modifikasi teknik insisi yang diharapkan dapat mengurangi perdarahan. Kasus dan Penanganan. Laporan kasus ini memaparkan penanganan kasus pada perlekatan frenulum tinggi yang diikuti adanya sentral diastema. Pasien dengan diagnose frenulum tinggi dan indikasi frenektomi dila~ukan tindakan preoperasi, Tindakan operasi dilakukan dengan menggunakan pisau bedah, modifikasi insisi (Insision below the Clamp) dilakukan dengan cara menempatkan clamp frenulum pada posisi yang berdekatan dan sejajar dengan bibir, tindakan insisi dilakukan di bawah clamp, disusul dengan penjahitan pada area mucolabial fold. Selama operasi dilakukan terlihat luka tidak melebar, tidak banyak darah yang keluar, pasien dan dokter merasa nyaman. Kesimpulan. Insision below the Clamp merupakan modifikasi teknik insisi pada frenektomi yang bisa dilakukan oleh para praktisi untuk meminimalisir perdarahan yang terjadi selama proses pengambilan frenulum dengan menggunakan pisau bedah. Maj Ked GiDesember 201118(2): 187-19

    THEMETHODDEVELOPMENTOF ANALYSISCd, Cu, Pb ANDZn INSEA WATERBY ADSORPTIVESTRIPPINGVOLTAMMETRY(ASY)INTHEPRESENCEOF CALCON ASCOMPLEXINGAGENT

    Get PDF
    A sensitive and selective adsorptive stripping voltammetric (AdSV) method to determine Cd(II), Cu(II), Pb(lI) and Zn(lI) in sea water is proposed. The aim of this study was to get optimum condition for the determination of Cd(II), Cu(II), Pb(lI) and Zn(II). Adsorptive stripping voltammetry has been used for ultra trace determination of Cd(II), Cu(II), Pb(lI) and Zn(lI) using calcon as a complexing agent (ligand). In this case, the optimum conditions were reached at 0.1 M KCI supporting electrolyte, concentration of 0.5 mM calcon for Cd(II), Cu(lI) 0.3 mM while 0.7 mM for Pb(lI) and Zn(II), pH 6 for Cu(lI) and pH 7 for Cd(II), Pb(lI) and Zn(II), accumulationpotential-O.5 V for Cu(lI) and Pb(lI) and -0.6 Vfor Cd(lI) and Zn(lI) and accumulationtime 70 see for Cd(II), 90 see for Cu(lI) and Pb (II) while 50 s for Zn(II). At the optimum condition the relative standard deviations were 7.80%, 4.25%, 8.70% and 0.86% for Cd(II), Cu(II), Pb(lI) and Zn(lI) respectively for eight replicates (n = 8) measurements of 10 Jlg/L Cd(II), Cu(II), Pb(lI) and Zn(II). The method was applied for the direct determination of Cd(II), Cu(II), Pb(lI) and Zn(lI) in sea water around Bungus, Padang City. Concentration Cd(II), Cu(II), Pb(lI) and Zn(lI) in sample were 13.200 Jlg IL for Cd(II), 17.200 Jlg/L for Cu(II), 0.089 Jlg/L for Pb(lI) and 62.000 Jlg/L for Zn(lI) with recovery of 98.68%, 97.99%, 96.17% and 99.96% for Cd(II), Cu(II), Pb(lI) and Zn(II), respectively

    PERAWATAN SALURAN AKAR MULTIKUNJUNGAN PROTAPER ROTARY FILES SINGLE CONE PADA NEKROSIS PULPA DISERTAI ASSES DENTOALVEOLAR AKUT (Terhadap Gigi Molar Pertama Kiri Mandibula)

    Get PDF
    Latar belakang. Perawatan saluran akar multi kunjungan merupakan perawatan endodonlik yang diperuntukan untuk kasus-kasus yang memerlukan proses penyembuhan antar kunjungan dan di peruntukan untuk lesi-Iesi akut dan merupakan kotra indikasi perawatan saluran akar satu kunjungan. Tujuan. Kasus ini adalah untuk untuk menginformasikan hasil evaluasi perawatan saluran akar multi kunjungan pada gigi molar pertama kiri mandibula yang nekrosis pulpa dengan abses dentoalveolar akut Kasus. Pasien perempuan berusia 20 tahun datang ke klinik Konservasi Gigi RSGM FKG UGM ingin merawat gigi bawah kiri yang mengalami rasa sa kit aku!. Berdasarkan pemeriksaan subyektif, obyektif dan radiografis diperoleh diagnosis gigi molar pertama kiri mandibula nekrosis pulpa dengan abses dentoalviolar akut Penanganan. Perawatan yang dilakukan perawatan saluran akar multi kunjungan protaper rotary files, kunjungan sebanyak 3 kali kunjungan dan diobturasi dengan metode single cone dan kemudian dilanjutkan dengan perawatan crown lengthening pemasangan pasak radix anchor, pembuatan inti dan pembuatan jaket full crown fused to metal. Hasil. Evaluasi klinis pad a waktu kontrol gigi menunjukkan perkusi, palpasi sudah tidak terasa sakit pemeriksaan radiografi menunjukkan sudah tidak ada kelainan gambaran radiolusen. Maj Ked GiJuni 201118(1): 44-4

    WACANA KEKERASANDAN RESISTENSI PEREMPUAN DALAM FILM KARYA SUTRADARAPEREMPUAN

    Get PDF
    Movie titled "Mereka Bilang Saya Monyet", created by women director Djenar Maesa Ayu was a movie about women with different perspective. This movie reveals a discourse on violence and women resistance against violence. The dimension of violence appears includes parents-child violent, adult men with his daughter, and adult men with adult women, psychologically, physically, and sexually. Violence appears due to the imbalance relation between subject and object. The effect of this violence could be in a form of fear, anger and undermining feeling, harassed, unworthy, and encourage the victim to act on it. The discourse of violence based on gender is a result of patriarchy culture construction.. The resistance was portrayed in a form of victim sufferings, anger and resisting. Women director perceived these issues from different perspective. The violence on women would not be enough if only being observed from the perspective of normative, law and social obligation. This issue should be seen by positioning women as the subject (survivor) and also violence on women is a crime against humanity. Key words: Women Violence, Resistance, Film and Discourse Film Mereka BHang Saya Monyet karya sutradara perempuan Djenar Maesa Ayu merupakan film tentang perempuan dengan perspektif berbeda. Film ini mengungkap wacana kekerasan dan resitensi perempuan melawan kekerasan. Dimensi kekerasan yang ditampilkan antara lain kekerasan orang tuaanak, laki-Iaki dewasa pada anak perempuan dan laki-Iaki dewasa pada perempuan dewasa berupa kekerasan psikis, fisik, dan seksual. Kekerasan muncul karena relasi yang timpang antara subjek dan objek. Efek kekerasan berupa ketakutan, kemarahan, rasa direndahkan, dilecehkan, tidak berharga dan mendorong korban melakukan perlawanan. Wacana kekerasan berbasis gender merupakan buah dari konstruksi budaya patriarkhi. Resistensi digamba~kan dalam bentuk penderitaan pad a korban, kemarahan dan perlawanan. Sutradara perempuan melihat persoalan perempuan dengan sudut pandang berbeda. Kekerasan pada perempuan tidak cukup dilihat dari perspektif normatif, hukum, dan kepatutan sosial, ia dilihat dengan menempatkan perempuan sebagai subyek (survivor) serta kekerasan pada perempuan adalah persoalan kejahatan pada kemanusiaan. Kata Kunci: Wacana kekerasan, Resistensi, Perempuan and Fil

    THE DYNAMIC OF POWER RELATION OVER BOMBANA\u27S GOLD MINING IN SOUTHEAST SULAWESI INDONESIA

    No full text
    Sebuah situs tambang emas ditemukan di Kabupaten Bombana, Propinsi Sulawesi Tenggara pada tahun 2008. Banyak orang kemudian berbondong-bondong mendatangi situs tersebut untuk melakukan penambangan informal. Menyikapi hal ini, pemerintah daerah segera memberlakukan larangan kepada mereka karena dianggap merusak lingkungan. Pada saat yang sarna, pemerintah membuka pintu pada perusahaan tambang untuk melakukan investasi. Bagaimanapun, para penambang informal ini tidak menyerah. Mereka mencari dukungan pada Lembaga Swadaya Masyarakat dan mahasiswa. Hasilnya, ketiga kelompok ini berkolaborasi untuk melakukan perlawanan terhadap pemerintah yang pada gilirannya menyulut konflik diantara mereka. Tiap-tiap kelompok tampak menunjukkan klaimnya atas situs tersebut sehingga masing-masing mengkontestasikan kuasanya terhadap kelompok lain. Uniknya, sebagaimana hasil studi ini, konflik tersebut berpotensi menjadi kerjasama. Artikel ini merupakan intisari dari penelitian mengenai dinamika relasi kekuasaan di situs tambang emas Bombana yang menggunakan metode kualitatif seperti wawancara semi terstruktur, studi literatur, dan observasi. Kata kunci: relasi kuasa, konflik, kerjasama, Bombana In the mid of2008, a new gold mining site was found in Bombana\u27s upland, Southeast Sulawesi, Indonesia. Many people collectively came to the site to do informal mining. Unfortunately, they damaged environment surrounding which led the local government banned their activity. At the same time, the government welcomed companies to invest. However, the miners did not give in. They looked for suppart from non government organizations and students. These groups made collaboration to confront the government which in turn resulting bloodshed conflict among them. While each group claimed to have rights over the site and led them to contest its power over others, interestingly, according to the main finding of this study, such conflict potentially becomes cooperation. This study employed qualitative method such as semi structured interview, literature study, and observation. - Keywords: interestingly, conflict, cooperation, Bomban

    REPRESENTASI WACANA GENDER DALAM UNGKAPAN BERBAHASA INDONESIA DAN BAHASA INGGRIS: ANALISIS WACANA KRITIS

    Get PDF
    The result depicts that based on intra-linguistic analysis, English, and Indonesian idioms which contain gender discourse are in theforms of noun, phrases, Sub-clause, Simple sentence, Elliptical sentence, Compound, Complex, and Compound-Complex sentences. Based on the meaning and reference analysis, it is known that such idioms have various meanings: strength and weaknesses, success, marriage, sexuality, negative things, and wisdom. Besides, seen from the doer, the idioms can refer to men, women, and men and/or women. Based on Critical Discourse Analysis (CDA), such idioms can be analyzed based on the aspects of action, context, history, power, ideology and representation, which, then, are known that: (a) men are assumed as representative in various affairs and things (esp. in success and goodness)(b) men are active in marriage and sexuality(c) women take more part in domestic domain(d) women become negative metaphorand (e) there is unequal relationship between women and men. Keywords: Idioms, gender discourse, critical discourse analysis/CDA Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis secara intralinguistik, idiom dan ungkapan Bahasa Indonesia juga Bahasa Inggris yang mengandung wacana gender berbentuk Nomina, Frase nomina, Frase verba, Frase adjektiva, Frase preposisi, Anak kalimat, Kalimat Tunggal, Kalimat Tunggal (Elipsis), Kalimat Majemuk Setara, Majemuk Bertingkat dan Majemuk Campuran. Dari analisis makna dan acuan, diketahui adanya makna beragam: kelemahan dan kelebihan seseorang, kesuksesan, pernikahan, seksualitas, hal-hal negatif, dan kebijaksanaan. Dilihat dari pelakunya, idiom dan ungkapan tersebut mengacu kepada jenis kelamin laki-laki, perempuan dan laki-laki dan/ atau perempuan. Berdasarkan analisis wacana kritis, terdapat aspek/karakteristik tindakan, historis, konteks, kekuasaan, ideologi dan representasi sehingga diketahui: (a) Laki-Iaki dianggap sebagai wakil banyak urusan (terutama urusan kesuksesan dan kebaikan)(b) Laki-Iaki sebagai pihak yang aktif dalam pernikahan dan seksualitas(c) Perempuan lebih banyak berperan di ranah domestik(d) Perempuan dijadikan perumpamaan hal-hal yang negatifdan (e) Adanya hubungan yang tidak seimbang antara perempuan dan laki-Iaki. Kata Kunci: Idiom dan ungkapan, wacana gender, analisis wacana kriti

    PERAWATAN APEKSIFIKASI MENGGUNAKAN MINERAL TRIOXIDE AGGREGATE (MTA) DILANJUTKAN DENGAN PEMBUATAN PASAK FIBER DAN RESTORASI MAHKOTA JAKET PADA GIGIINSISIVUS PERTAMA KANAN DAN KIRI ATAS

    No full text
    Perawatan apeksifikasi merupakan perawatan saluran akar pad a gigi nekrosis dengan apeks terbuka. Keadaan ini biasanya terjadi pada gigi imatur yang mengalami trauma. Tujuan dari perawatan ini untuk menutup bagian apikal pad a gigi yang belum tumbuh sempurna tetapi sudah nekrotik, dengan menggunakan bahan yang dapat menutup bagian apikal sehingga sa luran akar dapat diobturasi. Pada kasus ini, seorang anak laki-Iaki mengalami trauma pada gigi insisivus pertama kanan dan kiri atas yang mengakibatkan gigi tersebut fraktur. Dari pemeriksaan radiografis terdapat radiolusensi pada apikal masingmasing gigi. Penatalaksanaan kasus ini meliputi pembersihan saluran akar, desinfeksi saluran akar, pemberian MTA, pemasangan pasak fiber dan diakhiri dengan restorasi mahkota jaket. Tahap desinfeksi dilakukan dengan menggunakan kalsium hidroksida sebanyak dua kali, pada kontrol pertama terlinat radiolusensi mengecil dan pad a kontrol kedua radiolusensi hilang. Keberhasilan perawatan apeksifikasi menggunakan MTA telah dibuktikan oleh beberapa literatur

    Membandingkan Tingkat Kesulitan Odontectomy Molar III Bawah Impakted Comparison Odontectomy Difficulty in Lower Third Molar Impacte

    Get PDF
    Gigi molar III bawah biasanya tumbuh impakted,dan umumnya menyebabkan suatu masalah, odontectomy dilakukan untuk menghilangkan atau mengurangi masalah yang timbul. Gigi molar III impakted mempunyai beberapa klasifikasi menurut Pel! dan Gregory, salah satunya berdasar kedalaman pada tulang rahang. seperti posisi A , posisi B dan posisi C. Pederson membuat tingkat kesulitan odontectomyberdasarkan posisi sebagai berikut : tingkat paling sulit adalah posisi C, diikuti posisi B dan yang paling mudah adalah posisi A. Tujuan: penelitian ini membandingkan tingkat kesulitan odontectomygigi molar III bawah impakted posisi A dibandingkan posisi B. Bahan Dan Cara:_104 pasien di Rumah Sakit Binasehat Jember tahun 2008-2010 dengan gigi molar III yang impakted klas II posisi mesioangular dilakukan odontectomy.Tujuh puluh empat dari pasien tersebut kedalaman gigi impakted pada posisi A, dan 30 pasien gigi impakted posisi B. Waktu yang dibutuhkan untuk mengeluarkan gigi impakted dihitung mulai pembuatan flap sampai keluarnya gigi dari socket Hasil Dan Simpulan: rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk odontectomyposisi A adalah 17,20 menit, dan posisi B 17,57 menit. Tidak ada perbedaan yang bermakna waktu yang diperlukan untuk odontectomy posisi A dan posisi B baik secara klinis maupun statistik (p>0,05)

    PENGOBATAN TUBERKULOSIS RONGGA MULUT

    Get PDF
    Penyakit tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global, sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi. TB merupakan penyakit infeksi granulomata kronis yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis. lesi TB pada rongga mulut sering merupakan infeksi sekunder dari infeksi primer TB paru. lesi TB pada mukosa rongga mulut sering mengenai lidah, palatum, mukosa bukal, gingiva dan bibir. lesi TB di rongga mulut pada umumnya berupa ulkus kronis dengan indurasi dan sulit sembuh. Tujuan penulisan artikel ini adalah menelaah pengobatan infeksi TB rongga mulut. Pada pengobatan lesi infeksi TB rongga mulut, pertimbangan pemeriksaan fisik lengkap, tes diagnostik seperti foto rontgent dad a , spesimen biopsi untuk studi histologis dan kultur organisme penting dilakukan. Pengobatan secara sistemik dengan OAT (Obat Anti Tuberculosis) telah terbukti secara efektif menyembuhan lesi TB rongga mulut

    PEMANFAATAN GEDUNG-GEDUNG MILIK PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN YANG BERDIRI DI ATAS TANAH KAS DESA OLEH PIHAK KETIGA DENGAN SISTEM SEWA

    Get PDF
    This research was aimed to identify the utilization of buildings owned by the goverment of the Residence of Sleman on the ground asset of the village by a third side along with its constraind encountered during the comse of its utilization. The research was categorized as a descriptive empirical legal research of which the data collection was by way of interviewing some data resources and respondents. A library investigation was performed to support and complete the data from the field. The result was then qualitatively analyzed and presented afterwards in a descriptive and analytical report.The result of the research showed that the utilization of the buildings of the Residence of Sleman\u27s property on village owned ground by a third side under a rental system was executed through two appeals launched by the third side simultaneously, where the first procedure was for a field visit by the village and the Sleman residential authorities, a coordination of the village and the residential authorities, the negotiation upon the price and the period of the rent of the village-owned ground and building with the third side. The result of the talks about the price for the rent was then processed by the village authorities up to the point the rent for the ground agreement was issued. the residential government of Sleman would process the appeal until the rent of the building agreement was officially signed. Obstacles in the implementation of the utilization werw caused by the fact that there werw no fixed and clear regulations dealing with determining the price for the rent of the buildings owned by the residential government of Sleman. This coused the rental price of the buildings owned by the residential government of Sleman unfixed and blurred. Besides, the procedure for the utilization of the buildings owned by the residential government of Sleman which were on the villag~wned ground by a third side, in which two appeals to rent for along period of time were needed would take a very long time to settle. And, when the price of land and the price of the building combined, the fiDa1fixed price would be too high to be attractive to a third side to invest, which would result that many buildings owned by the residential government of Sleman would be out of the maintenance due to the unavailability of maintenance cost in the Residencels budget Apart from that, the village authority would not get any income from the ground where the building was locate

    10,382

    full texts

    12,430

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UGM Journals, OAI Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇