UGM Journals, OAI Repository
Not a member yet
12430 research outputs found
Sort by
PERUBAHAN TINGGI WAJAH DAN ROTASI MANDIBULA PADA MALOKLUSI KLAS II DIVISI1 DENGAN SUDUT BIDANG MANDIBULA KECIL DAN BESAR SESUDAH PERAWATAN TEKNIK BEGG (Kajian Sefalogram Lateral)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tinggi wajah dan rotasi mandibula pada maloklusi klas II divisi 1 dengan sudut MP-SN kecil (MP-SN &le27°) dan besar (MP-SN &le37°) serta melihat perbedaan perubahan antara kedua kelompok tersebut sesudah dilakukan perawatan teknik Begg. Penelitian dilakukan pada sefalogram dari subjek laki-Iaki dan perempuan usia 18-25 tahun dengan maloklusi klas II divisi 1, terdiri dari 9 subjek untuk kelompok sudut MP-SN kecil dan 13 subjek untuk kelompok
sudut MP-SN besar. Pengukuran sefalogram meliputi tinggi wajah anterior, tinggi wajah anterior bawah, sudut Yaxis, posisi horizontal pogonion dan tinggi gigi molar mandibula. Perubahan sebelum dan sesudah perawatan
pada masing-masing kelompok dianalisis dengan paired t-test, dan untuk mengetahui perbedaan perubahan antara kedua kelompok dianalisis dengan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan tinggi wajah anterior, peningkatan tinggi wajah anterior
bawah, rotasi mandibula searah jarum jam, pergerakan mandibula ke posterior dan ekstrusi gigi molar mandibula yang bermakna (p < 0,05) pad a kelompok sudut MP-SN kecil dan besar. Peningkatan tinggi wajah anterior, peningkatan tinggi wajah anterior bawah, rotasi mandibula searah jarum jam dan pergerakan mandibula ke
posterior tidak menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok sudut MP-SN kecil dengan kelompok sudut MP-SN besar sedangkan ekstrusi gigi molar mandibula menunjukkan perbedaan bermakna (p < 0,05) antara kedua kelompok tersebut
HUBUNGAN ANTARA KADAR PELEPASAN ION FLUOR DARI RESTORASI SEMEN ION OMER KACA FUJI VII DENGAN VOLUME DAN pH SALIVA BERDASARKAN WAKTU
Ion Fluor dari restorasi SIK dapat terlepas baik ke struktur gigi mapun ke dalam saliva. Fluor dapat bekerja secara efektif antara lain dipengaruhi oleh pH rongga mulut. Reaksi setting restorasi SIK merupakan reaksi asam bas a dan akan menimbulkan stimulus asam pada saliva sampai dengan polimerisasi selesai. Asam tersebut
dapat merangsang glandula saliva untuk mensekresikan saliva. Semakin tinggi sekresi saliva maka akan semakin tinggi pH saliva. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kadar pelepasan ion fluor dari restorasi SIK
Fuji VII dengan volume dan pH saliva berdasarkan waktu. Penelitian dilakukan pada 13 anak-anak SO Kecamatan Olingo umur 6-8 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Pada setiap subyek dilakukan restorasi SIK Fuji VII pada gigi incisivus rahang atas. Kadar fluor, volume dan pH saliva diukur saat hari ke-O, ke-10, ke-30 dan 60. Kadar ion fluor saliva diukur dengan spektrofotometri OR 2000(ppm), pH saliva dengan pH meter sedangkan volume saliva dengan tabung ukur (ml/menit). Analisis statistik Spearman Gorrelation menunjukkan adanya hubungan positif dan bermakna antara kadar
pelepasan ion fluor dengan volume saliva hanya pada hari ke-10 dan ke-30, hubungan paling erat pad a hari ke- 10 (r=0,923p=0,001). Hubungan negatif dan bermakna antara kadar pelepasan ion fluor dengan pH saliva hanya terdapat pada hari ke-10 dan ke-30, hubungan paling erat pada hari ke-10 (r=-0,896p=0,004). Hubungan positif, bermakna dan sangat erat antara volume dan pH saliva dari restorasi SIK Fuji VII terdapat pada setiap waktu pengamatan (hari ke-O, ke-10, ke-30 dan ke-60). Kesimpulan pada hari ke-10 dan ke-30 menunjukkan semakin tinggi pelepasan ion fluor dari restorasi SIK Fuji VII maka akan diikuti dengan peningkatan volume dalam
saliva serta semakin tinggi pelepasan ion fluor dari restorasi SIK Fuji VII maka akan diikuti dengan penurunan pH dalam saliva. Pada setiap waktu pengamatan menunjukkan semakin tinggi volume saliva maka akan diikuti dengan peningkatan pH saliva
PENGARUH PELEPASAN ION FLUOR OARI RESTORASI SEMEN IONOMER KACA FUJI VII@ TERHAOAP PERTUMBUHAN Streptococcus alpha OANpH SALIVA (Kajian OiSO Kecamatan Olingo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta)
Semen ionomer kaca (SIK) Fuji VII biasa digunakan sebagai bahan restorasi gigi desidui. Salah satu kelebihan SIK Fuji VII adalah dapat melepas ion fluor ke gigi dan saliva, sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan memperkuat email gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelepasan ion fluor dari restorasi SIK Fuji VII terhadap pertumbuhan Streptococcus alpha (S.alpha) dan pH saliva. Subyek penelitian terdiri atas 13 anak-anak SD di Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta yang berumur 6-8 tahun. Data pertumbuhan S.alpha plak gigi diperoleh dengan mengusap memakai cotton bud steril pada
permukaan bukal molar desidui rahang atas kemudian diinkubasi selama 24 jam. Data pH saliva diperoleh dengan menampung saliva tanpa rangsangan dari rongga mulut pada cawan plastik setiap 1 menit selama 5 menit. Pengambilan data dilakukan pada hari sebelum restorasi (hari ke 0, 10, 30 dan 60). Untuk mengetahui adanya perbedaan pertumbuhan S.alpha dan pH saliva antar waktu pengambilan data masing-masing dilakukan uji Friedman, dilanjutkan uji Wilcoxon dan uji Repeated ANOVA dilanjutkan Pairwise Comparison. Untuk
mengetahui korelasi antara pertumbuhan S.alpha dan pH saliva dilakukan uji korelasi Pearson.
Rerata pertumbuhan S. alpha pada hari ke 0 sebesar 364.104 :!:454.104 CFU/ml, hari ke 10 sebesar 139.104 :!:323.104 CFU/ml, hari ke 30 sebesar 435.104 :!:485.104 CFU/ml dan hari ke 60 sebesar 1735.104 :!: 1456.104 CFU/ml. Hasil uji Friedman terhadap pertumbuhan S.alpha menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna (X2= 18,307p=O,OO).Uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara hari ke 0
dengan hari ke 10 dan 60hari ke 10 dengan hari ke 30 dan 60. Rerata pH saliva pada hari ke 0 sebesar 7,11 :!: 0,66hari ke 10 sebesar 6,90 :!:0,68hari ke 30 sebesar 6,92 :!:0,55 dan hari ke 60 sebesar 7,19 :!:0,46. Hasil uji Repeated ANOVA menunjukkan adanya perbedaan bermakna pH saliva antarahari ke 0, 10, 30 dan 60
(F=7,123a,p=O,008). Hasil Pairwise Comparison menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna kecuali antara hari ke 30 dengan 60. Korelasi negatif bermakna hanya ditemukan pada hari ke 60 (r=-0,665*, p=O,013)antara pertumbuhan S.alpha dengan pH saliva. Disimpulkan bahwa penparuh pelepasan ion fluor dari restorasi SIK Fuji VII berakibat pertumbuhan S.alpha pada awal (364.104:!:454.10 CFU/ml) mengalami penurunan sampai hari ke 10, setelah hari ke 10 mengalami peningkatan dan tertinggi pada hari ke 60. Derajat keasaman (pH) saliva berakibat pada awal (7,11 :!: 0,66) mengalami penurunan sampai hari ke 10, setelah hari ke 10 mengalami
peningkatan dan tertinggi pada hari ke 60. Peningkatan pertumbuhan S.alpha diikuti dengan penurunan pH saliva pada hari ke 60
Pemulihan gizi buruk rawat jalan dapat memperbaiki asupan energi dan status gizi pada anak usia di bawah tiga tahun
ABSTRACT
Background: New approaches for the management of severe malnutrition such as outpatient rehabilitation complement the existing WHO inpatient protocols.
Objective: The objectives of this study was to assess the improvement of energy intake as well as the nutritional status of severe malnourished children during comprehensive outpatient rehabilitation.
Method: This study was conducted among severe malnourished children treated as outpatient rehabilitation at Nutrition Clinic at Center of Food and Nutrition Research and Development (CFNRD) in Bogor, Indonesia. The design of the study was one group pretest-posttest design and recruitment of sample was taken from health centers in Bogor District. The criteria of sample was severe acute malnutrition based on weight for height Z score (WHZ) < -3 or, having clinical sign and aged under three years old. During a-six-months-comprehensive rehabilitation, the treatment was performed including: treatment of infectious diseases, nutrition and health education, psychosocial stimulation, formula-milk and supplementary feeding. WHO formula-milk was provided as F-75 and F-100 and supplementary feeding was given such as blended food, biscuit.
Results: From a total of 26 severely malnourished children were selected, 24 children included in the analysis, 1 child was died, 1 child was dropout. It was found that the average energy intake in baseline was 82 + 15 kcal/kg body weight/day. After 1 month and 3 months intervention, average energy intake increased significantly to 121 + 13 kcal/kgBW/day and to 148 + 21 kcal/kg BW/day, respectively (
UPAYA PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA TERORISME DI INDONESIA
Terrorism has become the most serious issue in Indonesia after terrorist attacks in Bali, November 2002. With the current condition where Indonesia still faces a key risk of new militant attacks with new cells and more bomb experts, this paper aims to analyse the way Indonesian government fight against terrorism.
Terorisme adalah permasalahan yang sangat serius di Indonesia, pasca serangan bom di Bali pada November 2002. Dengan keadaan sekarang di mana Indonesia masih menghadapi permasalahan serius serangan militan dengan jaringan baru dan lebih banyak ahli bom, tulisan ini bertujuan menganalisis cara yang ditempuh pemerintah untuk melakukan penanggulangan tindak pidana terorisme
RESTORASI ESTETIK DAN PERBAIKAN POSISI GIGI DENGAN VENEER LABIAL MENGGUNAKAN RESIN KOMPOSIT SECARA DIREK
Tujuan melakukan restorasi dengan veneer labial menggunakan resin komposit secara direk adalah untuk memperbaiki estetika gigi dalam satu kali kunjungan dan mempertahankan fungsinya selama mungkin di dalam mulut. Pada kasus ini, seorang wanita dewasa dilakukan restorasi veneer labial menggunakan resin komposit secara direk pada gigi insisivus lateral kanan maksila dengan karies sekonder pada restorasi resin komposit kelas III yang sudah lama dan posisi gigi tampak lebih ke palatal. Penatalaksanaan kasus meliputi pembuangan tumpatan lama, pembersihan karies, preparasi dengan bevel, penentuan warna gigi, pengambilan email gigi pada permukaan labial, aplikasi lining untuk melindungi jaringan pulpa, pemberian etsa asam, aplikasi bonding, restorasi dengan resin komposit menggunakan warna dentin dan email.lalu diakhiri dengan penghalusan dan pembentukan kontur gigi. Veneer labial menggunakan resin komposit secara direk merupakan restorasi pilihan yang patut dipertimbangkan karena bersifat invasif minimal. Kesimpulan dari laporan ini adalah bahwa karies luas yang melibatkan permukaan labial disertai malposisi gigi yang ringan dapat diatasi dengan restorasi veneer labial menggunakan resin komposit secara direk tanpa harus membuang jaringan gigi lebih banyak
"RICEBRANCOFFEE",INOVASI UNIKMINUMAN KOPIYANGSEHAT DAN KAYANUTRISI
Ricebran atau bekatul adalah hasil samping penggilingan padi yang diperoleh dari lapisan luar karyopsis beras. Meskipun bekatul tersedia melimpah di Indonesia, pemanfaatannya untuk konsumsi manusia masih terbatas. Hingga saat ini, pemanfaatannya terbatas sebagai pakan. Padahal, nilai gizi bekatul sangat haik. kaya akan vitamin B, vitamin E, asam lemak esensial, serat pangan, protein, Oryzanol. dan asam ferulat. Bekatul dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pangan sehat (healthy food). Pangan sehat merupakan suatu jenis pangan yang kandungan zat gizinya dapat berfungsi untuk menjaga atau membantu memulihkan kesehatan tubuh manusia. Dari segi zat gizi, bekatul mengandung asam amino lisin yang lebih tinggi dibandingkan beras. Walaupun kandungan protein bekatul lebih rendah daripada telur dan protein hewani, tetapi lebih tinggi dari pada kedelai, biji kapas, jagung, dan terigu. Bekatul juga merupakan sumher asam lemak tak jenuh
esensial berbagai macam vitamin (B I, B2, B3, B5, B6. B15, dan tokoferol), serat pangan, dan
mineral. Bekatul yang dikonsumsi secara rutin dapat berkhasiat menyembuhkan berbagai
penyakit, antara lain diabetes melitus, hipertensi, kolesterol, dan menyempurnakan proses
metabolisme tubuh. Ricebran Coffee merupakan suatu inovasi yang menggabungkan cita rasa kopi dengan sehatnya bekatul. Ricebran Coffee telah mampu membuat orang sadar bahwa bekatul tidak selalu identik dengan makanan ternak. Para konsllmen Ricebran Coffee menjadi tahu bahwa bekatul memiliki banyak manfaat dan kandungan nutrisinya sangat baik bagi tubuh. Segala bentuk peliputan media dimanfaatkan oleh Ricehran Coffee sebagai sarana edukasi mengenai bekatul kepada masyarakat luas
The role of tumor-associated macro phages in breast cancer
Interaction of Tumor-Associated Macrophages (TAMs) with tumor cells gives insights into tumor progression and into a novel therapeutic strategy. In papillary thyroid cancer, patients with tumors containing TAMs had a better prognosis than patients without TAMs. In prostatic cancer, the reduced of total TAMs can be used as a novel prognostic marker. In melanoma maligna, high number of TAMs was statistically significant associated with poor response to treatment.
In breast cancer progression, the role of TAMs is still unclear
PENGARUH PEMBERIAN ASAM HIALURONATJELl 0,8% TERHADAP KECEPATAN PROSES PENYEMBUHAN LUKAPASCA FRAKTUR SIMPISIS MANDIBULA (Studi Eksperimental pada Cavia cobaya tentang pembentukan Angiogenesis, serabut kolagen dan osteobla
Proses penyembuhan luka pasca fraktur simpisis mandibula merupakan respon alami dari jaringan tubuh.Tahap koagulasi akan mengawali proses ini dilanjutkan pembentukan jaringan granulasi pada fase proliferasi dan diakhiri fase remodeling. Angiogenesis berperan dalam proses proliferasi, kolagen berinteraksi pada matrik ekstraseluler sedangkan osteoblas bertanggung jawab terhadap pembentukan tulang baru. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang pengaruh aplikasi asam hialuronat jeli 0,8% terhadap kecepatan proses penyembuhan luka pasca fraktur simpisis mandibula dengan
mengamati angiogenesis, kepadatan kolagen dan osteoblas. .Penelitian eksperimental murni dilakukan terhadap 20 ekor marmot, yang dibagi kedalam 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Pada kelompok perlakuan dilakukan fraktur buatan pada simpisis mandibula dengan menggunakan bur fisur tulang, kemudian diaplikasikan asam hialuronat jeli 0,8% pada garis fraktur dan dilakukan fiksasi semi rigid dengan kawat 0,2 mm. Pada kelompok kontrol hanya dilakukan fraktur buatan pada simpisis mandibula tanpa aplikasi asam hialuronat jeli 0,8%. Potongan jaringan tulang
mandibula dilakukan pengecatan Hematoksilin Eosin untuk melihat angiogenesis hari ke-3, pengecatan Mallory untuk melihat kepadatan kolagen hari ke-3 dan 14 serta untuk melihat osteoblas hari ke-14. Berdasarkan analisis statistik uji-t menunjukkan adanya perbedaan jumlah pembuluh darah baru dan osteoblas antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan (p: 0,000). Analisis statistik dengan uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan signifikan kepadatan serabut kolagen antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p: 0,000), sedangkan berdasarkan hari pengamatan peningkatan ketebalan serabut kolagen lebih
ban yak pada hari-14 daripada hari-3 (p: 0,000). Untuk kelompok perlakuan, perbandingan potongan apikal dengan medial (p: 0,190), koronal dengan apikal (p: 0,190) dan potongan koronal dengan medial (p: 1,000).
Kesimpulan penelitian ini adalah asam hialuronat jeli 0,8% mempunyai pengaruh terhadap kecepatan proses penyembuhan luka pasca fraktur simpisis mandibula
PERBEDAANSUDUT SNA, SNB, MPSN DAN RELASIGIGI ANTERIOR ANTARASEBELUM DANSESUDAH PERAWATANANTERIOR CROSSBITETIPE DENTALDENGAN PESAWATHAWLEY (KajianSefalometri pada anak usia 9-10 tahun di Fakultas Kedokteran Gigi Universit
Anterior crossbite tipe dental adalah keadaan inklinasi salah satu gigi atau beberapa gigi anterior rahang atas lebih ke palatal dibandingkan gigi anterior rahang bawah yang berasal dari aspek dental. Perawatan sebaiknya dilakukan sejak dini untuk menghindari perawatan ortodonti kuratif kompleks pada masa gigi permanen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan sudut SNA, SNB, MPSN, relasi gigi anterior (overbite dan overjet) antara sebelum dan sesudah perawatan anterior crossbite tipe dental. Jenis penelitian ini adalah eksperimental semu dengan rancangan penelitian cross sectional. Subjek penelitian adalah anak berusia 9-10 tahun yang dirawat di Departemen Ortodonti Fakultas Kedokteran Gigi
Universitas Sumatera Utara. Jumlah subjek adalah dua belas anak dengan kriteria anterior crossbite tipe dental. Penapakan sefalometri dilakukan sebelum dan sesudah perawatan untuk mengetahui perbedaan besar sudut
SNA, SNB dan MPSN serta overbite dan overjet masing-masing subjek. Hasil analisis Paired t-test menunjukkan perbedaan bermakna sudut SNA dan MPSN antara sebelum dan sesudah perawatan (p 0.05). 91,67% subjek mencapai overbite normal, 8,33% tidak mencapai overbite normal dan 75% subjek mencapai rentang normal overjet, 25% tidak mencapai overjet normal sesudah
perawatan anterior crossbite tipe dental. Kesimpulan terdapat perbedaan sudut SNA, MPSN antara sebelum dan sesudah perawatan anterior crossbite tipe dental, tidak terdapat perbedaan sudut SNB sesudah perawatan
anterior crossbite tipe dental dan 91,67% subjek mencapai overbite normal, 8,33% belum mencapai .overbite normal sesudah perawatan anterior crossbite tipe dental. Sebanyak 75% subjek mencapai overjet normal, 25%
~elum mencapai overjet normal sesudah perawatan anterior crossbite tipe dental