UGM Journals, OAI Repository
Not a member yet
12430 research outputs found
Sort by
QSAR MODELING OF 2-[CH(OH)X]-S,8-(OYh-l,4- NAPHTHOQUININES AGAINST L12l0 CELLS USING MULTIPLE LINEAR REGRESSION
Quinones are present in many drugs such as anthracyclines, daunorubicin, doxorubicin, mitomycin, mitoxantrones and saintopin, which are used clinically in the therapy of solid cancers. The cytotoxic effects of these quinone are mainly due to the inhibition of DNA topoisomerase-II. It is the necessity to develop the l,4-Naphthoquinone analogues with Cytotoxic effect. Here 2- [CH(OH)X]-5,8-(OY)₂-l,4-Naphthoquinines analogues have been used to correlate the cytotoxic activity with the Eccentric Connectivity index (ECI), Fragment Complexity (FC) and McGowan Volumes (MG) for studying the Quantitative Structure Activity Relationship (QSAR). Correlation may be an adequate predictive model which can help to provide guidance in designing and subsequently yielding greatly specific compounds that may have reduced side effects and- improved pharmacological activities. We have used Multiple Linear Regression (MLR), one of the best methods for developing the QSAR model. Results from this QSAR study have suggested that ECI, FC and MG are the important descriptors for cytotoxic activities of l,4-Naphthoquinones against L1210 cells. For the validation of the developed QSAR model, statistical analysis such as data point-descriptor ratio, fraction of variance, cross validation test, standard deviation, quality factor, Fischer\u27s testand internal validation such as V-randomization test have been performed and all the tests validated this QSAR model
PENGATURAN PAJAK DAERAH DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DAN KOTA YOGYAKARTA.
The enactment of Act Nr. 28 of 2009 on Local Taxes and Local Levies would allegedly pose some juridical impact on local tax collection at the provincial and districtlcities throughout Indonesia. The juridical impact would at least occur to local regulations governing local taxes, Regional Government Revenue and Expenditure (APED), and the oversight of local regulation by the provincial and district/ city governments. This research is a normative-empirical research, which aims to analyse changes of local taxes law in Act Nr. 28 of 2009. This study offers an insight of the impact of this Act on local tax collection in the special province of Yogyakarta.
Pemberlakuan UU No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah disinyalir akan menimbulkan beberapa dampak yuridis terhadap pemungutan pajak daerah di tingkat provinsi dan kabupatenlkota di seluruh Indonesia. Dampak yuridis tersebut setidaknya tetjadi terhadap produk hukum daerah yang mengatur tentang pajak daerah, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daer.m (APBD), dan pengawasan produk hukurn daerah oleh pemerintah provinsi dan pemerintah kabupatenlkota. Penelitian ini merupakan penelitian normatif-empiris, yang bertujuan menganalisis perubahan pengaturan tentang pajak daerah dalam UU No. 28 Tahun 2009, sehingga melalui penelitian ini terlihat dampak yuridis penegakan UU ini pada pengumpulan pajak lokal di Provinsi DIY
PEMAKAIAN INCLINED BITE PLANE UNTUK KOREKSI GIGITAN TERBALIK ANTERIOR PADA ANAK
Latar Belakang. Anak dengan gigitan terbalik anterior pada umumnya mempunyai keluhan dalam hal estetik dan fungsi pengunyahan. Kondisi gigitan terbalik biasanya disebabkan oleh adanya kebiasaan buruk dan faktor keturunan yang semakin memperparah keadaan tersebut. Pada kasus ini ditampilkan dua anak dengan gigitan terbalik anterior yang disebabkan oleh adanya kebiasaan buruk bertopang dagu dan mendorong lidah ke gigi anterior bawah. Perawatan menggunakan inclined bite plane dapat mengkoreksi gigitan terbalik anterior.Tujuan. laporan kasus ini adalah untuk melaporkan bahwa pemakaian alat inclined bite plane dapat mengkoreksi gigitan terbalik anterior pada anak. Kasus. Dua orang anak perempuan dengan kasus gigitan terbalik anterior dilakukan pemeriksaan di poli gigi anak RSGM. Dari anamnesa diketahui bahwa anak pertama memiliki kebiasaan buruk bertopang dagu dan anak kedua mendorong lidah ke gigi anterior bawah. Perawatanyang dipilih adalah menggunakan alat inclined bite plane yang harus digunakan setiap hari saat beraktivitas maupun saat tidur kecuali waktu makan dan menggosok gigi. Perawatan lanjutan pasien pertama tetap menggunakan alat removable dan pasien kedua dengan fixed orthodonti. Kesimpulan. Pasien pertama setelah 7 minggu gigitan terbalik anterior terkoreksi dan kebiasaan buruk dapat dihentikan. Pada pasien kedua gigitan terbalik anterior terkoreksi setelah 5 minggu. Hubungan oklusi pada pasien kedua lebih baik dibandingkan pasien pertama. Maj Ked Gf,Desember 201219(2): 132-13
TOLUIDINE BLUE VITAL STAINING SEBAGAI ALAT BANTU DIAGNOSTIK PADA KARSINOMA SEL SKUAMOSA LIDAH
Latarbelakang. Karsinoma sel skuamus oral (KSSO) merupakan salah satu kanker mulut yang paling sering terjadi. Deteksi dini kanker mulut menyulitkan oleh karena etiologi yang tidak pasti dan gambaran klinis yang tidak khas. Toluidine blue vital staining (TBVS) dilaporkan dapat membantu penegakan diagnosisKSSO.Tujuan. Penulisan ini bertujuan melaporkan kasus KSSO di lidah yang terdiagnosis melalui TBVS. Kasus dan penanganannya. Laki-Iaki 77 tahun dengan gigi tiruan lengkap mengeluhkan sakit pada lidah sejak 2 minggu lalu, yang tidak sembuh dengan terapi konvensional. Pasien adalah perokok berat selama 60 tahun.Temuan klinis menunjukkan ulkus soliter berdiameter 2,5cm pada ventrallidah, tepi membulat, indurasi dan tertutup pseudomembran putih. Temuan lain berupa kandidias mulut pada mukosa palatal, kedua sudut mulut dan dorsum lidah. Berdasar anamnesis dan pemeriksaan klinis, dicurigai adanya keganasan pada lesi lidah. Perawatan awal ditujukan untuk pembersihan rongga mulut, terapi antijamur dan perbaikan status nutrisi. Lima hari kemudian, dilaporkan adanya kaku lidah dan gangguan fungsi mulut. Klinis tampak ulkus pada lidah semakin dalam dan melebar, untuk memastikan kecurigaan keganasan dilakukan pemeriksaan TBVS. Hasil pemeriksaan positif sehingga ditegakkan diagnosis kerja KSSO. Pemeriksaan lebih lanjut, pasien dikirim ke Klinik Bedah Mulut Rumah Sakit DR Sarjito. Hasil biopsi positif menunjukkan KSSO, selanjutnya pasien dirujuk ke Klinik Onkologi. Kesimpulan. Karsinoma sel skuamus oral memiliki gambaran klinis tidak khas sehingga penyakit ini sulit terdeteksi secara dini. Diagnosis dan perawatan dini KSSO akan meningkatkan survival rate dan kualitas hidup penderitanya. Metode pemeriksaan diagnostik bantu dengan TBVS sangat membantu dalam penegakan diagnosis keganasan di rongga mulut. Maj Ked GiDesember201219(2): 136-14
HEMIMANDIBULEKTOMI DENGAN REKONSTRUKSI MANDIBULA DAN FIKSASI INTERMAKSILA SEBAGAI PENATALAKSANAAN AMELOBLASTOMA MANDIBULA SINISTRA
Latar belakang. Ameloblastoma adalah tumor odontogenik yang jarang terjadi. Walaupun jinak tetapi bersifat merusak dan mempunyai tingkat kekambuhan yang tinggi. Hemimandibulektomy adalah salah satu tindakan yang dipilih jika lesi patologis telah melibatkan processus coronoideus dan condyle walaupun efek dari tindakan tersebut adalah terjadinya defek wajah dan deviasi mandibula.Tujuan. Melaporkan tindakan hemimandibulektomy dengan rekonstruksi bridging plate dan traksi intermaksila pada ameloblastoma mandibula sebelah kiri yang dilakukan untuk mengurangi deviasi dan defek wajah. Kasus dan perawatan. Laki-Iaki umur 46 tahun datang ke klinik bedah mulut dan maksilofacial RS Dr Sardjito Yogyakarta dengan keluhan utama adanya pembengkakan pada sisi kiri rahang bawah di area pipi. Keadaan tersebut dirasakan sejak 4 tahun yang lalu, tidak sakit, keras, warna sesuai dengan jaringan sekitar. Diagnosa yang ditegakkan Ameloblastoma mandibula. Perawatan dari kasus ini adalah hemimandibulektomy dengan rekonstruksi bridging plate dengan anestesi umum. Enam minggu dengan kawat dan 3 bulan dengan traksi elastik digunakan untuk mengurangi de viasi mandibula setelah tulang rahang direseksi. Kesimpulan. Hemimandibulektomi dilakukan untuk mengambillesi patologi secara radikal untuk mencegah rekurensi. Bridging plate digunakan sebagai tindakan rekonstruksi mandibula.Traksi intermaksila merupakan salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengurangi deviasi mandibula setelah hemimandibulektom. Maj Ked GiDesember 201219(2): 145-14
HUBUNGAN DOKTER PASIEN SESUAI HARAPAN KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA Tinjauan pada Profesi Dokter
Latar Belakang. Pelayanan medis oleh dokter maupun doktergigi berpedoman pada Undang-Undang dan etika yang pada hakekatnya untuk melindungi masyarakat. Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) bertugas menjaga kualitas pelayanan medis sebagai upaya perlindungan kepada masyarakat penggunanya, dalam pelaksanaan Undang-Undang no 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. Fungsi pengawasan KKI meliputi pembinaan terhadap penyelenggaraan praktik kedokteran, terutama dalam rangka mempertahankan profesionalisme dan peningkatan mutu pelayanan medis. Selain itu KKI juga mensosialisasikan hal-hal yang berhubungan dengan dokter dan pelayanan kesehatan pada masyarakat luas.Tujuan penulisan ini adalah agar dokter/dokter gigi dapat memahami dan melaksanakan tindakan kedokteran sesuai harapan KKI dalam rangka membina hubungan dokter dan pasien. Tinjauan Pustaka. Hubungan yang baik antara dokter dan pasien akan berjalan baik jika dokter memahami pada 1. Esensi hubungan dokter-pasien2. Aspek hukum hubungan dokter-pasien3. Kesetaraan dalam hubungan dokter-pasien4. Persetujuan tindakan kedokteran. Kesimpulan. Dokter dituntut bersikap bijaksana, memperlakukan pasien penuh tanggung jawab secara etika maupun keilmuan. Maj Ked GiDesember 201219(2): 171-17
PENGARUH KONSENTRASI DAN LAMA APLIKASI SODIUM HIPOKLORIT (NaOCL) SEBAGAI BAHAN IRIGASI SALURAN AKAR TERHADAP KEKUATAN GESER PERLEKATAN SILER BERBAHAN DASAR RESIN PADADENTIN SALURAN AKAR
Latar Belakang. Salah satu tahap penting perawatan saluran akar yaitu preparasi saluran akar. Pada preparasi saluran akar digunakan bahan Irigasi sodium hipoklorit (NaGCI), dengan konsentrasi 0.5%-5.25%. Penggunaan NaGCl berpengaruh pada struktur permukaan dentin saluran akar, yang selanjutnya mempengaruhi perlekatan dentin saluran akar dengan bahan pengisi saluran akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama aplikasi NaGCI terhadap kekuatan geser perlekatan siler berbahan dasar resin pada dentin saluran akar. Metode Penelitian. Tiga puluh gigi premolar dipotong arah bukolingual, jaringan pulpa dibersihkan dan permukaan dentin saluran akar diratakan. Gigi difiksasi resin akrilik, sisi dentin saluran akar menghadap ke atas. Sampel dibagi menjadi 2 ke-Iompok masing-masing 15 gigi, kelompok I direndam dalam 6 ml NaGCI 2,5%, Kelompok II direndam dalam 6 ml NaGCI 5%. Kelompok I dan II dibagi menjadi 3 sub kelompok lama perendaman, yaitu sub kelompok a direndam selama 5 menit, sub kelompok b direndam selama 10 menit, sub kelompok c direndam selama 15 menit. Cetakan siler difiksasi pada akar gigi, dilakukan insersi siler ke dalam cetakan kemudian dimasukkan inkubator pada suhu 37°C selama 72 jam.Pengujian kekuatan geser perlekatan menggunakan Universal Testing Machine. Hasil Penelitian. Hasil uji statistik ANAVA dua jalur menunjukkan kekuatan geser pelekatan siler berbahan dasar resin pada dentin saluran akar setelah diirigasi dengan konsentrasi NaGCI dan lama irigasi yang berbeda terdapat perbedaan yang bermakna (p=0,007). Uji LSD menunjukkan bahwa kekuatan geser perlekatan siler berbahan dasar resin berbeda bermakna pada kelompok yang diirigasi NaGCI 2,5% selama 5 menit dengan 15 menit, pada kelompok yang diirigasi NaGCI 2,5% selama 10 menit deng-an 15 menit, pada kelompok yang diirigasi NaGCI 5% selama 15 menit dengan kelompok yang diirigasi NaGCI 2,5% selama 15 menit serta pada kelompok yang diirigasi NaGCI 5% selama 5 menit dengan kelompok yang diirigasi NaGCI 5% selama 10 menit. Kesimpulan. Kekuatan geser pelekatan siler berbahan dasar resin pada dentin saluran akar berbeda setelah diirigasi NaGCI dengan konsentrasi dan waktu irigasi yang berbeda.MajKedGt,Juni201219(1):21-2
EKSISTENSI HUKUM DELIK ADAT DALAM PERSPEKTIF PEMBAHARUAN HUKUM PIDANA DI MALUKU TENGAH
This research studies the Sasi traditional value in the Maluku Tengah adat community and investigates its possible role in reshaping and renewing Indonesian national criminal law. Sasi is a collection regulation that isformed by member of adat community. Failure to comply with Sasi would be punished according to the relevant Sasi regulations. The drafting of a new national penal code that extend the punishable offense to include those regulated by adat and religious law as long as positive law has not regulated the offense is expected to serve the society s legal awareness.
Studi ini mengangkat nilai-nilai tradisional Adat Sasi yang hidup dalam masyarakat adat Maluku Tengah sebagai salah satu bahan hukum dalam upaya pembentukan dan pembaharuan hukum pidana nasional. Sasi adalah suatu aturan yang disepakati bersama oleh anggota masyarakat adat untuk ditaati bersama, apabila dilanggar maka akan memperoleh sanksi atau hukuman sesuai dengan peraturan-peraturan Sasi yang telah disepakati. Pembentukan RUU KUHP nasional yang memperluas dasar patut dipidananya suatu perbuatan ke ranah nilai-nilai hukum adat dan agama sepanjang perbuatan tersebut belum diatur dalam undang-undang diharapkan dapat selaras dengan kesadaran hukum masyarakat
PERAN DOKTER GIGI DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Latar belakang. Keberadaan Anak Berkebutuhan Khusus ( ABK) semakin lama semakin meningkat. Menurut DepKes RI 2010 8,3 juta. Ditinjau dari sudut pandang kebutuhan akan pelayanan kesehatan, khususnya kesehatan gigi dan mulut, maka kelompok ABK ini lebih membutuhkan dibanding dengan anak-anak pada umumnya. Anak-anak berkebutuhan khusus, karena berbagai keterbatasan yang ada pada mereka, kurang mampu untuk membersihkan sendiri rongga mulutnya, sehingga hal ini meningkatkan faktor risiko kerusakan gigi-gigi dan jaringan lunak sekitarnya. Tujuan Penulisan. Untuk mengkaji peran dokter gigi pada tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus.Tinjauan Pustaka. Nutrisi termasuk faktor lingkungan yang berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Proses tumbuh kembang anak memerlukan pemenuhan kebutuhan makanan yang baik dan adekuat. Kesehatan gigi dan mulut penting dalam upaya mendapatkan asupan makanan yang yang cukup mengingat bahwa dalam rongga mulut terdapat alat-alat pencernakan. Anak berkebutuhan Khusus, terutama yang mengalami gangguan syaraf motorik mempunyai risiko malnutrisi. Abnormalitas neurologis menyebabkan perubahan aktivitas fisik, pola motorik halus, dan pola oromotor, seringkali mempengaruhi asupan makanan yang diperlukan. Kondisi ini akan diperparah dengan kesehatan rongga mulut yang buruk sehingga kehilangan sebagian gigi desidui maupun gigi permanen sering dialami anak-anak ini, disisi lain penggunaan protesa pada anak-anak ini banyak yang merupakan kontra indikasi. Upaya pencegahan penyakit gigi dan mulut bagi anak-anak berkebutuhan khusus merupakan tanggung jawab dokter gigi. Kesimpulan. Anak berkebutuhan khusus lebih membutuhkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut dibanding anak-anak lainnya. Peran serta dokter gigi dalam upaya pelayanan gigi dan mulut bagi mereka sangat diperlukan. Peningkatan pelayanan Kesehatan gigi dan mulut lebih diharapkan oleh kelompok anak-anak tersebut, terutama upaya pencegahan penyakit gigi dan mulut. Maj Ked GiDesember 201219(2): 176-18
PENGARUH ETSA KIMIA DENGAN AKUA REGIA TERHADAP KEKUATANTARIK PERLEKATAN BAHAN RESIN AKRILIK PADAGIGI TIRUAN KERANGKA LOGAM
Latar belakang. Bahan yang dipakai untuk pembuatan Gigi Tiruan Sebagian (GTS), antara lain: resin akrilik, kerangka logam, kombinasi kerangka logam dengan resin akrilik. Resin akrilik adalah bahan plat gigi tiruan yang memiliki warna dan translusensi baik tetapi sifat mekanisnya tidak ideal, tidak tahan terhadap abrasi, dan dapat terjadi perubahan dimensi. GTS kerangka logam cukup kuat, tetapi estetis kurang memuaskan sehingga perlu kombinasi kerangka logam dan resin akrilik. Peningkatan daya lekat antara kedua bahan tersebut memerlukan retensi, tehnik etsa kimia dengan akua regia dapat membuat retensi mikro pada logam. Tujuan penelitian. Untuk mengetahui pengaruh etsa kimia dengan akua regia terhadap kekuatan tarik perlekatan bahan resin akrilik pad a gigi tiruan kerangka logam. Metode penelitian. Penelitian dilakukan pada 20 subyek penelitian berupa plat kobalt kromium ukuran (1 Ox1Ox2) mm yang dilekati mesh ukuran (1Ox8x1) mm. Subyek penelitian dibagi 2 kelompok: 10 subyek plat kobalt kromium dengan mesh dilekati resin akrilik (20x10x2) mm dan 10 subyek penelitian plat kobalt kromium dengan mesh dietsa dengan akua regia 65% selama 5 menit, kemudian dilekati dengan resin akrilik (20x1 Ox2)mm. Dilakukan uji kekuatan tarik mengggunakan Torsee\u27s Universal Testing Machine dengan ukuran kg/mm2, kemudian hasil dianalisa dengan t-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kekuatan tarik perlekatan bahan resin akrilik dengan kerangka logam yang tidak dietsa lebih kecil daripada yang dietsa kimia dengan akua regia. Terdapat perbedaan yang bermakna kekuatan tarik perlekatan resin akrilik dengan kerangka logam yang tidak dietsa dengan yang dietsa secara kimia dengan akua regia (