JEEE-U (Journal of Electrical and Electronic Engineering-UMSIDA)
Not a member yet
122 research outputs found
Sort by
Characteristics Experimental Study of Wet Cells HHO Generator with Perforated Plate Electrodes: Studi Eksperimental Karakteristik Generator HHO Sel Basah dengan Elektroda Pelat Berlubang
HHO merupakan gas hasil elektrolisa air yang dapat digunakan sebagai bahan bakar tambahan pada motor bakar. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik generator HHO menggunakan elektroda pelat berlubang. Elektroda yang dipakai berupa pelat aluminium dengan ukuran 60 x 60 x 0.5 mm3 dengan variasi tanpa lubang, 4 lubang, 6 lubang, dan 9 lubang. Masing-masing lubang berdiameter 4 mm. Variasi tegangan input 3,5; 6; 7,5; 9 Volt. Karakteristik yang diuji meliputi daya input, debit, dan efisiensi generator HHO. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah bahwa debit gas HHO yang terbesar dihasilkan dengan elektroda 9 lubang yaitu sebesar 5,77 cc/min dengan daya input 4,59 Watt. Sedangkan efisiensi generator tertinggi juga dihasilkan dengan elektroda 9 lubang yang mampu mencapai efisiensi 63,16 % dengan daya input 0,52 Watt
Depth Determination of Electrode at Sand and Gravel Dry for Get The Good Of Earth Resistance: Penentuan Kedalaman Elektroda pada Pasir dan Kerikil Kering untuk Mendapatkan Ketahanan Tanah yang Baik
Penanaman elektroda pentanahan diperlukan untuk melakukan perbaikan nilai tahanan pentanahan. Untuk elektroda pentanahan mempergunakan tembaga pejal (Copper rod) akan memperbaiki tahanan pentanahan pada area disekitar titik ditanamnya elektroda sehingga didapatkan nilai tahanan pentanahan yang memenuhi syarat. Tanah pasir dan kerikil kering mempunyai karakteristik yang unik, karena dijumpainya kesulitan dalam pemasangan elektroda pentanahan karena halangan kerikil, ini akan berakibat tidak dapat kedalaman elektroda yang cukup untuk mendapatkan nilai tahanan pentanahan yang diharapkan.Nilai tahanan pentanahan yang bagus adalah sebesar < 1 Ω sesuai dengan standard PUIL, 2000. Untuk mendapatkan nilai tahanan pentanahan yang baik, maka dilakukan penanaman elektroda pentanahan dengan mempergunakan Rod tembaga pejal (Copper Rod) dengan diameter dan kedalaman tertentu yang paling sesuai dengan jenis tanah pasir dan kerikil kering.Pada penelitian ini disimulasikan beberapa posisi kedalaman elektroda pentanahan. Pada 3 (tiga) titik yang berbeda. Dari penelitian ini, maka didapatkan hasil, pada kondisi tanah pasir dan kerikil kering dengan mempergunakan elektroda pentanahan Tembaga pejal dengan diameter 5/8 inchi didapatkan nilai pentanahan < 1 Ω pada kedalaman 3.5 m