26964 research outputs found
Sort by
Pengaruh product, price, promotion, service quality dan religiusitas terhadap keputusan nasabah membeli KPR BTN Syariah KCPS Kendal
Saat ini perbankan syariah mengalami kemajuan yang pesat dari tahun ke tahun. Perbankan syariah harus selalu memberikan produk dan layanan yang berkualitas tentu disesuaikan dengan strategi pemasaran yang dapat diandalkan agar dapat mempengaruhi nasabah untuk percaya terhadap produk dari perbankan syariah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel product, price,promotion, service quality dan religiusitas secara parsial maupun simultan terhadap keputusan nasabah membeli KPR BTN Syariah KCPS Kendal. Penelitian ini menggunakan matode penelitian kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden dengan pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh langsung melalui survey menggunakan angket kuisioner kepada Nasabah KPR BTN Syariah KCPS Kendal. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS 22 dengan uji instrumen data, uji asumsi klasik, uji analisis regresi linier berganda, dan uji hipotesis.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel product, price, promotion dan service quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan nasabah membeli KPR BTN Syariah KCPS Kendal sedangkan variabel religiusitas berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan nasabah membeli KPR BTN Syariah KCPS Kendal
Pengaruh good corporate governance, leverage, dan corporate social responsibility terhadap kinerja keuangan bank umum syariah di Indonesia
Tingkat keberhasilan pada bank umum syariah dapat diukur dengan kinerja keuangan bank umum syariah. Kinerja keuangan bank umum syariah di Indonesia mengalami perkembangan fluktuatif dalam 4 tahun terakhir ROA penurunan terbesar mencapai 17,56%. Penelitian ini bertujuan untuk menenili terkait Pengaruh Good Corporate Governance, Leverage, dan Corporate Social Responsibility terhadap Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah di Indonesia. Data yang digunakan untuk penelitian ini bersumber dari laporan annual report, laporan tata kelola bank, dan laporan berkelanjutan bank umum syariah setiap tahunnya dari tahun 2020-2023. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adakalah kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah populasi dan sampel yang sama sebesar 36 sampel. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan aplikasi Eviews versi 12, sedangkan analisis data yang digunakan diantaranya analisis deskriptif, analisis regresi data panel, dengan hasil yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Good Corporate Governnace tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerjaa Keuangan Bank Umum Syariah, Leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah, sedangkan Corporate Social Responsibility berpengaruh signifikan terhdapa Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah. Pada uji simultan atau bersamaan tiga variabel tersebut yaitu Good Corporate Governence, Leverage dan Corporate Social Responsibility berpengaruh positif terhadap Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah di Indonesia
Pengaruh efisiensi operasional dan fungsi intermediary terhadap profitabilitas perbankan syariah : studi kasus Bank BJB Syariah tahun 2019-2023
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rasio BOPO sebagai indikator efisiensi operasional yang melebihi ketentuan yang telah ditetapkan, yaitu lebih dari 90% serta rasio FDR sebagai indikator fungsi intermediary dan profitabilitas atau ROA yang bertentangan dengan teori FDR dan ROA yang sudah ada yaitu FDR berpengaruh positif terhadap ROA. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana efisiensi operasional (BOPO) dan fungsi intermediary (FDR) mempengaruhi profitabilitas, dalam kaitan nya dengan operasional bank yang efisien dan penyaluran pembiayaan yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efisiensi operasional dan fungsi intermediary terhadap profitabilitas perbankan syariah (studi kasus bank BJB Syariah tahun 2019-2023). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Data sekunder adalah sumber data yang dipergunakan dalam penelitian ini yang didapat dari laporan rasio keuangan bank BJB Syariah tahun 2019-2023. Teknik pengambilan sampel mempergunakan metode purposive sampling. Untuk menganalisis data digunakan uji asumsi klasik, uji ketepatan model dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi operasional (BOPO) berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA. Sedangkan FDR (fungsi intermediary) tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA. Secara simultan atau bersama-sama efisiensi operasional (BOPO) dan fungsi intermediary (FDR) berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas (ROA)
Pengaruh gaya kepemimpinan, motivasi kerja, dan pengalaman kerja terhadap kinerja karyawan pada Bank Tabungan Negara Syariah (BTNS) KCS Semarang
Perusahaan perbankan syariah sedang mengalami pertumbuhan pesat di Indonesia. Kemajuan ini terlihat sejak era reformasi, terutama setelah disetujuinya Undang-Undang No. 10 Tahun 1998. Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat antar Bank, perbankan syariah membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten. Kualitas SDM menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan sebuah organisasi perbankan, karena pertumbuhan perusahaan sangat bergantung pada kinerja para karyawannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat pengaruh pada gaya kepemimpinan, motivasi kerja, dan pengalaman kerja terhadap kinerja karyawan pada Bank BTN Syariah KCS Semarang.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Populasi pada penelitian ini merupakan seluruh karyawan Bank BTN Syariah KCS Semarang. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh yaitu seluruh populasi. Data yang digunakan adalah menggunakan data primer yaitu dengan menggunakan kuesioner atau angket yang diisi oleh responden dengan sampel sebanyak 73 karyawan Bank BTN Syariah KCS Semarang. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS 23 dengan metode analisis data regresi linier berganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Bank BTN Syariah KCS Semarang. Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Bank BTN Syariah KCS Semarang. Pengalaman kerja berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan Bank BTN Syariah KCS Semarang
Politik distribusi pengembangan desa wisata : studi kasus Desa Wisata Atraksi Tenun Troso Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara
Sektor pariwisata bisa di lihat dari berbagai aspek, baik itu sosial, ekonomi, politik maupun budaya. Dalam pengembangannya ada beberapa hal yang bisa di teliti, di antaranya berkait tentang adanya politik distribusi yang terjadi di desa wisata Atraksi Tenun Troso. Oleh karenanya dalam penelitian ini dengan menggunakan metode kualitatif akan bertujuan untuk memahami dan menjelaskan bagaimana politik distribusi dalam pengembangan desa wisata Atraksi Tenun Troso dan bagaimana dampak dari politik distribusi terhadap pengembangan desa wisata Atraksi Tenun Troso.
Untuk menjawab pertanyaan penelitian diatas, studi ini menggunakan teori politik distributif menurut Susan C. Stokes. Jenis pendekatan pada penelitian ini adalah pendekatan studi kasus, dan pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Narasumber yang dipilih pada penelitian ini yakni Pemerintah Desa Troso, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Pengrajin Tenun, dan Masyarakat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan desa wisata Atraksi Tenun Troso terdapat adanya politik distribusi yang bekerja. Politik distribusi ini mengarah pada politik distribusi non programatik. Hal ini di buktikan bahwa anggota-anggota pokdarwis di desa wisata Atraksi Tenun Troso merupakan lingkaran terdekat yang masih memiliki hubungan persaudaraan dan teman dekat dari pejabat desa dan pokdarwis. Kegiatan-kegiatan dalam konsep desa wisata hanya mengarah kepada pokdarwis, padahal jumlah pengrajin tenun troso cukup banyak tetapi banyak dari mereka yang tidak di libatkan. Sehingga dampaknya terhadap relasi menumbuhkan kesan masyarakat akan kurang percaya dengan upaya apapun yang dilakukan oleh pejabat desa (Trust Issue), dan tidak begitu berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.
ABSTRACT:
The tourism sector can be seen from various aspects, be it social, economic, political or cultural. In its development, there are several things that can be researched, including the distribution politics that occur in the Troso Weaving Attraction tourist village. Therefore, this research, using qualitative methods, will aim to understand and explain how distribution politics plays out in the development of the Troso Weaving Attraction tourist village and what the impact of distribution politics is on the development of the Troso Weaving Attraction tourist village.
To answer the research questions above, this study uses distributive political theory according to Susan C. Stokes. The type of approach in this research is a case study approach, and data collection in this research uses interview and documentation methods. The sources selected for this research were the Troso Village Government, Tourism Awareness Group (Pokdarwis), Weaving Craftsmen, and the Community.
The results of the research show that in the development of the Troso Weaving Attraction tourist village there is a distribution politics at work. This distribution politics leads to non-programmatic distribution politics. This has been proven that the members of the Pokdarwis in the Troso Weaving Attraction tourist village are the closest circle who still have brotherly relationships and are close friends with village officials and Pokdarwis. Activities in the tourist village concept only focus on pokdarwis, even though the number of troso weaving craftsmen is quite large, many of them are not involved. So the impact on relations creates the impression that people will have less trust in any efforts made by village officials (Trust Issue), and will not have much impact on improving the community's economy
Demokrasi deliberatif di tingkat desa : studi praktik demokrasi deliberatif dalam pembangunan infrastruktur Desa Meteseh tahun 2020-2023
Pembangunan merupakan suatu tindakan yang dilakukan untuk merubah suatu keadaan kearah lebih baik, melalui pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, sering kali tahapan pembangunan tidak melibatkan masyarakat, sehingga kurangnya koordinasi antara pemerintah dengan masyarakat menyebabkan pembangunan tidak sesuai kebutuhan masyarakat. Inilah pentingnya demokrasi deliberatif yang menitikberatkan pembentukan opini yang bebas, semua warga negara memiliki akses, pertemuan tidak dibatasi, adanya argumen dan konsensus dalam dalam proses pengambilan keputusan. Pemerintahan yang kuat harus melibatkan masyarakat dalam proses musyawarah guna menyalurkan aspirasi dan diskusi melalui forum ruang publik, supaya mendorong kontribusi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan agar lebih baik. Hal ini yang melatarbelakangi penulis untuk melakukan penelitian praktik Demokrasi deliberatif dalam pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan di Desa Meteseh tahun 2020-2023. Tujuan penelitian ini pertama, untuk mengetahui praktik demokrasi deliberatif dalam pembangunan infrastruktur di Desa Meteseh, kedua untuk mengetahui dampak demokrasi deliberatif terhadap pembangunan infrastruktur di Desa Meteseh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan jenis penelitian lapangan. Penelitian ini mengacu pada teori demokrasi deliberatif konsep ruang publik Jurgen Habermas. Sumber data dalam penelitian menggunakan data primer dan data sekunder. Pengumpulan data penelitian menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian, adanya praktik demokrasi deliberatif dalam pembangunan di Desa Meteseh sudah berjalan dengan baik. Dibuktikan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam tahapan pembangunan mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi. Pemerintah desa memberikan fasilitas kepada masyarakat berupa forum deliberatif untuk menyampaikan aspirasinya sebagai pengambilan keputusan agar terealisasinya kegiatan pembangunan. Dampak dari demokrasi deliberatif menyebabkan partisipasi aktif masyarakat desa meteseh berdampak pada peningkatan pembangunan infrastruktur jalan mencakup bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan yang menghasilkan terealisasinya pembangunan yang semakin banyak dan bertahap.
ABSTRACT
Development is an action taken to change a situation for the better, through infrastructure development carried out by the government can improve the welfare of the community. However, often the stages of development do not involve the community, so the lack of coordination between the government and the community causes development to not meet the needs of the community. This is the importance of deliberative democracy that emphasizes the formation of free opinions, all citizens have access, meetings are not limited, there are arguments and consensus in the decision-making process. A strong government must involve the community in the deliberation process to channel aspirations and discussions through public space forums, in order to encourage community contributions in the implementation of development for the better. This is the background for the author to conduct research on the practice of deliberative democracy in infrastructure development carried out in Meteseh Village in 2020-2023. The purpose of this research is first, to find out the practice of deliberative democracy in infrastructure development in Meteseh Village, second, to find out the impact of deliberative democracy on infrastructure development in Meteseh Village. This research uses qualitative research methods with a case study approach and field research type. This research refers to the deliberative democracy theory of Jurgen Habermas public space concept. Data sources in the study used primary data and secondary data. The research data collection used interview, observation and documentation methods. The results of the research show that the practice of deliberative democracy in development in Meteseh Village has gone well. It is proven by involving all elements of the community in the development stages from planning, implementation to evaluation. The village government provides facilities to the community in the form of a deliberative forum to convey their aspirations as decision-making for the realization of development activities. The impact of deliberative democracy has led to the active participation of the meteseh village community, which has an impact on increasing road infrastructure development, including the fields of education, economy, and health, resulting in the realization of more and more gradual development
Perjuangan politik kewargaan disabilitas tunanetra dalam mendapatkan fasilitas publik di Kota Semarang
Perjuangan politik kewargaan merupakan gerakan melawan ketidakadilan. Serangkaian gerakan ini biasanya dilakukan oleh masyarakat level akar rumput hingga menengah beserta aktivis dan organisasinya. Perjuangan ini dilakukan karena salah satu dari dimensi kewargaannya tidak terpenuhi, sehingga kesejahteraan belum bisa tercapai. Masyarakat disabilitas menjadi masyarakat minoritas pada level akar rumput yang masih kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Secara personal disabilitas tunanetra di Kota Semarang telah lama merasakan kesulitan ketika beraktivitas diluar tanpa adanya fasilitas jalur pedestrian guiding blocks yang ramah disabilitas. Atas dasar permasalahan ini disabilitas tunanetra membentuk gerakan kolektif. Hal ini menjadi tolak ukur untuk melakukan perjuangan politik kewargaan dalam mendapatkan fasilitas publik bagi disabilitas tunanetra. Fenomena ini menarik untuk diteliti, yakni bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana bentuk ketimpangan yang dialami disabilitas tunanetra di Kota Semarang sebelum adanya perda, bagaimana perjuangan politik yang dilakukan untuk menyelesaikan berbagai ketimpangan tersebut hingga lahirnya perda, serta dampak yang dihasilkan dari perjuangan tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode ini digunakan untuk menarasikan serta melihat bagaimana aktivis tunanetra membentuk gerakan kolektif yang bertujuan sebagai alat perjuangan untuk mendapatkan fasilitas publik berupa jalur pedestrian guiding blocks yang layak. Peneliti melakukan observasi untuk mendapatkan data di lapangan, kemudian dilanjutkan dengan melakukan proses wawancara, dan dokumentasi serta studi literatur dari tulisan – tulisan terkait sebelumnya. Analisis data dilakukan dengan cara menggambarkan fenomena yang ditemukan di lapangan kemudian mengaitkan teori yang relevan. Dalam penelitian ini teori politik kewargaan dengan pendekatan republikan digunakan untuk menjabarkan temuan lapangan menjadi sebuah analisis yang informatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1. Penyandang disabilitas tunanetra di Kota Semarang mengalami ketimpangan hak dan ketimpangan sosial, dimana disabilitas tunanetra belum mendapatkan Perda Kota Semarang tentang Disabilitas. Hal ini berdampak dengan tidak adanya pelibatan sosialisasi oleh pemerintah serta tidak adanya komunikasi antara disabilitas tunanetra dengan pihak kontraktor, sehingga masih banyak jalur guiding blocks pada jalur pedestrian, terminal, dan halte yang belum layak. 2. Aktivis tunanetra melakukan perjuangan untuk mengatasi hal tersebut. Analisa politik kewargaan disabilitas tunanetra diantaranya dengan melakukan pembentukan gerakan kolektif disabilitas tunanetra, edukasi kepada disabilitas tunanetra, mengadakan audiensi tentang Perda Kota Semarang yang mengatur disabilitas, melakukan mediasi untuk mendapatkan jalur pedestrian guiding blocks yang layak, mengadakan audiensi untuk mewujudkan jalur pedestrian guiding blocks yang layak, serta pendampingan pemenuhan hak bagi disabilitas tunanetra. 3. Adapun dampak yang dihasilkan dari perjuangan disabilitas tunanetra meliputi Perda Disabilitas Kota Semarang. Namun, dalam implementasinya masih terdapat ketimpangan hak salah satunya belum adanya perbaikan pada terminal sukun. Disisi lain, penggunaan aplikasi SIPU dianggap kurang efektif karena masih banyak fitur atau data yang belum di update dan pihak DPU kurang responsif dalam menanggapi aduan – aduan yang masuk di aplikasi SIPU.
ABSTRACT:
Civic political struggle is a movement against injustice. This series of movements is usually carried out by grassroots to middle level communities and their activists and organizations. This struggle is carried out because one of the dimensions of citizenship is not fulfilled, so prosperity cannot be achieved. People with disabilities are a minority community at the grassroots level who still receive little attention from the government. Personally, blind people in the city of Semarang have long experienced difficulties when doing activities outside without pedestrian facilities guiding blocks which is disability friendly. Based on this problem, blind people formed a collective movement. This is a benchmark for carrying out civic political struggle to obtain public facilities for the blind. This phenomenon is interesting to research, namely, it aims to describe the forms of inequality experienced by blind people in Semarang City before the regional regulations were introduced, how political struggles were carried out to resolve these various inequalities until the regional regulations were issued, and the impacts resulting from these struggles.
This research uses a qualitative method with a case study approach. This method is used to narrate and see how blind activists form a collective movement which aims to be a tool of struggle to obtain public facilities in the form of pedestrian paths guiding blocks worthy. The researcher carried out observations to obtain data in the field, then continued with conducting an interview process, and documentation and literature studies from previous related writings. Data analysis is carried out by describing phenomena found in the field and then linking relevant theories. In this research, civic political theory with a republican approach is used to describe field findings into an informative analysis.
The results of this research show that: 1. Blind people in Semarang City experience unequal rights and social inequality, where blind people have not yet received the Semarang City Regional Regulation on Disabilities. This has an impact on the absence of involvement in socialization by the government and the absence of communication between the blind and the contractor, so there are still many channelsguiding blocks on pedestrian routes, terminals and bus stops that are not yet feasible. 2. Blind activists are fighting to overcome this. Political analysis of blind disability citizenship includes establishing a collective movement for blind people, providing education to blind people, holding hearings on the Semarang City Regional Regulation that regulates disabilities, conducting mediation to get a pedestrian path guiding blocks appropriate, holding hearings to create a pedestrian routeguiding blocks appropriate services, as well as assistance in fulfilling the rights of blind people with disabilities. 3. The impacts resulting from the struggle for the blind include the Semarang City Disability Regional Regulation. However, in its implementation there are still disparities in rights, one of which is that there has been no improvement at the breadfruit terminal. On the other hand, the use of the SIPU application is considered less effective because there are still many features or data that have not been updated and the DPU is less responsive in responding to complaints submitted to the SIPU application
Analisis penerapan Akad Ju’alah dalam sistem pemberian bonus MLM (Multi Level Marketing) pada bisnis tiens
Multi Level Marketing (MLM) merupakan bisnis yang penjualan produk dilakukan melalui jaringan distribusi yang melibatkan banyak anggota dengan sistem komisi berjenjang. Belakangan ini sistem pemasaran MLM sering kali diidentikkan dengan bisnis berkedok (money game) karena konsep bisnis yang dilakukan cenderung menggunakan skema piramida dimana orang yang bergabung belakangan akan memperoleh pendapatan yang jauh lebih kecil dan mengalami kesulitan dalam mengembangkan bisnisnya.
Akad Ju'alah merujuk pada suatu kesepakatan di mana seseorang menyiapkan imbalan atau hadiah untuk diberikan kepada individu lain yang telah berhasil menyelesaikan tugas atau pekerjaan tertentu sesuai dengan perjanjian yang dibuat sebelumnya. Untuk itu dalam proses perekrutan member sampai dengan pemberian bonus pada bisnis MLM Tiens perlu adanya kesesuaian antara kerja keras dengan hasil yang didapatkan.
Dalam hal ini, penulis akan meneliti dan merumuskan masalah: bagaimana sistem pemberian bonus MLM pada bisnis TIENS dan bagaimana analisis akad ju’alah dalam pemberian bonus MLM pada bisnis TIENS.
Jenis penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk memahami fenomena yang sedang diteliti melalui pendekatan naturalistik. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif analisis yang bertujuan untuk memberikan deskripsi tentang keadaan obyek yang diteliti.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pemberian bonus MLM bisnis TIENS jika ditinjau menurut perspektif hukum Islam tentang ju‘alah sudah sesuai, karena sudah memenuhi rukun dan syarat-syarat yang telah ditentukan menurut fatwa DSN-MUI No. 75 tahun 2009. Pembagian bonus dapat dilihat melalui aplikasi V-share dimana hal tersebut merupakan upaya perusahaan dalam memenuhi keadilan dalam persamaan hak. Semua distributor TIENS memiliki hak yang sama untuk memperoleh laba retail dari omset penjualan produk TIENS, merekrut orang lain untuk bergabung dengan TIENS, dan juga berhak untuk mendapat keuntungan sesuai dengan kondisi jaringannya
Pengaruh literasi infaq dan pendapatan munfiq terhadap minat munfiq dalam menunaikan infaq di Lembaga Amil Zakat Nasional : studi kasus program infaq kaleng Lazismu Kota Semarang
Infaq memiliki peran penting dalam mendukung redistribusi kekayaan, meningkatkan kesejahteraan sosial, dan memperkuat solidaritas dalam masyarakat. LazizMU yang merupakan salah satu lembaga amal masyarakat yang berada di bawah naungan Muhammadiyah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Literasi Infaq dan Pendapatan Munfiq terhadap Minat Munfiq di Lazizmu Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh munfiq di kota Semarang dengan 100 sampel yang diambil menggunakan rumus Cochran karena tidakdiketahui populasi pastinya. Data dalam penelitian ini diambil menggunakna kuesioner melalui platform Google Form. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teknik analisis regresi linier berganda menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menemukan bahwa Literasi Infaq secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Minat Munfiq. Pendapatan Munfiq secara parsial tidak berpengaruh terhadap Minat Munfiq. Literasi Infaq dan Pendapatan Munfiq secara simultan berpengaruh terhadap Minat Munfiq. Minat Munfiq dapat dijelaskan sebesar 58% oleh Literasi Infaq dan Penadapatan Munfiq, dan sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian
Persepsi jamaah terhadap manasik haji ramah lansia di Kota Semarang
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis program apa saja yang diberikan dalam manasik haji ramah lansia, mengidentifikasi persepsi jamaah lansia terhadap program dalam Manasik Haji Ramah Lansia yang diselenggarakan oleh KBIHU Al-Muna Semarang, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi jamaah lansia dalam mengikuti manasik haji. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian melibatkan Manajer Operational KBIHU Al-Muna serta jamaah haji lansia tahun 2024. Hasil penelitian menunjukan bahwa Program Manasik Ramah Lansia secara umum dianggap sangat efektif dan memadai dalam mempersiapkan mereka untuk menunaikan ibadah haji. Materi yang disampaikan secara modular dan bertahap memudahkan jamaah dalam memahami dan mengingat setiap tahapan ritual haji. Program ini juga sangat diapresiasi karena menyediakan informasi praktis mengenai manajemen kesehatan, termasuk konsultasi medis dan latihan fisik ringan yang membantu mempersiapkan jamaah secara fisik dan mental. Keseluruhan program ini menunjukkan komitmen kuat untuk memastikan bahwa lansia dapat mengikuti persiapan haji dengan lebih efektif, aman, dan nyaman. Namun, terdapat kendala yang dihadapi oleh jamaah lansia antara lain keterbatasan fisik dan masalah kesehatan. Solusi alternatif seperti manasik virtual dan pelatihan individu di rumah diperlukan untuk memastikan semua jamaah lansia dapat mempersiapkan diri secara maksimal sebelum melaksanakan ibadah haji. Dengan adanya Manasik Haji Ramah Lansia dapat meningkatkan kesiapan fisik, mental, dan spiritual jamaah lansia.
ABSTRACT:
This study aims to analyze what programs are provided in the elderly-friendly hajj manasik, identify the perception of elderly pilgrims towards the program in the elderly-friendly hajj manasik organized by KBIHU Al-Muna Semarang, and identify the obstacles faced by elderly pilgrims in participating in the hajj manasik. The method used is qualitative descriptive with data collection techniques through interviews and documentation. The subject of the study involves the Operational Manager of KBIHU Al-Muna and elderly pilgrims in 2024. The results of the study show that the Elderly-Friendly Manasik Program is generally considered very effective and adequate in preparing them to perform the hajj. The material presented in a modular and gradual manner makes it easier for pilgrims to understand and remember each stage of the hajj ritual. The program is also highly appreciated for providing practical information on health management, including medical consultations and light physical exercises that help prepare pilgrims physically and mentally. The entire program demonstrates a strong commitment to ensure that the elderly can participate in Hajj preparations more effectively, safely, and comfortably. However, there are obstacles faced by elderly pilgrims, including physical limitations and health problems. Alternative solutions such as virtual manasik and individual training at home are needed to ensure that all elderly pilgrims can prepare themselves optimally before performing the hajj. With the existence of the Elderly-Friendly Hajj Manasik, it can increase the physical, mental, and spiritual readiness of elderly pilgrims