26964 research outputs found
Sort by
Bimbingan konseling Islami dalam membantu perkembangan sosial-emosional Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SDLB Bina Citra Kabupaten Pati
Anak Berkebutuhan Khusus merupakan anak dengan kebutuhan dan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Keterbatasan yang dimiliki anak berkebutuhan khusus secara otomatis juga menyebabkan adanya hambatan yang membuat permasalahan itu timbul. Masalah sosial-emosional pada anak berkebutuhan khusus (ABK) ditandai dengan adanya anak-anak yang murung, sulit bergaul, dan menyakiti diri sendiri, ini disebabkan karena kurangnya dukungan, pengalaman traumatis, maupun kurangnya keterampilan sosial-emosional. SDLB Bina Citra melakukan bimbingan konseling Islam dalam membantu perkembangan sosial emosional anak berkebutuhan khusus. Tujuannya adalah pertama, untuk mengetahui bagaimana pelaksaan kegiatan BKI dan kedua, untuk mengetahui kondisi ABK setelah mengikuti kegiata BKI di SDLB Bina Citra Pati.
Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan metode kualitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data menggunakan teori dari Miles dan Huberman yaitu mereduksi data, menyajikan data dan menyimpulkan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pelaksanaan bimbingan konseling Islami di SDLB Bina Citra Kabupaten Pati, dilakukan secara individu dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan dari keterbatasan anak berkebutuhan khusus. Bimbingan konseling Islam di SDLB Bina Citra Kabupaten Pati juga dilaksanakan secara efektif pada hari kamis-jumat dan berkelanjutan dengan tahap-tahap yang sesuai dengan prosedur. 2) Kondisi perkembangan sosial emosional anak berkebutuhan khusus (ABK) di SDLB Bina Citra Kabupaten Pati dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut meliputi jenis ketunaan, bimbingan dan konseling yang diterima, faktor lingkungan, dan karakteristik individu. Hal tersebut terbukti dengan adanya kondisi pemahaman anak tentang ajaran Islam, akhlak, dan karakter anak yang terus berkembang. Perkembangan tersebut dapat berupa kemampuan anak dalam menyelesaikan masalah sosial dan emosional; peningkatan kepercayaan diri anak; berkembangnya motivasi belajar anak; berkembangnya hubungan yang positif antara anak dengan guru, orang tua, dan teman sebaya. ABK yang telah mendapatkan bimbingan dan konseling Islam umumnya menunjukkan perkembangan sosial-emosional yang lebih stabil
Studi tentang makna ibadah umrah bagi jemaah Fela Tour tahun 2023
Hadirnya penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pra riset yang menunjukkan bahwa jemaah Fela Tour mendeskripsikan makna ibadah umrah hanya sebatas yang terpenting dapat berkunjung ke Baitullah karena ibadah umrah dan ibadah haji sama-sama dilakukan di Baitullah, karena mereka mempunyai rezeki lebih yang dapat dipergunakan untuk melangsungkan ibadah umrah.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna umrah bagi jemaah Fela Tour dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan teknik pengambilan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah data didapatkan, akan dianalisis menggunakan teknik analisis data model Milles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna umrah bagi jemaah Fela Tour terbagi dalam dua indikator, pertama makna umrah yang diperoleh dari kedamaian batin, hal tersebut ditunjukkan dengan jemaah mengambil alternatif dengan menunaikan ibadah umrah agar lebih cepat untuk dapat beribadah di tanah suci karena jika informan menunaikan ibadah haji akan menimbulkan kekhawatiran bagi merek karena takut jika usianya tidak sampai pada tahun keberangkatan ibadah haji mereka. Kedua makna umrah yang diperoleh dari kebahagiaan spiritual, hal tersebut ditunjukkan dengan kepuasan-kepuasan jemaah atas ibadah umrah yang dilaksanakan seperti ketika melaksanakan ibadah jemaah merasa hanya fokus terhadap ibadah umranya tanpa ada pikiran-pikiran duniawi yang mengganggu kekhusyukan ibadah mereka. Selain itu, dengan umrah mereka juga merasakan suasana yang tenang, nyaman, tentram, dan kebahagiaan di dalam hatinya
Etika haji menurut Imam al-Ghazali dalam karya Rahasia Haji
Menunaikan ibadah haji merupakan kewajiban sekali seumur hidup bagi setiap orang Islam baik laki-laki maupun perempuan bagi yang telah memenuhi syarat. Siapapun yang ingin menunaikan ibadah haji, wajib baginya untuk menata niat yang baik dan memahami ilmu haji serta nilai-nilai berhubungan dengan ketuhanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui etika khusus dalam ibadah haji yang tercantum dalam karya Rahasia Haji, mengetahui amalan bathiniyah dan rahasianya dalam pelaksanaan ibadah haji dalam kitab karya Rahasia Haji, serta untuk mengetahui dampak nilai-nilai Etika haji terhadap pelaksaan ibadah haji. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan eksegesis yang memfokuskan pada penafsiran tasawuf haji Imam al-Ghazali di dalam kitabnya yang berjudul Asrarul al-Hajj (Rahasia Haji). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis isi yang meliputi; 1) Menelaah dan memahami isi karya Rahasia Haji, 2) Menghimpun data baik dari sumber data primer maupun sumber data sekunder, serta 3) Mengkaji data untuk menghasilkan kesimpulan yang tepat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa etika khusus dalam ibadah haji dalam karya Rahasia Haji ini diantaranya; biaya haji harus dari harta yang halal, tidak bekerja sama dengan musuh Allah, dan dianjurkan untuk membawa bekal untuk diri sendiri dan untuk bersedekah. Kemudian, beberapa amalan bathiniyah dan rahasianya antara lain; menata hati untuk selalu merindukan Kabah dalam melaksanakan haji, menguatkan tekad hati untuk melaksanakan haji murni karena Allah, dan mengingat kematian saat memakai kain Ihram. Lalu, dampak nilai tasawuf terhadap ibadah haji yakni; potensi mendapatkan kriteria haji dengan kualitas mabrur cukup besar. Serta, hati menjadi lebih tentram
Fasilitas dakwah bil qalam penyandang disabilitas netra melalui pengelolaan website Kartunet.com
Media Massa seperti website dapat digunakan sebagai saluran pengekspresian diri melalui tulisan. Website dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas netra. Sebab itu, website memiliki prinsip yang dikenal dengan web accessibility yakni web (situs) yang dilengkapi aksesibilitas dalam desain web bagi pengguna dengan kemampuan gerak, kemampuan mendengar, kemampuan melihat, serta kemampuan menyerap informasi yang berbeda. Website Kartunet.com hadir dengan perspektif penyandang disabilitas mengenai nilai-nilai kehidupan yang mampu memberikan inspirasi disamping melakukan upaya untuk memberikan akses kepada penyandang disabilitas netra agar dapat menggunakan teknologi dan website secara mandiri dan setara. Oleh karena itu, penting untuk memahami pengelolaan media online yang dilakukan oleh Kartunet.com dalam mengelola websitenya sebagai ruang ekspresi diri melalui tulisan.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengelolaan media online terkait karya tulis sebagai dakwah bil qalam penyandang disabilitas netra. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif, sedangkan pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Peneliti mendeskripsikan manajemen media dengan menggunakan analisis manajemen pers dakwah menurut Kustadi Suhandang yaitu melalui tahapan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakan (actuating), dan pengawasan (controlling).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan Kartunet.com menjalankan tahapan manajemen pers dakwah, yaitu 1) Perencanaan meliputi penentuan tema konten dan jenis konten tulisan. 2) Pengorganisasian dengan pengadaan sumber daya manusia (SDM). 3) Penggerakan dengan aktivasi dari pengembangan media. 4) Pengawasan meliputi koreksi ulang atau perbaikan tulisan. Melalui manajemen media yang dilakukan Kartunet.com sebagai ekspresi dakwah bil qalam melalui tulisan menghasilkan karya tulis yang banyak mengandung nilai kehidupan
Strategi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pati dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar zakat
Pemberdayaan ekonomi melalui zakat di Indonesia pada umumnya masih belum berjalan dengan maksimal dan banyak hambatan salah satunya adalah dari kalangan umat Islam itu sendiri. Kurangnya pemahaman dan kesadaran di masyarakat beragama Islam terhadap kewajiban berzakat dan pelaksanaan nya dengan benar. Salah satu penyebab lainnya ialah belum berfungsinya zakat sebagai penyeimbang dan penghimpun zakat belum dilakukan secara optimal dalam lembaga penghimpunan zakat. Peranan zakat tidak hanya terbatas pada pengentasan kemiskinan, namun bertujuan pula mengatasi permasalahan-permasalahan kemasyarakatan lainnya. Potensi zakat untuk membantu pemberdayaan ekonomi sudah hampir merata di seluruh wilayah Indonesia, salah satunya adalah di Jawa Tengah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dari BAZNAS Kabupaten Pati meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar zakat dan untuk mengetahui respon positif dan negative masyarakat terhadap strategi dari BAZNAS Kabupaten Pati. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan data secara deskriptif dari subjek maupun objek yang diteliti. Adapun pendekatan yang digunakan oleh penulis ialah pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah Observasi, Wawancara, Dokumentasi.
Strategi BAZNAS Kabupaten Pati dirancang dan dibuat agar dapat membantu menyejahterakan atau ikut serta dalam pemerdayaan ekonomi umat melalui zakat. meskipun terdapat banyak instrumen yang dapat mengentaskan kemiskinan, pemberdayaan umat melalui zakat dinilai lebih efektif dan strategis. Hal tersebut dikarenakan, zakat dapat memberikan solusi jangka panjang dan tersampaikan secara merata pada mustahik, sehingga pada setiap tahunnya diharapkan jumlah mustahik terus berkurang. Strategi yang dilakukan oleh BAZNAS Kabupaten Pati dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar zakat ialah: Membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ), Memberikan Sosialisasi dan pelaporan. Respon masyarakat terhadap strategi-strategi yang telah dilakukan oleh BAZNAS Kabupaten Pati dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar zakat disampaikan dengan baik. Keberadaan BAZNAS di Kabupaten Pati juga disambut dengan baik dikarenakan pengelolaan zakat menjadi tertata dan efektif. Keberadaan Lembaga zakat seperti BAZNAS dapat mengembangkan perekonomian dan membantu Pemerintah dalam mengatasi masalah sosial yang ada di masyarakat
Customer Relationship Management (CRM) dalam perspektif Islam: studi kasus pada pusat layanan pelanggan KAI 121 PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui customer relationship management (CRM) yang dilakukan oleh KAI 121 dalam Perspektif Islam. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi.PT Kereta Api Indonesia (Persero) merupakan perusahaan yang menyediakan layanan perkeretaapian di Indonesia. KAI memiliki visi untuk menjadi solusi terbaik dalam ekosistem transportasi Indonesia. KAI berkomitmen untuk mencapai tujuan ini dengan melakukan investasi dalam pengembangan sumber daya manusia, infrastruktur, layanan, sarana serta prasarana dan juga pengembangan teknologi.Maka dari itu, KAI senantiasa berupaya memberikan servis terbaik kepada pelanggannya, salah satunya melalui optimalisasi manajemen hubungan pelanggan (CRM). Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk Indonesia sebanyak 277,75 juta jiwa hingga akhir tahun 2022. Berdasarkan agamanya, 241,7 juta penduduk Indonesia memeluk Islam hingga akhir tahun lalu. Jumlah itu setara dengan 87,02% dari populasi di dalam negeri. Data tersebut menunjukkan bahwa pelanggan muslim sebagai mayoritas penduduk di Indonesia memiliki peran kunci strategis dalam target pasar perusahaan yang menjanjikan. KAI dapat memperkuat hubungan mereka dengan pelanggan Muslim serta pelanggan lainnya sesuai dengan preferensi para pelanggan yang didata melalui data CRM yang selalu terdata dan dievaluasi. Kajian perspektif Islam menggunakan 4 sifat akhlak nabi, dapat memberikan kerangka kerja bagi umat Muslim untuk memahami dan menavigasikan kompleksitas dunia modern sembari tetap setia pada prinsip-prinsip dasar agama yang mereka jalani.
Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa KAI 121 memiliki tahapan CRM yang terbagi dalam beberapa levelling atau yang biasa disebut dengan Tier. Meski proses tingkatan layanan pada tahapan CRM terbagi menjadi 3 level, penerapan CRM yang dilakukan KAI 121 sudah memenuhi ke 4 aspek tahapan yang tertera pada teori CRM yang dikemukakan oleh Swift, Parvatiyar, dan Sheth, serta Kracklauer, Mills, dan Seifert, dimana tahapan CRM terdiri dari empat aspek, yaitu : Pengenalan Pelanggan (Customer Identification), Pemikat Pelanggan (Customer Attraction), Pemeliharaan Pelanggan (Customer Retention) dan Pengembangan Pelanggan (Customer Development). Peneliti juga melakukan analisis lebih mendalam terhadap tahapan CRM yang dilakukan oleh KAI 121 dalam perspektif islam yang ditinjau dari 4 sifat akhlak nabi, hasilnya menunjukkan bahwa beberapa indikator dari ke 4 sifat akhlak nabi tersebut, KAI 121 sudah memenuhi atau mengimplementasikan CRM yang baik sebagaimana perspektif islam yang terkandung dalam 4 sifat akhlak nabi tersebut. Meski demikian, terdapat beberapa hal yang perlu di lakukan improvement/perbaikan serta terdapat pula beberapa masalah besar yang pernah terjadi pada KAI 121 sebelumnya. Seperti pelecehan seksual dalam kereta serta pelayanan buruk dari petugas, dl
Upaya taubat al nasuha Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIB Purwodadi Grobogan melalui bimbingan agama Islam
Penelitian ini membahas mengenai upaya taubat al nasuha warga binaan permasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIB Purwodadi Grobogan melalui bimbingan agama islam. Adapun yang melatarbelakangi penelitian ini adalah warga binaan permasyarakatan (WBP) di Lapas Purwodadi yang mempunyai keinginan yang kuat dalam diri mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi setelah mereka melakukan perbuatan dosa, mampu diterima kembali dalam kehidupan dimasyarakat, dan peningkatan ketaqwaan mereka kepada Allah SWT. Dan hal tersebut di tempuh dengan taubat al nasuha melalui bimbingan agama islam di Lapas Kelas IIB Purwodadi Grobogan. Selain itu, upaya taubat al nasuha melalui bimbingan agama diharapkan mampu menurunkan tingkat residivis narapidana di Lapas Kelas IIB Purwodadi.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian case study yang mempelajari kasus-kasus spesifik untuk mengumpulkan informasi tentang fenomena yang terjadi. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk analisinya menggunakan Teknik analisis kualitatif deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya-upaya taubat al nasuha warga binaan permasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIB Purwodadi melalui bimbingan agama Islam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan bimbingan agama islam yang ada di Lapas kelas IIB Purwodadi yang berupa ceramah, konseling agama, program rehabilitasi, mentor spiritual, dan grup dukungan yang diikuti oleh warga binaan permasyarakatan menjadi sarana untuk upaya taubat al nasuha. Kemudian, materi bimbingan agama islam yang diberikan mencakup tentang konsep taubat dalam islam, langkah-langkah yang harus diambil dalam melakukan taubat yang benar, pemahaman tentang penyesalan dan dosa, dan materi yang mencakup tentang pentingnya memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia dan meningkatkan amal shaleh. Kemudian, bimbingan agama islam dilakukan secara individu dan kelompok untuk mempermudah pembimbing dalam menyampaikan materi bimbingan agama kepada warga binaan. Dengan bimbingan agama yang demikian maka, bimbingan agama islam mampu membantu warga binaan dalam mencapai upaya taubat al nasuha, yang dapat dilihat dari meningkatnya amal shaleh warga binaan berupa shalat tahajjud, tadarus al-quran, masuknya warga binaan di pondok pesantren, beristighfar, menjauhi kemaksiatan, dan istiqomah dalam kebaikan
Analisis framing berita kasus dugaan penistaan agama oleh Panji Gumilang di media Republika online Juli 2023
Pada April 2023 lalu, beredar sebuah video viral di internet yang menampilkan jemaah perempuan di saf terdepan dan sejajar dengan saf laki-laki saat salat Idulfitri yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat. Video tersebut menjadi kontroversial karena dinilai menyimpang dengan ajaran agama Islam. Tidak hanya itu, video tentang ucapan kontroversial Panji Gumilang ikut menjadi bahasan warganet, hal tersebut membuat Panji Gumilang dilaporkan kepada Bareskrim Polri atas dugaan tindakan penistaan agama Islam karena memberikan ajaran yang diduga menyimpang di Ponpes AlZaytun. Kasus tersebut tidak luput dari sorotan media khususnya media massa online, salah satunya yaitu Republika online.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengamati, menganalisis, dan
mendeskripsikan, framing berita kasus dugaan penistaan agama oleh Panji Gumilang di Republika online pada periode Juli 2023. Penelitian ini menggunakan analisis framing model Robert N. Entman untuk mengetahui bagian yang ditonjolkan oleh Republika online. Entman menggunakan framing untuk menjelaskan proses seleksi dan menonjolkan aspek realitas tertentu pada sebuah media massa. Terdapat empat aspek dari analisis framing Robert N. Entman yang digunakan dalam penelitian, yaitu define problems (pendefinisian masalah), diagnose causes (sumber masalah), make moral judgement (membuat keputusan moral), dan treatment recommendation (menekankan penyelesaian). Data penelitian yang dianalisis sebanyak 13 berita dari 49 berita tentang perkembangan kasus dugaan penistaan agama Panji Gumilang yang dikumpulkan dari media Republika online.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa framing yang dibuat Republika online dalam memberitakan kasus dugaan penistaan agama oleh Panji Gumilang, adalah dengan memihak kepada pemerintah dan aparat hukum untuk menangani kasus tersebut sesuai hukum yang berlaku. Hal ini dapat diketahui dari pengambilan narasumber berita, upaya penyelesaian dari aparat hukum yang ditonjolkan, serta kutipan dan narasi berita yang merupakan bentuk penonjolan isuyang dibingkai oleh media tersebut. Media ini mendefinisikan kasus penistaan agama Panji Gumilang sebagai masalah agama dan merekomendasikan penyelesaian menggunakan hukum yang berlaku di Indonesia terkait pasal penodaan agama
Implementasi prinsip-prinsip komunikasi Islam pada produk pemberitaan Humas UIN Walisongo
Public Relations (PR) atau humas berfungsi sebagai penghubung antara organisasi dan stakeholder-nya dengan membangun hubungan yang baik berdasarkan kepercayaan, kejujuran, dan kredibilitas. Dalam perguruan tinggi seperti UIN Walisongo, PR sangat penting dalam menjalin komunikasi yang efektif dengan stakeholder internal dan eksternal. Sebagai universitas yang berlandaskan nilai keislaman, UIN Walisongo perlu menerapkan prinsip komunikasi Islam dalam praktik Public Relations. Peinsip Komunikasi Islam adalah Qaulan sadida (perkataan yang benar), Qaulan baligha (perkataan yang tepat sasaran), Qaulan karima (perkataan yang mulia), Qaulan ma’rufa (perkataan yang baik), Qaulan layyinan (perkataan yang lemah lembut) dan Qaulan maisura (perkataan yang mudah diterima).
Tujuan dari penelitian ini adalah guna mengetahui implementasi prinsip komunikasi Islam pada produk pemberitaan humas UIN Walisongo. Dalam skripsi ini, penulis menggunakan penelitian kualitatif yang sifatnya deskriptif analitik dengan pengambilan data dokumentasi derhadap berita yang di tulis oleh humas UIN Walisongo. Kemudian mewawancarai penanggung jawab humas UIN Walisongo untuk memahami bagaimana prinsip-prinsip komunikasi Islam diterapkan dalam kegiatan kehumasan sehari-hari. Selain itu, analisis terhadap berita-berita yang dipublikasikan oleh humas juga dilakukan untuk menilai sejauh mana penerapan prinsip-prinsip tersebut dalam komunikasi publik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas UIN Walisongo berupaya menerapkan prinsip-prinsip komunikasi Islam, seperti qaulan sadida (perkataan yang benar) dan qaulan baligha (perkataan yang efektif), dalam kegiatan publikasi berita. Namun, terdapat beberapa kendala, terutama dalam hal waktu, yang menyebabkan penggunaan istilah yang sulit dipahami oleh khalayak umum, bertentangan dengan prinsip qaulan maisura (perkataan yang mudah diterima). Beberapa berita yang dipublikasikan masih memerlukan perbaikan dalam penggunaan bahasa agar lebih sederhana dan mudah dipahami. Secara keseluruhan, implementasi prinsip komunikasi Islam telah berjalan, tetapi perlu peningkatan dalam hal penyederhanaan bahasa dan kontrol kualitas sebelum publikasi
Manajemen dakwah di Pondok Pesantren Al-Munawwar Bukit Panembahan Senopati Semarang
Pondok Pesantren Al-Munawwar Bukit Panembahan Senopati, Semarang, dikenal sebagai lembaga pendidikan Islam yang aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan. Selain itu, pondok pesantren ini memiliki dua program khusus, yakni program Muhadloroh dan program Madrasatul Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ragam kegiatan dakwah serta manajemen dakwah yang diadakan di Pondok Pesantren Al-Munawwar Bukit Panembahan Senopati, Semarang perspektif fungsi-fungsi manajamen dakwah.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian dalam skripsi ini menunjukkan bahwa kegiatan dakwah di Pondok Pesantren Al-Munawwar Bukit Panembahan Senopati, Semarang, terbagi menjadi kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari, mingguan, dan bulanan, yang direncanakan oleh pengurus bersama dengan pengasuh. Selain itu, penelitian ini mengungkapkan bahwa manajemen dakwah di Pondok Pesantren Al- Munawwar telah menerapkan aspek-aspek manajemen Dakwah berupa fungsi- fungsi manajemen dakwah, yakni 1) perencanaan Dakwah (Takhthith), 2) Pengorganisasian Dakwah (Thanzhim), 3) Penggerakan Dakwah (Tawjih), 4) Pengawasan Dakwah (Taqabah). Meskipun keempat fungsi tersebut diterapkan sebaik mungkin, namun masih terdapat beberapa fungsi yang belum berjalan optimal. Oleh karena itu, perbaikan kendala tersebut menjadi tanggung jawab pihak Pondok Pesantren agar dapat meningkatkan efektivitasnya di masa yang akan datang