26964 research outputs found
Sort by
Habituasi program wajib baca dalam proses belajar siswa : studi pada siswa SMP Negeri 2 Mojogedang Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah
Habituasi merupakan sesuatu yang sengaja dilakukan secara berulang-ulang agar sesuatu itu menjadi kebiasaan. Habituasi program wajib baca merupakan sebuah program yang memiliki tujuan untuk menanamkan kebiasaan membaca, dengan kebiasaan membaca tersebut diharapkan dapat menambah kemampuan membaca siswa. Pembiasaan wajib baca akan menstimulasi kemampuan kognitif, meningkatkan daya ingat, dan memperkuat pemahaman terhadap materi pelajaran. Sehingga, pembiasaan wajib baca dapat berdampak pada proses belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pelaksanaan program wajib baca dan dampak pelaksanaan program wajib baca terhadap proses belajar siswa di SMP Negeri 2 Mojogedang.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan yang berada di SMP Negeri 2 Mojogedang Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah dengan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif yang berorientasi pada pelaksanaan program wajib baca. Data penelitian yang peneliti peroleh menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik Purposive yaitu melakukan pertimbangan dalam menentukan informan. Data penelitian dianalisis menggunakan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Teori Struktural Fungsional oleh Talcott Parsons.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pelaksanaan program wajib baca di SMP Negeri 2 Mojogedang, sekolah melakukan persiapan pra pelaksanaan dan sosialisasi pra pelaksanaan program wajib baca kepada siswa dan orang tua. Habituasi program wajib baca dilaksanakan dengan menerapkan wajib baca 15 menit sebelum pembelajaran dimulai dan wajib baca 40 judul buku setiap satu tahun. Kemudian, guru juga berperan aktif dalam pelaksanaan program wajib baca yaitu sebagai motivator, teladan, fasilitator, dan pengawas. Adapun, habituasi program wajib baca memiliki dampak terhadap proses belajar yaitu membentuk kebiasaan membaca siswa serta meningkatkan konsentrasi dan keaktifan siswa pada proses belajar. Siswa yang telibat kegiatan membaca secara rutin atau terus-menerus bahkan terjadwal membuat siswa memiliki pengetahuan yang luas. Program wajib baca tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tentang materi atau bahan pembelajaran, namun juga membentuk kebiasaan membaca, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan berbahasa dan mengembangkan kemampuan kognitif siswa. Kemampuan kognitif yang berkembang melalui program wajib baca tidak hanya mencakup pemahaman dan analisis, akan tetapi juga berpikir logis dan sistematis. Program wajib baca juga berdampak pada peningkatan konsentrasi dan keaktifan siswa dalam belajar.
ABSTRACT:
Habituation is something that is deliberately done repeatedly so that something becomes a habit. Habituation of the compulsory reading program is a program that aims to instill the habit of reading, with the habit of reading is expected to increase students' reading ability. The habit of compulsory reading will stimulate cognitive abilities, improve memory, and strengthen understanding of subject matter. Thus, the habit of compulsory reading can have an impact on the student learning process. This study aims to analyze and find out the implementation of the compulsory reading program and the impact of the implementation of the compulsory reading program on the learning process of students at SMP Negeri 2 Mojogedang.
This research uses a type of field research located at SMP Negeri 2 Mojogedang, Karanganyar Regency, Central Java with qualitative methods and descriptive approaches oriented to the implementation of the compulsory reading program. Research data obtained by researchers using interview techniques, observation, and documentation. In this study, researchers used purposive techniques, namely making considerations in determining informants. The research data were analyzed using four stages, namely data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. Data analysis in this study uses Functional Structural Theory by Talcott Parsons.
The results showed that before the implementation of the compulsory reading program at SMP Negeri 2 Mojogedang, the school conducted pre-implementation preparation and pre-implementation socialization of the compulsory reading program to students and parents. Habituation of the compulsory reading program is carried out by implementing compulsory reading 15 minutes before learning begins and compulsory reading of 40 book titles every year. Then, teachers also play an active role in the implementation of the compulsory reading program, namely as motivators, role models, facilitators, and supervisors. Meanwhile, the habituation of the compulsory reading program has an impact on the learning process, namely forming students' reading habits and increasing students' concentration and activeness in the learning process. Students who are involved in reading activities regularly or continuously and even scheduled make students have broad knowledge. The compulsory reading program not only improves students' understanding of learning materials, but also forms reading habits, develops critical thinking skills, language skills and develops students' cognitive abilities. The cognitive abilities developed through the compulsory reading program include not only comprehension and analysis, but also logical and systematic thinking. The compulsory reading program also has an impact on increasing students' concentration and activeness in learning
Strategi nelayan tradisional dalam menghadapi perubahan iklim : studi di Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang
Penelitian ini mengkaji strategi adaptasi nelayan tradisional di Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang dalam menghadapi dampak perubahan iklim meliputi: (1) Permasalahan ekonomi, (2) Permasalahan sosial, (3) Kesulitan lainnya yang dialami nelayan, (4) Tantangan bagi nelayan tradisional. Berdasarkan latar belakang tersebut, saya ingin meneliti mengenai bagaimana perubahan iklim yang menjadi persoalan penting bagi nelayan tradisional di Mangkang Wetan, serta bagaimana mempengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi nelayan.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Sumber data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer dalam penelitian ini bersumber langsung dari informan penelitian, yaitu Nelayan tradisional di Mangkang Wetan. Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini bersumber dari buku, artikel jurnal, serta dokumen. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi non-partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penentuan informan dilakukan menggunakan teknik Purposive. Teori yang dipakai adalah teori moral ekonomi James C. Scott, penelitian ini bertujuan memahami secara mendalam fenomena sosial dan strategi adaptasi yang diterapkan masyarakat nelayan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi yang dijalankan nelayan meliputi tiga aspek utama: (1) membangun dan memperkuat jaringan sosial dalam komunitas nelayan yang berfungsi sebagai wadah solidaritas, berbagi informasi cuaca, dan bantuan saat krisis; (2) memanfaatkan teknologi, seperti informasi cuaca dari BMKG dan penggunaan grup WhatsApp nelayan, untuk meminimalkan risiko saat melaut; dan (3) melakukan diversifikasi pekerjaan, seperti menjadi buruh bangunan, ikut proyek, menyewakan perahu, dan membudidayakan kerang hijau. (4) Pengambilan keputusan bersama untuk saling membantu, berbagi informasi, dan mencari solusi atas berbagai persoalan seperti cuaca ekstrem, penurunan hasil tangkapan, atau kendala teknis saat melaut. Temuan ini menunjukkan bahwa ketahanan sosial-ekologis masyarakat pesisir dipengaruhi oleh fleksibilitas, solidaritas, dan inovasi lokal dalam menghadapi krisis iklim.
ABSTRACT:
This research examines the adaptation strategies of traditional fishermen in Mangkang Wetan Village, Tugu Subdistrict, Semarang City in facing the impacts of climate change, including: (1) economic problems, (2) social problems, (3) other difficulties experienced by fishermen, (4) challenges for traditional fishermen. Based on this background, I would like to examine how climate change is an important issue for traditional fishermen in Mangkang Wetan, and how it affects the social and economic lives of fishermen.
This research is a field research that uses qualitative research methods using a descriptive approach. The data sources used in this research are primary and secondary data. Primary data in this research comes directly from research informants, namely traditional fishermen in Mangkang Wetan. Meanwhile, secondary data in this research comes from books, journal articles, and documents. Data collection techniques in this study used non-participatory observation, in-depth interviews, and documentation. Purposive technique was used to determine the informants. The theory used is James C. Scott's moral economy theory. Scott, this research aims to deeply understand social phenomena and adaptation strategies applied by fishing communities.
The results show that the adaptation strategies implemented by fishermen include three main aspects: (1) building and strengthening social networks within the fishing community that serve as a forum for solidarity, sharing weather information, and assistance in times of crisis; (2) utilizing technology, such as weather information from BMKG and the use of fishermen's WhatsApp groups, to minimize risks when going to sea; and (3) diversifying work, such as becoming construction workers, joining projects, renting boats, and cultivating green mussels. (4) Joint decision-making to help each other, share information, and find solutions to problems such as extreme weather, declining catches, or technical problems at sea. The findings suggest that the social-ecological resilience of coastal communities is influenced by local flexibility, solidarity and innovation in the face of the climate crisis
Eksistensi perempuan penjual jamu gendong : studi di Desa Tridonorejo, Kec. Bonang, Kab. Demak
Perempuan penjual jamu gendong merupakan pelaku ekonomi tradisional yang menjajakan jamu ramuan herbal dengan cara digendong dan dipasarkan di desa dengan cara berkeliling. Profesi penjual jamu gendong berfungsi sebagai sumber penghasilan dan juga sarat akan nilai budaya dan simbol kearifan lokal. Perempuan penjual jamu gendong di Desa Tridonorejo merupakan pelaku ekonomi tradisional yang menjajakan jamu ramuan herbal dengan cara digendong dan dipasarkan di desa dengan cara berkeliling. Profesi penjual jamu gendong berfungsi sebagai sumber penghasilan dan juga sarat akan nilai budaya dan simbol kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses stigma dan strategi eksistensi perempuan penjual jamu gendong di Desa Tridonorejo Kecamatan Bonang Kabupaten Demak.
Penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui observasi non partisipasi dan wawancara tidak terstruktur menggunakan tujuh informan dan dokumentasi. Adapun analisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakan model Milles dan Huberman dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarika kesimpulan. Secara substansif dan analisis penelitian ini menggunakan konstruksi realitas sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann (1996) untuk menganalisis terbentuknya stigma dan menghasilkan eksistensi perempuan penjual jamu gendong di Desa Tridonorejo.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan penjual jamu di Desa Tridonorejo mengalami dua jenis stigma, yaitu stigma internal berupa perasaan minder dan stigma eksternal berupa pandangan negatif dari masyarakat yang mengobjektifikasi profesi mereka. Stigma tersebut merupakan konstruksi sosial yang dipengaruhi oleh norma patriarkal dan diperkuat melalui proses sosial yang dijelaskan oleh teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann. Eksistensi perempuan penjual jamu gendong dihadirkan dengan beberapa strategi khusus. Strategi mempertahankan originalitas, stratehgi mempertahankan kualitas jamu, dan strategi ruang pemasaran baru. Strategi eksistensi yang dijalankan oleh perempuan penjual jamu gendong di Desa Tridonorejo menunjukkan upaya bertahan dan menyesuaikan diri di tengah tekanan sosial dan perubahan zaman.
ABSTRACT:
Female herbal medicine sellers are traditional economic actors who sell herbal concoctions by carrying them on their backs and marketing them in villages by going around. The profession of herbal medicine sellers functions as a source of income and is also full of cultural values and symbols of local wisdom. Female herbal medicine sellers in Tridonorejo Village are traditional economic actors who sell herbal concoctions by carrying them on their backs and marketing them in villages by going around. The profession of herbal medicine sellers functions as a source of income and is also full of cultural values and symbols of local wisdom. This study aims to determine the stigma process and existence strategies of female herbal medicine sellers in Tridonorejo Village, Bonang District, Demak Regency.
This research is a qualitative research with a descriptive approach. This research uses a field research type. The data sources used in this study are primary and secondary data sources with data collection techniques through non-participatory observation and unstructured interviews using seven informants and documentation. The data analysis in this study uses the Milles and Huberman model by means of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Substantively and analytically, this study uses the social reality construction of Peter L. Berger and Thomas Luckmann (1996) to analyze the formation of stigma and the resulting existence of female herbal medicine sellers in Tridonorejo Village.
The results of the study indicate that female herbal medicine sellers in Tridonorejo Village experience two types of stigma, namely internal stigma in the form of feelings of inferiority and external stigma in the form of negative views from society that objectify their profession. This stigma is a social construction influenced by patriarchal norms and reinforced through social processes explained by Berger and Luckmann's social construction theory. The existence of female herbal medicine sellers is presented with several specific strategies. Strategy to maintain originality, strategy to maintain herbal medicine quality, and new marketing space strategy. The existence strategy carried out by female herbal medicine sellers in Tridonorejo Village shows an effort to survive and adapt amidst social pressure and changing times
Pemanfaatan media sosial Instagram dalam peningkatan pengetahuan pengasuhan anak : studi pada akun Instagram @qia.kids
Media sosial saat ini memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam bidang pengasuhan anak. Salah satu platform yang memberikan kontribusi besar dalam hal ini adalah Instagram, yang menyajikan berbagai konten edukatif untuk orang tua. Salah satu akun yang berfokus pada edukasi pengasuhan anak adalah @qia.kids, yang menawarkan berbagai informasi seputar pengasuhan anak berbasis pengetahuan ilmiah. Akun ini menyajikan konten yang meliputi kesehatan anak, perkembangan fisik dan emosional anak, serta produk-produk pendukung pengasuhan anak yang bertujuan untuk mendukung orang tua dalam mendidik anak dengan cara yang positif dan terstruktur. Berdasarkan dari latar belakang tersebut peneliti bertujuan untuk memahami bagaimana akun Instagram @qia.kids menyajikan konten pengasuhan anak, alasan para pengikut memilih akun ini sebagai referensi dalam pengasuhan, serta dampak yang ditimbulkan oleh penggunaan konten tersebut terhadap pola pengasuhan yang diterapkan oleh orang tua.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan jenis penelotian digital/media dengan melalui pendekatan netnografi untuk mendalami interaksi antara pengelola akun dan pengikutnya serta memahami dampak yang ditimbulkan terhadap praktik pengasuhan. Teknik pengumpulan data melalui observasi non-partisipatoris, wawancara semi terstruktur dengan pemilik akun dan beberapa pengikut aktif, serta dokumentasi melalui digital/media. Teknik analisis data menggunakan kualitatif dari Miles dan Huberman dengan tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori dari penelitian ini menggunakan teori modal sosial Robert D. Putnam
Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun Instagram @qia.kids berhasil menjadi sumber informasi yang berguna bagi orang tua, menyediakan konten yang mencakup kurikulum homeschooling, kesehatan, dan tumbuh kembang anak. Para pengikut memilih akun ini karena konten yang disajikan sesuai dengan kebutuhan mereka, mudah dipahami, dan menawarkan pendekatan yang berbasis penelitian. Dampak yang ditimbulkan dari pemanfaatan akun ini meliputi peningkatan pengetahuan orang tua dalam mengasuh anak secara positif dan kreatif. Penelitian ini juga menunjukkan pentingnya media sosial, khususnya Instagram, dalam membangun komunitas pengasuhan yang mendukung dan saling berbagi pengetahuan antar orang tua.
ABSTRACT:
Social media currently plays a crucial role in daily life, including in the field of parenting. One platform that significantly contributes to this aspect is Instagram, which provides various educational content for parents. One of the accounts focusing on parenting education is @qia.kids, offering a wide range of information based on scientific knowledge. This account presents content covering children's health, physical and emotional development, and parenting support products aimed at helping parents educate their children in a positive and structured manner. Based on this background, the researcher aims to understand how the Instagram account @qia.kids presents parenting content, why its followers choose this account as a reference for parenting, and the impact of utilizing its content on the parenting patterns adopted by parents.
This research is a qualitative study with a digital/media research approach, employing a netnographic method to explore interactions between the account administrator and its followers and to understand the impact on parenting practices. Data collection techniques include non-participatory observation, semi-structured interviews with the account owner and several active followers, and documentation through digital/media. Data analysis follows the qualitative approach of Miles and Huberman, which consists of three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The theoretical framework of this study is based on Robert D. Putnam’s social capital theory.
The findings indicate that the Instagram account @qia.kids has successfully become a valuable source of information for parents, providing content on homeschooling curricula, children's health, and child development. Followers choose this account because the content aligns with their needs, is easy to understand, and offers a research-based approach. The impact of utilizing this account includes an increase in parents' knowledge in fostering positive and creative parenting practices. This study also highlights the importance of social media, particularly Instagram, in building a supportive parenting community where parents can share knowledge and experiences
Strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SDN Tambakaji 04 Kec. Ngaliyan Kota Semarang
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: 1) formulasi strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SDN Tambakaji 04 Kec. Ngaliyan Kota Semarang, 2) pelaksanaan strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SDN Tambakaji 04 Kec. Ngaliyan Kota Semarang, 3) evaluasi strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SDN Tambakaji 04 Kec. Ngaliyan Kota Semarang.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru. Adapun langkah yang dilakukan utuk menganalisis data yaitu dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1) Formulasi strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SDN Tambakaji 04 Kec. Ngaliyan Kota Semarang yaitu: a) menyusun visi, misi, dan tujuan, b) perencanaan kegiatan, c) identifikasi kebutuhan, d) penyusunan kebijakan. 2) Pelaksanaan strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SDN Tambakaji 04 Kec. Ngaliyan Kota Semarang yaitu: a) pelaksanaan kegiatan, b) pelibatan guru, siswa, dan orang tua, c) penyedian fasilitas, d) sosialisasi kegiatan, e) pendanaan dan dukugan anggaran. 3) Evaluasi strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SDN Tambakaji 04 Kec. Ngaliyan Kota Semarang yaitu: a) monitoring, b) evaluasi hasil, c) umpan balik, d) pelaporan dan dokumentasi kegiatan, e) penyusunan rencana tindak lanjut
Manajemen strategi dalam penguatan budaya sekolah untuk meningkatkan sikap keagamaan siswa di SMK Ma’arif NU 1 Kota Semarang
Budaya sekolah memiliki peran penting dalam membentuk dan meningkatkan karakter siswa, khususnya dalam sikap keagamaan. Fokus penelitian ini adalah untuk memahami manajemen strategi dalam penguatan budaya sekolah untuk meningkatkan sikap keagamaan siswa. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian kualitatif deskriptif, menggabungkan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan analisis data, manajemen strategi dilakukam melalui tahapan: (1) Perumusan manajemen strategi dalam penguatan budaya sekolah untuk meningkatkan sikap keagamaan siswa melalui pengembangan visi misi, identifikasi faktor internal dan eksternal, menetapkan tujuan jangka panjang, menentukan strategi-strategi alternatif untuk mencapai tujuan jangka panjang. (2) Implementasi strategi dalam penguatan budaya sekolah untuk meningkatkan sikap keagamaan siswa melalui menetapkan tujuan tahunan, menentukan kebijakan sekolah, memotivasi pekerja, mengalokasikan sumber daya manusia, mengembangkan budaya yang mendukung strategi. (3) Evaluasi manajemen strategi dalam penguatan budaya sekolah untuk meningkatkan sikap keagamaan siswa melalui memonitor seluruh hasil-hasil dari pembuatan dan penerapan strategi, mengukur kinerja sekolah, dan mengambil langkah-langkah perbaikan. Keberhasilan manajemen strategi dalam penguatan budaya sekolah untuk meningkatkan sikap keagamaan siswa dapat disimpulkan baik dan cukup berhasil dalam meningkatkan sikap keagamaan siswa
Penggunaan media sosial Instagram sebagai wadah informasi mahasiswa : studi pada akun @pesan_uinws
Akun Instagram @pesan_uinws merupakan akun Instagram yang digunakan mahasiswa sebagai wadah informasi yang sangat signifikan. Akun @pesan_uinws berisi berbagai informasi seputar peristiwa yang terjadi di dalam maupun di sekitar kampus, misalnya info mengenai tempat kos dan kontrakan untuk mahasiswa yang memerlukan, pengumuman barang hilang, serta peluang lowongan kerja bagi mahasiswa yang ingin memanfaatkan waktu luangnya, ruang untuk mahasiswa untuk mencurahkan unek-uneknya, sekaligus sebagai wadah bagi perusahaan untuk memperkenalkan produk atau jasanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara akun @pesan_uinws dalam menyampaikan informasi kepada mahasiswa. Terdapat dampak ekonomi, dampak sosial, dan dampak budaya dari adanya akun Instagram @pesan_uinws.
Jenis penelitian media dengan metode kualitatif dan pendekatan netnografi digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui bagaimana cara akun Instagram @pesan_uinws dalam menyampaikan informasi kepada mahasiswa. Terdapat dua sumber dalam penelitian ini, yaitu sumber data primer dari hasil wawancara dan observasi pada admin akun Instagram @pesan_uinws dan juga pengikut akun @pesan_uinws serta sumber data sekunder dari media, buku, artikel jurnal, dan lainnya. Ada juga metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori New Media milik Pierre Levy, menyiratkan bahwa teori New Media mengkaji tentang evolusi media.
Dalam penelitian ini, hasil yang didapatkan adalah cara akun Instagram @pesan_uinws, berbagai fitur Instagram seperti unggahan, story, dan DM (direct message) dimanfaatkan untuk menciptakan komunikasi yang dinamis. Melalui direct message pengguna dapat menyalurkan informasinya, perancangan tampilan grafis, hingga proses publikasi berdasarkan antrean. Dari aspek dampak sosial, @pesan_uinws telah sukses menumbuhkan rasa solidaritas dan kekompakan di antara mahasiswa lintas fakultas dan angkatan, memperluas jaringan pertemanan. Dari sisi ekonomi, meskipun pemasukan yang diperoleh admin melalui paid promote masih terbatas, akun ini memberikan peluang bagi pelaku usaha lokal maupun mahasiswa yang ingin memajukan bisnis untuk melakukan promosi dan kolaborasi, sehingga turut mendukung penguatan ekosistem ekonomi di lingkungan kampus.
ABSTRACT:
The @pesan_uinws Instagram account is an Instagram account that is used by students as a very significant information platform. The @pesan_uinws account contains various information about events that occur on and around campus, for example info about boarding houses and rentals for students who need it, announcements of lost items, as well as job opportunities for students who want to take advantage of their free time, a space for students to pour out their unek-unek, as well as a place for companies to introduce their products or services. The purpose of this research is to find out how the @pesan_uinws account conveys information to students. There are economic impacts, social impacts, and cultural impacts of the @pesan_uinws Instagram account.
This type of media research with qualitative methods and a netnography approach is used in this study to find out how the Instagram account @pesan_uinws conveys information to students. There are two sources in this research, namely primary data sources from the results of interviews and observations on the admin of the @pesan_uinws Instagram account and also followers of the @pesan_uinws account and secondary data sources from the media, books, journal articles, and others. There are also data collection methods used in this research, namely interviews, observation, and documentation. This research uses Pierre Levy's New Media theory, implying that New Media theory examines the evolution of media.
In this research, the results obtained are how the Instagram account @pesan_uinws, various Instagram features such as uploads, stories, and DM (direct messages) are utilized to create dynamic communication. Through direct messages, users can channel their information, design graphic displays, and the publication process based on the queue. In terms of social impact, @pesan_uinws has successfully fostered a sense of solidarity and cohesiveness among students across faculties and batches, expanding the network of friends. From an economic perspective, although the income earned by the admin through paid promotion is still limited, this account provides opportunities for local businesses and students who want to advance their business to promote and collaborate, thus supporting the strengthening of the economic ecosystem on campus
Rasionalitas pengambilan keputusan suami untuk vasektomi dalam Keluarga Berencana (KB) : studi pada Balai Penyuluhan Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Ngaliyan
Penelitian ini mengkaji tentang rasionalitas pengambilan keputusan suami dalam memilih vasektomi di Kecamatan Ngaliyan dengan fokus menyoroti alasan dan dampaknya. Dengan teori tindakan sosial Max Weber dan perspektif sosiologi gender dan kesehatan, penelitian ini bertujuan memahami pengaruh norma sosial dan peran unik komunitas “Sebar Tumingal” dalam mendukung KB bagi laki-laki di Kecamatan Ngaliyan. Data akseptor vasektomi tahun 2023-2024 menunjukkan peningkatan jumlah pasangan usia subur (PUS) yang ada, Hal demikian menggarisbawahi pentingnya penelitian ini agar dapat memahami dinamika partisipasi laki-laki dalam KB yang ada di Kecamatan Ngaliyan.
Penelitian ini menggunkan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang bersifat mendeskripsikan keadaan yang sebenarnya terjadi, dan memahami secara fenomena secara mendalam yang dialami oleh subjek penelitian, termasuk perilaku, persepsi atau pandangan, partisipasi, alasan yang melatarbelakangi dan hal-hal serupa untuk mendapatkan informasi lebih mendalam dan luas terhadap fenomena yang diangkat dalam penelitian ini. Penggumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi secara langsung, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa rasionalitas pengambilan keputusan suami untuk vasektomi dalam KB dipengaruhi oleh beberapa alasan utama, termasuk diantaranya alasan ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan sosial, serta tanggung jawab suami dalam keluarga. Sedangkan Dampak yang muncul dari keputusan ini bersifat multidimensional, mencakup dampak yang timbul bagi individu, pasangan, keluarga, dan masyarakat.
ABSTRACT:
This study examines the rationality of husbands' decision-making in choosing a vasectomy in Ngaliyan District with a focus on highlighting the reasons and impacts. With Max Weber's theory of social action and the sociological perspective of gender and health, this study aims to understand the influence of social norms and the unique role of the "Sebar Tumingal" community in supporting family planning for men in Ngaliyan District. Vasectomy acceptor data for 2023-2024 shows an increase in the number of existing couples of childbearing age (PUS), but it is still not optimal enough in showing the ideal number of male participationt in family planning. This underscores the importance of this study in order to understand the dynamics of male participation in family planning in Ngaliyan District.
This study uses a qualitative method with a descriptive approach that describes the actual situation that occurs, and understands in depth the phenomena experienced by the research subjects, including behavior, perception or view, participation, background reasons and similar things to obtain more in-depth and extensive information about the phenomena raised in this study. The data collection in this study uses direct observation, interviews and documentation. The data analysis used in this study is by data reduction, data presentation and conclusion making.
The results of this study show that the rationality of the husband's decision to have a vasectomy in family planning is influenced by several main reasons, including economic, educational, health, social environment, and the husband's responsibilities in the family. Meanwhile, the impact that arises from this decision is multidimensional, including the impact that arises on individuals, couples, families, and society
Pengaruh penggunaan kartu debit, mobile banking dan uang elektronik sebagai pengganti uang cash terhadap perilaku konsumtif mahasiswa di Semarang
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh penggunaan Kartu Debit, Mobile Banking dan uang elektronik sebagai pengganti uang cash terhadap perilaku konsumtif mahasiswa di Semarang. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa yang berada di Semarang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 orang responden.
Di dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan menjadi anggota sampel dengan kriteria tertentu. Kemudian metode pengumpulan data melalui kuosioner dan analisa data menggunakan SPSS 29 yang meliputi uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, pengujian hipotesis menggunakan uji t dan uji R2.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh variabel bebas, yaitu Kartu Debit, Mobile Banking dan uang elektronik berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa di Semarang. Berdasarkan nilai koefisien determinasi sebesar 0,606 atau 60,6% yang artinya variabel uang elektronik, Kartu Debit dan mobile baking mempengaruhi perilaku konsumtif sebesar 60,6 persen serta sisanya 39,4 persen dipengaruhi oleh variable lain.
ABSTRACT:
This study aims to empirically test the effect of using Debit Cards, Mobile Banking and electronic money as a substitute for cash on the consumer behavior of students in Semarang. The population of this study were all students in Semarang. The sample used in this study was 100 respondents.
This study used a purposive sampling technique, which is a sampling technique that provides the opportunity to become a sample member with certain criteria. Then the method of data collection through questionnaires and data analysis using SPSS 29 which includes validity tests, reliability, classical assumption tests, multiple regression analysis, hypothesis testing using t-tests and R2 tests.
The results of this study indicate that all independent variables, namely Debit Cards, Mobile Banking and electronic money have a positive and significant effect on the consumer behavior of students in Semarang. Based on the coefficient of determination value of 0.606 or 60.6%, which means that the variables of electronic money, Debit Cards and mobile banking affect consumer behavior by 60.6 percent and the remaining 39.4 percent are influenced by other variables
Intensi minat masyarakat Ngaliyan bertransaksi melalui BSI Smart Agent berdasarkan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat masyarakat Kecamatan Ngaliyan dalam menggunakan layanan BSI Smart Agent berdasarkan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Dengan pesatnya perkembangan teknologi, layanan perbankan digital menjadi semakin penting, terutama bagi masyarakat yang sulit mengakses kantor cabang perbankan. BSI Smart Agent hadir sebagai solusi layanan keuangan tanpa kantor yang memungkinkan transaksi seperti transfer, setor tunai, dan pembayaran tagihan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden di Kecamatan Ngaliyan. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah performance expectancy (harapan kinerja), effort expectancy (ekspektasi usaha), social influence (pengaruh sosial), dan facilitating conditions (kondisi fasilitas) sebagai variabel independen, serta minat masyarakat sebagai variabel dependen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa performance expectancy , social influence dan facilitating conditions memiliki pengaruh signifikan terhadap minat masyarakat dalam menggunakan BSI Smart Agent, sementara effort expectancy tidak memiliki pengaruh signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kepercayaan terhadap manfaat layanan dan ketersediaan fasilitas yang mendukung menjadi faktor utama yang mendorong penggunaan BSI Smart Agent. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan layanan perbankan syariah, khususnya dalam meningkatkan literasi dan akses masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis teknologi.
ABSTRACT:
This study aims to analyze the factors influencing the interest of the Ngaliyan District community in using the BSI Smart Agent service based on the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) model. With the rapid advancement of technology, digital banking services are becoming increasingly important, especially for people who have difficulty accessing bank branch offices. BSI Smart Agent emerges as a financial service solution without physical branches, enabling transactions such as transfers, cash deposits, and bill payments. This research adopts a quantitative approach, utilizing a survey method by distributing questionnaires to 100 respondents in Ngaliyan District. The variables used in this study include performance expectancy, effort expectancy, social influence, and facilitating conditions as independent variables, while community interest serves as the dependent variable.
The results indicate that performance expectancy, social influence, and facilitating conditions significantly influence the community's interest in using BSI Smart Agent, whereas effort expectancy does not have a significant impact. These findings suggest that trust in service benefits and the availability of supporting facilities are the primary factors driving the adoption of BSI Smart Agent. This study is expected to contribute to the development of Islamic banking services, particularly in enhancing financial literacy and access to technology-based financial services