26964 research outputs found
Sort by
Persepsi dan tindakan guru terhadap pemanfaatan artificial intelligence dalam pembelajaran di SD/MI Kota Semarang
Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) memberikan peluang bagi inovasi pembelajaran di Sekolah SD/MI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan tindakan guru terhadap pemanfaatan AI dalam pembelajaran di SD/MI Kota Semarang. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara, Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di keempat sekolah tersebut umumnya memiliki persepsi positif terhadap AI, terutama dalam aspek efektivitas dan efisiensi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukan guru memandang AI sebagai media bantu yang mempermudah pembuatan materi ajar, menyusun modul ajar digital, membuat soal evaluasi, serta mendukung pembelajaran yang lebih adaptif dan menarik. Dari segi tindakan, guru di MI Darul Ulum SDN Tambakaji 04, SDN 3 Purwoyoso 3 dan MI Al Hikmah tercatat telah menggunakan AI untuk lima bentuk kegiatan pembelajaran, yaitu penyusunan modul ajar, personalisasi materi, desain media interaktif, penyusunan simulasi/eksperimen virtual, dan presentasi materi. Guru memanfaatkan platform seperti Canva, ChatGPT, dan Quizizz. Guru menyebutkan AI seperti ChatGPT, Gemini, Gamma dan Canva sebagai alat bantu yang sangat membantu dalam menyusun RPP, modul ajar, serta media visual pembelajaran
Pengaruh model pembelajaran course review horay berbantu media flip chart terhadap aktivitas belajar IPAS kelas V MIN Kota Semarang tahun ajaran 2024/2025
Penelitian ini dilatar belakangi kurangnya aktivitas belajar siswa pada kegiatan pembelajaran, siswa yang kurang aktif, tidak memperhatikan guru ketika pembelajaran, kurang variasi model pembelajaran serta kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menyebabkan kejenuhan saat berlangsungnya pembelajaran. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran course review horay berbantu media flip chart terhadap aktivitas belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain posttest-only control group design. Sampel penelitian ini adalah kelas VB (eksperimen) dan VC (kontrol) yang masing-masing kelas terdiri dari 27 siswa. Teknik pengumpulan data dokumentasi, observasi, angket. Pada uji hipotesis menggunakan uji independent sampel test dengan taraf signifikasi 5% diperoleh 0,000 < 0,05 dengan nilai rata-rata eksperimen = 74, 25 dan kontrol = 62,51 menunjukan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran course review horay berbantu media flip chart pada mata Pelajaran IPAS kelas V MIN Kota Semarang tahun ajaran 2024/2025
The role of social media on student engagement in learning process at university
This study examines how social media enhances student engagement in higher education, focusing on English Education students at Walisongo State Islamic University, Semarang. Using a descriptive qualitative method, data were gathered through indirect observ ation, interviews with 15 students, and documentation. Findings reveal that WhatsApp is widely used for academic interaction between students and lecturers, sharing information, facilitating discussions, and supporting group assignments. Social media also encourages creativity and independent learning by providing access to additional resources. Its interactive nature supports cognitive, emotional, and behavioral engagement in learning process. Despite issues like distraction and data privacy, social media offers significant educational benefits when used appropriately. The study highlights the importance of integrating social media into academic activities to enhance student engagement and develop essential 21st-century skills such as collaboration, critical thinking, and innovation. Educators and institutions are encouraged to adapt to students’ digital habits to maximize learning outcomes.
Keywords: Academic Interaction; Higher Education; Learning Process; Student Engagement; Social Media
Identifying learners’ extrinsic motivation and it’s impacts on their speaking proficiency
For effective communication, speaking proficiency is essential, yet many English as Foreign Language (EFL) learners face difficulties in mastering it, often due to limited motivation. Although previous research has extensively examined intrinsic motivation, the specific impact of extrinsic motivational factors on speaking proficiency remains understudied, especially among university students. This study aims to identify the effect of extrinsic motivation, which includes external regulation, introjection, identification, and integration, on the speaking proficiency of 4th and 6th semester students in the International Class Program (ICP) of English Education Department at UIN Walisongo Semarang. Using a quantitative correlational design, data were collected from 48 students through questionnaires based on the Attitude Motivation Test Battery (AMTB) and Academic Motivation Scale (AMS). Speaking ability was assessed using grades that was gathered from Study Result Card (KHS). The findings revealed, among the four extrinsic motivation factors, integration had the most significant positive impact on students' speaking proficiency. External regulation, on the other hand, showed a weak negative correlation. Additionally, 4th semester students showed slightly higher level of extrinsic motivation than 6th semester students, although the difference was not statistically significant. Students who perceive English learning as aligned with their personal goals and values tend to perform better in speaking. This suggests that, rather than relying solely on external regulation or punishments, educators should encourage students to internalize the importance of language learning by linking it to their future aspirations and identity development. By encouraging a integration motivation, learners are more likely to participate actively in speaking activities and achieve higher levels of communicative competence.
Keyword: EFL, Extrinsic Motivation, Integration, Speaking Proficienc
The perception of senior high school students on listening practice through news
In language learning listening is important, therefore teachers must be good at choosing learning media to practice listening skills. And this research aims to explore the perceptions of Senior High School (SMA) students and also the benefits and challenges faced by students towards the use of news as a listening practice media in English learning. This study used a descriptive qualitative approach. Data were collected through semi-structured interviews involving 18 students from three grade levels at SMA Negeri 8 Semarang. The results showed that most students have a positive perception of the use of news as teaching material, many students think that the process in practicing listening skills is very challenging but very useful and even fun. Many benefits are obtained by students in practicing their listening skills using news, especially in increasing vocabulary, understanding various accents and speaking rates, and building confidence in listening. However, there are also challenges such as the speed of the news anchor's speech, the complexity of vocabulary, and the lack of interest in certain news topics. This research also opens up opportunities for broader follow-up research, such as comparing the effectiveness of different types of authentic materials (news vs podcasts, movies, etc.) in listening learning and exploring the impact of using news not only on listening skills, but also other skills such as speaking or vocabulary acquisition.
Keywords: authentic materials, english language learning, listening skills, news, student perceptions
Analisis pelaksanaan pengelolaan kelas dengan pendekatan eklektik guna membentuk karakter disiplin siswa kelas V SDN Ngaliyan 01 Semarang
Masalah penelitian ini berfokus pada pentingnya pengelolaan kelas yang efektif dalam membentuk karakter disiplin siswa, khususnya di kelas V SDN Ngaliyan 01 Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pengelolaan kelas dengan pendekatan eklektik dan untuk mengidentifikasi faktor pendukung serta penghambat pelaksanaan pengelolaan kelas tersebut.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif lapangan dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi terhadap guru, siswa, dan kepala sekolah, serta analisis dokumen terkait.
Proses pengelolaan kelas dianalisis melalui tiga tahap utama: persiapan atau perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kelas dengan pendekatan eklektik berhasil menciptakan suasana belajar yang kondusif, mendorong keterlibatan siswa, dan meningkatkan kedisiplinan. Beberapa faktor pendukung yang ditemukan antara lain keterlibatan aktif guru, partisipasi siswa dalam penyusunan aturan, dukungan kepala sekolah, dan fleksibilitas pendekatan yang digunakan. Namun, tantangan seperti heterogenitas karakter siswa dan ketidakpatuhan terhadap aturan juga diidentifikasi sebagai penghambat. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengelolaan kelas di sekolah dasar dan dapat menjadi acuan bagi penelitian selanjutnya dalam bidang pendidikan
Exploring students’ perceptions of the role of ICT in enhancing oral presentation skills in English language classroom
The use of ICT in oral presentations has been the subject of numerous studies. Still, few have looked at the use of ICT to enhance confidence and presentation skills. This study addresses how students view using ICT to improve their oral presentation abilities and how ICT influences their confidence when giving presentations in English classes. This study employs a descriptive qualitative research methodology to provide a comprehensive understanding of five English education students selected from a purposive sample. Interviews centered on students' experiences using ICT in their presentations were used to gather data. Data analysis in this study employs an interactive technique including data condensation, data display, and drawing conclusion. The results of this study show that students believe using ICT to improve their oral presentation abilities is highly advantageous. Students felt their presentations were better, delivered content more effectively, and engaged the audiences by using ICT, thus having a positive impact on their confidence. Despite facing several challenges, the students adapted by making backup plans and using different ICT. With these findings, this study also suggests conducting training and making the most of ICT in education so that it can increase confidence to overcome technological barriers in the classroom.
Keywords: ICT; oral presentation; confidence; english educatio
Pengaruh model pembelajaran kelompok berbantu permainan tradisional engklek terhadap kemampuan berpikir kritis materi pancasila siswa kelas III MI Takhasus Darul Ulum Semarang Tahun 2024/2025
Skripsi ini membahas mengenai pengaruh model pembelajaran kelompok berbantu permainan tradisional engklek terhadap kemampuan berfikir kritis materi Pancasila Siswa kelas III MI Takhasus Darul Ulum Semarang. Mempunyai tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran kelompok berbantu permainan tradisional engklek terhadap kemampuan berpikir kritis materi Pancasila kepada siswa kelas III di MI Takhasus Darul Ulum Semarang. Desain penelitian ini adalah sampling jenuh Seluruh siswa kelas III MI Takhasus Darul Ulum Semarang adalah populasi yang dijadikan sebagai sampel. Langkah awal pengolahan data dihasilkan dari pretest dengan nilai rata-rata 53,43 dan posttest dengan rata-rata nilai 87,13. selanjutnya analisis data menggunakan uji normalitas dengan hasil 0,321 > 0,05 artinya berdistribusi normal, tahap selanjutnya hasil dari hipotesis menggunakan regresi linear sederhana dengan hasil dari pengujian ini yaitu thitung 4,811 > ttabel 1,721 yaitu artinya Ho ditolak sedangkan Ha diterima maka terdapat pengaruh permainan tradisional engklek terhadap kemampuan berfikir kritis siswa kelas III pada materi simbol-simbol sila Pancasila. Besarnya pengaruh yaitu 0,524 bahwa pengaruh permainan tradisional engklek terhadap kemampuan berfikir kritis adalah sebesar 52,4% sedangkan 47,6% oleh variabel lain
Pengaruh model pembelajaran problem based learning berbantu media smart box terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran matematika kelas V SD Muhammadiyah Plus Semarang
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning berbantu media Smart Box serta untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam mata pelajaran matematika di kelas V SD Muhammadiyah Plus Semarang. Pengaruh pada penelitian ini ditunjukkan dengan nilai N-Gain dari pretest dan posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang diguanakan yaitu dokumentasi dan tes. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VB sebanyak 26 siswa dan VA terdiri dari 26 siswa. Dimana kelas VB sebagai kelas eksperimen dan VA sebagai kelas kontrol.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil nilai rata-rata posttest kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen 76,80 dan kelas kontrol 59,61. Berdasarkan perhitungan uji perbedaan rata-rata (analisis hipotesis) diperoleh nilai thitung > ttabel yaitu 6,377 > 2,008, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil uji N-Gain diperoleh nilai N-Gain kelas eksperimen 0,50 dengan kriteria sedang. Hal tersebut menujukkan bahwa pembelajaran Problem Based Learning berbantu media Smart Box berperngaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa di kelas V SD Muhammadiyah Plus Semarang
Pengembangan media pembelajaran puzzle tata cara wudhu untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas 1 SDN Ngaliyan 05 Semarang tahun ajaran 2024/2025
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbentuk puzzle tentang tata cara wudhu guna meningkatkan minat belajar siswa kelas 1 SDN Ngaliyan 05 Semarang. Media pembelajaran berbasis puzzle dipilih karena mampu meningkatkan minat belajar siswa serta membantu siswa memahami materi secara interaktif. Metode penelitian yang digunakan ini adalah Research and Development R&d dengan model ADDIE (analysis, design, development, implementation, and evaluation).
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: 1) Hasil validasi dari ahli media terhadap media puzzle tata cara wudhu sebesar 93% dengan kategori “sangat layak”, validasi ahli materi sebesar 100% dengan kategori “sangat layak”, sehingga media dikatakan valid dan dapat diujicobakan. 2) Meningkatkan minat belajar siswa kelas 1 SDN Ngaliyan 05 Semarang dengan perhitungan angket minat belajar siswa memperoleh nilai sebesar <,001 yang terdapat peningkatan minat belajar siswa, pada respon siswa terhadap media pembelajaran secara keseluruhan memperoleh presentase 92% dengan kategori “sangat layak”. Hal ini menunjukkan bahwa produk media pembelajaran puzzle tata cara wudhu dapat meningkatkan minat belajar siswa serta mengembangkan motorik dan kognitif siswa, puzzle dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran di Tingkat sekolah dasar