Walisongo State Islamic University

Walisongo Institutional Repository
Not a member yet
    26964 research outputs found

    Kongko sebagai gaya hidup anak muda : studi aktivitas kongko pada remaja di Kafe Hitam Putih Kabupaten Kendal

    Full text link
    Seiring adanya perkembangan zaman serta pemenuhan kebetuhan hidup yang meningkat menyebabkan meningkatkan gaya hidup masyarakat. Gaya hidup merupakan cara hidup individu bersumber pada kebiasaan, selera, sikap, yang bisa berubah sesuai zaman. Salah satunya gaya hidup kongko. Kongko yang pada awalnya sebagai kegiatan untuk mengisi waktu luang akhirnya diadaptasi oleh individu maupun kelompok sebagai sebuah gaya hidup. Kegiatan ini tentu saja membutukan sebuah tempat untuk sarana berkumpul salah satunya kafe. Salah satu kafe yang digemari remaja untuk berkunjung dan menghabiskan waktunya yakni Kafe Hitam Putih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya hidup kongko remaja melalui aktivitas yang dilakukan di Kafe Hitam Putih. Jenis penelitian yang dilakukan oleh penulis yakni penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif serta pendekatan deskriptif. Sedangkan teori yang digunakan adalah teori gaya hidup David Chaney. Dalam mengumpulkan data, penulis menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi non partisipan,dokumentasi dan wawancara. Dalam menganalisis data, penulis menganalisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpilan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kongko di kafe dijadikan sebagai sebuah gaya hidup bagi anak muda. Kongko dikafe dijadikan sebagai pembentukan sebuah identitas diri bagi anak muda. Kongko di Kafe dijadikan sebagai tempat pengekspesian diri dalam membentuk citra diri mereka melalui berkumpul, kongko sebagai pengekspresian diri, fashion dan lingkungan. Kongko dijadikan sebagai sebuah modal simbolik bagi para anak muda melalui selera sebagai sebuah gaya hidup dengan memesan minuman dan makanan favorit mereka, dan view yang ditampilkan Kafe Hitam Putih yang menjadikan ciri khasnya tersendiri. Adapun kongko dijadikan sebagai alasan remaja melakukan kongko di kafe Hitam Putih yakni terbagi menjadi dua fakor, pertama faktor eksternal, faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar yaitu fasilitas kafe yang mendukung dengan adanya wifi yang lancar, desain kafe yang menarik dengan tema vintage didalam kafe dengan penggunaan material kayu serta barang-barang vintage sebagai pendukung dari konsep vintage yang diterapkan seperti piringan kaset yang dijadikan sebagai hiasan dinding, dan lokasi yang strategis. Kedua yakni faktor internal, yakni faktor yang berasal dari dalam diri remaja yakni, untuk menikmati kopi, yakni kopi dijadikan sebagai salah satu sumber kepuasan serta pengekspresian dirinya yang dituangkan dalam secangkir kopi tersebut, kedua membuat konten melalui media sosial mereka dengan tujuan untuk menunjukan eksistensi dirinya, ketiga mengisi waktu luang yakni bahwa remaja memanfaatkan waktu mereka untuk kongko diKafe Hitam Putih sebagai pembentukan citra diri mereka, serta sebagai tempat refresing dan bersantai. ABSTRACT: Along with the development of the times and the fulfillment of the increasing needs of life, it has caused an increase in people's lifestyles. Lifestyle is an individual's way of life based on habits, tastes, attitudes, which can change according to the times. One of them is the Kongko lifestyle. Kongko, which was initially an activity to fill free time, was eventually adapted by individuals and groups as a lifestyle. This activity of course requires a place for gathering, one of which is a café. One of the cafes that teenagers are fond of visiting and spending their time is the Hitam Putih Cafe. The purpose of this study is to find out the lifestyle of adolescent congols through activities carried out at the Hitam Putih Cafe. The type of research conducted by the author is field research using qualitative methods and descriptive approaches. While the theory used is David Chaney's lifestyle theory. In collecting data, the author uses data collection techniques in the form of non-participant observations, documentation and interviews. In analyzing the data, the author analyzes the data using data collection, data reduction, data presentation, and constraint withdrawal. The results of this study show that kongko in cafes is used as a lifestyle for young people. Kongko in Cafe is used as the formation of a self-identity for young people. Kongko in the Cafe is used as a place of self-expression in shaping their self-image through gathering, kongko as self-expression, fashion and environment. Kongko is used as a symbolic capital for young people through taste as a lifestyle by ordering their favorite drinks and food, and the view displayed by the Hitam Putih Cafe that makes it its own characteristic. The kongko is used as a reason for teenagers to do kongko at the Hitam Putih café, which is divided into two factors, the first is the external factor, the external factor is the factor that comes from the outside, namely the café facilities that support the existence of smooth wifi, an attractive café design with a vintage theme in the café with the use of wood materials and vintage items as a support for the vintage concept that is applied such as cassette discs that are used as wall decorations, and strategic location. The second is the internal factor, namely the factor that comes from within the teenager, namely, to enjoy coffee, namely coffee is used as one of the sources of satisfaction and self-expression poured in the cup of coffee, the second is to create content through their social media with the aim of showing their existence, the third is to fill their free time, namely that teenagers use their time to hang out at the Hitam Putih Cafe as a form of self-image, as well as a place to refresh and relax

    Manajemen dakwah dalam menentukan materi dakwah di Pondok Pesantren Al Mubarok Mranggen Demak

    Full text link
    Fokus pada penelitian ini adalah penyampaian materi dakwah yang diberikan guru kepada santri yang ada di Pondok Pesantren Al Mubarok. penelitian ini dilatar belakangi oleh penyampaian materi dakwah yang diberikan oleh guru yang ada di Pondok Pesantren Al Mubarok kepada para santrinya. Penyampaian materi dakwah sangat penting dalam suatu Pondok Pesantren karena pesantren memiliki peran yang sangat penting dalam penyampaian materi dakwahnya kepada santri. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui materi dakwah yang disampaikan di Pondok Pesantren Al Mubarok Mranggen Demak. (2) Untuk mengetahui implementasi fungsi-fungsi manajemen dakwah dapat menentukan materi dakwah di Pondok Pesantren Al Mubarok Mranggen Demak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang diperoleh melalui dua sumber yaitu data primer dan data sekunder, yang dikumpulkan menjadi satu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam pengumpulan data melibatkan pihak-pihak yang terkait dalam masalah ini seperti pengasuh atau guru yang mengajar pengurus dan santri. Data tersebut kemudian diperiksa menggunakan pendekatan Asmuni Syukir dalam bentuk pesan dakwah: akidah, akhlak dan syariah. Berdasarkan hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa 1) Pondok Pesantren Al Mubarok dalam menyampaikan materi dakwah dibagi menjadi tiga macam yaitu akidah, akhlak dan syariah. Yang dimana materi tersebut sangat digunakan karena sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari santri jadi materi yang disampaikan oleh guru kepada santri bukan hanya dimengerti akan tetapi dapat bermanfaat juga bagi santri. Kitab yang diajarkan dalam akidah ada aqidatul awam dan itfatul khoirot. Kitab tentang akhlak ada alala, taysirul kholaq, ta’limul muta’alim dan adabutta’lim wal muta’alim. Kitab tentang syariah ada mabadiul fiqih, safinatunnajah dan fatkhul qorib. Tahapan yang dilakukan dalam menentukan materi dakwah dilakukannya musyawarah untuk menentukan materi dakwah yang akan diberikan kepada santri. Setiap kelas memiliki tahapan yang berbeda-beda dalam menentukan materi dakwah karena agar materi yang diberikan sesuai dengan kemampuan santri. 2) Pondok Pesantren Al Mubarok melakukan penerapan dalam manajemen dakwah baik dari perencanaan dakwah (takhtith), pengorganisasian dakwah (tanzim), pelaksanaan dakwah (tawjih) dan pengendalian dan evaluasi (riqobah). Dari komponen tersebut sudah berjalan dengan lancar

    Kapitalisasi ruang di Kota Lama Semarang

    Full text link
    Kawasan Kota Lama Semarang merupakan kawasan cagar budaya yang terdiri dari bangunan bersejarah peninggalan kolonial. Seiring berjalannya waktu, bangunan ini dahulunya dofungsikan sebagai pusat aktivitas perdagangan dan kantor administratif pada masa pemerintahan Belanda di Kota Semarang yang kemudian mengalami perubahan fungsi bangunan melalui revitalisasi kawasan setelah sempat tidak terpakai beberapa saat dalam rentang waktu perubahan zaman. Proses perubahan inilah yang mendorong terjadinya kapitalisasi ruang terhadap penggunaan bangunan bersejarah yang mengacu pada komersialisasi sesuai degan kepentingan pemilik modal. Sejalan dengan revitalisasi didasarkan pada pelestarian melalui adaptive reuse, bangunan bersejarah mengalami alih fungsi terhadap nilai guna dan makna ruang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui penelitian lapangan denga pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-tersutruktur, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis menggunakan teori praktik sosial oleh Pierre Bourdieu yang memuat konsep habitus (perilaku), modal (sumber daya), dan arena menghasilkan produk sosial yang tampak dari interaksi antarindividu atau kelompok. Pendekatan yang dipilih untuk mengetahui secara mendalam terjadinya kapitalisasi ruang di Kawasan Kota Lama Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bentuk kapitalisasi ruang di Kawasan Kota Lama Semarang terlihat melalui penggunaan ruang-ruang bersejarah untuk kepentingan komersial yang disesuaikan oleh kekuasaan terhadap kepemilikan modal sebagai dominasi memegang kendali atas penentuan arah pengelolaan kawasan. Kapitalisasi ruang dalam praktiknya dapat didorong melalui beberapa potensi yang dimanfaatkan, seperti daya tarik untuk strategi branding heritage kawasan dan revitalisasi yang didasarkan pada pelestarian cagar budaya. Fenomena kapitalisasi ruang memperlihatkan kekuasaan, modal, dan strategi pembangunan kota turut berperan dalam dinamika perkembangan yang menjadikan ruang bangunan bersejarah sebagai komoditas yang menguntukan bagi penguasa

    Program baca buku bareng sebagai inovasi gerakan literasi membaca : studi pada Komunitas Bookclub Semarang

    Full text link
    Akses terhadap literasi yang terbatas masih menjadi tantangan besar yang tercermin dalam rendahnya tingkat literasi. Hal ini sebagaimana yang ditunjukkan oleh berbagai survei nasional maupun internasional. Faktor-faktor yang turut memperburuk kondisi ini, seperti rendahnya akses terhadap bahan bacaan, kurangnya lingkungan yang mendukung kebiasaan membaca, serta minimnya ruang diskusi. Program BBB hadir sebagai wadah yang mengintegrasikan sumber daya manusia, material, dan sosial, memungkinkan para anggotanya untuk tidak sekadar membaca, tetapi turut terlibat dalam diskusi yang memperkaya pemahaman serta memperkuat modal sosial berbasis literasi. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi mobilisasi sumber daya yang dilakukan Bookclub Semarang dalam mengimplementasikan program Baca Buku Bareng sebagai inovasi gerakan literasi, guna memahami pandangan juga tanggapan anggota komunitas tentang program Baca Buku Bareng, serta mengetahui dampak dari program Baca Buku Bareng terhadap anggota Bookclub Semarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan. Adapun data primer yang digunakan didapatkan langsung dari informan penelitian, yaitu pengurus maupun anggota di Bookclub Semarang. Sedangkan data sekunder yang digunakan didapatkan dari literature berupa buku, artikel jurnal, dan arsip dokumen. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan observasi dan wawancara yang dilakukan kepada tujuh orang informan. Analisis yang dilakukan dengan teknik Miles dan Huberman diawali dengan reduksi data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan perspektif mobilisasi sumberdaya yang dikemukakan oleh Anthony Oberschall. Hal ini bertujuan untuk mengetahui strategi mobilisasi sumberdaya dengan diterapkannya berupa sumber daya, pemimpin kepemimpinan, jaringan, hingga partisipasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bookclub Semarang menggunakan konsep strategi mobilisasi yang memanfaatkan sumber daya manusia, moral, sosial, dan material untuk meningkatkan minat baca di kalangan generasi Z. Anggota Bookclub Semarang memandang program tersebut sebagai wadah yang efektif untuk membiasakan membaca dan menciptakan ruang diskusi yang interaktif. Program tersebut juga memberikan dampak positif dari peningkatan minat baca, keterampilan sosial, dan perluasan jaringan sosial. Program tersebut juga membantu anggota agar konsisten, meningkatkan literasi secara personal, serta berkontribusi pada peningkatan literasi di tingkat komunitas juga masyarakat luas. ABSTRACT: Limited access to literacy remains a significant challenge, as reflected in low literacy rates, as indicated by various national and international surveys. Limited access to reading materials, lack of supportive environments for reading habits, and minimal spaces for discussion are factors exacerbating this condition. The Read Together program (BBB) emerged as a platform that integrates human, material, and social resources, enabling members not only to read but also to engage in enriching discussions that enhance understanding and strengthen social capital based on literacy. Based on this background, this study aims to explore the resource mobilization strategies implemented by Bookclub Semarang in carrying out the Read Together program as an innovation in the literacy movement, to understand the views and responses of community members about the program, and to identify the impact of the program on Bookclub Semarang members. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. The type of research employed is field research. Primary data was obtained directly from research informants, consisting of administrators and members of Bookclub Semarang. Secondary data was gathered from literature, including books, journal articles, and archival documents. Data collection techniques included observation and interviews with seven informants. Data analysis followed the Miles and Huberman technique, starting with data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The analysis in this study utilized Anthony Oberschall's resource mobilization perspective to understand mobilization strategies, focusing on resources, leadership, networks, and participation. The results show that Bookclub Semarang employs a mobilization strategy that leverages human, moral, social, and material resources to increase reading interest among Generation Z. Members of Bookclub Semarang view the program as an effective platform for fostering reading habits and creating interactive discussion spaces. The program also delivers positive impacts, such as increased reading interest, improved social skills, and expanded social networks. Additionally, the program helps members maintain consistency and enhances personal literacy, contributing to improved literacy at both the community and societal levels

    Regenerasi petani tembakau di Desa Mangunsari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung

    Full text link
    Regenerasi petani merupakan aspek krusial dalam keberlanjutan sektor pertanian dan perkebunan, yang bertujuan untuk menghadirkan generasi penerus yang mampu melanjutkan usaha tani. Proses ini melibatkan pemindahan aktivitas pertanian dari petani yang lebih tua kepada generasi muda, memastikan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mengimplementasikan teknologi terbaru dan mengelola sumber daya secara efisien. Kelompok Tani Ngudi Mulyo di Temanggung menghadapi tantangan regenerasi petani tembakau akibat risiko finansial, perubahan preferensi generasi muda, dan dominasi petani tua. Faktor utama yang berperan adalah adanya dukungan dari lingkungan ekonomi dan sosial, serta perkembangan teknologi pertanian yang memudahkan proses kerja dan meningkatkan produktivitas hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja strategi keberlanjutan yang diterapkan oleh petani tembakau dalam meregenerasi petani tembakau di desa Mangunsari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui studi lapangan yang dilakukan secara langsung di Desa Mangunsari. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik triangulasi, yang meliputi observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur dengan informan yang dipilih secara purposive berdasarkan pengalaman serta keterlibatan dalam pertanian tembakau, dan dokumentasi dari berbagai sumber yang relevan. Sumber data terdiri atas data primer yang diperoleh langsung dari subjek penelitian dan data sekunder yang dihimpun melalui studi pustaka serta dokumen terkait. Seluruh data kemudian dianalisis secara kualitatif melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai makna pengalaman regenerasi petani tembakau dalam konteks sosial yang alami. Oleh karena itu, penelitian tentang regenerasi petani tembakau ini menjadi relevan jika dianalisis menggunakan teori sosialisasi dari George Herbert Mead, karena pewarisan budaya pertanian berlangsung melalui interaksi simbolik antar generasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi keberlanjutan regenerasi petani tembakau pada kelompok tani Ngudi Mulyo diciptakan melalui pewarisan pengetahuan cara bertani mulai dari pembibitan, penanaman dan perawatan, panen serta pengolahan dan penjualan. Hal ini menjadi dasar dari regenerasi dilakukan pertama kali. Lebih lanjut strategi regenerasi yang dilakukan adalah menggunakan strategi dengan menggandeng lembaga pemerintah yang diwakili Dinas Pertanian Kabupaten Temangggung untuk melakukan pelatihan pelatihan serta praktek secara langsung seperti pelatihan pembibitan, penanaman dan perawatan, panen serta pengolahan dan penjualan. Selain itu dampak yang ditimbulkan melalui sosialisasi yaitu dampak sosial (meningkatnya solidaritas, kerukunan, modal sosial, dan jaringan petani), dampak budaya (penguatan tradisi), dampak ekonomi (meningkatnya kualitas produk dan pengembangan akses produksi). ABSTRACT: Farmer regeneration is a crucial aspect in the sustainability of the agriculture and plantation sector, aiming to bring in the next generation capable of continuing the farming business. This process involves transferring farming activities from older farmers to the younger generation, ensuring the necessary skills and knowledge to implement the latest technologies and manage resources efficiently. Ngudi Mulyo Farmer Group in Temanggung faces the challenge of regenerating tobacco farmers due to financial risks, changing preferences of the younger generation, and the dominance of older farmers. The main factors at play are support from the economic and social environment, as well as developments in agricultural technology that facilitate the work process and increase crop productivity. This study aims to find out what are the sustainability strategies applied by tobacco farmers in regenerating tobacco farmers in Mangunsari village. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach through a field study conducted directly in Mangunsari Village. Data collection was conducted through triangulation techniques, which included participatory observation, semi-structured interviews with purposively selected informants based on experience and involvement in tobacco farming, and documentation from various relevant sources. Data sources consisted of primary data obtained directly from the research subjects and secondary data collected through literature study and related documents. All data were then analyzed qualitatively through the stages of reduction, presentation, and conclusion drawing to gain an in-depth understanding of the meaning of the regeneration experience of tobacco farmers in a natural social context. Therefore, research on the regeneration of tobacco farmers is relevant if analyzed using George Herbert Mead's socialization theory, as the inheritance of agricultural culture takes place through symbolic interactions between generations. The results showed that the sustainability strategy of tobacco farmer regeneration in the Ngudi Mulyo farmer group was created through the inheritance of farming knowledge starting from seeding, planting and maintenance, harvesting as well as processing and selling. This is the basis of the first regeneration. Furthermore, the regeneration strategy carried out is to use a strategy by cooperating with government institutions represented by the Temangggung Regency Agriculture Office to conduct training and direct practice such as training in nurseries, planting and care, harvesting and processing and sales. In addition, the impacts generated through socialization are social impacts (increasing solidarity, harmony, social capital, and farmer networks), cultural impacts (strengthening traditions), economic impacts (increasing product quality and developing production access)

    Pengaruh promosi, kepercayaan, dan pendapatan terhadap minat menabung di BPRS Suriyah KC Pekalongan

    Full text link
    Perkembangan industri perbankan syariah di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan, namun market share Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) masih tergolong rendah dibandingkan lembaga keuangan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh promosi, kepercayaan, dan pendapatan terhadap minat menabung masyarakat pada BPRS Suriyah Kantor Cabang Pekalongan. Penelitian ini menggunakan pendeketan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuisioner kepada 100 responden. Penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Data dianalisis melalui beberapa tahap, meliputi uji validitas, uji reabilitas, uji asumsi klasik (meliputi normalitas, multikolinearitas, dan heterokesdastitas), uji analisis regresi linier berganda, dan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t dan koefisien determinasi (R2). Semua analisis karakteristik pengujian dilakukakan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel promosi dan kepercayaan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menabung. Sedangkan variabel pendapatan secara parsial berpengaruh negative dan tidak signifikan. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,571 menunjukkan bahwa 57% minat menabung dipengaruhi oleh variabel promosi, variabel kepercayan dan variabel pendapatan sedangkan sisanya sebesar 43% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi BPRS Suriyah Kantor Cabang Pekalongan guna memaksimalkan minat menabung masyarakat. ABSTRACT: The development of the Islamic banking industry in Indonesia continues to show positive growth. However, the market share of Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) remains relatively low compared to other financial institutions. This study aims to analyze the influence of promotion, trust, and income on the public’s saving interest at BPRS Suriyah, Pekalongan Branch Office. This research employs a quantitative approach using primary data obtained through questionnaires distributed to 100 respondents. The sampling technique used is non-probability sampling with a purposive sampling approach. The data were analyzed through several stages, including validity and reliability tests, classical assumption tests (normality, multicollinearity, and heteroscedasticity), as well as multiple linear regression analysis and hypothesis testing using the t-test and coefficient of determination (R2). All statistical analyses were performed using SPSS version 24. The results show that the variables promotion and trust have a positive and significant partial effect on saving interest. In contrast, the income variable has a negative and insignificant partial effect. The coefficient of determination (R2) value of 0.571 indicates that 57% of the variation in saving interest is explained by the three variables, while the remaining 43% is influenced by other factors outside this research model. These findings are expected to serve as a reference for BPRS Suriyah, Pekalongan Branch Office, in enhancing public interest in saving

    Pengaruh capital adequacy, solvabilitas, dan likuiditas, terhadap financial distress pada bank umum syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022-2024

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh Capital Adequacy, Solvabilitas, dan Likuiditas terhadap terjadinya Financial Distress pada Bank Umum Syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Financial distress merupakan isu penting yang dapat memengaruhi stabilitas keuangan serta reputasi bank. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari OJK serta situs resmi masing-masing Bank Umum Syariah. Sampel yang digunakan terdiri dari 4 Bank Umum Syariah yang terdaftar di BEI dan mempublikasikan laporan keuangan triwulanan untuk periode 2022-2024. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik sensus yaitu seluruh jumlah populasi. Analisis data dilakukan dengan metode regresi data panel menggunakan perangkat lunak Eviews 12. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial, Capital Adequacy memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap financial distress, Solvabilitas juga berpengaruh negatif yang signifikan terhadap financial distress, sementara Likuiditas berpengaruh positif yang signifikan terhadap financial distress. Hasil penelitian ini menyarankan agar Bank Umum Syariah mempertahankan rasio capital adequacy dan solvabilitas pada tingkat yang sehat, serta lebih mengoptimalkan pengelolaan likuiditas untuk mengurangi potensi financial distress. Selain itu, pengelolaan keuangan yang lebih cermat dan terstruktur diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor dan menjaga kestabilan keuangan bank. ABSTRACT: This study aims to identify the effect of Capital Adequacy, Solvency, and Liquidity on the occurrence of Financial Distress in Islamic Commercial Banks listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). Financial distress is an important issue that can affect the financial stability and reputation of banks. The data used in this study was obtained from the Financial Services Authority (OJK) and the official websites of each Islamic Commercial Bank. The sample consists of 4 Islamic Commercial Banks listed on the IDX that publish quarterly financial reports for the period 2022-2024. The sample selection was conducted using a census technique, which involves the entire population. Data analysis was performed using panel data regression method with Eviews 12 software. The results of this study indicate that partially, Capital Adequacy has a significant negative effect on financial distress, Solvency also has a significant negative effect on financial distress, while Liquidity has a significant positive effect on financial distress. The findings of this study suggest that Islamic Commercial Banks should maintain a healthy capital adequacy and solvency ratio, as well as optimize liquidity management to reduce the potential for financial distress. Additionally, more prudent and structured financial management is expected to increase investor confidence and maintain the financial stability of the bank

    Analisis kemampuan literasi sains pada konsep dasar IPA di SD Ummul Quro’ Semarang

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan literasi sains pada konsep dasar IPA serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi literasi siswa di Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui soal test kepada siswa serta melakukan wawancara dengan siswa dan guru kelas 6. Hasil dari penelitian menemukan bahwa ketercapaian literasi sains di SD Ummul Quro’ Semarang tergolong “baik” dengan presentase sebesar 78,06%. Soal test yang disusun menggunakan indikator penilaian literasi milik Chiappetta dan Koballa yang terdiri dari 4 indikator penilaian. Ketercapaian literasi sains yang tergolong baik ini juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu minat siswa terhadap pembelajaran IPA, kondisi kelas, konsentrasi belajar siswa, sumber belajar yang digunakan oleh siswa, faktor guru dalam menyampaikan pembelajaran di kelas, dan faktor orang tua siswa. Faktor yang paling berpengaruh terhadap ketercapaian literasi sains pada konsep dasar IPA pada penelitian ini adalah konsentrasi siswa. Kebanyakan siswa salah dalam memahami permasalahan ataupun data yang disajikan dikarenakan kurang berkonsentrasi atau tergesa-gesa dalam mengerjakan soal literasi sains. Temuan ini diharapkan mampu untuk mengingatkan siswa untuk lebih berkonsentrasi dalam menghadapi permasalahan yang dihadapkan sehingga siswa dapat menyelesaikan masalah dengan solusi yang tepat

    Pengaruh model pembelajaran index card match berbantuan media mind mapping terhadap hasil belajar ipa siswa kelas IV materi bagian tubuh tumbuhan dan fungsinya MI NU 56 Krajan kulon Kaliwungu

    Full text link
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh siswa masih rendah dalam hasil belajar, salah satunya pada pembelajaran IPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil Belajar IPA siswa kelas IV MI NU 56 Krajankulon Kaliwungu sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran Index Card Match berbantuan media Mind Mapping. Metodologi pada penelitian ini adalah kuantitatif, dengan desain quasi eksperimen. Dalam desain ini dipilih secara nonequivalent control grup design atau post test only grup design. Dapat disimpulkan hasil dari penelitian ini bahwa hasil pengujian hipotesis menggunakan uji independent t- test menunjukkan rata-rata skor post test untuk kelas kontrol sebesar 42,14, sedangkan kelas eksperimen sebesar 80,57. Selain itu, hasil nilai thitung sebesar 8,549 < ttabel sebesar 1,677. sehingga Ho ditolak sedangkan Ha diterima. Hasil dari uji korelasi sebesar 0,31 dengan koefisien determinasi 31% yang berkategori rendah. Nilai korelasi rendah dapat dipengaruhi oleh faktor model pembelajaran Index Card Match. Maka setelah peneliti melaksanakan penelitian di kelas IV MI NU Krajankulon Kaliwungu ada perbedaan yang signifikan antara kondisi sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran Index Card Match berbantu Media Mind Mapping

    Computerized dynamic assessment : an attractive measure to build students' motivation in English learning

    Full text link
    The use of Computerized Dynamic Assessment (CDA) as an interesting method to improve students' attitudes towards learning English is examined in this study. This research aims to understand how CDA helps students become more motivated to learn English, especially grammar. Six students of SMA YASIHA Gubug were the subjects of observations, interviews, and recordings as part of the qualitative research approach. The main tool for implementing CDA was the BBC Learning English platform. Important motivational elements were studied, such as autonomy, competence, self-regulation, relatedness, intrinsic and extrinsic motivation, and self-regulation. According to the research results, CDA successfully builds students' motivation in learning, This is a result of the interactive features, which include progress tracking, real-time feedback, and gamification and points components. Students showed confidence, independence in learning, and a more enthusiastic approach to learning English. In addition, through teacher support and peer interaction, CDA encourages a sense of community. The study concludes by highlighting the potential of CDA as a teaching tool that actively builds students' motivation to learn. According to this study, incorporating CDA in language teaching can make the classroom more dynamic and focused on students' needs. Keywords: Computerized Dynamic Assessment, motivation in english learning, self-determination theor

    26,949

    full texts

    26,964

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Walisongo Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇