Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
    1143 research outputs found

    Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Diare Dengan Kejadian Diare Akut pada Balita di Kelurahan Lubuk Buaya Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang Tahun 2013

    Get PDF
    Pengetahuan ibu mengenai diare merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya diare akut seperti ketidaktahuan ibu akan penyebab diare, bagaimana cara penularan diare, dan cara pencegahan diare. Hal ini menyebabkan angka kejadian diare akut menjadi tinggi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang diare dengan kejadian diare akut pada balita di Kelurahan Lubuk Buaya. Metode penelitian adalah analitik dan pengolahan data menggunakan uji chi-square. Penelitian dilakukan di Puskesmas Lubuk Buaya Padang dari bulan Juli hingga bulan Agustus 2013. Ada 40 subjek penelitian dengan usia rata-rata responden yaitu 29,93 tahun, tingkat pendidikan terbanyak yaitu lulusan SLTA 18 orang (45%) dan responden dengan pekerjaan terbanyak adalah ibu rumah tangga 27 orang (67,5%). Pengetahuan ibu mengenai diare dengan tingkat pengetahuan sedang 27 orang (67,5%), rendah 8 orang (20%) dan tinggi sebanyak 5 orang (12,5%). Kejadian diare akut pada balita sebanyak 23 orang (57,5%) dan yang tidak mengalami diare akut 17 orang (42,5%). Berdasarkan hasil uji chi-square, tingkat pengetahuan ibu tidak memiliki hubungan dengan kejadian diare akut pada balita dengan p<0,749 (nilai p>0,05). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian diare akut pada balita di Kelurahan Lubuk Buaya Padang

    Gambaran Angka Kejadian Tentamen Suicidum pada Penderita Gangguan Jiwa di RS Jiwa H.B Saanin Periode Januari−Desember 2013

    Get PDF
    Tentamen Suicidum merupakan fenomena sosial yang banyak terjadi di Indonesia. Lebih 90% diantaranya terdiagnosa gangguan jiwa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase kejadian tentamen suicidum dan karakteristik pasien yang melakukan tentamen suicidum di RSJ Prof. H.B. Saanin. Penelitian deskriptif ini dilakukan terhadap 90 pasien tentamen suicidum di RSJ Prof. H.B. Saanin periode Januari-Desember 2013. Data yang diambil dari Instalasi Rekam Medis RSJ Prof.H.B. Saanin adalah karakteristik dari pasien tentamen suicidum. Hasil ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa angka kejadian tentamen suicidum di RSJ Prof.HB Saanin sebanyak 90 kasus (4,2%) dari 2142 pasien yang dirawat inap di RSJ Prof.H.B. Saanin selama tahun 2013. Dari kasus yang diteliti diperoleh bahwa tindakan ini lebih banyak dilakukan oleh pasien berumur 26-45 tahun (50%), jenis kelamin laki-laki (68,9%), menggunakan benda tajam baik pada laki-laki (19,35%) maupun pada wanita (28,57%), belum menikah pada laki-laki (70,97%) dan menikah pada wanita (53,57%), pendidikan SMA-sederajat (32,2%), tidak bekerja (45,6%) dan skizofrenia paranoid baik pada laki-laki maupun wanita (50%). Simpulan studi ini adalah kejadian tentamen suicidum tinggi pada, usia dewasa, laki-laki, tamat SMA , belum menikah, pengangguran, menggunakan benda tajam, dan menderita skizofrenia paranoid

    Hubungan Jumlah Trombosit dengan Nilai Hematokrit pada Penderita Demam Berdarah Dengue dengan Manifestasi Perdarahan Spontan di RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Get PDF
    Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Pemeriksaan jumlah trombosit dan nilai hematokrit menjadi indikator diagnosis DBD. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan jumlah trombosit dengan nilai hematokrit pada penderita demam berdarah dengue dengan manifestasi perdarahan spontan di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian retrospektif telah dilakukan terhadap 138 pasien DBD di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari 2013 – Desember 2013. Data yang diambil dari Instalasi Rekam Medis adalah jumlah trombosit dan nilai hematokrit yang diperiksa dengan menggunakan alat otomatis Pentra-60. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil dari penelitian ini didapatkan rata-rata jumlah trombosit adalah 49.779 ± 35.058 sel/mm3, sedangkan rata-rata nilai hematokrit adalah 43,6 ± 6,4%. Analisis data hubungan jumlah trombosit dan nilai hematokrit didapatkan nilai koefisien korelasi Spearman (r) sebesar -0, 047 dan nilai signifikasi p>0,05. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara jumlah trombosit dengan nilai hematokrit

    Hubungan Ansietas dan Depresi dengan Derajat Dispepsia Fungsional di RSUP Dr M Djamil Padang Periode Agustus 2013 hingga Januari 2014

    Get PDF
    Dispepsia fungsional merupakan salah satu jenis dispepsia yang paling sering ditemukan pada masyarakat. Banyak faktor yang dapat memicu derajat keluhan pada penderita dispepsia fungsional, salah satunya gangguan psikologis terutama ansietas dan depresi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan ansietas dan depresi dengan derajat dispepsia fungsional. Penelitian ini dilakukan terhadap pasien RSUP Dr M Djamil Padang yang berobat dari Agustus 2013 hingga Januari 2014. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 32 orang. Data dari responden dikumpulkan dengan cara wawancara, ansietas dan depresi dinilai dengan Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) dan derajat dispepsia fungsional dinilai dengan Skor Dispepsia. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian menemukan bahwa 37,5% mengalami derajat dispepsia berat, 50% mengalami derajat dispepsia sedang, dan 12,5% mengalami derajat dispepsia ringan. Ansietas dialami oleh 37,5% penderita dispepsia fungsional dan depresi dialami oleh 12,5% penderita dispepsia fungsional. Berdasarkan hasil uji statistik chi square didapatkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara ansietas dengan derajat dispepsia fungsional (p<0,05) dan tidak ada hubungan yang bermakna antara depresi dengan dispepsia fungsional (p>0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara ansietas dengan derajat dispepsia fungsional tetapi tidak dengan depresi

    Identifikasi MRSA pada Diafragma Stetoskop di Ruang Rawat Inap dan HCU Bagian Penyakit Dalam

    Get PDF
    Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan bakteri yang sering ditemukan sebagai bakteri penyebab infeksi nosokomial. Infeksi MRSA selain mengakibatkan bertambahnya mortalitas dan morbiditas juga menambah jumlah biaya perawatan karena semakin lamanya waktu rawat dan tambahan biaya pengobatan. Laporan RSUP Dr. M. Djamil Padang menunjukan kasus infeksi MRSA yang tinggi, terdapat 200 kasus yang tercatat sejak bulan Januari 2014 sampai Juni 2014. Stetoskop merupakan alat medis yang sering digunakan oleh dokter dan telah dilaporkan dapat mejadi sumber penyebaran infeksi MRSA. Tujuan penelitian ini adalah u tuk mengetahui gambaran MRSA pada diafragma stetoskop di Ruang Rawat Inap dan HCU, yang memiliki laporan kasus MRSA terbanyak daripada ruangan lainnya. Penelitian ini merupakan studi deskriptif yang menggunakan teknik total sampling dan dilakukan pada 74 sampel stetoskop di bagian Penyakit Dalam. Isolat diambil dari swab diafragma stetoskop lalu dilakukan uji resistensi menggunaka   cefoxitin. Hasil penelitian didapatkan adanya koloni MRSA pada 22 stetoskop (64,7%) di ruang rawat inap dan 8 stetoskop (72,7%) di HCU. Persentase stetoskop positif MRSA lebih tinggi pada HCU daripada ruang rawat inap. Banyaknya stetoskop positif MRSA menunjukan pentingnya pembersihan stetoskop setelah berkontak dengan pasie

    Hubungan antara Stres dengan Pola Siklus Menstruasi Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

    No full text
    Pola siklus menstruasi adalah pola yang menggambarkan jarak antara hari pertama menstruasi dengan hari pertama  menstruasi  berikutnya. Salah satu faktor  yang mempengaruhi  pola siklus  menstruasi  adalah stres.  Stres merangsang  hypothalamus-pituitary-adrenal  cortex  aksis  sehingga  dihasilkan hormon kortisol. Hormon kortisol menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan hormonal termasuk hormon reproduksi sehingga mempengaruhi siklus menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara stres dan pola siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Penelitian dilakukan dari Februari 2014 sampai Desember 2014. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga didapatkan 112 responden yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner DASS 42 untuk mengukur stres dan kuesioner. Analisis data menggunakan Fisher’s exact test dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 36 dari 39 responden yang mengalami stres ringan, sedang dan berat memiliki siklus menstruasi normal (92,3%). Hasil analisis data diperoleh p = 0,616 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara stres dan pola siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

    Efek Pemberian Vitamin C terhadap Mikroskopis Ginjal Tikus Wistar yang Terpapar Plumbum Asetat

    No full text
    Plumbum merupakan salah satu logam berat yang terkandung dalam bahan bakar kendaraan bermotor. Plumbum diekskresikan melalui ginjal sehingga dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan kerusakan sel epitel tubulus proksimal. Vitamin C merupakan salah satu senyawa yang bersifat antioksidan yang dapat melindungi efek radikal bebas yang ditimbulkan oleh plumbum. Tujuan penelitian ini adalah menentukan efek pemberian vitamin C terhadap mikroskopis ginjal tikus Wistar yang terpapar plumbum asetat. Penelitian ini merupakan studi eksperimental post test only control group design. Subjek penelitian adalah 24 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi empat kelompok, yaitu K- tanpa perlakuan, K+ dengan pemberian Pb asetat 50 mg/kgbb/hari, P1 dengan pemberian Pb asetat dan vitamin C 50 mg/kgbb/hari, dan P2 dengan pemberian Pb asetat dan vitamin C 75 mg/kgbb/hari. Masing- masing kelompok terdiri dari enam ekor tikus dengan perlakuan selama empat minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi kerusakan tubulus proksimal ginjal yang berbeda secara bermakna pada kelompok K+, P1, P2 dibandingkan dengan kelompok K- serta perbedaan yang bermakna pada kelompok P1, P2 terhadap kelompok K+ (p < 0,05). Terdapat efek pemberian vitamin C terhadap mikroskopis ginjal tikus Wistar terhadap paparan  plumbum asetat dengan dosis 50 mg/kgbb/hari. Simpulan hasil penelitian ini adalah terjadi perubahan mikroskopis ginjal tikus Wistar yang terpapar plumbum asetat dengan dosis 50 mg/kgbb/hari

    Identifikasi Boraks pada Cincau Hitam yang Diproduksi Beberapa Produsen Cincau Hitam di Kota Padang

    Get PDF
    Keamanan makanan merupakan salah satu masalah yang harus mendapatkan perhatian terutama di negara berkembang, karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Penyebabnya adalah masih rendahnya ilmu pengetahuan dan tanggung jawab produsen pangan terhadap mutu dan keamanan makanan terutama pada industri rumah tangga. Salah satunya adalah produsen cincau hitam (Mesona palustris Bl.). Hal ini menyebabkan produsen sering menambahkan bahan kimia ke dalam produk makanan, seperti boraks. Konsumsi boraks dapat menyebabkan mual, muntah, kanker, bahkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah melakukan identifikasi dan penentuan kadar boraks pada cincau hitam yang diproduksi beberapa produsen di kota Padang. Penelitian ini merupakan  studi deskriptif dengan teknik total sampling. Telah diteliti 18 sampel cincau hitam dari produsen berbeda yang dikumpulkan dari beberapa pasar tradisional yang ada di kota Padang. Pemeriksaan kualitatif dilakukan dengan menggunakan Test Kit Boraks yang terdiri atas cairan pereaksi dan kertas uji turmerik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 16 sampel dari 18 sampel yang diidentifikasi positif mengandung boraks (88,89). Berdasarkan hasil yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa hampir seluruh produsen cincau hitam menggunakan boraks pada produk mereka

    Gambaran Karakteristik Ibu, Penanganan Persalinan, dan Fetal Outcome pada Kehamilan Post-term

    Get PDF
    Kehamilan postterm berdampak besar pada janin dan juga ibu. Penyebab terjadinya belum jelas hanya ada beberapa faktor risiko, tetapi penyebab tersering adalah kesalahan penentuan usia kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik ibu, penanganan persalinan dan fetal outcome pada kehamilan post-term di RS M.Djamil periode 1 Januari 2010 samapai 31 Desember 2012. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif dengan menggunakan data sekunder dari catatan rekam medis di bagian obstetri ginekologi RS M.Djamil pada 40 orang pasien yang mengalami kehamilan postterm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang mengalami kehamilan postterm terbanyak berada pada umur 20-35 tahun (92,5%) dengan paritas 0 (47,5%), dan usia kehamilan 42-43 minggu (70%). Terdapat pasien yang memiliki riwayat mentruasi tidak teratur (7,5%), memiliki riwayat kontrasepsi hormonal 3 bulan terakhir (15%) dan tidak ada yang memiliki riwayat USG trimester pertama. Hanya 2,5% pasien yang memiliki riwayat postterm. Sebagian besar pasien memiliki skor bishop <5 (75%), hanya 6,67% yang dilakukan pematangan serviks. Teknik pematangan yang dilakukan sebanding antara farmakologis dan mekanis. Drip oksitosin diberikan pada 60% pasien, 83,33% diberikan saat skor bishop <5. Cara persalinan terbanyak menggunakan seksio sesarea (52,5%). Sebanyak 50% pasien yang diberi drip, melahirkan secara pervaginam. Ditemukan bayi makrosomia (7,5%). Jenis kelamin bayi menunjukan perbandingan yang sama antara laki-laki dan perempuan. Terdapat 7,5% kejadian stillbirth. Ditemukan bayi asfiksia berat (2,7%) dan mild-moderate asphyxia (21,62%). Sebanyak 7,5% bayi memiliki sindrom postmaturitas

    Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMAN 2 Sawahlunto Tahun 2014

    Get PDF
    Anemia merupakan suatu keadaan dimana kadar Hemoglobin (Hb) seseorang dalam darah lebih rendah dari normal. Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang berisiko menderita anemia. Berbagai penelitian di beberapa daerah di Indonesia masih menunjukkan tingginya prevalensi anemia pada remaja putri. Berdasarkan hasil skrining tahunan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto tahun 2013 terhadap siswa putri tingkat SMP dan SMA di Kota Sawahlunto diperoleh prevalensi anemia yang juga tinggi. Prevalensinya lebih banyak ditemukan pada siswa SMA dengan persentase 57,9% dengan angka kejadian tertinggi di SMAN 2 Sawahlunto (71,8%) Tujuan penelitian ini  adalah menentukan  hubungan antara status gizi dan kejadian  anemia pada remaja putri di SMAN 2 Sawahlunto. Penelitian ini merupakan studi observasional  dengan  rancangan  cross  sectional. Selama periode Agustus-Desember 2014 dilakukan  pengambilan data meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan dan pemeriksaan Hb menggunakan metode Cyanmethemoglobin terhadap siswa remaja putri kelas X dan XI SMAN 2 Sawahlunto. Data diuji dengan chi-square. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p adalah 0,008 (p<0,05). Simpulan studi ini ialah terdapat hubungan bermakna antara status gizi dan kejadian anemia pada Sawahlunto

    1,096

    full texts

    1,143

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇