Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
    1143 research outputs found

    Gambaran Perdarahan Intrakranial pada Perdarahan akibat Defisiensi Vitamin K (PDVK) di RSUP Dr. M. Djamil

    Get PDF
    Kondisi mortalitas bayi dapat digambarkan dengan Angka Kematian Bayi (AKB) yang dapat disebabkan oleh kelainan hematologi seperti perdarahan intrakranial yang sering dihubungkan dengan defisiensi vitamin K dengan AKB sebesar 10-50%. Penyakit ini dapat dicegah dengan pemberian vitamin K profilaksis saat lahir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perdarahan intrakranial pada perdarahan akibat defisiensi vitamin K di Bangsal Anak RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan mengumpulkan data sekunder dari rekam medis pasien perdarahan intrakranial pada perdarahan akibat defisiensi vitamin K (PDKV) di Bangsal Anak RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari 2010-Desember 2013. Hasil penelitian didapatkan 32 bayi yang mengalami perdarahan intrakranial. Sebanyak 31 (96,88%) bayi datang pada onset lambat. Jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki pada 21 (65,62%) bayi. Riwayat persalinan terbanyak adalah persalinan spontan (84,37%). Hanya 4 (12,5%) bayi yang diberi vitamin K profilaksis saat lahir. Hasil pemeriksaan laboratorium terbanyak dengan nilai hemoglobin 5-10 g/dl (62,5%), nilai trombosit >200.000 (84,37%), nilai PT memanjang (65,62%), dan APTT memanjang (75%). Perdarahan multipel merupakan jenis perdarahan terbanyak. Empat (12,5%) bayi meninggal dalam perawatan. Simpulan penelitian ini adalah pentingnya pemberian vitamin K profilaksis pada bayi baru lahir untuk mencegah perdarahan intrakranial

    Status Kerentanan Aedes Aegypti Vektor Demam Berdarah Dengue di Kota Padang

    Get PDF
    Salah satu upaya untuk mengurangi kasus DBD adalah dengan pengendalian vektor DBD dengan larvisida. Temephos merupakan salah satu insektisida yang telah digunakan lebih dari 30 tahun dan berfungsi mengendalikan larva vektor. Penggunaan temephos yang tidak sesuai aturan dapat menyebabkan penurunan kerentanan pada vektor DBD.  Tujuan penelitian ini  adalah untuk  menilai  status  kerentanan larva Aedes aegypti di tiga kecamatan di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan post  test  only  with  control  group design. Telur diambil dan dipelihara di laboratorium hingga mencapai larva instar III/IV. Uji kerentanan untuk temephos dilakukan berdasarkan standar WHO. Hasil penelitian menunjukkan pada Kecamatan Kuranji, kematian larva pada konsentrasi 0,005 mg/L sebesar 10%, 0,01 mg/L sebesar 45%, 0,02 mg/L sebesar 86%, dan pada konsentrasi 0,03 mg/L sebesar 100%. Pada Kecamatan Koto Tangah, kematian larva pada konsentrasi 0,005 mg/L sebesar 24%, 0,01 mg/L sebesar 48%, 0,02 mg/L sebesar 99%, dan pada konsentrasi 0,03 mg/L sebesar 100%. Pada Kecamatan Padang Timur pada konsentrasi 0,005 mg/L didapatkan kematian larva sebesar 12%, pada 0,01 mg/L sebesar 43%, pada 0,02 mg/L sebesar 99%, dan pada 0,03 mg/L sebesar 100%. Hasil uji One way-Anova adalah bermakna dengan nilai p<0,05 pada ketiga kecamatan dan LC99 sedikit diatas 0,02 mg/L. Simpulan penelitian ini adalah status kerentanan Aedes aegypti terhadap temephos di tiga kecamatan berkisar antara rentan dan toleran, belum mencapai resisten sehingga temephos masih dapat digunakan dalam pengendalian vektor DBD

    Kompetensi dan Kinerja Petugas First Line Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Sulawesi Barat

    No full text
    Provinsi Sulawesi Barat adalah salah satu daerah rawan bencana karena berada dalam jalur tektonik cincin api dunia.  Wilayah ini memiliki kerentanaan tinggi terhadap kemungkinan terjadinya bencana a am geologi, seperti gempa bumi tektonik, gerakan tanah atau tanah longsor maupun banjir. Pelatihan kompetensi petugas first line Badan Penanggulangan Bencana sangat diperlukan untuk peningkatan kompetensi dan kinerja petugas sehingga dapat melakukan pertolongan pada saat terjadi bencana dengan cepat dan tepat. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kompetensi dan kinerja petugas first line setelah dilakukan pelatihan pertolongan pertama saat terjadi bencana. Penelitian ini merupakan quasi eksperiment dengan rancangan one group pre-post test design. Subjek penelitian diambil secara purposive sampling sebanyak 33 orang. Data dianalisa menggunakan paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kompetensi (p = 0,005) dan kinerja (p = 0,005) petugas first li e Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Barat setelah dilakukan pelatihan. Disarankan untuk mencapai optimalisasi kinerja petugas first line perlu dilaksanakan simulasi atau latihan bersama dan seminar penanggulangan bencana terpadu setiap semester

    Hubungan Asuhan Antenatal dengan Preeklampsia di RSUP M. Djamil Padang periode 1 Januari 2013 – 31 Desember 2013

    No full text
    Preeklampsia adalah sindrom spesifik pada kehamilan yang menyebabkan disfungsi organ serta ditandai dengan terjadinya peningkatan tekanan darah dan ditemukannya proteinuria. Preeklampsia ringan yang tidak dikontrol dengan baik melalui asuhan antenatal dapat berkembang menjadi preeklampsia berat. Asuhan antenatal merupakan asuhan yang diajurkan kepada wanita hamil untuk mencegah komplikasi dan menurunkan insiden perinatal dan maternal morbiditas/mortalitas. Asuhan antenatal sebaiknya dilakukan secara berkualitas dengan kuantitas yang sesuai. Kualitas asuhan antenatal ialah kemampuan tenaga kesehatan untuk melakukan konseling dan penyediaan layanan selama kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara kualitas asuhan antenatal dan preeklampsia. Penelitian ini adalah deskriptif analitik menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 33 orang pasien preeklampsia yang melahirkan di RSUP Dr. M. Djamil periode 1 Januari 2013 sampai 31 Desember 2013. Data dikumpulkan melalui catatan rekam medik yang kemudian di analisis melalui uji chi-square dengan derajat kepercayaan 95% (0,05). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan insiden preeklampsia pada ibu melahirkan sebanyak 13,6%. Hasil uji statistik chi-square menunjukkan tidak ada hubungan antara kualitas asuhan antenatal dan preeklampsia (p=0,106). Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang bermakna antara asuhan antenatal dengan preeklampsia

    RETRACTED: Pengaruh Kurang Tidur terhadap Berat Badan pada Tikus Wistar Jantan

    No full text
    Artikel ini ditarik dari daftar terbitan Vol. 6 No. 1 Tahun 2017 karena terjadi kesalahan dalam pengorganisasian artikel yang diterbitkan sehingga terjadi penerbitan ulang artikel ini.Artikel ini dapat diakses melalui link berikut: http://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/issue/view/11

    Gambaran Anemia Pada Kehamilan Di Bagian Obstetri Dan Ginekologi RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode 1 Januari 2012 sampai 31 Desember 2012

    Get PDF
    Anemia sampai saat ini masih menjadi masalah dunia, terjadi di negara berkembang maupun di negara maju. Anemia dapat terjadi pada semua usia, terutama perempuan hamil. Asia Tenggara memiliki prevalensi tertinggi dibanding dengan Afrika, Amerika, Eropa, Asia Pasifik, dan Mediterania Timur. Berdasarkan kriteria WHO,  perempuan hamil didiagnosis menderita anemia jika memiliki kadar Hb ≤11 g/dL. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran anemia pada kehamilan di bagian obstetrik dan ginekologi RSUP Dr. M. Djamil Padang dari periode tanggal 1 Januari 2012 sampai 31 Desember 2012. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan menggunakan data rekam medik di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Hasil penelitian memperlihatkan angka kejadian anemia pada kehamilan sebanyak 75 kasus (2,2%) dari 3396 kehamilan. Derajat anemia pada kehamilan yang paling banyak ditemukan adalah derajat sedang, yaitu sebanyak 45 kasus (60%), diikuti oleh derajat ringan sebanyak 20 kasus (27%), dan derajat berat sebanyak 10 kasus (13%). Anemia pada kehamilan lebih sering terjadi pada trimester ke-3 kehamilan, yaitu sebanyak 57 kasus (76%). Mayoritas anemia pada kehamilan terjadi pada multigravida, yaitu sebanyak 50 kasus (66,6%). Kasus anemia pada kehamilan terbanyak ditemukan pada paritas 1 ditemukan sebanyak 34 kasus (45,3%). Mayoritas anemia pada kehamilan terjadi pada jarak kehamilan >3 tahun, yaitu sebanyak 25 kasus (44,7%)

    Gambaran Derajat Varises Esofagus Berdasarkan Beratnya Sirosis Hepatis

    Get PDF
    Sirosis hepatis adalah suatu keadaan patologis yang menggambarkan stadium akhir fibrosis hepatik yang berlangsung progresif. Varises esofagus merupakan salah satu komplikasi tersering sirosis hepatis. Berat ringannya sirosis  hepatis  dapat  dinilai  dengan menggunakan klasifikasi Child Pugh.  Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara beratnya sirosis hepatis dan derajat varises esofagus. Penelitian ini adalah studi analitik menggunakan desain cross sectional study dengan jumlah sampel sebanyak 66 orang penderita sirosis hepatis yang dirawat inap di bagian Penyakit Dalam periode 2012-2013. Data dikumpulkan melalui catatan rekam medik yang kemudian di analisis melalui uji chi-square pada derajat kepercayaan 95% (0,05). Dari hasil penelitian didapatkan varises esofagus pada pasien sirosis hepatis sebanyak 46% dengan insiden derajat varises esofagus paling banyak pada grade III 71,2% dan beratnya sirosis hepatis paling banyak pada Child C 47%. Hasil uji statistik chi-square menunjukkan adanya hubungan antara derajat varises esofagus berdasarkan beratnya sirosis hepatis (p= 0,033). Simpulan studi ini ialah terdapat hubungan yang bermakna antara derajat varises esofagus dan beratnya sirosis hepatis

    Karakteristik Pasien Disfonia di Poliklinik Telinga Hidung Tenggorok–Bedah Kepala Leher RSUP DR. M. Djamil Padang Tahun 2010-2013

    No full text
    Disfonia merupakan suatu gejala dari kelainan laring. Bagian Ilmu Kesehatan Telinga Hidung  Tenggorok–Bedah  Kepala Leher (THT-KL) RSUP Dr. M. Djamil Padang belum memiliki data empiris terkait karakteristik kelainan ini. Tujuan penelitian ini adalah menentukan karakteristik pasien disfonia di bagian Ilmu Kesehatan THT-KL RSUP Dr. M.Djamil Padang. Data penelitian diambil dari rekam medis dengan metode total sampl ng. Karakteristik pasien disfonia yang dicatat mencakup usia, jenis kelamin, gejala klinik, etiologi disfonia, dan gambaran pemeriksaan laring. Total 68 dari 119 pasien memenuhi kriteria untuk dijadikan sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan kelompok usia tertinggi pasien disfonia berada pada kelompok usia 40-49 tahun (29,5%).Jumlah pasien laki-laki dan perempuan adalah sebanding (1:1).Laryngopharyngeal Reflux (LPR) (33,8%) didapatkan sebagai etiologi tertinggi. Gambaran kelainan terbanyak yang ditemukan pada pemeriksaan laringoskopi adalah hiperemis pada epiglotis (14,7%), edema pada aritenoid (69,1%), massa pada plika vokalis (13,2%), dan edema pada plika ventrikularis (17,6%). Simpulan studi ini adalah LPR merupakan etiologi tertinggi pasien disfonia. Pengetahuan tentang kondisi ini dapat meningkatkan diagnosis dan keberhasilan pengobatan pasien disfonia

    Profil Balita Penderita Infeksi Saluran Nafas Akut Atas di Poliklinik Anak RSUP DR. M. Djamil Padang Tahun 2012-2013

    Get PDF
    Infeksi Saluran Nafas Akut Atas (ISPA atas) adalah infeksi pada saluran pernafasan di atas laring, yang merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak berusia di bawah lima tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran balita penderita ISPA atas yang berobat ke poliklinik anak RSUP DR. M. Djamil Padang tahun 2012-2013. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan data rekam medik balita penderita ISPA atas pada tahun 2012-2013. Seluruh anggota populasi dijadikan sampel sesuai kriteria inklusi dan eksklusi sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 95 orang. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu 54,7% balita penderita ISPA atas adalah laki-laki, 68,4% pada kelompok usia 12-<60 bulan, 84,2% berstatus gizi baik dan 62% bertempat tinggal di daerah rural di Kota Padang. Pada tahun 2012, kejadian ISPA atas terbanyak terjadi pada bulan Agustus yaitu sebesar 8,4% dan pada tahun 2013 kejadian terbanyak terjadi pada bulan April dan November yaitu sebesar 7,4%.Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa kejadian ISPA atas terbanyak adalah laki-laki, pada kelompok balita, dengan status gizi baik, dan umumnya bertempat tinggal di daerah rural. Kejadian ISPA atas ditemukan hampir setiap bulan pada tahun 2012-2013. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan peningkatan pemberian informasi kepada ibu yang mempunyai bayi dan balita mengenai penyakit ISPA serta faktor-faktor yang mempengaruhinya agar angka morbiditas akibat ISPA dapat berkurang

    Gambaran Asupan Folat Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

    No full text
    Salah satu defisiensi mikronutrien yang masih dihadapi Indonesia adalah defisiensi folat. Jumlah rata-rata asupan folat yang harus dikonsumsi oleh dewasa muda yang berumur 17-29 tahun berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yaitu 400 µg/hari. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jumlah asupan folat/hari individu. Penelitian ini merupakan penelitian survai deskriptif yang menggunakan metode food recall 24 jam. Responden dari penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand). Digunakan metode sistematik sampling untuk mendapatkan 273 orang responden. Responden diwawancara oleh enumerator dengan bantuan food model, setelah itu digunakan program Nutri Survey 2007 untuk mendapatkan jumlah asupan folat responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (96,8%) mahasiswa FK Unand memiliki asupan folat sehari yang kurang, dengan rata-rata 111±119 µg/hari.  Hasil  ana isis  data didapatkan bahwa rata-rata responden laki-laki lebih banyak  (129±48 µg/hari) mengonsumsi folat dari pada responden perempuan (98±88 µg/hari), juga didapatkan data bahwa rata-rata responden yang tinggal dengan orang tua atau wali lebih banyak mengonsumsi folat (130±155 µg/hari) dari pada responden yang tinggal sendiri di kost atau kontrakan (101±91 µg/hari). Simpulan penelitian ini adalah lebih dari 90% mahasiswa FK Unand tidak mengonsumsi folat yang cukup. Rata-rata asupan folat/hari laki-laki lebih tinggi 1,3 kali dari pada perempuan

    1,096

    full texts

    1,143

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇