Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
1143 research outputs found
Sort by
Toxoplasmosis Cerebri Pada HIV AIDS
Toxoplasmosis cerebri merupakan salah satu infeksi oportunistik yang paling sering pada sistem saraf pusat pasien HIV. Infeksi toxoplasma Gondii pada pasien HIV terutama terjadi jika pada kondisi CD4 yang rendah, penurunan produksi sitokin dan interferon gama, dan menurunnya fungsi sel limfosit T sitotoksik sehingga menyebabkan reaktivasi dari infeksi laten T. Gondii. Telah dilaporkan laki-laki 31 tahun menderita HIV AIDS dengan toxoplasmosis cerebri. Pasien dirawat dengan penurunan kesadaran dan hemiparese sinistra, riwayat sakit kepala hebat dan sering berulang, memiliki riwayat menggunakan narkotik suntik dan pemakaian jarum suntik bergantian, tidak ada riwayat hipertensi, tidak ada riwayat tuberkulosis. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadran apati, pupil isokor, pada mulut terdapat candidiasis oral, tidak ada kaku kuduk, terdapat lateralisasi tungkai ke kiri serta Babinski yang positif pada tungkai kiri. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan Rapid test HIV yang positif, CD4 35sel/ul, dan gambaran CT scan otak yang sesuai Toxoplasmosis cerebri. Pasien ditatalaksana dengan pemberian Pirimetamin dan klindamisin selama 6 minggu ditambah steroid sampai pasien sadar
Median Ekskresi Yodium Urin pada Anak Usia 6-12 Tahun di SD Negeri 27 Olo Ladang Kecamatan Padang Barat Kota Padang
Seseorang bisa mengalami Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) apabila asupan yodium tidak mencukupi. GAKY biasanya ditemukan di daerah pegunungan, namun sekarang GAKY juga ditemukan di dataran rendah bahkan di daerah pantai, seperti yang terjadi di gugus pulau Halmahera Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran ekskresi yodium urin pada siswa usia 6-12 tahun di SD Negeri 27 Olo Ladang. Sekolah ini merupakan salah satu sekolah yang berada di sekitar pantai di kota Padang. Penelitian ini adalah studi deskriptif dengan desain cross sectional yang dilaksanakan dari November 2012 sampai Juli 2013 di SD Negeri 27 Olo Ladang Padang. Subjek penelitian adalah 62 siswa sekolah dasar yang telah memenuhi kriteria inklusi, kemudian diambil urinnya untuk dilakukan pemeriksaan kadar yodium. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa dari 62 subjek penelitian, 22 (35,5%) diantaranya memiliki nilai ekskresi yodium urin tidak mencukupi, 38 (61,3%) memiliki ekskresi yodium urin cukup, 1 (1,6%) memiliki ekskresi yodium urin lebih dari cukup, dan 1 (1,6%) memiliki ekskresi yodium urin berlebihan. Hasil yodium tersebut, nilai median dari ekskresi yodium urin para responden adalah 118,5µg/L. Hal ini berarti bahwa intake yodium para siswa di SD Negeri 27 Olo Ladang telah mencukupi kebutuhan
Pengaruh Perbedaan Lama Kontak Sabun Ekstrak Daun Sirih Terhadap Pertumbuhan Candida Albicans Secara In Vitro
Candida albicans adalah jamur penyebab kandidiasis vulvovaginalis dengan manifestasi klinis gatal pada vulva dan keputihan. Penggunaan sabun ekstrak daun sirih dengan cara mengusapkan sabun pada area genitalia dapat mengurangi keputihan. Ekstrak daun sirih yang terkandung pada sabun diketahui memiliki sifat fungistatik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan lama kontak sabun ekstrak daun sirih terhadap pertumbuhan Candida albicans secara invitro. Metode yang digunakan adalah Percentage Kill dengan tiga kali pengulangan. Metode yang dilakukan untuk melihat persentase kemampuan sabun ekstrak daun sirih dalam membunuh Candida albicans dengan lama kontak 1 menit, 2 menit, dan 5 menit. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh perbedaan lama kontak sabun ekstrak daun sirih terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Nilai Persentase Kill yang baik (≥ 90%) pada menit 1, 2, dan 5 yaitu 97%, 95%, dan 93%. Disimpulkan bahwa penggunaan sabun ekstrak daun sirih dengan lama kontak 1 menit sudah memberikan hasil yang baik
Hubungan Near-Work dengan Miopia pada Siswa SD Negeri Percobaan Kelas 5 dan 6
Miopia adalah kelainan refraksi yang disebabkan oleh ketidakmampuan komponen optik untuk memfokuskan cahaya tepat di retina dalam keadaan mata tidak berakomodasi. Keadaan ini sering dijumpai pada anak usia sekolah. Lebih dari 60% miopia merupakan miopia onset dini yang timbul pada usia 7 hingga 16 tahun. Salah satu faktor resiko lingkungan yang berhubungan dengan miopia adalah banyaknya melakukan kegiatan near-work. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara near-work dengan miopia pada anak usia sekolah dasar. Penelitian bersifat analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, sehingga diperoleh 94 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh murid dan near-work diary yang diisi oleh orang tua murid. Pemeriksaan refraksi dilakukan secara subjektif dengan menggunakan Snellen chart dan trial lens. Pengolahan data dilakukan dengan uji chi-square secara komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan membaca dengan kejadian miopia (p=0,000). Tidak terdapat hubungan bermakna antara kebiasaan menonton televisi (p=0,579), bermain video game (p=0,205) dan menggunakan komputer (p=0,084) dengan kejadian miopia. Simpulan studi ini ialah terdapat hubungan yang sangat bermakna antara kebiasaan membaca dengan myopia, tetapi tidak terdapat hubungan yang bermakna antara menonton televisi, bermain videogame, dan menggunakan komputer dengan kejadian miopia
Faktor yang berhubungan dengan kejadian Ascariasis pada murid SD 27 Olo Kota Padang
Penyakit infeksi kecacingan, khususnya Ascariasis masih merupakan salah satu masalah kesehatan bagi penduduk Indonesia. Prevalensi Ascariasis masih cukup tinggi di Padang, Sumatra Barat, terutama pada anak usia sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor yang berhubungan dengan kejadian ascariasis pada murid SD 27 Olo Kota Padang. Penelitian ini menggunakan studi analitik cross sectional pada 59 murid SD 27 Olo Kota Padang dari Februari 2016-Januari 2017. Faktor yang diteliti adalah tingkat pengetahuan ibu, higienitas perorangan, sanitasi lingkungan rumah, dan tingkat penghasilan orangtua. Hubungan antara variabel dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20,3% murid positif menderita ascariasis. Kejadian ascariasis lebih banyak ditemukan pada tingkat pengetahuan ibu yang cukup (21,9%), higienitas perorangan yang baik (20,8%), sanitasi lingkungan yang cukup (33,3%) dan tingkat penghasilan orangtua yang rendah (20,9%). Analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara sanitasi lingkungan dengan kejadian ascariasis. Tingkat pengetahuan ibu, higiene perorangan dan tingkat penghasilan orangtua tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kejadian ascariasis
Hubungan Stimulasi Psikososial dengan Perkembangan Anak Usia 3-72 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Begalung Padang
Perkembangan merupakan salah satu indikator kesehatan anak. Masa 3-72 bulan pertama adalah periode penting untuk mencapai perkembangan optimal anak. Dalam hal ini, stimulasi psikososial berperan dalam merangsang saraf dan otot untuk mencapai perkembangan sesuai dengan umur anak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan stimulasi psikososial dengan perkembangan anak usia 3-72 bulan di wilayah kerja puskesmas Lubuk Begalung Padang dilakukan penelitian berdesain cross-sectional dengan sampel sebanyak 163 anak berumur 3-72 bulan. Perkembangan anak diukur menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Stimulasi psikososial diukur menggunakan instrumen Home Observation for Measurement of the Environtment (HOME). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55,8% anak memiliki perkembangan sesuai, 36,2% meragukan dan 8,0% menyimpang. Stimulasi psikosial terbanyak pada kategori sedang sebesar 74,8%. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara stimulasi psikososial dengan perkembangan anak (p=0,666)
Hubungan Tingkat Kepatuhan Penderita Tuberkulosis Paru dengan Perilaku Kesehatan, Efek Samping OAT dan Peran PMO pada Pengobatan Fase Intensif di Puskesmas Seberang Padang September 2012 - Januari 2013
Indonesia sebagai negara keempat terbesar didunia dalam jumlah penderita tuberkulosis (TB) paru. Pada tahun 2011, di wilayah kota Padang terdapat sebanyak 108 kasus TB paru per 100.000 penduduk. Kasus TB paru banyak ditemukan di wilayah puskesmas Seberang Padang yaitu sebanyak 46 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kepatuhan berobat penderita TB paru dengan perilaku kesehatan, efek samping Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dan peran Pengawas Menelan Obat (PMO) dalam pengobatan fase intensif di puskesmas Seberang Padang. Desain penelitian ini adalah analitik cross sectional dengan menggunakan kuesioner dan wawancara observasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita TB paru periode September 2012-Januari 2013 yaitu 34 orang. Analisis statistik yang digunakan adalah chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan tingkat kepatuhan berobat penderita TB paru dengan perilaku kesehatan (p=0,00) dan peran PMO (p=0,00), tetapi tidak terdapat hubungan dengan efek samping OAT. Disarankan untuk lebih aktif dalam melakukan penyuluhan mengenai penyakit TB paru kepada penderita TB paru dan keluarganya
Karakteristik Karsinoma Serviks di RS. Dr. M. Djamil Padang Periode Januari 2010 – Desember 2013
Peningkatan kasus karsinoma serviks dari tahun ke tahun disebabkan oleh berbagai faktor tetapi lebih dari 90% kasus karsinoma serviks disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV) onkogenik tipe 16 dan 18. Penyakit ini cenderung menyerang pada wanita usia muda pada saat sekarang. Tujuan penelitian ini adalah melihat bagaimana karakteristik karsinoma serviks dari segi usia, paritas, riwayat pekerjaan, riwayat pekerjaan suami, domisili, gambaran histopatologi dan stadium. Telah dilakukan penelitian deskriptif retrospektif terhadap pasien yang didiagnosis secara histopatologi menderita karsinoma serviks di Bagian Obstetri dan Ginekologi RS. Dr. M. Djamil Padang periode Januari 2010 – Desember 2013 yang Berdasarkan 152 kasus karsinoma serviks didapatkan bahwa kejadian karsinoma serviks berfluktuasi dari Januari 2010 – Desember 2013. Karsinoma serviks terbanyak ditemukan pada pasien yang berusia 45 – 49 tahun, paritas > 2, ibu rumah tangga, bersuami petani, domisili di Padang, jenis histopatologi karsinoma sel skuamosa, moderately differentiated dan stadium IIB. Di negara Indonesia, kasus karsinoma serviks masih banyak ditemukan terutama pada wanita usia muda dan tindakan deteksi dini masih kurang dilakukan. Diperlukan sosialiasi kepada masyarakat untuk melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan pap smear dan Inspeksi Visual Asetat (IVA) serta pencegahan dengan vaksin HPV
Hubungan antara Merokok dan Tingkat Aktivitas Aminotransferase Serum pada Pegawai Kantor
Aminotransferase serum merupakan salah satu penanda kerusakan hepatoselular. Prevalensi asymptomatic hypertransaminasemia telah mencapai angka 8,9%. Peningkatan ini diakibatkan perubahan gaya hidup, salah satunya merokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok termasuk lama merokok, jumlah rokok, derajat perokok dan jenis rokok dengan tingkat aktivitas aminotransferase serum. Desain penelitian ini analitik cross-sectional. Jumlah sampel 68 orang yang diambil secara consecutive sampling. Instrumen dalam penelitian ini ialah kuesioner untuk mendapatkan data responden dan karakteristik kebiasaan merokok, lama merokok, jumlah rokok, dan jenis rokok. Data AST dan ALT pasien didapatkan dari data medical check up Rumah Sakit Semen Padang yang diukur menggunakan metode enzimatik. Data dianalisis denga uji t-test independent dan uji One Way ANOVA dengan p<0,05 untuk signifikansi. Hasil penelitian mendapatkan adanya hubungan bermakna antara kebiasaan merokok dengan tingkat aktivitas aminotransferase serum (p=0,001) dimana peningkatan AST dipengaruhi oleh lama merokok (0,003), derajat perokok (0,010) dan jenis rokok (0,020). Peningkatan ALT dipengaruhi oleh jumlah rokok (0,001). Simpulan studi ini adalah kebiasaan merokok dapat meningkatkan hipertransaminasemia
Hubungan Massa Lemak dengan Dismenore Primer pada Remaja Putri di Stikes Ceria Buana Bukittinggi
Nyeri haid (dismenore) dilaporkan sebagai keluhan ginekologis paling umum dan sering menyebabkan ketidakhadiran seorang remaja dari sekolah ataupun aktivitas lainnya. Penyebab dismenore primer ada banyak faktor salah satunya adalah massa lemak tubuh. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan massa lemak dengan dismenore primer. Penelitian observasional ini dilakukan pada remaja putri di Stikes Ceria Buana Bukittinggi dengan desain cross sectional study. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 106 orang yang diambil secara simpel random sampling. Hasil penelitian ini diuji dengan menggunakan uji statistik t-test. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna (p>0,05) antara massa lemak remaja putri yang dismenore primer (30,79±5,99%) dengan massa lemak remaja yang tidak dismenore primer (31,50±6,42%). Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang bermakna antara massa lemak dengan dismenore primer pada remaja putri di Stikes Ceria Buana Bukittinggi