Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
1143 research outputs found
Sort by
Hubungan Karakteristik Klinis dengan Pemulihan Respons Imun Penderita HIV-1 yang Mendapat Terapi Antiretroviral di RSUP Dr. M. Djamil Padang
Beberapa faktor telah diteliti berhubungan dengan pemulihan respons imun penderita HIV, diantaranya faktor demografi, faktor klinis, dan faktor pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki hubungan karakteristik klinis dengan pemulihan respons imun penderita HIV-1 yang mendapat terapi antiretroviral di RSUP Dr. M. Djamil. Ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional dengan metode purposive sampling. Pemulihan respons imun dinilai dari jumlah sel T CD4 setelah ≥1 tahun terapi antiretroviral. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien HIV yang berobat di Poliklinik Voluntary Conseling and Testing (VCT) RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 2010-2016. Besar sampel adalah sebanyak 70 penderita HIV. Hasil penelitian ini mendapatkan 40 subjek penelitian berada pada stadium III 85,9% dan stadium IV 71,4% tidak mengalami pemulihan respons imun. Riwayat koinfeksi lain sebanyak 68,6% tidak mengalami pemulihan respons imundiantaranya 13 subjek penelitian yang memiliki riwayat koinfeksi lain, 11 (84,6%) tidak terjadi pemulihan respons imun. Sebanyak 57 subjek penelitian yang tidak memiliki riwayat koinfeksi lain, sebanyak (64,9%) juga tidak terjadi pemulihan respons imun. Hasil uji Chi-Square didapatkan stadium klinis saat terdiagnosis (p=0,002), faktor risiko penularan (p=0,036), dan koinfeksi lain (p=0,204). Simpulan penelitian ini bahwa faktor-faktor yang terbukti berhubungan dengan pemulihan respons imun penderita HIV adalah stadium klinis saat terdiagnosis dan faktor risiko penularan, sedangkan yang tidak berhubungan adalah riwayat koinfeksi lain
Pengaruh Pemberian Ekstrak Biji Melinjo (Gnetum gnemon) Terhadap Kadar Kolesterol LDL Pada Tikus Galur Wistar (Rattus norvegicus) Model Hiperkolesterolemia
Melinjo (Gnetum gnemon) merupakan tumbuhan asli Indonesia yang mudah diperoleh dan ekstrak biji melinjo mengandung berbagai macam stilbenoid yang tergolong senyawa resveratrol beserta turunannya. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa resveratrol dapat menurunkan kadar kolesterol LDL serum melalui penghambatan HMG-KoA reduktase. Tujuan penelitian ini adalah meneliti pengaruh pemberian ekstrak biji melinjo terhadap penurunan kadar kolesterol LDL pada tikus yang diberi diet tinggi lemak. Penelitian ini menggunakan rancangan randomized pre-post test control group design yang terdiri dari lima kelompok (n=5). Diet tinggi lemak diberikan berupa pakan otak sapi selama 29 hari (2 ml/hari). Kelompok perlakuan diberi ekstrak biji melinjo dosis 250, 500, dan 2000 mg/kgbb/hari. Ekstrak biji melinjo mulai diberikan hari ke-16 sampai hari ke-29. Kadar kolesterol LDL serum diperiksa dengan spektrofotometer. Data dianalisis dengan paired sample t-test dan One-Way ANOVA. Hasil paired sample t-test menunjukkan terdapat penurunan bermakna kadar kolesterol LDL serum setelah pemberian ekstrak biji melinjo pada kelompok yang mendapat dosis 2000 mg/kgbb/hari (p=0,003), sedangkan pada dosis lain tidak terdapat penurunan LDL serum yang bermakna. Uji One-Way ANOVA antar kelompok perlakuan menunjukkan tidak terdapat perbedaan kadar kolesterol LDL serum yang bermakna (p=0,531). Disimpulkan bahwa pemberian ekstrak biji melinjo dapat menurunkan kadar kolesterol LDL serum pada tikus yang diinduksi diet tinggi lemak pada dosis 2000 mg/kgbb/hari
Angka Ketahanan Hidup 3 Tahun Pasien Kanker Anak di RSUP Dr. M. Djamil Padang
Latar belakang: Kejadian kanker pada anak terus meningkat dan menjadi masalah kesehatan dunia. Angka ketahanan hidup pasien dengan keganasan semakin meningkat sejalan dengan berjalannya kemoterapi dan modalitas terapi untuk keganasan lainnya.Tujuan: Mengetahui angka ketahanan hidup 3 tahun pasien kanker anak yang di rawat di RSUP Dr. M Djamil Padang.Metode: Penelitian secara retrospektif, menggunakan data rekam medik anak yang didiagnosis kanker di RSUP Dr M Djamil Padang dari 1 Januari 2013 – 31 Desember 2013. Data diambil pada Maret 2016. Kriteria inklusi adalah seluruh pasien kanker anak yang didiagnosis tahun 2013. karakteristik pasien dan status kehidupan saat ini dicatat. Angka ketahanan hidup dihitung menggunakan metode Kaplan Meier.Hasil: Terdapat 29 pasien kanker anak tahun 2013 dengan kelompok usia terbanyak 1-4 tahun (48,3%) dengan jumlah laki-laki dan perempuan hampir sama. Leukemia akut limfoblastik (ALL) merupakan kanker anak terbanyak (22 orang, 75,9%). Dari 29 pasien kanker anak 20 (69%) diantaranya masih bertahan hidup, 6 orang (20,7%) meninggal dan 3 orang (10,3%) tidak diketahui. Angka ketahanan hidup 3 tahun pasien kanker anak secara keseluruhan adalah 76,9%. Angka ketahanan hidup 3 tahun pada pasien leukemia limfoblastik akut 94,7%.Kesimpulan: Angka ketahanan hidup anak dengan keganasan di RSUP Dr M Djamil Padang cukup baik
Hubungan Antara Anemia pada Ibu Hamil dan Kejadian Persalinan Preterm di RSUP M. Djamil Padang Tahun 2013
Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami selama kehamilan. Anemia ibu hamil diketahui sebagai salah satu faktor risiko persalinan preterm. Penelitian sebelumnya tahun 2012 di RSUP Dr. M. Djamil Padang mendapatkan dari seluruh pasien persalinan preterm sebagian besar (76,39%) memiliki riwayat anemia dalam kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan antara hubungan anemia pada ibu hamil dan kejadian persalinan preterm di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2013. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional. Berdasarkan kriteria sampel yang telah ditentukan, didapatkan sampel 30 ibu persalinan preterm sebagai kelompok kasus dan 30 ibu persalinan aterm yang diambil secara simple random sampling sebagai kelompok kontrol. Data dianalisis dengan Chi-square test dan Independent t-test (α=0.05). Hasil penelitian menunjukan bahwa ibu yang melakukan persalinan di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2013, terbanyak berusia 20-35 tahun (71,7%) dan multipara (55,0%). Ibu yang melakukan persalinan 40% mengalami anemia. Hasil uji statistik Chi-square menunjukan terdapat hubungan anemia pada ibu hamil dengan kejadian persalinan preterm (nilai p= 0,018, OR= 4,297). Rata-rata kadar Hb pada kelompok persalinan preterm (10,62 ± 1,42) g/dl lebih rendah dibandingkan kelompok persalinan aterm (11, 51 ± 1,06) g/dl dan bermakna secara statistik (p = 0,007). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan bermakna antara kejadian anemia dan persalinan preterm
Efek Propolis dan Jeruk Nipis terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus dan Streptococcus Pyogenes secara In Vitro
Penggunaan antibiotik yang irasional dapat menyebabkan terjadinya resistensi bakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efek propolis dan jeruk nipis terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang pada bulan Desember 2014 hingga April 2015. Rancangan penelitian bersifat eksperimental. Berdasarkan hasil penelitian diameter rerata daerah bebas kuman S. aureus yang diberikan propolis adalah 11 mm dan jeruk nipis 14,66 mm. Diameter rerata daerah bebas kuman S. pyogenes yang diberikan jeruk nipis adalah 12,66 mm. Sedangkan, propolis tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri S. pyogenes. Data dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji Kruskal Wallis kemudian dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Hasil uji Mann Whitney antara propolis dan jeruk nipis terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna (p = 0.05), sedangkan terhadap pertumbuhan bakteri S. pyogenes menunjukkan perbedaan yang bermakna p = 0,014 (p < 0,05). Simpulan penelitian ini adalah propolis memiliki efek antibakteri terhadap pertumbuhan S. aureus dan tidak memiliki efek antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri S. pyogenes, sedangkan jeruk nipis memiliki efek antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus dan S. pyogenes
Gambaran Fungsi Ginjal pada Pasien Gagal Jantung dengan Fraksi Ejeksi Menurun dan Fraksi Ejeksi Normal di RSUP Dr. M. Djamil Padang
Gagal jantung dapat dikelompokkan menjadi HF-REF (Heart Failure with Reduced Ejection Fraction) dan HF- PEF (Heart Failure with Preserved Ejection Fraction). Gagal jantung dapat menyebabkan kerusakan jaringan intersisial ginjal akibat tidak memadainya perfusi ke ginjal, yang akan berdampak pada penurunan fungsi ginjal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran fungsi ginjal pada pasien gagal jantung dengan EF (Ejection Fraction) menurun dan EF Normal di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain potong lintang dengan sampel penelitian adalah rekam medic seluruh pasien gagal jantung yang dirawat di bagian jantung RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tahun 2014. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria penelitian adalah sebanyak 102 pasien. Hasil studi menunjukkan rerata LFG (Laju Filtrasi Glomerulus) pada pasien HF-PEF (50.88±20.90 ml/mnt/1,73m2) lebih rendah dari pada pasien HF-REF(63.27±27.45 ml/mnt/1,73m2). Pada HF-PEF hanya 3,2% pasien yang fungsi ginjalnya normal, dan terdapat 6,5% pasien yang mengalami gagal ginjal, sedangkan yang lainnya mengalami penurunan fungsi ginjal dalam berbagai derajat. Pada HF-REF, tidak terdapat pasien yang mengalami gagal ginjal dan terdapat 15,5 % pasien yang fungsi ginjalnya normal, sedangkan yang lainnya mengalami penurunan fungsi ginjal dalam berbagai derajat.Fungsi ginjal pasien HF-PEF lebih buruk daripada pasien HF-REF
Tampilan Klinis pada Glaukoma Primer Sudut Terbuka di RSUP DR M Djamil Padang
Lebih dari 3 juta orang buta bilateral karena POAG di seluruh dunia, dan lebih dari 2 juta orang mengalami POAG setiap tahunnya. POAG yang tidak terdiagnosis merupakan reservoir terbesar dari kebutaan yang dapat dicegah dimana 30% kasus belum terdiagnosis. Banyak pasien tidak terdeteksi dini dan datang dengan tampilan klinis yang lanjut, mengindikasikan perlunya program intervensi untuk deteksi dini dan perujukan kasus-kasus POAG untuk mencegah kehilangan fungsi penglihatan yang signifikan. Tujuan: Menjabarkan tampilan klinis POAG di RS DR. M. Djamil. Metode: Sejumlah 32 pasien POAG dari 229 pasien glaukoma didapat, dimana jumlah pasien laki-laki (81,3%) lebih banyak dari pasien wanita (18,7%). Umur pasien yang paling banyak ditemukan adalah di antara 51-70 tahun (62,6 %). TIO dari 17,2, 3% pasien adalah di atas 21 mmHg, dan 79,7 % di bawah 21 mmHg. Sebagian besar rasio cup/disc pasien adalah 0,9-1,0. Tampilan perimetri pasien menunjukkan defek altitudinal, defek arkuata, nasal step, temporal island, generalized depression, tunnel vision, dan skotoma perifer. Kesimpulan: Sebagian besar pasien POAG berumur 51-70 tahun, laki-laki, dan datang dengan tampilan klinis yang lanju
Metastasis Tumor ke Orbita
AbstrakMetastasis ke orbita adalah entitas klinis yang langka, terjadi 2%-3% pasien dengan keganasan. Pada orang dewasa, tumor payudara dan paru-paru menyebabkan sebagian besar metastasis orbita, sedangkan pada anak-anak disebabkan oleh neuroblastoma dan leukemia. Tujuan: Untuk menggambarkan profil kasus karsinoma metastatise ke orbita di Sub Bagian Onkologi, Bagian Ophthalmologi, Rumah Sakit Dr. M. Djamil di Padang. Metode: Tinjauan retrospektif rekam medis pasien dengan karsinoma metastatise ke orbita mulai Januari 2003 - Desember 2015. Meliputi data umum, data tumor, temuan klinis, metode diagnostik dan perawatan dianalisis. Hasil: Dari 16 pasien, 10 orang dewasa dan 6 anak. Tumor primer pada anak-anak adalah leukemia 4 (66,7%), dan limfoma ganas 2 (33,3%) pasien, sedangkan pada dewasa adalah payudara 4 (40%), tiroid 4 (40%), dan leukemia 2 (20%) pasien. Usia rata-rata saat diagnosis adalah 6,8 tahun (4 bulan sampai 10 tahun) untuk anak-anak, dan 42,7 tahun (34 sampai 56 tahun) untuk orang dewasa. Orbita kiri 6 (37,5%), orbit kanan 6 (37,5%), dan kedua orbita 4 (25%) kasus. Temuan klinis yang paling sering adalah proptosis 13 (81,25%) kasus. Pengobatan diberikan kepada 14 pasien, karena 2 pasien menolak pengobatan, meliputi kemoterapi 8 (50%), radiasi 2 (12,5%), kombinasi kemoterapi + bedah 2 (12,5%), dan simtomatik 2 (12,5%) pasien. Kesimpulan: Kanker primer yang paling umum bermetastasis ke orbita adalah kanker payudara dan kanker tiroid pada orang dewasa, dan leukemia pada anak-anak
Ekspresi Gen Tissue Inhibitor Metalloproteinase-1 Pada Sel Sinoviosit Osteoartritis Grade IV Setelah Pemberian Diacerein
Disease Modifying Osteoarthritis Drugs (DMOADs) merupakan agen yang dapat mencegah, menghambat perkembangan atau mengembalikan perubahan morfologi pada penderita osteoarthritis. Salah satu yang termasuk DMOADs ini adalah diacerein. Diacerein menstimulasi terbentuknya Tissue Inhibitor Metalloproteinase-1 (TIMP-1) pada percobaan hewan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan diacerein pada ekspresi genTIMP-1 pada sel primer jaringan sinovial pasien osteoartritis. Pada penelitian ini dilakukan penambahan diacerein pada sel primer jaringan sinovial grade 4. Ekspresi gen dilihat dengan menggunakan alat Real Time PCR dari sampel yang telah diinkubasi dalam kurun waktu 24 jam dan 48 jam, kemudian dibandingkan dengan kontrol menggunakan metode ΔCT dengan GAPDH sebagai housekeeping gene. Dari hasil pengukuran ekspresi gen sampel 24 jam dan 48 jam didapatkan nilai berturut-turut 0,0179 dan 0,7423 dengan nilai kontrol 0,0005. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa pada inkubasi diacerein selama 24 jam mampu meningkatkan ekspresi gen TIMP-1 dengan peningkatan sebesar 5,87 kali dibandingkan kelompok kontrol, sedangkan pada inkubasi selama 48 jam, diacerein mampu meningkatkan ekspresi gen TIMP-1 dengan peningkatan sebesar 1,53 kali jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa overekspresi gen TIMP-1 berkaitan dengan pemberian diacerein pada osteoartritis
Pengaruh Vitamin D terhadap Indeks Apoptosis pada Penderita Kanker Payudara
Kanker payudara merupakan penyakit yang paling sering pada pada wanita dan menjadi penyebab kematian terbanyak akibat kanker. Penyebab kanker payudara sangat multifaktorial salah satu yang masih menjadi kontroversi adalah karena defisiensi vitamin D. Peran vitamin D dalam tubuh sangat luas selain menjaga homeostasis kalsium dan fosfat, vitamin D juga berperan sebagai anti kanker melalui mekanisme antara lain, menginduksi apoptosis. Peran vitamin D dalam menginduksi apoptosis pada sel kanker menarik perhatian, karena nilai apoptosis pada sel kanker dapat menjadi indikator untuk memprediksi respon sel kanker terhadap terapi. Tingkat apoptosis dinilai dengan indeks apoptosis. Tujuan penelitian ini adalah melihat pengaruh vitamin D terhadap indeks apoptosis pada kanker payudara. Sampel penelitian ini adalah penderita kanker payudara yang baru didiagnosis di Polibedah Onkologi RSUP HAM Medan. Pemeriksaan kadar vitamin D menggunakan metode ELISA dan Indeks apoptosis diperiksa dengan pewarnaan HE menggunakan mikroskop cahaya. Rerata indeks apoptosis pada penderita kanker payudara dengan kadar vitamin D yang sufisiensi lebih tinggi daripada rerata indeks apoptosis pada kadar vitamin D yang insufisiensi dan defisiensi. Simpulan hasil penelitian ini ialah terdapat perbedaan indeks apoptosis yang bermakna antara penderita kanker payudara dengan kadar vitamin yang sufisiensi dan dengan kadar vitamin D yang defisiensi. Rerata apoptosis indeks lebih tinggi pada kadar vitamin D yang sufisiensi