Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
    1143 research outputs found

    Ekstrak Kelopak Rosella Merah (Hibiscus sabdariffa Linn.) Mampu Memperbaiki Histopatologi Hepar Tikus Wistar yang Diberi Paparan Asap Rokok

    Get PDF
    Prevalensi penduduk di Indonesia usia ≥ 15 tahun yang merokok mengalami peningkatan. Asap rokok merupakan salah satu sumber radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh ekstrak kelopak rosella merah terhadap degenerasi hepatosit tikus wistar yang diberi paparan asap rokok. Total sampel 20 tikus jantan dan dibagi menjadi empat kelompok: perlakuan ekstrak kelopak rosella merah dosis 540 mg/bw, ekstrak kelopak rosella merah dosis 270 mg/bw, kontrol positif dan kontrol negatif. Kelompok perlakuan diberi pakan standar + ekstrak rosella dipagi hari dan setelah itu dipapar 2 rokok per hari. Kontrol positif diberi pakan standar + dipapar 2 rokok per hari. Kontrol negatif hanya diberi pakan standar. Penelitian dilakukan selama 28 hari. Diakhir penelitian, diamati gambaran histopatologi hepar. Pemberian ekstrak kelopak rosella merah dosis 270 mg/kg bb dan dosis 540 mg/kg bb dapat mencegah degenerasi hepatosit. Analisis degenerasi hepatosit dengan uji Kruska  Wallis pada   p<0,05 dan dilakukan uji lanjut Mann-Whitney. Simpulan studi ini ialah semua perlakuan dapat mencegah, bahkan bisa memperbaiki degenerasi hepatosit tikus wistar yang diberi paparan asap rokok

    Pengaruh Pemberian Tempe Terhadap Kadar Malondialdehid Hati Mencit Jantan Putih yang di Induksi Timbal Asetat

    Get PDF
    Tempe adalah makanan berasal dari fermentasi kedelai dengan kandungan antioksidan yang dapat menghambat radikal bebas, seperti timbal. Malondialdehid (MDA) adalah indikator adanya radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh tempe terhadap kadar MDA Hati Mencit Jantan Putih yang dipapar Pbasetat. Penelitian telah dilakukan di laboratorium Farmasi dan Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Andalas pada bulan April 2015 hingga Mei 2015. Perlakuan diberikan selama 4 minggu dengan menggunakan 25 ekor mencit jantan putih yang dibagi kedalam 5 kelompok yang terdiri dari: K1 kelompok kontrol negatif; K2 kelompok kontrol positif yang diberikan Pb-asetat 40mg/kgBB/hari; P1 kelompok perlakuan dengan pemberian tempe sebanyak 5 g/kgBB/hari dan induksi Pb-asetat; P2 kelompok perlakuan dengan pemberian tempe sebanyak 10 g/kgBB/hari dan induksi Pb-asetat; dan P3 kelompok perlakuan dengan pemberian tempe sebanyak 20 g/kgBB/hari dan induksi Pb-asetat. Hasil penelitian menunjukkan kadar MDA hati kelompok K1 sebesar 4,95 nmol/ml, K2 sebesar 7,08 nmol/ml, P1 sebesar 6,73 nmol/ml, P2 sebesar 5,32 nmol/ml, dan P3 sebesar 6,26nmol/ml. Analisis uji Anova menunjukkan hasil yang signifikan (p=0,000). Disimpulkan bahwa pemberian tempe dapat menurunkan kadar MDA hati mencit yang dipapar Pb-asetat, dengan dosis tempe 10g/kgBB/hari yang mampu menurunkan kadar MDA hati bermakna secara statistik

    Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan ASI terhadap Kadar Laktoferin dan Lisozim yang Terkandung di dalam ASI

    Get PDF
    Nutrisi ASI penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Kesibukan pekerjaan menyebabkan ibu harus memerah dan menyimpan ASI untuk diberikan kepada bayi saat ibu jauh dari bayinya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh suhu dan lama penyimpanan ASI terhadap kadar laktoferin dan lisozim yang terkandung di dalam ASI. Penelitian ini eksperimental murni dengan one group pretest-posttest design. Dilakukan di Puskesmas Seberang Padang, BPM Nurhaida, Klinik Meri Medika, BPM Rika Hardi dan laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas pada bulan Juni 2017 - Juli 2018. Sampel berjumlah 20 ASI ibu menyusui 4-10 hari postpartum. Kadar laktoferin dan lisozim diperiksa dengan ELISA. Uji normalitas data menggunakan Kolmogorov-smirnov. Uji bivariat menggunakan One-way Anova dan Kruskal-wallis. Uji multivariat menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kadar laktoferin yang bermakna antara ASI segar, suhu 4â°C dan -20â°C (p=0,000), serta antara ASI Segar, penyimpanan 5 hari dan 28 hari (p=0,000). Terdapat perbedaan lisozim yang bermakna antara ASI segar, suhu 4â°C dengan -20â°C (p=0,000), serta antara ASI segar, penyimpanan 5 hari dan 28 hari (p=0,000). Uji multivariat menunjukkan lama penyimpanan berpengaruh lebih besar terhadap kadar laktoferin. Kesimpulan penelitian ini adalah kadar laktoferin ASI stabil dengan penyimpanan pada suhu 20°C selama 5 hari. Kadar lisozim ASI meningkat dengan penyimpanan pada suhu 20°C selama 5 hari

    Perbandingan Kadar Ureum dan Kreatinin Serum Masyarakat Terpapar dengan Tidak Terpapar Emisi Pabrik PT. Semen Padang

    Get PDF
    Emisi pabrik semen tidak hanya berisiko pada pekerja di pabrik semen, tetapi berdampak pada penduduk yang tinggal di daerah sekitarnya. Penelitian epidemiologi menunjukkan bahwa konsentrasi PM (particulate matter) di udara memiliki korelasi dengan tingkat mortalitas dan morbiditas. Emisi pabrik semen terutama particulate matter bersifat nefrotoksik. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan kadar ureum dan kreatinin masyarakat yang terpapar dengan tidak terpapar emisi pabrik semen. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan potong lintang terhadap 152 subjek terpapar dan 169 subjek tidak terpapar dari bulan Juni 2015-September 2016. Parameter yang diperiksa adalah ureum menggunakan metode enzimatik (glutamat dehidrogenase) dan pemeriksaan kreatinin menggunakan metode kolorimetri (Jaffe). Hasil pemeriksaan dianalisis menggunakan uji t, bermakna bila p <0,05. Subjek penelitian daerah terpapar terdiri dari laki-laki 33 orang (21,7%) dan perempuan 119 orang (78,3%) dengan rentang umur 19-75 tahun sedangkan daerah tidak terpapar terdiri dari laki-laki 18 orang (10,7%) dan perempuan 151 orang (89,3%) dengan rentang umur 20-80 tahun. Kadar rerata ureum daerah terpapar 17,53(6,7) mg/dL dan kadar rerata ureum daerah tidak terpapar 17,22(5,1) mg/dL, hasil statistik tidak menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,05). Kadar rerata kreatinin daerah terpapar 0,85(0,3) mg/dL dan kadar rerata kreatinin daerah tidak terpapar 0,79(0,2) mg/dL, hasil statistik menunjukkan perbedaan bermakna (p <0,05). Kadar kreatinin pada masyarakat terpapar emisi pabrik PT. Semen Padang lebih tinggi tetapi masih dalam batas normal sedangkan kadar ureum tidak menunjukkan perbedaan. Penelitian kohort prospektif diperlukan untuk mendapatkan gambaran perjalanan penyakit berdasarkan lama paparan

    PAROXYSMAL NOCTURNAL HEMOGLOBINURIA (PNH) DENGAN HYPERCOAGULABLE STATE

    Get PDF
    Paroxysmal nocturnal hemoglobinuria (PNH) adalah kelainan kronis didapat (acquired) yang ditandai terjadinya hemolisis intravaskuler dan hemoglobinuria yang pada umumnya terjadi pada saat pasien tidur di malam hari. Hal ini disebabkan oleh kelainan seluler karena mutasi somatik pada hematopoetic stem cell yang menyebabkan terjadinya defisiensi berbagai jenis protein yang diperlukan bagi pembentukan glycosylphosphatidylinositol (GPI) anchored, yakni antara lain yang tersering decay accelerating factor (DAF, CD55) dan membrane inhibitor of reactive lysis (MIRL, CD59). Hal ini menyebabkan kerusakan intrinsik pada membran sel darah merah sehingga lebih rentan terhadap aksi lisis dari komplemen. Insiden PNH ini sangat jarang yaitu 2 dari 1 juta orang di dunia, terutama usia 30-40 tahun. Penyebab kematian terbanyak adalah trombosis. Dilaporkan seorang laki-laki 37 tahun datang dengan keluhan utama buang air kecil seperti air cucian daging. Urine pasien terlihat lebih gelap pada pagi hari dan terang pada sore hari. Keluhan lain yang dirasakan adalah lemah, letih, dan lesu serta ikterik. Pada pemeriksaan fisik ditemukan splenomegali. Pada pemeriksaan gambaran darah tepi ditemukan gambaran eritrosit normositik normokrom, polikromasi, fragmentosit, serta peningkatan laktat dehidrogenase (LDH), bilirubin indirek, dan retikulositosis. Pada urinalisis didapatkan hemoglobinuria. Pemeriksaan coomb test didapatkan hasil negatif. Pemeriksaan flowcytometri CD 55 dan CD 59 ditemukan klon PNH. Pasien diterapi dengan metilprednisolon dosis imunosupresan. Pasien juga mengalami keadaan hypercoagulable state dengan hasil PT 10,4 detik, APTT 27,3 detik D-Dimer 737,91 ng/ml. Pasien diberikan terapi heparin profilaksis. Pada pasien ini telah dapat ditegakkan diagnosis sebagai PNH dengan beberapa gejala dan tanda yang patognomonis disertai pemeriksaan gold standar CD 55 dan CD 59. . Pasien diterapi dengan metilprednisolon dengan dosis imunosupresan. Pasien juga mengalami keadaan hypercoagulable state sehingga diberikan antikoagulan profilaksis untuk mencegah trombosit

    Terapi Denervasi Ginjal pada Pasien Hipertensi Resisten

    Get PDF
    Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan global. Hipertensi menyumbang angka kematian dan kesakitan tertinggi di dunia. Hipertensi resisten dikategorikan sebagai peningkatan tekanan darah diatas 140/90 mmHg dan rerata tekanan darah 24 jam secara ambulatori 130/80 mmHg, meskipun telah mendapat terapi 3 atau lebih antihipertensi yang berbeda dengan dosis maksimal, termasuk diuretik. Insidensnya berkisar antara 5 – 30% dengan 10% di antaranya yang termasuk kategori resisten sesungguhnya (true resistant), lebih sering pada wanita, kelompok lansia, obesitas, diabetes, dan insufisiensi renal.Terapi denervasi ginjal dilakukan dengan “membakar†secara permanen sebagian besar saraf simpatetik ginjal, sehingga menjadi alternatif terapi yang dapat dilakukan untuk mengontrol tekanan darah pasien. Berbagai penelitian (SYMPLICITY I, II, III) yang telah dilakukan menunjukkan angka keberhasilan yang signifikan dalam mengontrol tekanan darah dengan efek samping tindakan yang minimal

    Indikasi dan Persiapan Hemodialis Pada Penyakit Ginjal Kronis

    Get PDF
    Penyakit Ginjal Kronik (PGK) adalah kelainan struktural atau fungsi yang terjadi lebih dari 3 bulan dan mempunyai implikasi terhadap kesehatan serta diklasifikasikan berdasarkan penyebab, laju flitrasi glomerulus (LFG) dan albuminuria. Komplikasi serius yang ditimbulkan PGK dapat berupa malnutrisi, kelebihan cairan, perdarahan, serositis, depresi, gangguan kognitif, neuropati perifer, infertilitas dan Infeksi. Untuk mencegah komplikasi tersebut, diperlukan indikasi dan waktu yang tepat untuk memulai terapi dialisis pada pasien PGK

    Hipertensi Renovaskular

    Get PDF
    Hipertensi renovaskular adalah peningkatan tekanan darah sistolik dan atau diastolik yang umumnya mendadak dan resisten akibat hipoperfusi ginjal yang biasanya disebabkan stenosis arteri renalis dan aktivasi sistem renin-angiotensin. Penyakit ini merupakan salah satu penyebab dari hipertensi sekunder yang dapat terjadi karena gangguan pada vaskular berupa stenosis arteri renalis, berkaitan dengan penyakit parenkim ginjal atau dapat juga merupakan kombinasi dari keduanya. Angka kejadiannya yaitu 1-4 % dari seluruh penderita hipertensi. Hipertensi renovaskular lebih sering ditemukan pada usia remaja dibandingkan pada kelompok usia dewasa. Tujuan penatalaksanaan hipertensi renovaskular adalah memperbaiki oklusi arteri renalis sehingga hipoperfusi ginjal membaik dan tekanan darah menurun. Dalam kasus ini kami melaporkan seorang perempuan berusia 22 tahun datang dengan keluhan sakit kepala sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit. Hasil angiografi arteri renalis: stenosis 80-90% pada arteri renalis dextra. Selanjutnya pasien dilakukan Percutaneous Transluminal Renal Angioplasty. Setelah dilakukan pemasangan balon arteri renalis keluhan sakit kepala berkurang dan tekanan darah menjadi normal dan obat antihipertensi dihentikan

    Repair Ruptur Tendon Achiles Neglected dengan Teknik Lindholm Modifikasi

    Get PDF
    Ruptur neglected tendon Achilles seringkali muncul dengan defek yang besar sehingga membutuhkan teknik rekonstruksi khusus. Beberapa teknik operasi telah dideskripsikan dalam literatur. Penulis menampilkan suatu kasus yang mengunakan prosedur Modifikasi Lindholm. Laporan kasus, seorang pasien wanita 34 tahun yang datang ke trauma center dengan keluhan nyeri dan kelemahan yang menetap di pergelangan kaki kiri. Terdapat perubahan kontur kaki di posterior dengan celah yang dapat diraba pada pemeriksaan fisik. Pada pasien ini dilakukan operasi repair tendon Achiles teknik modifikasi Lindholm. Pasca bedah dan rehabilitasi, pasien dapat melakukan plantarflexy maksimal dan dapat melakukan single limb heel rise pada sisi yang sakit. Banyak teknik yang dapat dilakukan dalam rekonstruksi ruptur neglected tendon achilles. Tidak ada data konkret untuk mendukung satu teknik lebih baik dari yang lain, karenanya tidak ada "gold standard". Kemampuan pasien untuk melakukan single limb heel rise pada sisi yang sakit, menjadi indikasi tindakan yang berhasil

    Tuberkulosis Milier dan HIV-AIDS dengan Drug-induced Hepatitis

    Get PDF
    TB milier merupakan komplikasi dari suatu fokus infeksi tuberkulosis yang disebarkan secara hematogen. Gambaran berupa bercak-bercak halus yang umumnya tersebar merata pada seluruh lapangan paru. Pemberian terapi OAT pada pasien TB dengan HIV perlu mendapat perhatian khusus karena selain OAT sendiri dapat menimbulkan drug-induced hepatitis, pemberian OAT dengan ARV harus dilakukan secara benar agar tidak timbul efek samping obat pada pasien. Telah dilaporkan suatu kasus seorang laki-laki umur 26 tahun dengan TB Milier-HIV dengan drug-induced hepatitis dirawat di RSUP M Djamil Padang. Pasien dikonsulkan ke Pulmonologi dengan keluhan mata kuning dan urin seperti teh pekat setelah pemberian obat anti tuberkulosis selama 18 hari dan anti retroviral selama 4 hari. Pada pemeriksaan fisik ditemukan sklera yang ikterik, kandidiasis oral, hepatomegali. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan nilai SGPT 137 u/L dan SGOT 84 u/L, bilirubin urin (+), Ig M anti HAV negatif, HBsAg non reaktif, Anti HCV 0,09 (<1), rontgen thorak ditemukan kesan TB milier, USG Abdomen kesan hepatitis. Pada pasien dilakukan penghentian OAT kategori 1, kemudian diberikan terapi hepatoprotektor, streptomisin dan etambutol dengan desensitisasi pemberian INH dan rifampisin. Pasien kemudian mengalami perbaikan secara klinis dan laboratoris setelah terapi desensitisasi

    1,096

    full texts

    1,143

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇