Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
1143 research outputs found
Sort by
Hubungan Peran Manajer dengan Pelaksanaan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit di Ruang Rawat Inap Bedah RSUP Dr.M.Djamil Padang Tahun 2016
Infeksi Rumah Sakit saat ini merupakan salah satu penyebab meningkatnya angka kesakitan (morbidity) dan angka kematian (mortality) di rumah sakit. Kepala ruangan sebagai manajer harus terus membina stafnya agar program pengendalian infeksi berjalan sesuai kesepakatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan peran manajer dengan pelaksanaan pencegahan dan pengendalian infeksi rumah sakit di ruang rawat inap bedah RSUP Dr.M.Djamil Padang tahun 2016. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan metode kombinasi (Mix Methode). Pengambilan data dilakukan melalui kuesioner, wawancara, observasi dan telaah dokumen. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan analisis isi. Tekhnik pengambilan sampel secara Proportionate stratified random sampling. Teknik penentuan informan dengan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan tidak ada hubungan antara peran interpersonal dengan pelaksanaan pencegahan dan pengendalian infeksi RS (p=0,117), ada hubungan antara peran informasional (p=0,003), peran decisional (p=0,000) dengan pelaksanaan pencegahan dan pengendalian infeksi RS. Hasil penelitian kualitatif menggambarkan peran manajer dan pelaksanaan pencegahan dan pengendalian infeksi RS masih belum optimal di ruang rawat inap bedah RSUP Dr.M.Djamil Padang tahun 2016
Pengaruh Pemberian Jus Jambu Biji Merah (Psidium Guajava.L) Terhadap Kadar Hemoglobin dan Ferritin Serum Penderita Anemia Remaja Putri
Anemia adalah kadar hemoglobin didalam sel darah merah dibawah kategori normal. Makanan yang tinggi zat besi dan yang dapat membantu proses penyerapan besi dapat meningkatkan kadar hemoglobin dan ferritin serum. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh pemberian jus jambu biji merah (psidium guajava. L) terhadap kadar hemoglobin dan ferritin serum penderita anemia remaja putri.Penelitian ini dilaksanakan di Panti Asuhan Tri Murni Kota Padang Panjang. Desain penelitian adalah quasi eksperiment terhadap 34 orang remaja anemia yang dipilih secara simple random sampling. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok kontrol dan perlakuan. Kelompok perlakuan diberikan 100 gr jambu biji merah yang diolah menjadi jus selama 7 hari. Analisis data menggunakan uji t-dependent dengan derajat kemaknaan α=0,05. Rerata kadar Hb pretest 10,26 gr/dl (kontrol) dan 10,50 gr/dl (intervensi), rerata kadar ferritin serum 33,63 μg/L (kontrol) dan 36,63 μg/L (intervensi). Rerata kadar Hb postest 10,98 gr/dl (kontrol) dan 12,48 gr/dl (intervensi), rerata kadar ferritin serum 40,35 μg/L (kontrol) dan 57,40 μg/L (intervensi). Hasil uji statistik didapatkan ada pengaruh pemberian jus jambu biji merah terhadap kadar hemoglobin dan ferritin serum penderita anemia remaja putri dengan nilai p = <0,001
Gambaran Sitologi Eksfoliatif Pada Apusan Mukosa Mulut Murid SD Negeri 13 Sungai Buluh Batang Anai Padang Pariaman
Sitologi eksfoliatif bertujuan untuk melihat keadaan sel terdeskuamasi. Secara fisiologis, sel-sel permukaan terus menerus terdeskuamasi karena jaringan tubuh terus mengalami pembaruan. Sitologi eksfoliatif dapat dilakukan di jaringan lunak rongga mulut seperti mukosa bukal, gingiva, labial dan lidah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran sitologi eksfoliatif pada apusan mukosa mulut murid Sekolah Dasar. Studi deskriptif ini dilakukan dengan metode cross sectional di SD Negeri 13 Sungai Buluh Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman dan Laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dari bulan Oktober 2017-Mei 2018. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dengan jumlah 38 orang. Hasil penelitian mendapatkan jenis leukosit pada apusan mukosa mulut adalah netrofil segmen (69,4%), limfosit (13,3%), netrofil batang (10%), dan dalam jumlah kecil monosit, dan eosinofil. Didapatkan variasi dari kepadatan leukosit pada sampel mulai dari 2 sel per lapang pandang hingga 194 sel per lapang pandang, dengan jumlah rerata seluruh sampel dalam 5 lapang pandang sebanyak 25 sel. Jenis sel epitel pada apusan mukosa mulut adalah sel intermediet (58,9%), superfisial (37,2%), dan dalam jumlah kecil parabasal, dan basal. Simpulan studi ini ialah jenis leukosit yang paling dominan adalah netrofil segmen dengan kepadatan leukosit bervariasi dan sel epitel yang paling dominan adalah sel intermediet
Diagnosis dan Penatalaksanaan Abses Retrofaring pada Dewasa
Pendahuluan: Abses retrofaring pada dewasa jarang ditemukan, biasanya sering pada anak-anak karena terdapat kelenjar limfe retrofaring. Penyebab abses retrofaring pada dewasa diantaranya trauma, penetrasi benda asing, tuberkulosis dan faktor predisposisi seperti diabetes dan imunodefisiensi. Komplikasi bisa terjadi ruptur, obstruksi jalan nafas atas, perluasan abses ke mediastinum dan perluasan ke ruang leher dalam lainnya. Penatalaksanaan dengan cara insisi dan ekplorasi abses dan pemberian antibiotik yang adekuat. Laporan Kasus: Telah dilaporkan satu kasus abses retrofaring pada dewasa. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala klinis, pemeriksaan fisik, radiologi dan aspirasi abses. Penatalaksanaan pada pasien ini dilakukan insisi dan ekspolorasi abses dan pemberian antibiotik untuk kuman aerob dan anaerob. Kesimpulan : Abses retrofaring pada dewasa bisa disebabkan oleh trauma tanpa adanya penetrasi benda asing di tenggorok, sehingga pasien sering mengabaikannya
Gambaran Hematologic Scoring System pada Tersangka Sepsis Neonatorum
Sepsis neonatorum merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatus di negara berkembang. Baku emasnya adalah kultur darah, namun sulit dilakukan. Pemeriksaan hematologi sederhana diperlukan untuk membantu klinisi menegakkan diagnosis sepsis neonatorum. Hematologic Scoring System (HSS) memiliki keunggulan terutama kemudahan dan kemurahannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran HSS pada tersangka sepsis neonatorum. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan potong lintang pada 34 pasien dengan diagnosis tersangka sepsis neonatorum awitan dini. Penelitian dilaksanakan mulai Desember 2015 hingga September 2016. Masing-masing parameter dalam skor HSS diperoleh dari pemeriksaan dengan alat hematologi otomatis dan sediaan hapus darah tepi. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Tersangka sepsis neonatorum lebih banyak bayi laki-laki (58,8%), bayi berat badan lahir rendah (61,8%), dan bayi kurang bulan (64,7%). Sebanyak 14 pasien (41,2%) memiliki skor HSS <2 (bukan sepsis), 11 pasien (32,3%) dengan skor 3–4 (diduga sepsis), dan 9 pasien (26,5%) dengan skor >5 (sepsis). Skor terbanyak diperoleh dari peningkatan jumlah PMN dan penurunan jumlah trombosit, yaitu masing-masing 64,7% dan 50%. Pada skor HSS <2 tidak ditemukan peningkatan jumlah PMN imatur serta perubahan degeneratif sitoplasma PMN, sedangkan peningkatan jumlah PMN imatur dan rasio I:T ditemukan pada seluruh sampel dengan skor HSS >5. Sebagian besar pasien tersangka sepsis neonatorum memiliki skor HSS <2. Skor terbanyak diperoleh dari peningkatan jumlah PMN dan penurunan jumlah trombosit. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membandingkan HSS dengan baku emas atau penanda sepsis lainnya
Pendekatan Transoral Sialolitektomi pada Sialolitiasis
Pendahuluan: Sialolitiasis merupakan penyakit pada kelenjar liur yang ditandai dengan terbentuknya batu pada saluran atau kelenjar liur. Sering terjadi pada kelenjar. Mekanisme pembentukan batu masih belum diketahui dengan pasti. Gejala klinis yang paling sering dikeluhkan adalah bengkak dan nyeri saat dan setelah makan. Pemeriksaan penunjang yang dianggap sebagai baku standar untuk menegakkan diagnosis sialolitiasis adalah sialografi. Penatalaksanaan dari sialolitiasis bervariasi dan terus dikembangkan dari waktu ke waktu. Laporan Kasus: Dilaporkan satu kasus sialolitiasis submandibula kiri pada seorang anak perempuan umur 14 tahun yang dilakukan sialolitektomi dengan pendekatan transoral. Kesimpulan: Pada kasus diatas dilakukan sialolitektomi dengan pendekatan transoral, dimana teknik ini dilakukan pada kasus sialolitiasis yang berukuran besar dengan angka keberhasilan yang cukup tinggi dan angka kekambuhan yang rendah
Pengaruh Pemberian Dadih dengan Perubahan Jumlah Lactobacillus fermentum Pada Feses Ibu Hamil
Ibu hamil dengan asupan probiotik yang baik diketahui memiliki fungsi imun yang lebih baik dan kehamilan yang lebih sehat, menekan angka kejadian bayi prematur serta menurunkan prevalensi preeklamsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dadih terhadap jumlah L. fermentum pada feses ibu hamil. Penelitian ini dilakukan dengan desain equivalent pre-post test with control group. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil dan sampel penelitian dipilih secara konsekutif. Setelah melakukan pengamatan pada awal penelitian pada kelompok perlakuan, ibu hamil diberikan 100cc dadih setiap harinya sampai akhirnya dilakukan pengamatan kedua. Rata-rata jumlah koloni pada ibu hamil sebelum mendapat dadih adalah 3,713 log CFU/g (log x = 6x10³), sedangkan jumlah koloni rata-rata setelah mengonsumsi dadih adalah 4,580 log CFU/g (log x = 46x10³). Hasil uji statistik didapatkan nilai P = 0.367. Sementara pada kelompok kontrol didapatkan bahwa rata-rata jumlah koloni pada ibu hamil yang tidak mengonsumsi dadih saat pengambilan sampel pertama (awal kehamilan) adalah 3,999 log CFU/g (log x = 8x10³), sedangkan saat pengambilan sampel kedua (akhir kehamilan) rata-rata jumlah koloninya adalah 4,436 log CFU/g (log x = 24x10³). Hasil uji statistik didapatkan nilai P = 0,475. Perubahan jumlah koloni pada kelompok ibu hamil yang diberi dadih dan yang tidak diberi dadih diperoleh nilai P-value adalah 0,022 (p < 0,05). Tidak terdapat pengaruh signifikan pemberian dadih terhadap jumlah L. fermentum pada feses ibu hamil, namun ditemukan perubahan jumlah L. fermentum yang lebih banyak pada kelompok perlakuan
Hubungan Tingkat Ansietas dengan Infeksi Saluran Pernafasan Akut pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Andalas Angkatan 2015-2016
Ansietas merupakan gangguan alam perasaan ( affective) yang ditandai dengan perasaan ketakutan atau kekhawatiran yang mendalam dan berkelanjutan, tidak mengalami gangguan dalam menilai realitas, kepribadian masih tetap utuh, perilaku dapat terganggu tetapi masih dalam batas normal. Ansietas dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga rentan untuk infeksi salahsatunya Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat ansietas dan ISPA pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas angkatan 2015-2016. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain penelitian kohort prospektif yang dilaksanakan dari November 2017 sampai Februari 2018 di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Pengumpulan data menggunakan instrumen HRS-A kuisioner dan kuisioner ISPA kepada 257 mahasiswa angkatan 2015-2016. Pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil analisis univariat didapatkan distribusi frekuensi tingkat ansietas yaitu 39,7% berada dalam keadaan tidak ansietas, 56,1% mahasiswa mengalami ansietas ringan-sedang dan 4,2% mahasiswa mengalami ansietas berat. Distribusi frekuensi infeksi saluran pernafasan akut yaitu 56,1% mahasiswa mengalami ISPA dan 43,9% mahasiswa tidak mengalami ISPA dalam 3 minggu terakhir. Simpulan studi ini adalah terdapat hubungan bermakna antara tingkat ansietas dengan infeksi saluran pernafasan akut pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas
Identifikasi Dermatofita Pada Sisir Tukang Pangkas Di Kelurahan Jati Kota Padang
Tinea kapitis merupakan kelainan kulit pada daerah kepala berambut yang disebabkan oleh jamur dermatofita. Jamur dermatofita dapat ditularkan secara langsung dari manusia, hewan, tanah dan secara tidak langsung melalui benda seperti handuk, topi dan sisir yang digunakan bergantian. Alat pangkas dapat menjadi sumber penularan infeksi secara tidak langsung. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dermatofita pada sisir tukang pangkas di kelurahan Jati Padang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh sisir yang digunakan tukang pangkas di Kelurahan Jati Kecamatan Padang Timur Kota Padang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling sebanyak 20 sampel. Penelitian ini dilaksanakan dari Agustus 2017 sampai Maret 2018. Hasil penelitian ditemukan dua spesies dermatofita yaitu Trichophyton Mentagrophytes (10%) dan Trichophyton Schoenleinii (5%). Simpulan penelitian ini adalah sebagian kecil sisir tukang pangkas di Kelurahan Jati terdapat dermatofita, oleh karena itu sisir tukang pangkas dapat menjadi media transmisi sumber infeksi yang baik pada masyarakat