Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
1143 research outputs found
Sort by
Profil Retinopathy Hipertensi di Rumah Sakit Dr. M Djamil Padang
Pendahuluan:Retinopati hipertensi adalah kondisi yang ditandai perubahan dengan vascular pada pasien dengan peningkatan tekanan darah. Perubahan vaskular retina pada hipertensi secara umum dapat diklasifikasikan menjadi perubahan arteriolar dan lesi retinopati yang lebih lanjut. Tujuan:Untuk mengetahui profil retinopati hipertensi di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode:Semua pasien hipertensi dari Bagian Ilmu Penyakit Dalam yang berobat kepoli mata sejak Juli – September 2012. Hasil: Dari 86 pasien, 38 orang (44,19%) didiagnosa sebagai Retinopati Hipertensi Keith Wagenergrade II, 23,6% grade I, 18,61% tidak ada tanda Retinopati Hipertensi, dan tidak ada yang didiagnosis dengan grade IV. Berdasarkan kelompok umur,didapat 40 pasien laki-laki dan 46 perempuan dengan frekwensi terbanyak pada 51-60 tahun 34 orang, terutama pada Grade II sebanyak 19 orang. Berdasarkan riwayat hipertensi terbanyak pada kelompok umur 5-10 tahun adalah 20 orang. Hanya 49 kaus (56,98%) yang terkontrol dengan obat. Jika berdasarkan penyakit sistemik lainnya, terbanyak dengan diabetes melitus 33,72%. Berdasarkan faktor resiko yang didapat dislipidemia merupakan faktor resiko terbanyak yaitu 50 orang (44,64%). Diikuti 33 orang (29,46%) perokok. Distribusi BMI didapatkan normal pada38 orang (44,19%). Pasien yang tidak melakukan olahraga sebanyak 60 orang (69,76%). Kesimpulan:Retinopati hipertensi KW II adalah kasus yang paling banyak ditemukan dengan riwayat hipertensi selama 5-10 tahun. Faktor risiko utamaadalahdislipidemiadanumur rata-rata yaitu 51-60 tahun
Pemeriksaan Tajam Penglihatan pada Anak dan Refraksi Siklopegik: Apa, Kenapa, Siapa?
Tajam penglihatan merupakan indikator primer kesehatan mata dan sistem visual. Tajam penglihatan didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk melihat suatu objek. Pemeriksaan tajam penglihatan pada anak-anak memerlukan teknik, metode tertentu, dan tergantung kondisi pasien. Pemeriksaan refraksi yang dilakukan pada anak-anak dengan menggunakan siklopegik. Metode: Studi tinjauan pustaka dari berbagai literatur. Hasil: Pemeriksaan tajam penglihatan anak pada usia preverbal (kurang dari 2,5 tahun) yaitu dapat dilakukan dengan observasi, fiksasi, oftalmoskopi, refleks pupil, optokinetic nystagmus test (OKN), the prefential looking test, dan visual evoked potential (VEP). Sedangkan pemeriksaan tajam penglihatan pada anak usia verbal (lebih dari 2,5 tahun) yaitu dengan menggunakan optotype seperti Allen card, HOTV card, LEA symbol, E chart, dan Snellen chart. Refraksi siklopegik merupakan gold standard pemeriksaan refraksi pada anak karena dapat mencegah akomodasi sehingga dapat menghindari terjadinya kesalahan hasil pemeriksaan refraksi pada anak. Kesimpulan: Pemeriksaan tajam penglihatan pada anak dapat dibedakan berdasarkan usia yaitu preverbal dan verbal. Refraksi siklopegik merupakan gold standard pemeriksaan refraksi pada anak
Efektivitas Kombinasi Ekstrak Kunyit (Curcuma Domestica Val) dan Madu Terhadap Ulkus Lambung Mencit BALB/c Akibat Pemberian Aspirin Secara Mikroskopis
Aspirin adalah golongan OAINS dengan efek samping yang paling sering adalah ulkus lambung. Kunyit (Curcuma Domestica val) dan madu memilki aktivitas dalam mencegah ulkus lambung. Tujuan penelitian ini adalah menentukan apakah kombinasi ekstrak kunyit dan madu mempunyai efektivitas yang lebih baik dalam mengurangiulkus lambung akibat pemberian aspirin dibandingkan ekstrak kunyit atau madu saja pada mencit BALB/c secara mikroskopis. Penelitian eksperimental post test only control group design telah dilakukan dari Januari 2016 sampai Januari 2017 menggunakan 30 ekor mencit yang semua diberikan aspirin 5.2 mg/gBB untuk menyebabkan ulkus pada lambung, kemudian dibagi menjadi kelompok kontrol (K) hanya diberi aspirin, perlakuan 1 (P1) diberikan larutan ekstrak kunyit dosis 10 mg/gBB, (P2) madu 0.04 ml/gBB, (P3) kunyit 10 mg/gBB + madu 0.04 ml/gBB, (P4) Kunyit 30 mg/gBB + madu 0.12 ml/gBB, diberikan selama 3 hari per oral. Hari ke-4 mencit di eutanasia menggunakan eter, kemudian diperiksa secara mikroskopis. Hasil pada kelompok P1, P2, P3 dan P4 dibandingkan dengan K dan begitu juga P4 dibandingkan dengan P3, P2, P1 menunjukkan hasil yang signifikan (p<0.05), sedangkan P3 dibandingkan dengan P2 dan P1 menunjukkan hasil tidak signifikan (p>0.05). Simpulan studi ini adalah kelompok P4 memilikiefektivitas lebih baik dalam mengurangi ulkus lambung mencit dibandingkan dengan P3, P2 dan P1
FAKTOR RISIKO PASIEN NEFROPATI DIABETIK YANG DIRAWAT DI BAGIAN PENYAKIT DALAM RSUP DR. M. DJAMIL PADANG
Diabetes melitus yang tidak terkontrol akan menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi kronik, baik mikrovaskuler maupun makrovaskuler. Penyakit akibat komplikasi mikrovaskular yang dapat terjadi pada pasien diabetes yaitu retinopati dan nefropati diabetik. Nefropati Diabetik adalah komplikasi diabetes melitus pada ginjal yang dapat berakhir sebagai gagal ginjal. Penyakit ginjal (nefropati) merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan pada diabetes melitus. Tujuan penelitian ini adalah melihat gambaran faktor risisko yaitu tekanan darah, glukosa darah dan kadar lipid pada penderita diabetes melitus tipe II di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2013. Metode yang digunakan adalah deskriptif retrospektif dengan desain cross sectional terhadap 37 sampel pasien diabetes melitus tipe II yang dilaksanakan pada bulan September sampai Oktober 2015 di bagian rekam medis RSUP Dr. M. Djamil Padang. Subjek penelitian ini adalah sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dalam penelitian dan kemudian disajikan dalam tabel distribusi dan frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan 70,3% pasien nefropati diabetik mengalami hipertensi. Gambaran glukosa darah pasien nefropati diabetik didapatkan bahwa sebesar 70,1% pasien nefropati diabetik memiliki glukosa darah sewaktu yang cukup tinggi ( >200 mg/dl). Gambaran kadar lipid darah pasien nefropati diabetik didapatkan sebesar 94,6% pasien nefropati diabetik mengalami dislipidemia
Analisis Rencana Strategi Rumah Sakit Umum Daerah Arosuka, Kabupaten Solok
Rumah Sakit Umum Daerah Arosuka merupakan salah satu rumah sakit yang sejak tahun 2017 telah menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK BLUD). Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan perencanaan strategis yang tepat untuk pelayanan publik di Rumah Sakit Umum Daerah Arosuka. Penelitian ini merupakan studi deskriptif yang dilanjutkan dengan kualitatif. Analisis deskriptif menggunakan alat formulasi Matriks EFE, Matriks IFE, Matriks IE dan Matriks QSPM. Pengumpulan data dilakukan melalui data sekunder dalam periode waktu 5 tahun terakhir dan data primer melalui wawancara mendalam. Teknik yang digunakan untuk analisis data dan pengambilan keputusan melalui teknik Consensus Decision Making Group (CDMG). Hasil Penelitian didapatkan bahwa hasil analisis situasi dengan menggunakan Matriks IE berada di kuadran V maka Strategi yang paling baik dikendalikan di RSUD Arosuka adalah dengan strategi Hold and Maintain. Rekomendasi alternatif Strategi yang sesuai dengan positioning RSUD Arosuka adalah strategi Market Penetration (Penetrasi Pasar) dan Product Development (Pengembangan Produk). Dengan Matriks QSPM Prioritas Strategi terpilih untuk Renstra RSUD Arosuka 2017-2021 adalah meningkatkan mutu pelayanan, meningkatkan kompetensi SDM, meningkatan promosi/pemasaran luar gedung. Simpulan penelitian ini adalah perlunya meningkatkan mutu pelayanan dan kompetensi SDM serta promosi ke masyarakat Kabupaten Solok dan sekitarnya. Diperlukan komitmen yang kuat dari seluruh stock holder Rumah Sakit Umum Daerah Arosuka dalam pengimplementasian Renstra Rumah Sakit
Pengaruh Pemberian Ekstrak Biji Melinjo (Gnetum gnemon) Terhadap Kadar Trigliserida pada Tikus dengan Diet Tinggi Lemak
Ekstrak biji melinjo (Gnetum gnemon) mengandung berbagai macam stilbenoid yang dikenal sebagai “Resveratrol Melinjoâ€. Resveratrol menurunkan trigliserida dengan mengoksidasi kolesterol LDL dan memodulasi metabolisme lipid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak biji melinjo terhadap kadar trigliserida tikus diet tinggi lemak. Penelitian ini berjenis eksperimental murni dengan randomized pre-post test randomized control group design yang terdiri dari 5 kelompok (K-, K+, P1, P2, dan P3). Kelompok P1 diberikan ekstrak biji melinjo dosis 250 mg/kg/hari, group P2 500 mg/kg/hari, dan group P3 2000 mg/kg/hari dimulai dari hari ke-16 sampai akhir penelitian. Trigliserida diukur dengan metode GPO-PAP. Data dianalisis dengan uji paired t-test. Kadar trigliserida pada kelompok K- menurun dari 89,96 mg/dl menjadi 80,66 mg/dl, kelompok K+ menurun dari 90,36 mg/dl menjadi 84,64 mg/dl, kelompok P1 menurun dari 92,9 mg/dl menjadi 76,3 mg/dl, kelompok P2 menurun dari 90,68 mg/dl menjadi 85,22 mg/dl dan kelompok P3 meningkat dari 73,5 mg/dl menjadi 83,4 mg/dl. Uji paired T-test menunjukkan adanya penurunan trigliserida yang tidak signifikan. Simpulan hasil studi ini adalah ekstrak biji melinjo tidak dapat mengurangi kadar trigliserida pada tikus diet tinggi lemak
Identifikasi Bakteri Escherichia coli (E.coli) pada Air Minum di Rumah Makan dan Cafe di Kelurahan Jati serta Jati Baru Kota Padang
Air merupakan komponen yang sangat penting dalam kehidupan, seperti penggunanaan air sebagai air minum. Air minum juga digunakan oleh pedagang makanan. Tingginya kasus diare di Kelurahan Jati dan Jati Baru Kota Padang dapat dipicu penggunaan air minum yang tidak bersih. Tujuan penelitian ini adalah menentukan adanya kontaminasi oleh bakteri Escherichia coli dalam air minum pada rumah makan dan cafe di Kelurahan Jati dan Jati baru kota Padang. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan perlakuan eksperimental terhadap 16 sampel air minum di Kelurahan Jati dan Jati Baru Kota Padang. Pengambilan sampel secara langsung dengan botol steril. Analisis data dengan menggunakan tabel (Most Probable Number) MPN 5-1-1 dan ditemukannya koloni bakteri Escherichia coli pada sampel air minum. Hasil penelitian ini didapatkan 13 sampel adanya kontaminasi air terhadap bakteri Coliform dengan indeks MPN didapatkan 3 sampel menunjukkan nilai indeks MPN yang tinggi yaitu: 2 sampel dengan indeks MPN 240/100 ml dan 1 sampel dengan indeks MPN 98/100 ml. Berdasarkan pemeriksaan Mac Conkey Agar ditemukan nya 13 sampel terdapat koloni bakteri Escherichia coli
ANALISIS FAKTOR KUALITAS PELAYANANTERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN RSUD DR. ACHMAD DARWIS
RSUD Dr. Achmad Darwis merupakan rumah sakit Kelas C di Kabupaten Lima Puluh Kota yang telah ditetapkan sebagai PPK BLUD. Setelah empat tahun proses pengembangan, masih terdapat keluhan pasien yang ditemukan bahwa masih kurangnya pelayanan, salah satunya pelayanan rawat jalan, diantaranya proses pendaftaran yang rumit dan lama, dokter yang sering terlambat masuk. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh faktor kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat jalan di RSUD Dr. Achmad Darwis. Penelitian ini menggunakan metode campuran model sequential explanatory, yaitu dengan menggabungkan penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Secara berurutan. Teknik sampel secara purposive sampling, sebanyak 110 sampel. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden menyatakan puas pada pelayanan perawat di poliklinik rawat jalan, apotik dan pelayanan dokter. Sedangkan untuk pelayanan diloket pendaftaran serta sarana prasarana di poliklinik rawat jalan sebagian besar responden menyatakan kurang puas. Dari hasil wawancara mendalam faktor penyebab permasalahan, diantaranya pelayanan di loket pendaftaran yang lama, keterlambatan kedatangan dokter di poliklinik dan kenyamanan di ruang tunggu. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara keandalan, ketanggapan, keyakinan, empati dan bukti fisik dengan kepuasan pasien di Poliklinik rawat jalan RSUD Dr. Achmad Darwis. Variabel yang paling berpengaruh adalah kualitas pelayanan perawat. Saran perbaikan lebih ditujukan terhadap peningkatan sistem pelayanan di poliklinik rawat jalan dan peningkatan kualitas dan kuantitas SDM serta renovasi gedung pelayanan di poliklinik rawat jalan
PENGARUH LAMA PAPARAN RADIASI MEDAN ELEKTROMAGNETIK HANDPHONE TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID DAN KADAR KOLESTEROL PADA TIKUS (Rattus norvegicus) STRAIN WISTAR ALBINO
Paparan radiasi gelombang elektromagnetik handphonedapat menimbulkan gangguan pada organ tubuh dengan meningkatkan kadar malondialdehid dan menurunkan kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan paparan gelombang elektromagnetik handphonedapat meningkatkan kadar malondialdehid dan menurunkan kadar kolesterol pada tikus (Rattus novergicus) jantan galur wistar albino. Penelitian ini merupakan eksperimental dengan desain penelitian Post Test Only Control Groupyang menggunakan 24 ekor tikus (Rattus novergicus) jantan, galur wistar albino, berumur 2-3 bulan, yang terbagi menjadi 4 (empat) kelompok masing- masing berjumlah 6 ekor tikus. Kelompok kontrol (K) tidak diberikan paparan radiasi handphone. Kelompok perlakuan (P1) diberi paparan radiasihandphone 30 menit/hari, kelompok perlakuan 2 (P2) dengan paparan radiasi 60 handphonemenit/hari dan kelompok perlakuan 3 (P3) dengan paparan radiasi handphone 90 menit/hari selam 51 hari. Setelah dilakukan perlakuan selama 51 hari,darah diambil dari retro orbitalis dan kadar malondialdehid diperiksa dengan metode Thiobarbituric Reactive substances (TBARs) dan kadar kolesterol di ukur dengan metode Cholesterol Oxidase-Peroksidase Aminoantipyrine Phenol (CHOD—PAP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kadar malondialdehid kelompok K ialah 2,376 nmol/ml, kelompok P1 2,890 nmol/ml, kelompok P2 3,306 nmol/ml, kelompok P3 3,800 nmol/ml. Rerata kadar kolesterol kelompok kontrol (K) 77,816 mg/dl, kelompok perlakuan 1 (P1) 71,350 mg/dl, kelompok perlakuan 2 (P2) 71,173 mg/dl dan kelompok perlakuan 3 (P3) 70,916 mg/dl.Pada analisa data didapatkan kadar malondialdehid dan kadar kolesterol tikus p < 0,05 berarti ada perbedan bermakna antar kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. Kesimpulan penelitian ini ada pengaruh lama paparan radiasi handphone terhadap kadar malondiladehid dan kadar kolesterol tikus jantan Rattus novergicus galur Wistar Albino
HUBUNGAN INFEKSI HUMAN PAPILOMA VIRUS TERHADAP TERJADINYA KETUBAN PECAH DINI DI RSIA SITI HAWA PADANG
Ketuban pecah dini (KPD) adalah pecahnya selaput ketuban sebelum proses persalinan dimulai. KPD merupakan komplikasi yang cukup umum dari kehamilan dan menyebabkan peningkatan morbiditas dan mortalitas perinatal, serta menimbulkan komplikasi pada ibu. Salah satu faktor resiko penyebab KPD adalah adanya infeksi yang berasal dari ibu, dan penyebab infeksi pada wanita diantaranya adalah HPV. HPV merupakan salah satu penyebab terjadinya infeksi menular seksual. Wanita hamil memiliki resiko tinggi terkena infeksi HPV, karena selama kehamilan terjadi perubahan fisiologis dan imunologi dari sistem imun dan bisa saja dapat merubah replikasi dari virus HPVPenelitian ini merupakan studi analitik dengan desain case control, yaitu untuk mengetahui hubungan infeksiHPV terhadap terjadinya Ketuban Pecah Dini di RSIA Siti Hawa Padang. Teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling, yaitu setiap pasien yang memenuhi kriteria inklusi dimasukkan kedalam subjek penelitian sampai jumlah sampel tercukupi, yaitu sebanyak 50 sampel.Hasil penelitian didapatkan tidak terdapat infeksi HPV pada kelompok kasus dan kontrol. Analisa statistik dengan uji Fisher’s Exact Test menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tidak terdapat hubungan yang bermakna antara infeksi HPV dengan kejadian KPD (P>0,05).Dari hasil penelitian dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara infeksi HPV dengan kejadian KPD di RSIA Siti Hawa. Diharapkan untuk penelitian berikutnya melakukan penelitian lanjutan tentang infeksi dari bakteri lain, virus, dan jamur penyebab terjadinya KPD