Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
1143 research outputs found
Sort by
Analisis Pelaksanaan Program Pengawasan Kedatangan Kapal Laut dari Luar Negeri di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Padang Tahun 2017
Indonesia terletak di jalur lalu lintas perdangan internasional dengan banyaknya pintu masuk ke wilayah Indonesia, hal ini merupakan faktor risiko untuk terjadinya penyebaran penyakit dan gangguan kesehatan. Jumlah kedatangan dan jenis negara asal kapal dari luar negeri di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Padang meningkat setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran pelaksanaan pengawasan kedatangan kapal laut dari luar negeri di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Komponen yang diteliti mengenai input (kebijakan, standar operasional prosedur, tenaga, dana, metode dan sarana), proses (perencanaan, pengadaan, pelaksanaan, kepatuhan petugas, kerjasama lintas sektor, monitoring dan evaluasi dan Output (pelaksanaan program pengawasan kedatangan kapal laut dari luar negeri di KKP Kelas II Padang sesuai/ tidak dengan standar operasional prosedur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi berupa Undang-Undang No.1 Tahun 1962 sudah tidak relevan karena sudah lama, jumlah tenaga masih kurang dari segi kualitas/ kompetensi, jumlah sarana dan peralatan masih kurang terutama di wilayah kerja, pelaksanaan kegiatan belum sesuai standar operasional prosedur, tingkat kepatuhan petugas masih rendah dan montoring belum terlaksana dengan baik. Program pengawasan kedatangan kapal laut dari luar negeri belum terlaksana sesuai standar operasional prosedur
Gambaran Homosistein pada Pasien Infark Miokard Akut di RSUP Dr. M. Djamil Padang
Berbagai faktor risiko baru telah banyak diteliti, termasuk kadar homosistein total dalam darah. Hiperhomosisteinemia terbukti meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular secara independen. Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran homosistein pada pasien infark miokard akut di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini merupakan studi deskriptif terhadap 24 orang pasien IMA yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi serta melakukan pemeriksaan darah di Laboratorium Sentral RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian dilaksanakan dari bulan Desember 2016 hingga Agustus 2017. Pemeriksaan kadar homosistein dilakukan di Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dengan metode ELISA. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Subjek penelitian terdiri dari 17 orang laki-laki (70,8%) dan 7 orang perempuan (29,2%). Rerata umur subjek penelitian adalah 56,75(9,34) tahun. Faktor risiko tradisional tertinggi adalah merokok (41,7%). Rerata kadar homosistein subjek penelitian adalah 25,5(13) μmol/L. Kadar homosistein terbanyak pada pasien IMA adalah hiperhomosisteinemia ringan (54,2%). Kadar homosistein serum pasien IMA di atas batas nilai normal dengan yang terbanyak adalah hiperhomosisteinemia ringan
Perbandingan Profil Lipid pada Daerah Terpapar dan Tidak Terpapar Emisi PT Semen Padang
Industri semen menghasilkan polutan udara yang berbahaya bagi kesehatan. Polutan seperti Particulate Matter (PM) dapat memengaruhi metabolisme lipid melalui mekanisme stres oksidatif, disfungsi endotel, dan inflamasi sehingga meningkatkan kadar kolesterol total, kolesterol low density lipoprotein (LDL), trigliserida, dan penurunan kolesterol high density lipoprotein (HDL). Tujuan penelitian ini adalah membandingkan profil lipid penduduk daerah terpapar dengan tidak terpapar emisi debu pabrik PT. Semen Padang. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan rancangan potong lintang terhadap profil lipid masyarakat yang tinggal di daerah terpapar dan daerah tidak terpapar emisi debu pabrik, mulai bulan Juni 2015 sampai September 2016. Analisis statistik menggunakan uji t terhadap data berdistribusi normal, dan uji Mann- Whitney terhadap data berdistribusi tidak normal. Bermakna secara statistik apabila nilai p < 0,05. Sampel penelitian sebanyak 96 orang pada daerah tepapar dan 93 orang pada daerah tidak terpapar. Rerata profil lipid pada daerah terpapar: kadar kolesterol total 177,7 ± 40,1, mg/dL, kolesterol LDL 107,9 ± 34,3 mg/dL, kolesterol HDL 50,7 ± 11,3 mg/dL dan trigliserida 95,9 ± 42,6mg/dL. Pada daerah tidak terpapar: kadar kolesterol total 187,7 ± 46,4, mg/dL, kolesterol LDL 118,5 ± 39,6 mg/dL, kolesterol HDL 48,7 ± 9,9 mg/dL dan trigliserida 100,9 ± 55,8 mg/dL. Profil lipid kedua kelompok tidak menunjukkan perbedaan bermakna (p>0,05). Tidak berbeda kadar profil lipid daerah terpapar dengan daerah tidak terpapar
Tatalaksana Medikamentosa pada Penyakit Saluran Cerna
Pengeluaran isi lambung menuju esophagus (gastroesofageal reflux/GER) merupakan proses fisiologis normal pada bayi sehat, anak dan remaja. Episode singkat, tidak menimbulkan gejala, kerusakan esophagus atau komplikasi lainnya. Gastroesofageal reflux disease (GERD) adalah bila episode tersebut disertai gejala dan kompikasi. Beberapa pilihan terapi bertujuan mengontrol gejala dan mencegah komplikasi pada anak dengan GERD tergantung usia, tipe dan derajat beratnya gejala serta respon terapi. Abdominal pain adalah sindrom episodik pada masa kanak-kanak ditandai beberapa episode nyeri perut dan gejala vasomotor, mual dan muntah. Konstipasi fungsional sering terjadi pada anak usia prasekolah yang harus ditatalaksana secara adekuat untuk mencegah semakin beratnya konstipasi dan menimbulkan beban psikososial. Functional abdominal pain disorders (FAPDs) merupakan penyebab nyeri abdomen kronik pada anak dan remaja yang melibatkan interaksi antara faktor regulasi dalam sistem saraf enterik dan pusat yang bersifat menetap sehingga memiliki efek buruk pada gejala psikologik. Perdarahan saluran cerna disebut sebagai perdarahan saluran cerna atas bila berasal dari bagian proksimal ligamentum Treitz, dan perdarahan saluran cerna bawah bila berada di bagian distalnya. Kelima penyakit saluran cerna ini memiliki insiden yang cukup tinggi pada anak, dan akan dibahas mengenai tatalaksana medikamentosa terkini pada kelima penyakit tersebut
Analisis Segmentasi dan Penentuan Target Pasar Pelanggan Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Universitas Andalas
Angka kunjungan pasien yang berobat di Rumah Sakit Unand masih rendah tidak sebanding dengan sumber daya rumah sakit yang ada. Tujuan penelitian ini adalah dapat mengetahui segmentasi dan penentuan target pasar pelanggan dalam upaya meningkatkan kunjungan pasien instalasi rawat jalan ke Rumah Sakit Univesitas Andalas. Penelitian ini merupakan penelitian mixmethod dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif menggunakan survei terhadap seratus tiga responden. Sedangkan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap lima informan. Hasil analisis univariat menunjukkan segmentasi geografi pasien RS Unand berasal dari Kecamatan Pauh (47,6%) dan Kota Padang (85,4%). Segmentasi demografi pasien rata-rata usia tiga puluh delapan tahun dengan variasi 15,53 tahun, sebagian besar pelanggan adalah wanita (63,1%), berpendidikan SLTA (49,5%), pelajar/mahasiswa (27,2%), berpenghasilan kurang dari dua juta perbulan (60,2%) dan berstatus menikah (59,2%). Dan segmentasi psikografi menunjukkan pelanggan memperoleh informasi terbanyak melalui teman/keluarga (58,3%). Sedangkan segmentasi prilaku menunjukkan pelanggan mayoritas datang ke RS dalam tiga sampai enam bulan terakhir (41,7%) dengan frekuensi lebih dari empat kali (40,8%) dan menggunakan asuransi (87,4%). Hasil analisis multivariat berupa analisis klaster terbentuk kelompok klaster. Segmen psikografi yaitu klaster peduli kuratif sebanyak delapan puluh tujuh responden dan klaster peduli preventif sebanyak enam belas responden. Sedangkan segmen prilaku terbentuk klaster pelayanan baik sebanyak lima puluh dua responden dan klaster biaya murah sebanyak lima puluh satu responden. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan target pasar RS Unand yang tepat adalah pelanggan dengan klaster peduli kuratif
Analisis Pelaksanaan Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) di Kota Padang Tahun 2018
Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) merupakan kegiatan pencatatan dan pelaporan puskesmas secara menyeluruh (terpadu) dengan konsep wilayah kerja puskesmas.Permasalahan SP2TP di Kota Padang adalah sekitar 40% puskesmas yang menyerahkan laporan SP2TP tidak tepat waktu dan sekitar 70 % dari seluruh laporan yang dikirim puskesmas ke Dinas Kesehatan masih kurang lengkap dan diragukan keakuratannya. Hal ini mengakibatkan keterlambatan Dinas Kesehatan Kota dalam menyerahkan laporan ke Dinas Kesehatan Provinsi dan ke Kementrian Kesehatan, hal lain juga berdampak pada penyusunan perencanaan program kesehatan yang tidak tepat sasaran. Tujuan penelitian ini adalah melihat pelaksanaan Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) di Kota Padang Tahun 2018. Metode penelitian adalah studi kebijakkan jeniskualitatif dengan wawancara mendalam, Focus Group Discussion dan telah dokumen, dengan jumlah 24 informan dari Dinas kesehatan dan Puskesmas Kota Padang. Hasil dari penelitian diketahui jika pelaksanaan SP2TP di Kota Padang belum optimal, yang disebabkan masih kurangnya tenaga terlatih SP2TP, sarana prasarana serta dana juga masih kurang, dari proses pelaksanaan SP2TP masih belum mengikuti juknis yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, serta belum adanya pengorganisasian yang baik, dan sistem pencatatan dan pelaporan yang masih manual
LIMFOMA NON-HODGKIN SEL B PADA MAMMAE
Limfoma mammae merupakan kasus yang jarang karena jaringan limfoid tidak ada di regio mammae. Subtipe non-Hodgkin lymphoma (NHL) berkisar 0,5% dari karsinoma mammae, 1% dari semua NHL dan 2% dari limfoma ekstranodal. Limfoma mammae sering terjadi pada perempuan. Limfoma Mammae diklasifikasikan sebagai limfoma primer dan sekunder. Limfoma mamae primer biasanya non-Hodgkin jenis sel B, angka kejadian terbanyak adalah sub tipe Difusse large cell B Limfoma. Perempuan, 45 Tahun, keluhan benjolan pada leher, payudara dan ketiak`sejak 6 bulan yang lalu, Pasien telah didiagnosis Limfoma malignum non hodgkin 10 bulan sebelumnya, penurunan berat badan sekitar 15 kg sejak 4 bulan yang lalu dan didapatkan keluhan demam tidak tinggi yang hilang timbul. Pasien menjalani kemoterapi Rituximab, Cylophosphamide, Hydroxydaunorubicin, Oncovin, Prednison dan benjolan mengecil. Pemeriksaan fisik ditemukan benjolan di kedua mammae, colli sinister, axila sinistra dan inguinal, tidak eritem, konsistensi kenyal padat, terfiksir dan tidak nyeri tekan. Laboratorium, leukopenia dan LDH meningkat. USG mammae, Multipel nodul kedua mammae, axila bilateral, mammary interna kiri. USG colli, multipel limfadenopati regio colli, supraclavicula sinistra gambaran limfoma. Histopatologi, Limfoma malignan mammae bilateral. Pada pemeriksaan Imunohistokimia dengan hasil diffuse large B cell lymphoma, CD20 positif, Non GCB. Pasien didiagnosis Limfoma non hodgkin pada mammae relaps. Diberikan kemoterapi Rituximab, Etoposide, Actoplactin, Ifosfamide. Limfoma non-Hodgkin primer pada mammae termasuk kasus yang sangat jarang terjadi. Manifestasi klinis dan radiologis dari penyakit ini memiliki kesamaan dengan tumor mammae. Diagnosis penyakit ini ditegakkan melalui histopatologi serta pemeriksaan imunohistokimia. Penatalaksanaan PBL yaitu kemoterapi dengan atau tanpa rituximab dan radioterapi. Pada Pasien ini terjadi Limfoma Non-hodgkin pada Mammae Relaps selanjutnya diberikan kemoterapi lini kedua dengan regimen Rituximab, Etoposide, Actoplactin, Ifosfamide. memberikan hasil yang cukup baik
Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Personal Hygiene dengan Gejala Vaginitis pada Siswi SMPN 1 Kota Padang dan SMPN 23 Padang
Ada 75% wanita di dunia menderita vaginitis sekali dalam seumur hidup dan 10% hingga 55% diantaranya tidak mengetahui bahwa mereka mengalami vaginitis. Pembentukan pengetahuan, sikap, dan perilaku personal hygiene yang baik dapat mencegah vaginitis. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku personal hygiene terhadap gejala vaginitis pada siswi SMPN 1 dan SMPN 23 Padang. Penelitian dilakukan terhadap siswi kelas VII, VIII, dan IX di SMPN tersebut pada bulan September 2018. Desain penelitian adalah cross sectional dengan teknik pengambilan sampel systematic random sampling. Kuisioner digunakan sebagai instrumen penelitian untuk mengukur tingkat pengetahuan, sikap, perilaku personal hygiene, dan gejala vaginitis pada responden. Penelitian menggunakan uji bivariat Chi-square untuk menganalisis data. Jumlah responden yang dikumpulkan adalah sebanyak 242 orang. Tingkat pengetahuan siswi mayoritas sedang, sedangkan sikap dan perilaku responden mayoritas baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan hubungan antara pengetahuan dengan gejala vaginitis adalah p=0,011 di SMPN 23 dan p=0,558 di SMPN 1, hubungan sikap dengan gejala adalah p=0,013 di SMPN 23 dan p=0,458 di SMPN 1, dan hubungan perilaku dengan gejala adalah p=0,615 di SMPN 23 dan p=0,138 di SMPN 1. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan gejala vaginitis di SMPN 23 namun tidak didapatkan hubungan yang signifikan pengetahuan dan sikap terhadap gejala di SMPN 1. Tidak didapatkan hubungan yang signifikan antara perilaku dengan gejala vaginitis pada kedua populasi
Dampak Visual Dan Manifestasi Klinis Endoftalmitis Pasca Operasi Pada Rumah Sakit Mata Di Padang
Endoftalmitis pasca operasi didefinisikan sebagai inflamasi okuler berat yang mengenai segmen anterior dan posterior mata setelah operasi intraokuler. Sumber mikroorganisme penyebab dapat berasal dari flora normal permukaan mata atau dari instrumen yang terkontaminasi. Tujuan penelitian adalah mengetahui dampak visual dan manifestasi klinis pasien endoftalmitis eksogen pasca operasi yang di dapatkan selama tahun 2016, di rumah sakit mata di kota Padang. Data dikumpulkan secara retrospektif dari rekam medis pasien yang didiagnosa Endoftalmitis Eksogen Pasca Operasi. Didapatkan 18 orang pasien dengan karakteristik laki-laki =b8 orang, wanita = 10 orang dengan umur berkisar antara 50-86 tahun (rerata 67 tahun). Operasi intraokuler yang dilakukan sebelumnya adalah fekoemulsifikasi dan PPV (Pars Plana Vitrektomi). Lamanya muncul gejala klinis dihitung dari tindakan operasi sebelumnya, didapatkan terbanyak dalam waktu 3 hari pasca operasi, yaitu 50%. Semua pasien dilakukan injeksi intravitreal Antibiotik Vancomycin dan Ceftazidime segera saat diagnosa ditegakkan dan 6 pasien diantaranya dilakukan PPV (Pars Plana Vitrektomi). Manifestasi klinis yang sering dikeluhkan pasien adalah mata kabur dan nyeri yaitu pada hampir semua kasus (88,9%) dan tanda inflamasi pada segmen anterior dan posterior mata. Dampak visual yang didapatkan dimana visus akhir setelah tindakan dan follow up setelah 4 minggu adalah 20/400 sebanyak 55,6 % (10 orang) dan bahkan beberapa diantaranya mempunyai visus yang lebih baik dari 20/200 pada 70% (7 orang). Diagnosis dini dan penatalaksanaan yang tepat dan cepat maka kasus endoftalmitis eksogen pasca operasi penglihatan dapat diselamatkan
Analisis Komitmen Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam Mengatasi Masalah Stunting Berdasarkan Nutrition Commitment Index 2018
Stunting merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan (growth faltering) akibat akumulasi ketidakcukupan nutrisi yang berlangsung lama mulai dari kehamilan sampai usia 24 bulan. Padang Pariaman pada tahun 2017 angka stunting adalah 33,6%. NCI adalah indeks untuk mengukur komitmen pemerintah dalam mengatasi kekurangan gizi dengan 12 indikator yang dikelompokkan dalam 3 tema yaitu anggaran, kebijakan program dan hukum. Tujuan penelitian inin adalah menganalisis komitmen Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam mengatasi stunting berdasarkan NCI. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan rancangan penelitian studi kebijakan (policy study), dan juga dilakukan skoring serta wawancara pada informan. Jumlah informan penelitian yaitu 11 orang. Analisis data dilakukan dengan triangulasi metode dan triangulasi sumber data. Hasil penelitian dari 12 indikator NCI, total skor adalah 6 diantaranya untuk skor 1 yaitu promosi MP-ASI, kondisi program gizi dalam kebijakan daerah, prioritas gizi dalam perencanaan daerah, koordinasi lintas sektor, target program gizi dan survei gizi. Ada 6 indikator dengan skor 0 diantaranya anggaran program gizi (stunting) yang masih kurang, cakupan Vitamin A belum mencapai terget, cakupan air bersih belum mencapai target, cakupan sanitasi belum mencapai target, kunjungan ibu hamil belum mencapai target dan tidak ada regulasi/hukum tentang perbaikan gizi