Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
    1143 research outputs found

    Hubungan Rasio Neutrofil – Limfosit Dengan Skor Sequential Organ Failure Assesment Pada Pasien Sepsis Di Intensive Care Unit RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Get PDF
    Sepsis adalah disfungsi organ yang mengancam jiwa, disebabkan oleh disregulasi respons imun akibat infeksi. Respons fisiologis sistem imun terhadap infeksi adalah dengan peningkatan jumlah neutrofil dan penurunan jumlah limfosit atau peningkatan Rasio Neutrofil–Limfosit (RNL). Kerusakan dan kegagalan fungsi organ dapat dimonitor dengan skor Sequential Organ Failure Assesment (SOFA). Tujuan: Mengetahui korelasi antara RNL dengan skor SOFA pada pasien sepsis di Intensive Care Unit (ICU) RSUP Dr M Djamil Padang. Metode: Penelitian ini adalah studi analitik dengan rancangan potong lintang menggunakan data rekam medis pasien sepsis di ICU RSUP Dr M Djamil Padang tahun 2018. Data RNL dan skor SOFA diambil saat hari pertama dirawat di ICU. Analisis univariat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan data bivariat diuji dengan uji korelasi Pearson. Korelasi dinyatakan bermakna jika p <0,05. Hasil: Uji univariat didapatkan pasien terbanyak adalah laki -laki (77%), rerata usia adalah 50,2 tahun, tipe penyakit dasar terbanyak adalah non-surgical (70%), rerata RNL adalah 16,5±10,6, dan rerata skor SOFA adalah 7,23±3,44. Analisis bivariat meunjukan korelasi positif sangat kuat antara RNL dengan skor SOFA (r =0,982 dan p <0,05). Simpulan: Terdapat hubungan antara RNL dengan skor SOFA pada pasien sepsis di ICU RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Kesesuaian Pemeriksaan Aglutinasi Lateks Dengan BTA Mikroskopis untuk Mengidentifikasi Pasien Tuberkulosis

    Get PDF
    Pemeriksaan aglutinasi merupakan teknik pemeriksaan yang sederhana, cepat, murah, dan tidak memerlukan keahlian kusus dalam pemeriksaannya. Uji aglutinasi lateks merupakan suatu pemeriksaan berdasarkan reaksi aglutinasi yang terbentuk akibat interaksi antara antigen dan antibodi. Pemeriksaan yang paling sering dilakukan dilaboratorium kesehatan untuk mengidentifikasi Mycobacterium tuberculosis adalah pemeriksaan Bakteri Tahan Asam (BTA) mikroskopis. Tujuan: Mengetahui kesesuaian antara pemeriksaan aglutinasi lateks dan pemeriksaan BTA mikroskopis untuk mengidentifikasi pasien tuberkulosis. Metode: Penelitian ini merupakan uji diagnostik aglutinasi lateks menggunakan antibodi poliklonal dengan rangcangan crossectional. Pemeriksaan dilakukan terhadap 100 orang pasien suspek tuberkulosis di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dari Januari 2018 sampai dengan Januari 2019. Sampel sputum direaksikan dengan reagen lateks dan diamati ada tidaknya terbentuk. Kesesuaian pemeriksaan uji aglutinasi lateks dibandingkan dengan pemeriksaan BTA mikroskopis. Hasil: Nilai koefisien kappa sebesar 0,473 (p=0,000) menunjukkan kesepatan antara pemeriksaan aglutinasi lateks dan BTA mikroskopis cukup (k 0,41-0,60). Simpulan: Uji aglutinasi lateks dengan pemeriksaan BTA mikroskopis untuk mengidentifikasi pasien tuberkulosis pada sampel sputum memiliki nilai kesepakatan yang cukup

    Gambaran Polimorfisme Gen SLC22A1 rs683369 pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 yang Mendapatkan Terapi Metformin

    Get PDF
    Mekanisme kerja metformin dipengaruhi oleh Organic Cation Transporter 1 (OCT1) yang dikode oleh gen SLC22A1. Variasi atau polimorfisme pada gen SLC22A1 mempengaruhi uptake metformin ke hati sehingga berhubungan dengan efek metformin dalam menurunkan glukosa darah. Rs683369 merupakan salah satu polimorfisme dari gen SLC22A1. Tujuan: Melihat gambaran polimorfisme gen SLC22A1 rs683369 pada pasien diabetes melitus tipe 2 yang mendapatkan terapi metfomin. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan teknik consequtive sampling. Sampel berasal dari 44 pasien DM tipe 2 yang mendapatkan terapi tunggal metformin yang diambil darahnya melalui pembuluh vena untuk dilakukan pemeriksaan genotip dengan cara isolasi DNA, PCR dan sekuensing. Hasil: Didapatkan pasien DM tipe 2 yang mendapatkan terapi tunggal metformin sebagian besar adalah perempuan 63,6%, dan rerata umur 55,77±7,77 tahun. Pemerikaan genotip didapatkan hasil wild type (GG) 4,5%, mutan heterozigot (GC) 22,%, dan mutan homozigot (CC) 72,7%. Simpulan: Ditemukan polimorfisme gen SLC22A1 rs683369 pada pasien DM tipe 2 yang mendapatkan terapi metformin. Perlu penelitian lebih lanjut mengenai variasi lain pada gen SLC22A1 dan efeknya terhadap gula darah pasien

    Profil Klinikopatologi Karsinoma Sel Skuamosa Kepala dan Leher di Padang

    Get PDF
    Kanker kepala dan leher berada diurutan ke tujuh dari seluruh kanker yang paling sering ditemukan di dunia.  Karsinoma Sel Skuamosa (KSS) berasal dari berbagai subsite di daerah kepala dan leher serta merupakan kanker terbanyak yang ditemukan pada daerah kepala dan leher. Tujuan: Mengetahui profil klinikopatologi KSS kepala dan leher berdasarkan kelompok usia, jenis kelamin, lokasi tumor, stadium, derajat diferensiasi dan Invasi Perineural (IPN).Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif terhadap 133 kasus KSS kepala dan leher di RSUP Dr M Djamil Padang periode 2016 sampai 2018. Sampel diperoleh dari blok parafin yang berasal dari jaringan hasil biopsi kemudian dilakukan reevaluasi terhadap derajat histopatologi dan IPN berdasarkan klasifikasi The World Health Organization (WHO). Hasil: Kasus KSS kepala dan leher pada penelitian ditemukan pada usia 51-60 tahun (30%), dengan lokasi hipofaring dan laring (50,4%), laki-laki (71,4%), stadium IV (64%), sebagian besar dengan KSS berdiferensiasi baik (42,8%) dan IPN hanya ditemukan sebanyak 10,5% kasus. Simpulan: Profil klinikopatologi KSS kepala dan leher di RSUP Dr. M. Djamil Padang sebagian besar didapatkan pada usia dekade ke-5, lokasi di hipofaring dan laring, laki-laki, sebagian besar pada stadium lanjut, derajat histopatologi baik dan sebagian kecil mengandung IPN.  Invasi perineural ditemukan terbanyak pada stadium lanjut, derajat diferensiasi sedang dan lokasi terbanyak pada lokasi hipofaring dan laring.Kata kunci: karsinoma sel skuamosa, kepala dan leher, klinikopatolog

    Penurunan Fraksi Ejeksi Ventrikel Kiri dalam Enam Bulan Meningkatkan Faktor Resiko Gangguan Kognitif Penderita Gagal Jantung Sistolik

    Get PDF
    AbstrakGangguan kognitif sering dijumpai pada penderita gagal jantung sistolik dan tidak terdeteksi sejak awal. Hal ini memperburuk kondisi dan luaran klinis penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan risiko terjadinya gangguan kognitif pada penderita gagal jantung sistolik dengan penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri dalam enam bulan. Metode penelitian ini adalah kontrol kasus, di Poli Jantung dan Poli Saraf RSUP Sanglah, Denpasar, periode Oktober 2018 hingga Desember 2018. Analisis data dilakukan dengan SPSS versi 22. Penelitian ini menggunakan 76 subjek, dengan rerata usia 50,3 ± 4,5 tahun. Karakteristik yang lebih dominan dijumpai pada jenis kelamin laki-laki 44 orang (57,9%), pendidikan ≥ 12 tahun 40 orang (52,6%), dan pekerjaan formal 40 orang (52,6%) Dari hasil analisis statistik didapatkan persentase penurunan fungsi kognitif pada kelompok kasus sebesar 89,5% sedangkan pada kelompok kontrol didapatkan 13,2%. Analisis bivariat dengan Chi-square, didapatkan nilai OR=56,1; IK 95% 13,844-227,338; p<0,001. Pada analisis multivariat didapatkan penurunan FEVK dalam enam bulan merupakan faktor risiko yang kuat, memiliki risiko mengalami gangguan kognitif pada penderita gagal jantung sistolik dengan adjusted OR=23,1, setelah mengendalikan jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan, OR=23,1; IK 95% 4,7-114,03; p<0,001. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penurunan FEVK dalam enam bulan sebagai faktor risiko gangguan kognitif penderita gagal jantung sistolik. Penulis menyarankan para klinisi perlu melakukan pemeriksaan fungsi kognitif pada penderita gagal jantung sistolik .Kata kunci: gangguan kognitif, penurunan FEVK, gagal jantung sistoli

    Penilaian Tingkat Keberhasilan Perawatan Ortodontik dengan Piranti Lepasan Berdasarkan Indeks PAR di RSGM Universitas Baiturrahmah Tahun 2012-2017

    Get PDF
    AbstrakPerawatan ortodontik dapat dilakukan dengan menggunakan ortodontik cekat maupun lepasan. Observasi dilapangan, perawatan ortodontik di bagian ortodonti RSGM Universitas Baiturrahmah menggunakan alat ortodontik lepasan. Selama ini belum pernah dilakukan evaluasi tingkat keberhasilan perawatan ortodontik terhadap pasien yang telah selesai dirawat yang diukur dengan Peer Assessment Rating Index (indeks PAR). Tujuan: Menentukan tingkat keberhasilan perawatan ortodontik dengan piranti lepasan di bagian ortodonti RSGM Universitas Baiturrahmah berdasarkan indeks PAR. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode observasional analitik serta menggunakan pendekatan waktu penelitian cross-sectional study. Penelitian ini dilakukan di bagian ortodonti RSGM Universitas Baiturrahmah pada bulan September sampai Oktober 2018. Sampel yang diambil yaitu model gigi pasien yang telah selesai menjalani perawatan ortodontik dari tahun 2012 sampai 2017 di bagian ortodonti RSGM Universitas Baiturrahmah yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Dari 122 model gigi, didapatkan 46 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Tingkat keberhasilan perawatan ortodonti lepasan di RSGM Universitas Baiturrahmah banyak yang “tidak mengalami perbaikan†(60,9%), namun secara statistik terjadi perbedaan skor yang signifikan sebelum dan sesudah perawatan. Simpulan: Masing-masing komponen indeks PAR secara deskriptif mengalami penurunan skor sebelum dan sesudah perawatan, namun secara statistik yang mengalami perbedaan skor signifikan hanya pada segmen anterior rahang atas dan bawah serta overjet

    Hubungan Pola Asuh Orang Tua Tunggal Ibu dengan kematangan Emosi dan Keterampilan Sosial pada Anak Pra Sekolah usia 4-6 tahun di PAUD Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Tahun 2019

    Get PDF
    AbstrakPola asuh orang tua tunggal ibu merupakan perilaku dan sikap ibu dalam pengasuhan anak yang berefek terhadap perkembangan dan kesejahteraan anak baik dalam keluarga maupun dilingkungan sekolah. Keberhasilan orang tua tunggal ibu dalam menjalankan perannya dapat dilihat dari tingkah laku anak dalam mengekspresikan emosi dan sosial anak. Tujuan: Mengetahui hubungan pola asuh orang tua tunggal ibu dengan kematangan emosi dan keterampilan sosial anak pra sekolah usia 4-6 tahun. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik menggunakan desain cross sectional dengan jumlah 40 orang responden dengan teknik cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dengan responden, pada variabel pola asuh menggunakan Parental Authority Quetionare (PAQ), kematangan emosi menggunakan kuesioner yang dirancang peneliti, dan keterampilan sosial menggunakan Vineland Social Maturity Scale (VSMS) penelitian dilakukan di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kecamatan Koto Tangah Kota Padang pada bulan Maret-Juni 2019. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil: Sebagian besar pola asuh yang banyak diterapkan oleh orang tua tunggal ibu yaitu pola asuh demokratif (87,5%), lebih dari separoh kematangan emosi tinggi (70%), sebagian besar keterampilan sosial rendah (87,5%). Terdapat hubungan pola asuh orang tua tunggal ibu dengan kematangan emosi ð† = 0,002 dan terdapat hubungan pola asuh dengan keterampilan sosial 𜌠= 0,014. Simpulan: Terdapat hubungan pola asuh orang tua tunggal ibu dengan kematangan emosi dan keterampilan sosial anak pra sekolah usia 4-6 tahun.Â

    Analisis Pelaksanaan Program Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Balita di Puskesmas Kota Padang Tahun 2018

    Get PDF
    AbstrakProgram SDIDTK merupakan program pembinaaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan berkualitas melalui kegiatan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) pada masa balita. Program SDIDTK balita di Kota Padang masih dihadapkan pada pengelolaan yang kurang profesional diberbagai tahapan. Tujuan: Menganalisis sistem pelaksanaan program SDIDTK balita di Puskesmas Kota Padang tahun 2018. Metode: Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling. Analisis data dilakukan secara triangulasi sumber dan teknik. Hasil: Pengolahan dan analisis data pada komponen input kebijakan sudah ada. Standar Operasional Pelayanan dan Pedoman sudah ada, tetapi jumlahnya belum mencukupi. Tenaga kesehatan masih belum memenuhi standar. Dana telah dianggarakan. Ketersediaaan sarana dan prasarana belum cukup memadai. Komponen proces perencanaan dan pengorganisasian sudah ada. Lokakarya mini sudah dilaksanakan secara berkala. Pelaksanaan pelayanan masih ada yang melaksanakan tidak sesuai dengan buku pedoman yang ada. Supervisi dan evaluasi masih kurang maksimal. Pencatatan dan pelaporan belum  berjalan dengan baik. Simpulan: Kegiatan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) belum dilaksanakan secara maksimal.Â

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Peserta Mandiri Dalam Pembayaran Iuran Program Jaminan Kesehatan Nasional di Kota Solok

    Get PDF
    Kepatuhan peserta mandiri membayar iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Solok belum maksimal. Hal ini terlihat dari jumlah peserta mandiri yang menunggak di Kota Solok yaitu 69% dari peserta mandiri terdaftar. Tujuan: Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan peserta mandiri dalam pembayaran iuran Program JKN di Kota Solok. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional, dengan sampel penelitian adalah peserta mandiri program JKN di Kota Solok yang terpilih secara acak. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square. Responden dalam penelitian ini adalah 105 orang peserta mandiri yang minimal berusia 17 tahun dan berdomisili di Kota Solok. Hasil: Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p=0,019), pendapatan (p=0,038), persepsi terhadap pelayanan kesehatan (p=0,047) dan persepsi terhadap risiko (p=0,043) dengan kepatuhan pembayaran iuran peserta mandiri program JKN BPJS Kesehatan di Kota Solok. Simpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan, jarak tempuh tempat pembayaran iuran dan jumlah tanggungan terhadap kepatuhan pembayaran iuran peserta mandiri program  JKN BPJS Kesehatan di Kota Solok. BPJS Kesehatan Cabang Solok harus meningkatkan kuantitas dan kualitas sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang hak dan kewajiban peserta mandiri program JKN.Kata kunci: kepatuhan, Iuran JKN, BPJS Kesehatan Â

    Identifikasi Bakteri dan Sensitivitas Terhadap Antibiotik Pada Otitis Media Supuratif Kronis Di RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Get PDF
    AbstrakOtitis Media Supuratif Kronis (OMSK) didefinisikan infeksi telinga tengah yang ditandai oleh sekret terus-menerus atau berulang selama tiga bulan atau lebih melalui perforasi membran timpani. Uji sensitivitas penting untuk perencanaan terapi, mengurangi potensi risiko komplikasi dan mencegah resistensi. Tujuan: Mengetahui hasil identifikasi dan sensitivitas terhadap antibiotik pada penderita Otitis Media Supuratif Kronis. Metode: Penelitian deskriptif retrospektif ini dilakukan di Laboratorium Sentral RSUP Dr M Djamil Padang dari bulan Januari 2016 sampai dengan Juni 2016. Hasil: Bakteri terbanyak penyebab Otitis Media Supuratif Kronis pada spesimen swab telinga adalah Stafiloccocus sp (37,73%) yang sensitif terhadap Meropenem (50%) dan resisten terhadap Ampicillin (100%), Amoxicillin (95%), Ciprofloxacin (95%) dan Levofloxacin (95%). Bakteri penyebab terbanyak kedua adalah Pseudomonas sp (26,41%) yang sensitif terhadap Meropenem (92,85%) dan resisten terhadap Ampicillin (100%), Amoxicillin (100%), Chloramfenicol (100%), Erytromycin (100%), dan Sulfamethoxazole Trimethoprim (100%). Simpulan: Bakteri terbanyak penyebab Otitis Media Supuratif Kronis pada spesimen swab telinga adalah Staphylococcus sp (37,73%) yang sensitif terhadap Meropenem (50%) dan Pseudomonas sp (26,41%) yang sensitif terhadap Meropenem (92,85%

    1,096

    full texts

    1,143

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇