KURIOSITAS Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan
Not a member yet
144 research outputs found
Sort by
Talassa Kamase-mase dan Zuhud: Titik Temu Kedekatan Pada Tuhan Dalam Bingkai Pasang Ri Kajang dan Ilmu Tasawuf
Artikel ini membahas tentang Pasang ri Kajang sebagai kitab suci bagi masyarakat adat Ammatoa, suku kajang memiliki kepercayaan tersendiri tentang kitab suci tersebut, suku Kajang meyakini bahwa Tuhan menurunkan firman-Nya kepada manusia sejumlah 40 (empat puluh) juz, 30 (tiga puluh) juz untuk orang lain (dalam hal yang dimaksud adalah nabi Muhammad), dan 10 (sepuluh) juz nya lagi tertuang dalam Pasang ri Kajang yang diturunkan untuk Ammatoa.Masyarakat Ammatoa tidak menganggap pasang sebagai suatu agama atau sebagai suatu sistem kepercayaan, cakupan pasang lebih luas dari itu. Sistem kepercayaan yang dianut pada masyarakat Ammatoa dinamakan Patuntung. Ajaran patuntung sendiri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pasang ri Kajang. Sebagaimana kearifan lokal lainnya yang berkembang pada masyarakat umum, Pasang memuat berbagai ajaran leluhur yang subtansinya adalah menuntun manusia untuk berbuat baik, hidup jujur dan sederhan
al-Da'wah wa al-syuyu'iyyah fi Indunisiyya
قد اشتدت الفتن فى إندونيسيا وعمت الإضطرابات وقامت حركات فكرية ضد الإسلام منذ أن إحتلت هولندا إندونيسيا . فهنا ظهرت تيارات عديدة معادية، بعضها ينادى بالإلحاد الذى يحاول أن يبعد الناس عن عقيدتهم التى تدعوهم إلى الإيمان بالألوهية والعبا دة لله وحده، ويعتبر وجود الله خرافة، وهــذا التيار يتمثل فى الشيوعية . وبعضها ينادى بالإشراك بالله الذى يجعل لله الواحد شريكا، وهذا يتمثل فـــى الحركة التبشيرية بالإضافة إلى أصحاب الديانات الأخرى مثل الهندوكية والبوذية والكنفوشية والباطنية الذين يعبدون التماثيل والأصنام والأحجار وغيرها . وقد تمكنت القوات الهولندية من تمزيق وحدة المسلمين باندونيسيا فأدخلوا المذاهب القاديانية التى تنشر المبادئ المنحرفة حيث يدعى أتباعها بأن " غلام أحمد " رسول الله بعد محمد عليه الصلاة والسلام، وتمدد الحكومة الهولندية يد العون والمساعدة إلى كل هذه التيارات لهدف إضعاف الحركات التحــــــررية الإسلامية فى مواجهة قوات الإحتلال الهولندى من أجل إستقلال إندونيسيا عن سيطرتها ونفوذها .ولكن بعد أن نال إندونيسيا إستقلا لها من يد المستعمر، وأعـلن الإستقــــــلال فى 17 أغسطس 1945 م، ورحلت القوات الإحتلال الهولندى إلى بلادها، فقد بقيت هذه التيارات بمالها من تأثير كبير فى نفوس بعض العناصر، وخاصة الذين لهم صلة عاطفية بالإستعمار الهولندى .وظل المسلمون فى إندونيسيا فى صراع مستمر لمواجهة هذه التيارات المعادية له من ناحيـــة، والخلافات المستمرة داخل صفوفهم من ناحية أخرى، وذلك لوجود طائفة تتمسح بالإسلام وتعمـل على هدمه من الداخل مما جعل الصراع فكريا تارة ومصادمات الدامية تارة أخرى، وهـذا الصراع مستمـــر إلى يومنا هذا حتى يظهره الله الحق ويبطل الباطل
Analisis Pesan Dakwah Moderasi Dalam Novel Kidung Rindu Di Tapal Batas Karya Aguk Irawan Mn.
The development of da'wah in the digital era is inseparable from the problem of society as a target for da'wah and so many media are used as a means of da'wah. One of the means used by many preachers to deliver their da'wah material is through written media and literacy such as novels. The novel is one of the alternative dawah for delivering dawah material to the target of preaching or mad'u, many stories in the novel are promoted as messages of propaganda in the form of film media. This article has a very positive purpose in understanding the contents of da'wah what are the meanings in a story that have elements of nationalism and da'wah by using descriptive qualitative methods, then linking them to interpretations of the Qur'an.The development of da'wah in the digital era is inseparable from the probelmatika of society as a target for da'wah and so many media are used as a means of da'wah. One of the means used by many preachers to deliver their da'wah material is through written media and literacy such as novels. The novel is one of the alternative dawah for delivering dawah material to the target of preaching or mad'u, many stories in the novel are promoted as messages of propaganda in the form of film media. This article has a very positive purpose in understanding the contents of da'wah what are the meanings in a story that have elements of nationalism and da'wah by using descriptive qualitative methods, then linking them to interpretations of the Qur'an. The results of this research are first the theme of da’wah moderation raised in this novel about Garuda in my chest, in the da’wah moderation scheme the presence of dissatisfaction, sadness, sadness of life in his country but they eat in other countries, semantic messages of moderation means tolerance and help each other, and belief in God Almighty
Peran Strategis IAIN Ambon dan IAKN Ambon Dalam Merawat Toleransi Sosial dan Moderasi Beragama di Ambon Maluku
Tolerance and moderation in Indonesia are the discourses that have been much discussed lately. The government, community leaders including educational institutions are very active campaigning for these narrative. This study aims to describe the role of State Islamic Institute of Ambon (IAIN Ambon) and State Christian Institute of Ambon (IAKN Ambon) in preserving social tolerance and religious moderation. This article used qualitative research method. The authors collected data through interviews, observation, and documentation. The results of this study indicated that the consequences of past religious conflicts effect social tolerance and religious moderation in society. However, this threat can be dechipered by the two religius institutions by providing assistance and guidance to the wider community about the impotance of preserve harmony in diversity. In an effors to break down differences and antagonisms in society, Amobenese people were increangsingly being transformed into “harmony life” and out of the conditions of “suspicion and hostility” even though the relationship of religious groups still holds the strong potential for repeated social friction involving two religious groups.Toleransi dan moderasi di Indonesia merupakan suatu diskursus yang akhir-akhir ini begitu banyak diperbincangkan. Pemerintah tokoh-tokoh masyarakat, tidak terkecuali lembaga-lembaga pendidikan sangat aktif membangun narasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon dan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon dalam merawat toleransi sosial dan moderasi beragama. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsekuensi konflik agama masa lalu memengaruhi toleransi sosial dan moderasi beragama dalam masyarakat. Namun, ancaman ini dapat diurai oleh kedua lembaga pendidikan tinggi keagamaan dengan melakukan pendampingan dan pembimbingan kepada masyarakat luas tentang pentingnya merawat keharmonian dalam keberbedaan. Dalam upaya meretas perbedaan dan antagonisme di dalam masyarakat, masyarakat Ambon semakin terbuka diubah menjadi “kerukunan hidup” dan keluar dari dunia “kecurigaan dan permusuhan” meskipun hubungan kelompok-kelompok penganut agama masih menyimpan potensi kuat berulangnya gesekan sosial yang melibatkan dua kelompok agama
Etika Cinta dalam Islam dan Kristen: Studi Perbandingan
The study concentrates on elaborating the concept of “love” in both Islam and Christianity. Both religions emphasize extensively on “love”. It is indispensable to understand that there are many fundamental differences between both religions on the notion of love despite numbers of similarities being shared. Hence, there is a necessity to know on how these religions converge and diverge in the concept of love. The academic nature of study requires an inductive and an analytical methodology that yielded a number of important results in examining the real meaning of love, its divisions and its major sectors focused in Christianity and Islam; i.e., love towards God, love towards oneself, andlove for neighbor, as well as the differences in categorizing the love in both Islam and Christianity. Studi ini fokus kepada elaborasi konsep "cinta" dalam agama Islam dan agama Kristen. Kedua agama ini secara ekstensif menekankan konsep "cinta". Studi ini diperlukan untuk memahami bahwa ada banyak perbedaan mendasar antara kedua agama dalam pengertian cinta meskipun juga terdapat banyak kesamaan. Karenanya, menjadi penting untuk mengetahui bagaimana persamaan dan perbedaan kedua agama ini dalam konsep cinta. Studi ini menggunakan metodologi induktif dan analitis yang menghasilkan sejumlah hasil penting dalam menyingkap arti cinta yang sebenarnya, objek utamanya difokuskan pada Kristen dan Islam; yaitu cinta kepada Tuhan, cinta terhadap diri sendiri, cinta kepada sesama, serta perbedaan dalam mengkategorikan cinta, baik dalam Islam maupun Kristen
Strengthening Religious Moderation in University: Initiation to Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Students, educators, and education staff who do not understand the totality of the essence and urgency of religious moderation in the scope of UIN Alauddin Makassar are essential issues. The rooted religious moderation is one of the Chancellors' thoughts that has been actualized by the Moderation House's declaration. This study aims to initiate a strategy for UIN Alauddin Makassar College in strengthening religious moderation in the academic community. This research is qualitative research located at UIN Alauddin Makassar using a socio-cultural approach. The idea generated from this research is a Road Map of Moderation, which is integrated into the Tridarma of Higher Education, such as a curriculum that contains religious moderation, moderation-based research assistance, and others.Mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan yang tidak memahami secara totalitas esensi dan urgensi moderasi beragama di lingkup Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar merupakan isu penting. Moderasi beragama yang mengakar adalah salah satu pemikiran Rektor yang telah diaktualisasikan dalam peluncuran ‘Rumah Moderasi’. Penelitian ini bertujuan untuk menginisiasi strategi perguruan tinggi UIN Alauddin Makassar dalam memperkuat moderasi beragama dalam lingkup civitas akademika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang berlokasi di UIN Alauddin Makassar dengan menggunakan pendekatan sosial budaya. Ide yang dihasilkan dari penelitian ini adalah memberikan masukan tentang penguatan moderasi, yang diintegrasikan ke dalam Tridarma Perguruan Tinggi, seperti kurikulum yang berisi moderasi beragama, bantuan penelitian berbasis moderasi, dan lain-lain
The Crisis of Intolerance and Primordialism in the Name Of Religion in Indonesia : a Case Study Of Pilkada DKI Jakarta at 2017
The dynamic of politics in Jakarta was a politics incident that got attention from public (Ahok Case). Public sphere were not only loaded by physical violences but also various violences on the language level. This study aimed to grasp the phenomenon of political society behavior, particularly in social media by employing phenomenology-hermeneutics. The research interpreted variety of political behavior based on both intolerance and primordialism in action or representation of politic among supporters of The Governor of DKI Jakarta candidates. This study revealed that the representation of society behavior in public sphere and social media has been filled by violence intersecting with religion. These indications represented a social reality where violence in sign level (speech, writing, visual) had been covered by negative connotation. In this general election, public sphere were full of intolerance and primordialism so that political interaction and communication was filled by social friction and political conflict on those who had different choice and view
Mencegah Kecurangan dalam Transaksi Online dengan mengadaptasikan Konsep Siri dan Pacce
The Purpose of this study is conducting mitigate fraud transaction by adapting the concept of siri’ na pacce’. This research is a qualitative research with a critical ethnographic approach. The source of data from this study is primary data in the form of direct interviews to several informants and subjects in the form of data from the research location. Furthermore, the data collection methods used was in-depth interviews, documentation and recording. Then, the processing and data analysis techniques are qualitative analysis by building conclusions with the stages of data collection, triangulation data analysis and final conclusion. The results of this study indicate Lempu’ and ada tongeng 'in the dimension of honesty accountability, namely honesty and wisdom which are keys in reducing fraud. The value of clay is reinforcement in the implementation of accountability can be seen in the process of offering, ordering, payment and delivery.Tujuan dari penelitian ini, adalah bagaimana mengurangi transaksi penipuan dengan mengadaptasi konsep siri 'na pacce'. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Sumber data dari penelitian ini adalah data primer dalam bentuk wawancara langsung dengan beberapa informan dan subjek dalam bentuk data dari lokasi penelitian. Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, dokumentasi dan rekaman. Kemudian, teknik pengolahan dan analisis data adalah analisis kualitatif dengan membangun kesimpulan dengan tahapan pengumpulan data, analisis data triangulasi dan penarikan kesimpulan akhir. Hasil penelitian ini menunjukkan Lempu dan ada tongeng teradaptasikan 'dalam dimensi akuntabilitas yang merupakan kunci dalam mengurangi penipuan. Dengan nilai ada 'ada tongeng (kebenaran). Pelaksanaan transaksi online sesuai dengan niat kata dan perbuatan sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. Hal ini bisa dilihat dari proses penawaran, pemenesanan, pembayaran dan proses pengantaran
Gender Dalam Tinjauan Sufisme sebagai Konsep Kesetaraan Feminim dan Maskulin Melalui Pendekatan Spiritual
The perfection of every human being can be achieved if he is able to harmonize the properties of Jalal and Jamal in himself harmoniously, while the perfection of human beings is achieved if men and women can integrate themselves in a harmonious whole both in the narrow sense (marriage) and in the broad sense , namely the occurrence of harmonious relations between men and women in various aspects of life. The concept of masculine and feminine is not necessary and should not be opposed because both are equally important and equally noble. Thus the Sufis give an esoteric interpretation so that they must be fixated on their spiritual increase in God without having to look at His masculine and feminine sides of God, they concentrate on reaching His Jalal and Jamal God together. When they have reached a high spiritual level, they are truly sincere to God so that in all their actions and behavior there is not the slightest spark of worldly interest as is characteristic of humans in general. Functional relations as the basis of humanity "wa‘ ala ar-rijal ‘alaihinna darajah" is for men equals above women and when both are united it will become a real human, and the elaboration of both is the perfection of reaching perfection
Akulturasi Nilai-Nilai Islam Dalam Tradisi Merariq Melalui Pola Komunikasi Tokoh Agama di Lombok Timur
Akulturasi antara Islam dan budaya lokal dalam banyak hal yang menjadi perhatian khusus terutama dikalangan masyarakat muslim. Sinkretis antara dua entitas tersebut yang terakomodasi dalam kearifan lokal ketika dikontekstualisasikan yang tentu akan memuat makna-makna secara universal, sehingga masih diakui dan dijalani oleh kelompok masyarakat. Maka oleh karena itu, studi ini mengenai tradisi merariq masyarakat suku Sasak di Desa Padamara dengan muatan nilai-nilai Islam di dalamnya melalui pola komunikasi tokoh agama untuk mengakulturasi nilai-nilai Islam pada tradisi merariq untuk membentuk tatanan sosial yang berdasarkan ajaran Islam. Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana proses akulturasi budaya Islam dalam tradisi merariq yang terjadi pada masyarakat di Desa Padamara, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur-NTB ? dan bagaimana pola komunikasi tokoh agama dalam memasukkan nilai-nilai Islam pada tradisi merariq masyarakat di Desa Padamara, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur-NTB ? Tujuannya untuk mengetahui proses akulturasi budaya Islam pada tradisi merariq dan pola komunikasi tokoh agama dalam memasukkan nilai-nilai Islam pada tradisi merariq.Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi komunikasi dengan jenis kualitatif. Teknik yang digunakan adalah metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa proses akulturasi budaya Islam pada tradisi merariq melalui adanya pengaruh dari Hindu-Bali, adanya penghormatan kaum laki-laki terhadap kaum perempuan, sedangkan implementasi nilai-nilai Islam pada tradisi merariq melalui akidah, syari’at dan akhlak, sedangkan unsur-unsur Islam pada tradisi dari kedua mempelai yang menikah, wali nikah, saksi, akad nikah secara agama dan adat, dan mahar, dan sedangkan nilai-nilai Islam yang ada pada tradisi merariq antara lain perintah menikah, larangan berzina, sedekah, gotong royong, silaturrahim, memelihara martabat wanita, tanggung jawab suami, manusia sebagai khalifah dan membangun rasa kekeluargaan. Adapun pola komunikasi tokoh agama dalam memasukkan nilai-nilai Islam pada tradisi merariq menggunakan dua media yaitu budaya, organisasi pemuda dan masyarakat, sedangkan bentuk aktivitas tokoh agama dalam melakukan komunikasi melalui komunikasi secara interpersonal, publik dan organisasi, dan sedangkan aktivitas komunikasi pada tradisi merariq, yaitu situasi komunikatif, pristiwa komunikatif, tindakan komunikatif