HISTORIA Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Not a member yet
    283 research outputs found

    HISTORICAL LITERATURE AS AN ENCULTURATION OF EDUCATION IN LOCAL WISDOM OF KINGDOM FAMILY IN JAVA

    Get PDF
    Historically historical literature has cultural roots especially in the development of the character of the values of local wisdom. In addition to the development of literary history culture can be one of the references in the process of writing historiography. This study aims to find the values of local wisdom in the work of historical literature. This research uses historical method. The conclusion in this study finds that the historical literature that developed in Java expressed the literary writer's poetry. Culturally, the contents of historical literature reflect the strategy of enculturation of the values of theroyal family's wisdom to the Javanese community. The suggestion in this study is to develop a further study of other forms of enculturation in historical literature in the development of local wisdom values of the Javanese community

    MODEL PEMBELAJARAN INKLUSI PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI SMP NEGERI 4 PAYAKUMBUH

    Get PDF
    SMPN 4 Payakumbuh melaksanakan pendidikan inklusi mulai tahun 2003. Sekolah ini menerima dan mendidik siswa difabel sebagaimana layaknya siswa-siswi yang lain. Model pembelajaran inklusi yang digunakan di SMPN 4 Payakumbuh antara lain: a) bentuk kelas reguler (inklusi penuh) yaitu menyatukan peserta didik normal dengan peserta didik berkebutuhan khusus (inklusi penuh) dibawah pengawasan guru kelas atau guru mata pelajaran dan guru pendamping khusus dengan memakai Kurikulum Sekolah yaitu Kurikulum 2013, dimana RPP dan Silabus tidak ada pemodifikasian bagi siswa berkebutuhan khusus (ABK), b) kelas regular dengan pull out yaitu anak berkebutuhan khusus belajar bersama anak normal lainnya dikelas reguler, namun dalam waktu-waktu tertentu ditarik dari kelas reguler ke ruang lain untuk belajar dengan guru pendamping khusus(GPK). Hambatan yang ditemui antara lain: guru pembimbing khusus (GPK) yang tidak memadai dengan jumlah peserta didik ABK di SMP Negeri 4 Payakumbuh dan kurangnya pemahaman guru umum mengenai pendidikan inklusi. Dan untuk nilai hasil belajar siswa berkebutuhan khusus cukup baik, namun masih terdapat sebagian anak ABK yang dibawah rata-rata KKM. Untuk itu baik guru kelas maupun guru mata pelajaran memberikan remedial ataupun tugas sebagai perbaikan nilai siswa ABK tersebut

    MONOTEISME TEORITIS DALAM RITUAL KEDUK BEJI DI KABUPATEN NGAWI (KAJIAN SOSIO-RELIGI)

    Get PDF
    Tulisan ini untuk mengetahui prosesi ritual Keduk Beji di Sendang Tawun Desa Tawun Kecamatan Kasreman Kabupaten Ngawi dan apakah sampai sekarang masyarakat masih menganut Monoteisme teoritis dalam ritual keduk Beji. Lokasi penelitian adalah di Desa Tawun Kecamatan Kasreman Kabupaten Ngawi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengambilan data dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan sampel dengan snowball sampling. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Validasi yang dipergunakan untuk menguji kebenaran data yaitu trianggulasi sumber. Analisis data yang digunakan adalah analisis data model interaktif Miles dan Huberman dengan 3 tahapan, yaitu reduksi data, sajian data dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian bahwa masyarakat Desa Tawun termasuk ke dalam penganut kepercayaan monoteisme teoritis. Mereka mempercayai bahwa Tuhan itu Esa dalam teori, tetapi prakteknya mereka mempercayai lebih dari satu Tuhan. Pelaksanaan ritual diadakan hari Selasa Kliwon setiap tahun pada bulan suro. Ritual Jawa identik dengan sesajen, sama halnya dengan  Keduk Beji. Acara diawali dengan pengedukan atau pembersihan sendang. Kemudian dilanjutkan penyilepan dimana juru kunci melakukan penyelaman ke dalam sendang untuk meletakan kendi di dasar sendang dan mengambil kendi yang pernah ditaruhnya setahun lalu. Diakhiri dengan pertunjukan Tari Kecetan, dan kenduri (selamatan). Makna filosofis Ritual Keduk Beji adalah mengajarkan tentang kebersihan dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

    PENGALAMAN TRANSMIGRASI DI INDONESIA (Studi di Desa Olak-Olak, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya)

    Get PDF
    Kepadatan penduduk di Pulau Jawa dan Madura menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2010 adalah 136.610.590 jiwa. Hal tersebut berbanding jauh dengan Pulau Kalimantan yang hanya 13.787.831 jiwa. Ketimpangan jumlah penduduk antara Pulau Jawa dan Madura dengan pulau lainnya sangat besar. Oleh sebab itu pemerataan penduduk terus menerus digalakkan salah satunya dengan program transmigrasi. Jauh sebelum negara Indonesia merdeka, program perpindahan penduduk ini sudah dilaksanakan, tentu saja dengan tujuan yang menguntungkan kolonialisme.Program perpindahan penduduk di Masa Kolonial gencar dilakukan pada saat dibukanya perkebunan. Kolonial Belanda menginginkan tenaga kerja yang murah serta mudah. Program ini kemudian berlanjut pada masa politik etis, walaupun tujuan awalnya untuk pemerataan jumlah penduduk akan tetapi banyak terjadi penyelewengan. Kemudian setelah Indonesia merdeka, masalah kepadatan penduduk di Pulau Jawa dan Madura masih menjadi perhatian serius pemerintah. Oleh sebab itu Pemerintahan Soekarno mencanang program transmigrasi pada tahun 1950 yang diselenggarakan oleh Dinas Transmigrasi (Jawatan Transmigrasi).Provinsi Kalimantan Barat khususnya Desa Olak-Olak merupakan salah satu tempat tujuan transmigrasi di Indonesia. Kelompok transmigrasi yang pertama datang pada tahun 1958 sampai dengan tahun 1959. Rata-rata transmigran ini berasal dari daerah Jawa Tengah dan sekitarnya. Oleh sebab itu budaya Jawa masih sangat kental ditemui di Desa Olak-Olak ini, akan tetapi mulai memudar pada generasi-generasi selanjutnya. Keadaan Desa Olak-Olak ini sampai sekarang masih dikatakan belum berkembang karena terhambat banyak faktor salah satunya adalah transportasi

    ANALISIS MAKNA SETIAP PERISTIWA SEJARAH MELALUI PENERAPAN MODEL BERSTRUKTUR

    Get PDF
    Memaknai peristiwa sejarah melalui pembelajaran berstruktur merupakan model baru yang dikembangkan dari teori struktural. Teori struktural sendiri diturunkan dari perspektif filsafat spekulatif, yang meyakini bahwa sejarah memiliki pola-pola dasar yang tetap dan konstan. Pola dasar yang dimaksud yaitu, setiap peristiwa sejarah memiliki proses awal (lahir) peristiwa, proses berkembang, puncak (kejayaan), proses kemunduran, dan hancur (habis). Meski tidak seluruh peristiwa sejarah lengkap memiliki semua pola, adakalanya setelah lahir langsung mencapai puncak kejayaan, dan kemudian tiba-tiba hancur karena suatu peristiwa. Kompleksnya materi sejarah yang diajarkan kepada anak didik, membutuhkan suatu strategi atau model yang tepat untuk meramunya, agar tujuan, nilai-nilai, dan makna setiap peristiwa sejarah tersampaikan. Artikel ini khusus membahas penerapan model berstruktur dalam pembelajaran sejarah, untuk mencari dan menganalisis makna setiap perubahan dalam peristiwa sejarah.        Kata Kunci: Analisis, Struktural, Filsafat Spekulati

    SEJARAH PERJUANGAN JENDERAL SOEDIRMAN DALAM MEMPERTAHANKAN INDONESIA (1945-1950)

    Get PDF
    Proklamasi kemerdekaan Indonesia yang diumumkan pada tanggal 17 Agustus 1945, memberikan semangat para pemimpin dan bangsa Indonesia seluruhnya untuk mulai berjuang keras untuk mempertahankan kemerdekaan itu. Jenderal Besar Soedirman merupakan pahlawan yang pernah berjuang untuk merebut kemerdekaan Republik Indonesia dari tangan pejajahan. Jenderal Soediman berjuang memperjuangkan kemerdekaannya Indonesia dengan segala kekurangan keadaan pasukan dan melemahnya kesehatannya, namun rasa cinta terhadap bangsa Indonesia yang merdeka memicu semangatnya untuk tetap berjuang dalam keadaan apapun.  Selain sebagai tokoh perjuangan yang handal beliau juga merupakan sosok yang Islami dari Muhammadyah dan juga seorang guru teladan yang baik dan amanah. Dalam lingkungan militer, Jenderal Soedirman merupakan sosok yang mampu menjadi pendingin dan pemberi semangat dalam kegentingan pasukannya dari ancaraman bangsa Barat. Soedirman merupakan salah satu pejuang dan pemimpin teladan bangsa ini. Pribadinya teguh pada prinsip dan keyakinan, selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa di atas kepentingan pribadinya. Dalam sejarah perjuangan Republik Indonesia, ia dicatat sebagai Panglima dan Jendral RI yang pertama dan termuda.

    THE EDICT OF MILANO: PERJUANGAN DAN KEMERDEKAAN AGAMA KRISTEN DI KEKAISARAN ROMAWI TAHUN 313 M

    Get PDF
    Penulisan artikel ini bertujuan: 1) Untuk mendeskripsikan awal mula perkembangan Agama Kristen di wilayah Kekaisaran Romawi, 2) Untuk menguraikan diskriminasi, penganiayaan dan perjuangan Agama Kristen di wilayah Kekaisaran Romawi, 3) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis kemerdekaan dan konversi Agama Kristen di wilayah Kekaisaran Romawi. Adapun metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode penulisan sejarah. Temuan menunjukkan bahwa selama dua abad setengah orang-orang Kristen dianiaya di seluruh Kekaisaran Romawi, ada ribuan korban dari segala usia, jenis kelamin, dan kondisi. Ada yang dipenggal kepalanya, disalib, dibakar, dan yang paling sering dikirim untuk dijadikan santapan binatang buas di Aphiteater. Hal ini disebabkan karena sikap dari umat Kristiani yang mengutuk kepercayaan lokal Kekaisaran Romawi sebagai penyembah berhala, menolak bersumpah atas nama dewa di pengadilan, menolak menyembah genius (spirit penjaga/pengawal) kaisar. Sikap tersebut telah menistakan kepercayaan lokal bangsa Romawi terhadap dewa-dewi yang telah mereka hormati sebagai pelindung dan penjaga keamanan di imperium Romawi. Apalagi, penolakan orang-orang Kristen untuk memuja kaisar merupakan suatu tindakan pembangkangan karena adat pemujaan kepada kaisar merupakan tradisi umum yang dilakukan oleh seluruh warganegara Romawi dan menjadi salah satu alat pemersatu seluruh wilayah kekaisaran. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk menekan penyebaran agama Kristen di wilayah Kekaisaran Romawi, namun menariknya justru penyebaran agama Kristen tidak pernah surut menjangkau seluruh lapisan masyarakat dari kelas bawah sampai kelas atas. Hingga pada akhirnya Kaisar Konstantinus mengeluarkan dekrit yang memperbolehkan secara sah/legal pemeluk agama Kristen menjalankan ritual keagamaan di seluruh wilayah Kekaisaran Romawi pada tahun 313 masehi. Dekrit tersebut dikenal dengan istilah The Edict of Milano (Dekrit Milan), yang isi Dekrit Milan menyatakan bahwa “kekaisaran memberikan perlindungan kepada pengikut dan agama Kristen dan melarang setiap bentuk pengejaran terhadap para pengikutnya

    EKSISTENSI JEMBATAN AMPERA TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL, BUDAYA, DAN EKONOMI MASYARAKAT ULU PALEMBANG TAHUN 1950-2010

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi masyarakat Ulu dan Ilir pra dibangunnya jembatan Ampera, untuk menganalisis sejarah pembangunan jembatan Ampera dan pengaruhnya terhadap perkembangan ekonomi, sosial dan budaya masyarakat Ulu tahun 1962-2010 di Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah (historis), dengan berbagai pendekatan keilmuan seperti pendekatan antropologis, sosiologis, ekonomologis dan geografis. Adapun tahapan pertama, heuristik, pengumpulan sumber atau data dengan observasi, dokumentasi, wawancara dan studi pustaka. Kedua, verifikasi, adalah memilih dan memilah sumber yang terkumpul dengan melakukan kritik intern dan ekstern, ketiga, interpretasi adalah analisis data yang dibantu dengan pendekatan antropologi, sosiologi, ekonomi dan geografis. Keempat, historiografi, tahap terakhir yaitu pemaparan atau penulisan sejarah. Hasil penelitian ini adalah, kondisi pra pembangunan jembatan Ampera tahun 1962, kondisi Ilir dan Ulu mengalami ketidak seimbangan pembangunan dalam berbagai aspek kehidupan seperti ekonomi, sosial dan budaya. Pasca dibangunnya jembatan Ampera tahun 1962 maka besar harapan masyarakat untuk perkembangan masyarakat Ulu yang lebih maju lagi tetapi perkembangan tersebut sampai tahun 2000-an masih berjalan ditempat. Pasca tahun 2000 maka pemerintah dengan akses jembatan Ampera yang mudah untuk menyeberangi ke wilayah Ulu, pemerintah melakukan reklamasi besar-besaran terhadap wilayah Ulu. Dengan demikian masyarakat Ulu mulai merasakan perkembangan dalam bidang ekonomi, sosial dan budaya. Kondisi demikian secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap proses menyeimbangkan kehidupan sosial, budaya dan ekonomi masyarakat Ulu dengan Ilir yang berjalan dengan pasti

    SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA PADA MASA DEMOKRASI LIBERAL TAHUN 1950-1959

    Get PDF
    This study aims to find out how the basic foundation of the Indonesian state administration system, the completeness of state tools and the cabinets that ruled during the liberal democracy of 1950-1959. This study uses historical method with the following steps: (1) heuristics, (2) source critic, (3) interpretation, (4) historiography. The results of the research are: (1) The basic foundation used in liberal democracy is UUDS 1950, (2) State apparatus according to UUDS 1950 namely President and Vice President, Ministers, House of Representatives, Supreme Court and Supervisory Board, (3) Cabinet governing the period of liberal democracy in Indonesian 1950-1959 is Natsir Cabinet, Sukiman Cabinet, Wilopo Cabinet, Ali Satromidjojo I Cabinet, Burharuddin Harahap Cabinet, Ali Satromidjojo II Cabinet and Djuanda Cabinet. Keywords: indonesian state administration system, liberal democracy, 1950-1959.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana landasan dasar sistem ketatanegaraan Indonesia, kelengkapan alat-alat negara dan kabinet-kabinet yang memerintah pada masa demokrasi liberal tahun 1950-1959. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan langkah sebagai berikut: (1) heuristik, (2) kritik sumber, (3) interpretasi, (4) historiografi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: (1) Landasan dasar yang digunakan dalam demokrasi liberal yaitu UUDS 1950,(2) Alat-alat kelengkapan negara menurut UUDS 1950 yaitu Presiden dan Wakil Presiden, menteri-menteri, Dewan Perwakilan Rakyat, Mahkamah Agung dan Dewan Pengawas Keuangan, (3) Kabinet yang memerintah masa demokrasi liberal di Indonesia 1950-1959 yaitu Kabinet Natsir, Kabinet Sukiman, Kabinet Wilopo, Kabinet Ali Satromidjojo I, Kabinet Burharuddin Harahap, Kabinet Ali Satromidjojo II dan Kabinet DjuandaKata kunci: sistem ketatanegaraan indonesia, demokrasi liberal, 1950-1959

    INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH (STUDI KASUS DI SMA AL AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG)

    Get PDF
    Hancurnya nilai-nilai moral dalam masyarakat yang ditandai dengan merebaknya kekerasan, korupsi mengakibatkan lahirnya pendidikan karakter yang perlu dikembangkan di sekolah ataupun lembaga pendidikan. Lingkungan sekolah harusnya bisa menjadi unsur terpenting bagi pertumbuhan pendidikan karakter. SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung yang merupakan sekolah yang sangat mementingkan pengembangan dan pembiasaan karakter di dalam proses pembelajaran ataupun diluar. Bentuk penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus ganda terpancang. Pengumpulan data dilaksanakan dengan observasi langsung, wawancara mendalam, dan pencatatan dokumen. Validasi data dilakukan dengan trianggulasi. Analisis yang digunakan adalah model analisis interaktif, yaitu pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Pemahaman guru tentang pendidikan karakter yang muncul di SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung lebih menekankan pada konsep karakter Islam. Pemahaman tersebut didasari dengan ideologi yang diterapkan di sekolah masing-masing, yaitu menjadikan sekolah islami, unggul dan terpercaya. Integrasi penerapan pendidikan karakter bangsa di SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung melalui pelajaran sejarah merupakan pelajaran yang strategis untuk menanamkan nilai-nilai karakter bangsa kepada siswa. Peristiwa sejarah bisa diambil hikmah dan teladannya dalam proses pembelajaran. Mulai dari perencanaan, proses pembelajaran dan evaluasi nilai-nilai karakter bangsa sudah dibuat dan dilaksanakan oleh guru sejarah di SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung. Keberhasilan pendidikan karakter di sekolah dapat dilihat dari dalam sikap religius, disiplin, kejujuran, kreatif, kerjasama, komunikatif, peduli, toleransi, tanggung jawab, cinta tanah air dan mandiri. Dalam penerapannya nilai-nilai religius sangat dominan dibanding nilai-nilai yang lainnya

    235

    full texts

    283

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    HISTORIA Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇