Jurnal Ilmu Fisika (JIF)
Not a member yet
    245 research outputs found

    PERANCANGAN KODE KOMPUTASI UNTUK ANALISIS BURNUP 3 DIMENSI SATU SIKLUS PADA REAKTOR PEMBIAK CEPAT

    Get PDF
    Telah dilakukan disain kode komputasi untuk Analisis Burnup pada Reaktor Pembiak Cepat menggunakan bahasa pemograman Delphi 7.0. Disain dirancang untuk geometri teras reaktor 3 dimensi XYZ yang berbentuk kubus (seimbang/balance, x = y = z) dengan menggunakan bahan bakar UN-PuN (Nitrida). Simulasi disain diawali dengan perhitungan densitas awal, dilanjutkan dengan penyelesaian persamaan difusi multigrup untuk mendapatkan faktor multiplikasi, distribusi fluks neutron, dan distribusi daya. Nilai fluks neutron digunakan untuk menghitung perubahan densitas nuklida dalam analisis burnup (susutan bahan bakar). Hasil perubahan densitas nuklida digunakan untuk menghitung nilai Breeding Ratio (BR) dan Burnup (B). Contoh dari hasil simulasi melalui kode komputasi yang didisain memperlihatkan perubahan densitas setiap interval waktu tertentu, selain itu nilai Breeding Ratio (BR) untuk 1 siklus (4 tahun) menurun, tetapi masih dalam rentang nilai BR > 1. Nilai Burnup untuk 1 siklus (4 tahun) meningkat seiring dengan banyaknya nuklida dalam bahan bakar yang berfisi (terjadi penambahan densitas nuklida dalam bahan bakar seperti 234U, 236U, 237Np, 238Np, 239Pu, 240Pu, 241Am, 243Am)

    PENGARUH GEOMETRI TERAS TERHADAP KINERJA NEUTRONIK PADA REAKTOR PEMBIAK CEPAT DENGAN SIKLUS BAHAN BAKAR TERTUTUP

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh geometri teras terhadap kinerja neutronik pada reaktor pembiak cepat dengan siklus bahan bakar tertutup. Penelitian dilakukan melalui simulasi komputasi dengan memvariasikan geometri teras untuk reaktor pembiak cepat berpendingin logam cair (Pb-Bi) dengan bahan bakar UN-PuN (Nitrida) yang beroperasi selama 20 tahun. Analisisdilakukan terhadap hasil pengamatan perubahan harga faktor multiplikasi neutron (keff), perubahan nilai Burnup, perubahan nilai Breeding Ratio, dan perubahan densitas bahan fertil dan fisil di dalam teras reaktor. Dari keseluruhan model teras reaktor yang diamati, model G5 (Z>>X) memberikan hasil yang terbaik dengan mempertahankan harga keff dalam batas toleransi reaktifitas ($) ± 0,05 selama 13 tahun. Nilai breeding ratio (BR) untuk seluruh model teras masih dalam rentang yang diharapkan (BR>1), namun nilai BR paling baik diberikan oleh model teras G1 (Z<<X). Nilai burnup untuk keseluruhan model meningkat seiring dengan banyaknya nuklida yang berfisi di dalam teras reaktor dan yang paling baik diberikan oleh model teras G1. Beberapa nuklida baru hasil transmutasi bahan bakar muncul di dalam teras reaktor, contohnya 241Am

    RANCANG BANGUN SISTEM AKUISISI DATA TEMPERATUR BERBASIS PC DENGAN SENSOR THERMOPILE MODULE (METODE NON-CONTACT)

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian rancang-bangun sistem akuisisi data temperatur berbasis PC dengan metode non-contact menggunakan sensor thermopile module TPMF1-G12-J4S#2099. Sensor yang tersusun dari beberapa termokopel ini bekerja berdasarkan radiasi inframerah yang diterimanya dari obyek. Radiasi inframerah yang dipancarkan obyek tersebut sebanding dengan pangkat empat temperaturnya. Sinyal keluaran sensor (dengan fungsi transfer Vout = 0,009T + 1,3492 dan koefisien korelasi R 2= 0,9963) dikuatkan dengan menggunakan penguat non-inverting (dengan penguatan 2 kali). Sinyal itu kemudian dikonversi ke bentuk digital menggunakan ADC0804 dan dikirim ke PC melalui teknik antarmuka menggunakan port paralel (melalui konektor DB-25) yang ditampilkan di monitor PC menggunakan bahasa pemrograman Delphi 5. Dari hasil pengujian diperoleh kesalahan relatif maksimum sistem akuisisi data temperatur ini sebesar 0,048% dengan resolusi sebesar 0,31C

    PENENTUAN POLA SUBDUKSI LEMPENG INDO-AUSTRALIA DI SUMATERA BARAT PADA SEGMEN IRISAN VERTIKAL

    No full text
    Penentuan pola subduksi di Sumatera Barat diperoleh dari pengeplotan data gempa bumi dengan berbagai variasi kedalaman sumber gempa pada segmen irisan vertikal sejajar trench. Dalam kurun waktu 1900 sampai 2005 tercatat sebanyak 659 data gempa dengan magnitudo ≥ 4 SR. Hasil analisis menunjukkan pola subduksi pada segmen A-A’, D-D’, F-F’ dan G-G’ tergolong landai dibandingkan segmen B-B’, C-C’ dan E-E’

    Sintesis Nanopartikel Y2O3:Eu Berintensitas Tinggi Didop Ion Litium dengan Menggunakan Metode Pemanasan Dalam Larutan Polimer

    No full text
    Yttrium Nitrat Hexahidrat (Y(NO3)3.6H2O) yang di doping dengan Europium Nitrat Hexahidrat (Eu(NO3)3.6H2O) merupakan salah satu material yang menghasilkan luminesens berwarna merah yang stabil. Sintesis nanopartikel ini telah dilakukan dengan menggunakan metoda pemanasan sederhana dalam larutan polimer (Polietilen Glikol (PEG)) pada temperatur 1000C, dan konsentrasi doping 4% mol/mol. Pada jurnal ini juga akan dilaporkan pembuatan nanopartikel Y2O3:Eu dengan intensitas yang sangat tinggi. Intensitas yang sangat tinggi ini disintesis dengan cara menambahkan ion Litium, dalam penelitian ini digunakan LiOH. Hasil Photoluminescence menunjukkan intensitas maksimum pada panjang gelombang 612 nm, dengan menggunakan panjang gelombang 250 nm. Irradiasi nanokristal Y2O3:Eu dengan sinar Ultra Violet (UV) akan menghasilkan emisi warna merah yang didominasi oleh transisi 5D0 ke 7F2. Nanopartikel Y2O3:Eu ini menunjukkan intensitas yang sangat tinggi dibandingkan dengan yang disintesis tanpa penambahan ion Litium. Ukuran kristal Y2O3:Eu berkisar dari 40-70 nm. Dari hasil yang diperoleh nanopartikel ini dapat diaplikasikan sebagai tinta luminesen

    Kajian Karakteristik Gempa Bumi Sumatera Barat

    No full text
    Telah dilakukan kajian terhadap empat kasus gempa besar yang terjadi di daerah Sumatera Barat. Hasil kajian menunjukkan bahwa gempa utama didahului oleh gempa awal, keseluruhan gempa yang terjadi merupakan gempa dangkal, gempa-gempa susulan yang gempa utamanya berpusat di daratan, dan lama berakhirnya gempa susulan sebanding dengan orde persamaan penurunan frekuensi gempa dengan menggunakan polinomial regresi

    Studi Kegempaan Vulkanik Gunungapi Marapi Sumatera Barat

    No full text
    Telah dilakukan analisis data gempa vulkanik gunungapi Marapi Sumatera Barat dari tahun 2000 sampai tahun 2006 untuk menentukan besarnya nilai intensitas, posisi episenter, hiposenter dan tingkat keaktifan. Data yang digunakan adalah data dengan skala magnitudo ≥ 1 SR. Perhitungan intensitas maksimum dan intensitas menggunakan model empiris Gutenberg Richter. Hasil penelitian menunjukkan daerah Koto Baru, Batusangkar, Bukittinggi memiliki intensitas maksimum 5,1 MMI, nilai intensitas 5,09 MMI dan nilai intensitas maksimum rata-rata 2,82 MMI, 2,82 MMA dan 2,81 MMI. Perbedaan intensitas sangat kecil karena jarak ketiga daerah tersebut terhadap pusat gempa terlalu kecil. Posisi episenter umumny tersebar di puncak gunung, sebagian di pinggang gunung dan daerah pemukiman penduduk. Hiposenter berkisar antara 1 sampai 30 km. Keaktifannya meningkat pada bulan Juni dan Juli kecuali tahun 2004 pada bulan Oktober, November, Desember keaktifannya meningkat karena dipengaruhi gempa tektonik di Gunung Raj

    ANALISIS DOSIS RADIASI YANG DITERIMA ANAK DALAM KEGIATAN RADIODIAGNOSTIK FOTO THORAK PADA BEBERAPA RUMAH SAKIT DI KOTA PADANG

    No full text
    Telah dilakukan penelitian mengenai analisis dosis radiasi yang diterima anak melalui kegiatan radiodiagnostik foto thorak pada beberapa rumah sakit di kota Padang. Penelitian dilakukan pada anak berusia 0 tahun sampai 15 tahun sebanyak 60 orang menggunakan dosimeter termoluminesensi-100 (TLD-100). Dari hasil analisis hubungan antara massa/berat badan pasien (kg) dan dosis radiasi (mGy) untuk ketiga rumah sakit terlihat bahwa kegiatan radiodiagnostik foto thorak pada tiga rumah sakit kurang memperhatikan kondisi fisik (massa) pasien. Hubungan tegangan alat (KVp) dan dosis radiasi permukaan yang dihasilkan (mGy) belum memenuhi jaminan kualitas untuk ketiga rumah sakit. Secara umum, dosis permukaan yang diterima pasien untuk semua kelompok umur jauh di atas dosis standar yang ditetapkan UNSCEAR. Pada rumah sakit A kisaran dosis radiasi permukaannya adalah 0,8 kali sampai 24 kali standar dosis UNSCEAR. Pada rumah sakit B kisaran dosis radiasi permukaannya adalah 1,2 kali sampai 8,5 kali standar dosis UNSCEAR. Sedangkan pada rumah sakit C kisaran dosis radiasi permukaannya adalah 1,2 kali sampai 11,7 kali standar dosis UNSCEAR

    Rancang Bangun Sound Level Meter Berbasis Mikrokontroler AT89S51

    No full text
    Bising merupakan bunyi yang termasuk dalam kategori polutan lingkungan dan dapat mengganggu kesehatan. Untuk mengukur tingkat kuat bunyi kebisingan ini diperlukan sound level meter. Telah dilakukan rancang bangun sound level meter berbasis mikrokontroler AT89S51 dengan mikrofon sebagai sensor dan 7-segment sebagai penampil. Intensitas bunyi diubah menjadi tegangan analog dengan menggunakan mikrofon , dan dikondisikan dengan menggunakan penguat tak-membalik (non-inverting amplifier) serta rangkaian detektor puncak (peak detector). Sinyal analog keluaran rangkaian ini diubah menjadi sinyal digital dengan menggunakan ADC0804, dan kemudian diolah lebih lanjut oleh mikrokontroler AT89S51 dengan menggunakan bahasa assembly untuk ditampilkan pada penampil 7-segment. Sound level meter hasil rancangan ini dapat digunakan untuk mengukur tingkat intensitas bunyi hingga 105,3 dB, dengan kesalahan relatif maksimum sebesar 2,9

    Penentuan Tinggi dan Waktu Tempuh Penjalaran Gelombang Tsunami Menggunakan Model Numerik Linier Tunami N1 di Pantai Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman Sumatera Barat

    No full text
    Penelitian ini difokuskan untuk menentukan tinggi dan waktu tempuh serta visualisasi penjalaran gelombang tsunami dari pusat pembangkitan sampai kawasan pantai menggunakan model numerik linier TUNAMI N1. Dalam penelitian ini digunakan tiga model skenario penjalaran gelombang tsunami yaitu untuk magnitudo (Mw) 7,5, 8,0 dan 8,5 dengan titik koordinat gempa 99,3 BT dan 3,3 LS. Hasil penelitian di Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman menyatakan bahwa terjadi penurunan muka air laut setelah terjadinya gempa besar sebelum gelombang tsunami sampai di titik tinjauan. Tinggi gelombang tsunami paling besar dihasilkan pada skenario pemodelan Mw 8,5. Daerah yang mengalami tinggi gelombang paling besar adalah Ketaping (4,50 m), selanjutnya disusul oleh Pariaman Tengah (3,85 m) dan terakhir Sungai Limau (3,09 m). Waktu tempuh penjalaran gelombang tsunami dari pusat pembangkitan ke titik tinjau pasang surut paling cepat dihasilkan pada pemodelan skenario Mw 8,5. Daerah yang paling cepat dihantam gelombang tsunami setelah terjadinya gempa adalah Ketaping (2545 detik), selanjutnya disusul oleh Pariaman Tengah (2659 detik) dan terakhir di Sungai Limau (3057 detik

    207

    full texts

    245

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmu Fisika (JIF)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇