E-JOURNAL PORTAL SYSTEM KH. A. WAHAB HASBULLAH UNIVERSITY
Not a member yet
2615 research outputs found
Sort by
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Android Berorientasi Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Materi Induksi Matematika
ABSTRACT
The aim of this research is to determine the feasibility of Android-based learning media oriented towards students' critical thinking in mathematics induction material. This research uses the ADDIE development model. The data analysis technique used is quantitative descriptive analysis technique. The results of data analysis from material experts, namely mathematics subject teachers, obtained 90% included in the valid criteria and validation from media experts, namely Mathematics Education Lecturers) obtained 87.5% included in the valid criteria. Meanwhile, in the results of the questionnaire analysis of student responses, it was found that at least 75% or more students responded in the yes category for each aspect responded to which was included in the practical criteria. These results indicate that Android-based learning media is oriented towards students' critical thinking skills in mathematics induction material and is feasible and has received a positive response from students, which means that students are enthusiastic and interested in using Android-based learning media and that Android-based learning media can help students in receive learning materials.
KEYWORDS: development, learning media, critical thingking
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kelayakan dari media pembelajaran berbasis android beroerientasi berpikir kritis peserta didik pada materi induksi matematika. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Teknik analisis data yang digunakan adalah Teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data dari ahli materi yaitu dengan guru mata Pelajaran matematika diperoleh 90% termasuk dalam kriteria valid dan validasi ahli media yaitu dengan Dosen Pendidikan Matematika diperoleh 87,5% termasuk dalam kriteria valid. Sedangkan pada hasil analisis angket respon peserta didik diperoleh minimal 75% atau lebih peserta didik merespon dalam kategori iya untuk setiap aspek yang direspon yang termasuk dalam kriteria praktis. Hasil ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis android berorientasi kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi induksi matematika layak dan mendapat respon positif dari peserta didik yang berarti peserta didik antusias dan tertarik dalam menggunakan media pembelajaran berbasis android serta media pembelajaran berbasis android ini dapat membantu peserta didik dalam menerima materi pembelajaran.
KATA KUNCI: pengembangan, media pembelajaran, berpikir kriti
Designing M – RIES (Mental Retardation’s English Vocabularies) As Learning Media For Mild Mental Retardation Students
ABSTRACT
English is a part of the curriculum in Indonesian schools and universities, even English is used as the extra lessons and programs developed in inclusive schools or local content specifically provided as the student’s knowledge of the language. The objective of the research is to designing M – RIES (Mental Retardation English Vocabularies) as learning media for mild mental retardation students. The researcher used Research and Development (R&D) methods. In this research procedure adapts ADDIE model that consist of five stages. Those are: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The researcher used observation and questionnaire to collect the data. This media has been validated by 4 experts before being implemented to the students. The result of the material experts validator obtained 82,5% and 90% in the “Strongly Agree” category. In addition, the result of media experts validator obtained 89,4
% and 96,4% that was also include in “Strongly Agree” category. The researcher conducted trials on 4 mild mental retardation students at SMALB Tunas Harapan 1 Tembelang. The result of implementation obtained 95% were in “Very Good” category. By having those results, this M – RIES media is feasible to be used as learning media for mild mental retardation students.
Key words: Learning Media, Mild Mental Retardation, M – RIES, R&D, Vocabularies
ABSTRAK
Bahasa Inggris menjadi bagian dari kurikulum di sekolah-sekolah dan universitas di Indonesia, bahkan bahasa Inggris digunakan sebagai pelajaran tambahan dan program-program yang dikembangkan di sekolah inklusif atau muatan lokal yang disediakan secara khusus untuk pengetahuan bahasa siswa. Tujuandaripenelitianiniadalahmerancang M – RIES (Mentall Retardation English Vocabularies) sebagai media pembelajaran untuk siswa dengan keterbelakangan mental ringan. Peneliti menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (R&D). Dalam prosedur penelitian ini, digunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Peneliti menggunakan observasi dan kuesioner untuk mengumpulkan data. Media ini telah divalidasi oleh 4 pakar sebelum diimplementasikan kepada siswa. Hasil dari validator ahli materi didapatkan sebesar 82,5% dan 90% dalam kategori "Sangat Setuju". Selain itu, hasil dari validator ahli media didapatkan sebesar 89,4% dan 96,4% yang juga termasuk dalam kategori "Sangat Setuju". Peneliti melakukan ujicoba pada 4 siswa tunagrahita ringan di SMALB Tunas Harapan 1 Tembelang. Hasil implementasi didapatkan sebesar 95% dalam kategori "Sangat Baik". Dengan hasil tersebut, media M – RIES ini layak digunakan sebagai media pembelajaran bagi siswa dengan keterbelakangan mental ringan.
Kata kunci: Kosakata, M – RIES, Media Pembelajaran, Tunagrahita ringan, R&
Pengembangan Modul Ajar PAI Elemen Aqidah Fase E Kurikulum Merdeka
ABSTRAC
This research is motivated by the fact that the implementation of the Independent Curriculum in the field still faces various challenges, especially in terms of developing teaching modules that are in accordance with the principles of the Independent Curriculum. This is because the government is currently changing the education paradigm from focusing on the role of teachers to emphasizing students through the implementation of the Independent Curriculum. This research aims to develop a PAI Teaching Module for Aqidah Elements Phase E of the Independent Curriculum as a solution to overcome this problem. The method used in this research is R&D by applying the Borg & Gall model. The subjects in this research are phase E students. The instruments used are questionnaires and questionnaires. The type of data analyzed produces qualitative data in the form of determining problems, input from material experts and media experts and quantitative in the form of questionnaires including the development of teaching materials in the form of PAI Teaching Modules. Elements of Aqidah Phase E of the Independent Curriculum. Based on a validity test using a questionnaire for material experts and media experts, the teaching module developed achieved a very valid feasibility level with an average of 78.75% from material experts and 99.17% from media experts.
KEYWORDS: Development of Teaching Modules, Aqidah Elements, Independent Curriculum.
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh implementasi Kurikulum Merdeka di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal pengembangan modul ajar yang sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Hal ini dikarenakan pemerintah saat ini mengubah paradigma pendidikan dari fokus pada peran guru menjadi penekanan pada peserta didik melalui penerapan Kurikulum Merdeka. Penelitia ini memiliki tujuan untuk Mengembangkan Modul Ajar PAI Elemen Aqidah Fase E Kurikulum Merdeka sebagai solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah R&D dengan menerapkan model Borg & Gall. Subjek dalam penelitian ini yaitu peserta didik fase E. Instrument yang digunakan berupa angket dan kuesioner, adapun jenis data yang dianalisis menghasilkan data kualitatif yang berupa menentukan permasalahan, masukan dari ahli materi dan ahli media dan data kuantitatif berupa angket diantaranya pengembangan bahan ajar berupa Modul Ajar PAI Elemen Aqidah Fase E Kurikulim Merdeka. Berdasarkan uji validitas menggunakan angket kepada ahli materi dan ahli media, modul ajar yang dikembangkan mencapai tingkat kelayakan sangat valid dengan rata-rata 78,75% dari ahli materi dan 99,17% dari ahli media.
KATA KUNCI: Pengembangan Modul Ajar, Elemen Aqidah, Kurikulum Merdek
Gaya Kepemimpinan Kyai Pondok Pesantren Jannaturroichan Jombang dalam Membentuk Kemandirian Santri
This research discusses the Kyai's leadership style in improving the quality of Islamic education by forming independent students. Like at the Jannaturroichan Islamic Boarding School, the santri at the Jannaturroichan Islamic Boarding School, in all aspects of needs within the scope of the Islamic Boarding School, are almost all run by the Santri independently. The author used descriptive qualitative research, by conducting observations, interviews and documentation at the Jannaturroichan Peterongan Islamic Boarding School, Jombang, so that the conclusion was that; The leadership style used by KH Yunus Roichan at the Jannaturroichan Islamic Boarding School is a paternalistic religious leadership style, he in the process of educating the students uses an interactive style between him and the students, and applies Islamic religious values by following the leadership style that has been exemplified by Prophet Muhammad SAW
Konsep Epistemologi Bayani, Irfani dan Burhani dalam Filsafat Pendidikan Islam
Bayani's epistemological concept also emphasizes understanding texts and traditions, with the Koran and hadith as the main sources of knowledge. Irfani focuses on discovering the mystical aspects of knowledge and personal experience, while Burhani emphasizes rationality and logical reasoning, providing inspiration for the concept of this type of Islamic education, while Bayani and Irfani into the overall process and approach. Burhani elements examine This integration provides students with the benefit of a comprehensive and in-depth understanding of Islam while fostering the development of critical and analytical thinking skills. The importance of these concepts is that Islamic education requires a holistic approach that includes elements of Bayani, Irfani and Burhani in the learning process. This integration allows students to simultaneously gain a comprehensive and in-depth understanding of Islam and foster the development of critical and analytical thinking skills. This article makes an important contribution to understanding the theory and practice of Islamic education through the study of fundamental epistemological concepts. The practical implications of this research will help develop more effective curricula and teaching methods in the context of Islamic education.
Keywords: Education, Epistemologi, Islam
Â
Abstrak
Konsep epistemologis Bayani juga menekankan pada pemahaman teks dan tradisi, dengan al-Qur'an dan hadis sebagai sumber utama ilmu pengetahuan. Irfani berfokus pada penemuan aspek mistik pengetahuan dan pengalaman pribadi, sedangkan Burhani menekankan pada rasionalitas dan penalaran logis, memberikan inspirasi bagi konsep pendidikan Islam jenis ini, sedangkan Bayani dan Irfani ke dalam keseluruhan proses dan pendekatan. unsur Burhani memeriksa Integrasi ini memberikan siswa manfaat pemahaman Islam yang komprehensif dan mendalam sekaligus menumbuhkan pengembangan keterampilan berpikir kritis dan analitis. Pentingnya konsep-konsep tersebut Pendidikan Islam memerlukan pendekatan holistik yang memasukkan unsur Bayani, Irfani dan Burhani dalam proses pembelajaran. Integrasi ini memungkinkan siswa secara bersamaan memperoleh pemahaman Islam yang komprehensif dan mendalam serta menumbuhkan pengembangan kemampuan berpikir kritis dan analitis.Artikel ini memberikan kontribusi penting dalam memahami teori dan praktik pendidikan Islam melalui kajian konsep-konsep epistemologis mendasar. Implikasi praktis dari penelitian ini akan membantu mengembangkan kurikulum dan metode pengajaran yang lebih efektif dalam konteks pendidikan Islam.
Kata Kunci: Pendidikan, Epistemologi, Isla
Pengaruh Digital Marketing dan Brand Ambassador Terhadap Perilaku Konsumtif
NCTzen/Sijeuni merupakan nama fandom resmi yang diberikan oleh NCT pada tahun 2017, konsep yang unik membuat boygrup NCT cepat dikenal oleh penggemar. Indonesia pun dicatat menjadi negara dengan penggemar K-pop berjumlah besar. Tingginya antusiasme penggemar NCT tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan sikap fanatisme dan perilaku konsumtif pada penggemar K-pop. Tujuan dari riset ini menjelaskan apakah digital marketing dan brand ambassador berpengaruh terhadap perilaku konsumtif penggemar K-pop dalam grup Sijeuni_Kediri. Metode penelitian kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda, melalui uji asumsi klasik Populasi 91 anggota yang tergabung dalam grup Sijeuni Kediri. Pengumpulan data melalui Observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Hasil Penelitian ini: 1) Digital marketing tidak berpengaruh terhadap perilaku konsumtif penggemar K-pop. 2) Brand amabassador berpengaruh terhadap perilaku konsumtif penggemar K-pop. 3) digital marketing dan brand ambassador berpengeruh secara bersama-sama terhadap perilaku konsumtif
Konsep Dasar Penerjemahan Bahasa Arab
Penerjemahan adalah kegiatan memindahkan makna teks dari bahasa sumber ke bahasa sasaran, proses ini melibatkan pemahaman mendalam terhadap teks asli, serta penerapan pengetahuan tata bahasa, sintaksis, dan aspek budaya kedua bahasa. Ada berbagai jenis penerjemahan, antara lain penerjemahan pragmatis, puitis, etnografi, terjemahan adaptasi, dan komunikatif, yang masing-masing mempunyai fokus dan tujuan tertentu. Proses penerjemahan juga dapat dilakukan secara manual oleh manusia atau menggunakan teknologi penerjemahan otomatis yang memerlukan penyuntingan oleh penerjemah manusia untuk menjamin keakuratan terjemahan. Penerjemahan melibatkan tiga komponen utama, yaitu bahasa sumber, bahan teks tertulis, dan bahasa sasaran. Proses penerjemahan diawali dengan membaca dan memahami keseluruhan isi dokumen yang akan diterjemahkan. Ada beberapa sub bab yang dibahas dalam penelitian ini antara lain pengertian dan hakikat penerjemahan, macam-macam dan model-model penerjemahan, syarat-syarat dan sikap penerjemah yang baik, proses dan langkah-langkah penerjemahan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali sebuah pengetahuan tentang konsep dasar penerjemahan. Dengan melakukan analisis terhadap buku dan jurnal-jurnal ilmiah agar dapat menyimpulkan menjadi penelitian yang baik
Analisis Kajian Linguistik Modern dalam Pembelajaran Bahasa Arab
This research aims to study and analyze modern linguistic studies in Arabic language learning. This research is a type of library research, the data in this research are journals, articles, websites and books that discuss modern linguistics from the aspects of meaning, objects, objectives, scope and benefits of studying modern linguistics. This research is a library research study, so the data analysis technique used in this research is content analysis technique and the data is presented in a qualitative descriptive manner. The results of this research are that linguistics is a science that studies and examines language, sounds, human signals related to language phenomena, then the scope of study of modern linguistics is first, phonology, where language is a spoken form, not written. Second, morphology is a science that studies the methods of word formation and the verbal changes that occur in these words. The third is semantics, namely the science that studies meaning and examines the branch of linguistics that is related to the theory of meaning. Fourth is syntax, which is the study of how to form sentences from different words. Then the benefits of linguistic theory in developing Arabic language teaching such as sociolinguistics, contrastive and psycholinguistics. The role of linguistics in developing Arabic language teaching is an important tool for determining language teaching targets and explanations, because linguistics is a tool used by language teachers to describe and analyze language which of course will help the language teaching process. A good learning process always starts with a thorough plan. Careful planning will show optimal results in learning. Planning is the process of preparing something that is carried out to achieve predetermined goals
The Implementation of Criterion Referenced Test Approach in Analysis of Student Learning Outcomes at Madrasah Ibtidaiyah
Criterion Referenced Test (PAP) establishes specific standards that students must meet, providing objective evaluations and helping teachers identify which students need remedial support. PAP ensures that all students achieve the required basic competencies. This research describes the application of PAP in analysing Arabic language scores at the Madarah Ibtidaiyah level. Utilizing a qualitative approach with descriptive research, data was collected through unstructured interviews with the school principal and Arabic teacher, as well as observations of student grades. Data analysis involved organizing data by research objectives and interpreting findings accordingly. The study found that PAP facilitates teachers in conducting grade corrections or remedial actions when students fail to meet the set criteria, which is a minimum of 33% or a grade C. The student’s raw Arabic scores are converted to a letter scale, revealing cases where students did not meet the minimum score, necessitating remediation. At MI Miftahul Huda, PAP is used with a letter scale conversion to evaluate grade 4 students' Arabic language performance, with a minimum criterion set at 55% (grade C). This approach simplifies the implementation of remedial measures for students not achieving passing grades and proves effective in tracking student progress
Analisis Kesalahan Sintaksis dalam Membaca Teks Arab pada Siswa serta Alternatif Peningkatan Kualitas Pembelajaran Bahasa Arab di Sekolah
Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan oleh anggota komunitas untuk berhubungan satu sama lain. Salah satu bahasa Semit yang masih aktif digunakan hingga saat ini adalah bahasa Arab. Status bahasa Arab sebagai bahasa yang dipilih Allah untuk Al-Qur'an dan sebagai bahasa agama menjadikannya tetap relevan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif untuk menganalisis kesalahan sintaksis dalam pembelajaran bahasa Arab, khususnya pada siswa kelas 8 MTs H. Agussalim Gudo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan I’rab, meliputi Rafa’, Nashab, Jer, dan huruf, sering terjadi pada siswa. Kekurangan dalam pemahaman I’rab pada teks Arab ditemukan sebagai masalah yang signifikan, mengingat pentingnya bahasa Arab dalam sistem pendidikan di Indonesia, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab, antara lain melalui pelatihan guru, penggunaan metode pengajaran yang bervariasi, peningkatan latihan membaca, penyediaan materi ajar yang relevan, kelas tambahan, penggunaan teknologi dalam pembelajaran, serta monitoring dan evaluasi berkala