E-JOURNAL PORTAL SYSTEM KH. A. WAHAB HASBULLAH UNIVERSITY
Not a member yet
2615 research outputs found
Sort by
ANALISA KEKERASAN PISAU HASIL UKM PANDAI BESI PADA PROSES PERLAKUAN PANAS
Proses perlakuan panas yang dilakukan di UKM pandai besi masih sederhana dengan menggunakan pendingin air biasa. Hal ini berakibat pisau menjadi mudah retak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur perlakuan panas dan media pendingin terhadap kekerasan pisau hasil UKM pandai besi. Rancangan percobaan menggunakan metode faktorial L16. Analisa data menggunakan Two Way Anova. Variabel bebas yang divariasikan ialah temperatur (100, 200, 300, 400 °C) dan media pendingin (udara, air biasa, oli, air kapur), sedangkan variabel terikat penelitian ini adalah kekerasan pisau. Pengambilan data kekerasan menggunakan alat uji rockwell sebanyak 6 data tiap spesimen uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh variasi temperatur dan media pendingin terhadap kekerasan pisau. Rata-rata nilai kekerasan tertinggi sebesar 59 HRC diperoleh pada variasi temperatur 400° C dengan mengunakan pendingin air kapur. Peningkatan temperatur perlakuan panas akan meningkatkan kekerasan pisau.
Kata Kunci: Kekerasan, temperatur, perlakuan panas, pandai besi, anov
KEPALA SEKOLAH SEBAGAI MANAJER SATUAN PENDIDIKAN
Kepala sekolah adalah guru yang diberi tugas untuk memimpin dan mengelola satuan pendidikan dalam rangka mewujudkan visi, misi, dan tujuan dari lembaga satuan pendidikan. Seorang kepala sekolah belum tentu cukup untuk mengemban tugas manajer yang rumit dan besar ini. Karena setelah diangkat, kepala sekolah yang baru akan bekerja sambil banyak belajar. Akan dirasakan betapa sulitnya melaksanakan tugas, karena banyak yang harus dipelajari dalam kaitannya dengan sikap, pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengelola sekolah secara efektif termasuk kemampuan manajerial. Dengan kepemimpinannya kepala sekolah diharapkan dapat menghantarkan satuan pendidikan atau membawa organisasi tersebut kearah keberhasilan pencapaian tujuannya yang meliputi 8 standar nasional pendidikan. Bahwa pemimpinlah yang harus bertanggung jawab atas kegagalan pelaksanaan suatu pekerjaan. Hal ini merupakan suatu ungkapan yang menggambarkan betapa pentingnya kedudukan, peran, fungsi dari kepala sekolah sang pemimpin manajer dalam suatu organisasi satuan pendidikan.
Kata Kunci : Kepala Sekolah, Manajer, Satuan Pendidikan  
ISLAM NUSANTARA DI TINJAU DARI ASPEK POLITIK ISLAM
Istilah Islam Nusantara memberikan pengertian bukan pada penambahan ajaran yang baru dalam Islam, melainkan memperkenalkan hubungan nilai-nilai ajaran Islam yang universal masuk dan meresap pada budaya dan adat istiadat masyarakat Indonesia. Akulturasi nilai-nilai Islam dan budaya lokal melahirkan karakteristik masyarakat Islam yang toleran terhadap perbedaan suku, etnis, agama dan budaya, harmonis, egaliter, dan sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan. Nilai-nilai ini yang kemudian menjadi perekat kuat dalam melahirkan perjuangan politik berupa kemerdekaan 17 Agustus 1945. Nilai-nilai tersebut menjadi penting untuk selalu dipelihara dan dijaga bersama oleh seluruh komponen masyarakat dan bangsa Indonesia.
Kata Kunci: Islam Nusantara, Nilai-Nilai, Akulturasi
INOVASI MODEL PINJAMAN DANA BERGULIR SEBAGAI STIMULAN MELALUI TRANSAKSI QORDHU-HASAN PADA UMKM
Penelitian ini bertujuan untuk mengimplematasikan dana bergulir kepada kelompok pelaku ekonomi kreatif pendanaan (UMKM). Metode penelitian adalah participatory action research (PAR) melalui eksperimen dengan analisis analisis data secara deskripsi mendalam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terjadi stimulan dana diberikan kepada kelompok sasaran hingga penelitian ini berlangsung sudah 3 kali putaran. Setiap putaran memerlukan waktu 10 minggu untuk melunasi dana pinjaman tanpa dibebani bunga dan biaya apapun, bersamaan dengan pengembalian semua anggota kelompok sasaran wajib menabung semampunya yang sebagai satu-satu sebagai indikator pertumbuhan ekonomi dalam riset ini. Putaran I, II dan III pertumbuhan ekonomi berturut-tururt 16,15%, 33,85% dan 61,54% dari total dana pinjaman. Disamping itu, aplikasi dari transaksi model qordhu hasan ini terbentuk teknologi tepat guna yang diberi nama QH-9Kj, yakni qordhu hasan pada tujuh kesepakatan jumlah anggota kelompok, jumlah pinjaman, jumlah pengembalian, jumlah kelompok, jumlah waktu pengembalian (misalkan per pekan), jumlah tabungan berdasarkan laba yang diperoleh, jumlah penarikan tabungan, jumlah pinjaman untuk putaran berikutnya dan esepakatan jumlah mengisi uang suka rela tanpa ditentukna dan (2) ‘intervensi’ produksi halal dan baik dengan melakukan penyuluhan; yang hasilnya 89% mengalami kepuasan dan melaksanakan apa yang telah disekati bersama untuk melakukan pengelolaan produksi yang halal dan baik.
Saran penelitian ini adalah memerlukan analisis yang mendalam dan aksi secara optimal dengan visi-misi: ‘jangan isi iuran jika terpaksa, isilah iuran dengan lapang dada’.
Keyword: stimulasi, dana pinjaman, pertumbuhan ekonomi dan UMKM
Model ‘smart’ CSR yang Inovatif Melalui Kemitraan
‘Smart’ CRS (corporate social responsibility) merupakan model inovasi sebagai hasil ‘revisi’ model CSR atas dasar temuaan hasil riset. Tujuan penelitian ini adalah melakukan revitalisasi model CSR berdasarkan hasil temuan-temuan saat melakukan penelitian. Metode penelitian adalah aplikasi pendidikan, pelatihan dan pendampingan (P3) pada kelompok usaha ekonomi kreatif dengan motode analisis adalah statistik deskriptif dan swot.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa revisi model pelaksanaan CSR masih belum sesuai dengan fungsinya. Indikatornya adalah pelasakanaan CSR memberikan bentuk bantuan tunai kepada kelompok sasaran yang ditentukan perusahaan, kelurahan, pemberian bantuan secara sepontan. Kemudian, dengan implentasi ‘smart’CSR, hasilnya menunjukkan bahwa revitalisasi model implementasi menunjukkan nilai postif yang diindikasikan oleh 90% kelompok saaran menerima dengan program P3 dan kemitraan yang dilakukan dengan pelaku ekonomi kreatif (pedang atau petani tanaman non padi) yang menunjukkan bahwa stimulan dana dapat mendorong pengembangan usaha. Sedangkan hasil analisis swot, hal-hal yang dominan dalam melakukan kemitraan pada sisi kekuatan adalah semangat untuk maju dan berkembang usaha dengan ‘amanah’ stimulan dana usaha, sisi kelemahan khususnya sektor pertanian adalah keengganan melakukan usahatani secara berkelanjutan karena tanah yang mereka miliki dijual, sisi ancaman adalah kelompok sasaran menjadi buruh tani di tanahnya sendiri, sedangkan sisi peluang adalah semangat untuk berkembang dan mandiri.
Rekomendasi dari hasil tersebut ‘smart’CSR akan dapat berkelanjutan melalui P3.
Keyword: model pendidikan, pelatihan, pendapingan dan ‘smart’CSR
JURNAL LONTARA IMAM LAPEO SEBAGAI BAHAN AJAR
Imam Lapeo merupakan salah satu dari tujuh wali (wali pitu) adalah tokoh agama yang menganjurkan dan mengajarkan Islam di Mandar, Sulawesi Barat. Beliau memiliki banyak peninggalan berupa catatan pribadi semacam jurnal pribadi atau buku diari (lontara bilang’). Jurnal Imam Lapeo ini disebut juga lontara bilang’ karena huruf lontar yang digunakan. Jurnal Imam Lapeo berupa lontar yang ditulis dalam bahasa Arab Serang yang memiliki arti dalam bahasa Mandar dan lontar Bugis. Menurut kerabat Imam Lapeo jurnal beliau berisi catatan-catatan perjalanan hidup Imam Lapeo selama beliau menjadi Imam di Lapeo dan kadhi (hakim) di Tappalang, Mamuju sekaligus tulisan tentang ilmu-ilmu agama dan cara beliau menyelesaikan masalah-masalah keagamaan di Mandar khususnya, Sulawesi umumnya. Diperlukan penelitian bentuk filologi, filologi adalah ilmu tentang bahasa, kebudayaan, pranata, dan sejarah suatu bangsa sebagaimana terdapat dalam bahan-bahan tertulis. Filologi merupakan ilmu yang mempelajari naskah – naskah manuskrip, biasanya dari zaman kuno. Penelitian ini merupakan filologi, peneliti akan menggali naskah kuno Imam Lapeo dalam bentuk tulisan lontar dan arab serang. Kerja lapangan (Fieldwork) bertujuan menggali sebanyak mungkin informasi di lapangan yang bisa dihubungkan dengan isi jurnal Imam Lapeo yaitu dengan wawancara, diskusi, observasi juga dokumentasi. Sehingga analisis data penelitian ini adalah transfer tulisan Imam Lapeo kedalam bahasa Indonesia atau Inggris lalu publishing (buku ajar) . Hasil penelitian naskah kuno Imam Lapeo sangat penting digunakan untuk kajian islam, sejarah, dan antropologi. Selain itu, penelitian ini bisa dijadikan sebagai bahan ajar di kampus untuk pengembangan karakter bangsa.
Kata kunci: Imam Lapeo, Jurnal, Lontar, Filologi, bahan ajar
ANALISIS SENTIMEN MENGGUNAKAN METODE NAÃVE BAYES CLASSIFIER PADA ANGKET MAHASISWA
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis sentimen berupa data angket mahasiswa untuk mengetahui kepuasan mahasiswa dalam proses pendidikan. Analisis sentimen adalah proses klasifikasi dokumen dan dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga bagian, yaitu kelas positif, negatif dan netral. Klasifikasi sangat penting dalam pencarian dokumen bagi pengguna. Proses klasifikasi diawali dengan membagi koleksi dokumen menjadi data latih dan data uji. Data latih digunakan metode naïve bayes classifier sehingga diperoleh model klasifikasi untuk penentuan kelas pada data uji. Metode naïve bayes classifier adalah metode yang berdasarkan probabilitas dan teorema bayesian. Metode ini digunakan untuk mengklasifikasikan hasil data opini mahasiswa yang dituliskan pada form kepuasan angket mahasiswa terhadap dosen sehingga menghasilkan klasifikasi secara otomatis yang diinginkan. Hasil penelitian ini digunakan untuk menentukan klasifikasi dari data angket mahasiswa sehingga data mudah terbaca. Klasifikasi metode ini mempunyai tingkat precision 75%, recall 75% dan akurasi 80%.
Kata Kunci: Analisis Sentimen, Naïve Bayes Classifier, Angket Mahasisw
EFEKTIVITAS COOPERATIVE LEARNING TIPE PAIR CHEK PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN
Abstract
In studying the concept of biology is not only enough to memorize it but it is necessary to have a direct learning experience by linking between the subject matter obtained with real life everyday. Lecturers no longer act as a learning resource that always convey materials to the students and make presentations, but acts as a mentor and facilitate for students willing and able to learn. Students are not regarded as a learning object that can be restricted and organized according to the lecturers' wishes, but students are placed as subjects who can learn according to their talents, interests, and abilities. Lecturers are required to be creative and innovative in developing also apply learning tools in accordance with the learning style and characteristics of the students. Where lecturers should be able to determine the appropriate learning model in teaching, so that there is an active interaction between students, lecturers with students, and students with the environment. Learning Cooperative learning can make it easier for students to learn. Students will describe the digestive system, so that the learning experience that students get through the activities during the learning will improve students' understanding. The method used in the research using experimental method with the design of One Group Pratest-Postest Design. From the analysis of the development of pretest and posttest values, in this study showed an increased posttest score, student response analysis of the Cooperative Learning Type Pair Chekk show students are motivated to follow the learning.
Keywords: Effectiveness, cooperative learning, Pair Check mode
SELF-ESTEEM DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Self-Esteem in Mathematics Education
ABSTRAK
Tumbuhnya perasaan aku bisa dan aku berharga merupakan inti dari pengertian self-esteem. Self-esteem dapat berpengaruh pada prestasi belajar siswa, oleh karena itu self-esteem merupakan salah satu aspek afektif yang harus dimiliki oleh siswa. Self-esteem siswa ditentukan oleh seberapa besar siswa merasa bahwa dirinya berharga, seberapa besar siswa menyukai dirinya sendiri dan semakin positif self-esteem yang dimiliki siswa maka akan semakin tinggi juga prestasi yang akan diraih. Self-esteem matematis dalam artikel ini dapat diartikan sebagai penilaian siswa terhadap dirinya sendiri tentang kemampuan, keberhasilan, kemanfaatan dan kebaikan diri mereka sendiri dalam matematika. Guru mempunyai peran yang penting dalam pembentukan self-esteem matematis siswa dalam pembelajaran matematika. Jika siswa memiliki self-esteem matematis yang tinggi maka siswa akan lebih menyenangi pelajaran matematika dan dapat menyelesaikan masalah matematika dengan baik. Dengan demikian tidak akan ada siswa yang merasa dirinya tidak mampu lagi dalam menyelesaikan masalah matematika, serta dapat meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya dalam pelajaran matematika.
Kata kunci: pembelajaran matematika, self-esteem, self-esteem matematis.
ABSTRACT
Self-esteem is referred to as the growth of “I can and I am worthy†feeling. Self-esteem can determine students’ achievement. Therefore self-esteem is one of the affective aspects which should be possessed by students. Students’ self-esteem is determined by whether the students feel that they are worthy, how much the students like themselves. The higher the self-esteem, the higher the students’ achievement gets. Self-esteem in mathematics education in this paper will be defined as how the students assess themselves regarding their ability, success, usefulness, and their goodness in mathematics. Teacher plays an important role in increasing students’ mathematic self-esteem in mathematics education. If student have a high level of mathematics self-esteem, student will be more attracted to mathematics and are able to solve mathematical problems easily. Hence, students will be able to solve mathematical problem and further improve their achievement.
Key words: mathematics education, self-esteem, mathematics self-esteem
Studi tentang Kesulitan Belajar Siswa dan Usaha Penanggulangannya di MTs Al-Ihsan Kalikejambon Tembelang Jombang Tahun 2015/2016
ABSTRACT
Talking about the issue of education, however the form of education, both education in general and Islamic education in particular will not be separated by the process of teaching and learning. In every school of all kinds and degrees must have students with learning difficulties. In anticipating the emergence of such obstacles or learning difficulties, the person responsible for the education is expected to make an attempt to anticipate or at least reduce the incidence of learning difficulties. The efforts undertaken to overcome student learning difficulties by: forming study groups, holding meetings or lectures, providing guidance and counseling, complete school equipment, improve teaching methods.
KEYWORD: Learning Difficulties, student effort, student
ABSTRAK
Membicarakan tentang masalah pendidikan, bagaimanapun bentuknya pendidikan itu, baik pendidikan pada umumnya maupun pendidikan Islam pada khususnya tidak akan terlepas dengan adanya proses belajar mengajar. Di setiap sekolah dalam berbagai jenis dan tingkatan pasti memiliki anak didik yang berkesulitan belajar. Dalam mengantisipasi timbulnya rintangan-rintangan atau kesulitan-kesulitan belajar tersebut, orang yang bertanggungjawab terhadap pendidikan itu diharapkan mampu mengadakan suatu usaha untuk mengantisipasi atau setidak-tidaknya dapat mengurangi timbulnya kesulitan belajar tersebut. Adapun usaha – usaha yang dilakukan untuk menanggulangi kesulitan belajar siswa dengan cara: membentuk kelompok belajar, mengadakan pertemuan atau ceramah, mengadakan bimbingan dan penyuluhan, melengkapi pralatan sekolah, memperbaiki metode mengajar.
KATA KUNCI: Kesulitan Belajar, usaha penanggulan, sisw