E-JOURNAL PORTAL SYSTEM KH. A. WAHAB HASBULLAH UNIVERSITY
Not a member yet
2615 research outputs found
Sort by
Potensi Herbarium untuk Meningkatkan Kreatifitas dan Peluang Bisnis Melalui Digital Marketing
Fakta-fakta tentang dunia cyber yang terus bergerak di bawah bilangan sepersekian detik memang mencengangkan. Sebuah kajian dari (Index, 2017) menyebutkan bahwa ada 132 juta pengguna internet di Indonesia, sementara hampir setengahnya adalah penggila media sosial, atau berkisar di angka 40%. (Index, 2017) juga mengungkap bahwa tercatat ada lebih dari 106 juta orang Indonesia menggunakan media sosial tiap bulannya. Di mana 85% di antaranya mengakses sosial media melalui perangkat seluler. "Pengguna internet di Indonesia didominasi oleh generasi millennial dan generasi Z; generasi yang lahir di era digital, dimana smartphone dan belanja online sudah menjadi bagian dari keseharian mereka. Brand yang ingin terlibat dengan konsumen yang serba terhubung ini perlu memahami hal apa yang mendorong mereka, dan bagaimana menciptakan pengalaman menarik bagi brand, yang bisa dirasakan baik secara online dan offline," ujar Gabrielle Angriani, Communications Manager Tetra Pak Indonesia. "Sosial media memiliki pengaruh besar dalam pertumbuhan bisnis, khususnya bisnis berbasis online di Indonesia. Konten buatan pengguna (user generated content) menjadi semakin penting pada era digital sekarang, yang menyumbang 65% waktu penggunaan media untuk rata-rata konsumen secara global. Selain itu, ulasan konsumen independen menjadi hal kedua terpenting yang dapat mempengaruhi proses pemasaran suatu produk..
Mitra kegiatan pengabdian pada masyarakat pada skema KKN-PPM adalah Karang Taruna dusun Kedung Gabus desa Bandarkedungmulyo. Perkembangan yang cukup pesat akhir-akhir ini serta lokasi yang cukup dekat dengan perbatasan antara kota Kediri, Jombang, Nganjuk. Pemahaman tentang Digital Marketing di desa Bandarkedungmulyo dirasa sangat kurang.
Berdasarkan hasil pengamatan di desa Bandarkedungmulyo Jombang menunjukkan bahwa banyak pemuda pemudi yang masih belum paham tentang pemanfaatan media sosial yang benar. Beberapa hal yang dijumpai di desa bandarkedungmulyo jombang
PREDIKSI TINGKAT KEBERHASILAN STUDI KINERJA SANTRI MENGGUNAKAN ALGORITMA C 5.0
Keberhasilan lembaga pendidikan pesantren dapat diukur dari keberhasilan santrinya. Dengan memprediksi kemungkinan hasil dari proses pembelajaran berdasarkan hasil prediksi dapat membantu suatu lembaga pendidikan pesantren, dengan menyesuaikan faktor-faktor yang berkontribusi dan mempengaruhi tingkat keberhasilan studi kinerja santri. Dan dengan memanfaatkan teknik data mining yang dapat digunakan untuk meningkatkan tingkat keberhasilan dan mengurangi kegagalan santri. hal ini dapat sangat membantu lembaga pendidikan pesantren untuk meningkatkan kecakapan lulusannya, karena data mining merupakan solusi terbaik untuk menemukan pola tersembunyi dan dapat memprediksi tingkat keberhasilan studi kinerja santri. Penelitian ini menyajikan model berdasarkan pohon keputusan klasifikai algoritma C 4.5 yang digunakan dalam model ini dengan tracer study online yang diisi oleh alumni santri, tracer study online ini terdiri dari 12 Pertanyaan yang mencakup bidang, seperti sekolah, status sekolah, jumlah saudara, riwayat sebelum dipondok, kategori pondok, jarak, dan beasiswa merupakan data status sosial santri ketika masih menjadi calon santri yang akan menentukan sekolah menengah atas. Dan data riwayat akademik terdahulu santri yang meliputi rata-rata raport, rata-rata usbn, rata-rata un, prestasi dan level keberhasilan yang paling terkait dan mempengaruhi studi kinerja santri. Dan sebanyak 300 tracer study alumni di kumpulkan dan diimplementasikan kedalam bahasa pemrograman r untuk membangun model ini menggunakan algoritma C 4.5. Dari hasil pengujian menggunakan model tersebut diperoleh akurasi sebesar ............. dan dapat disimpulkan bahwa algoritma C 4.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME MENGGUNAKAN MEDIA BENDA KONKRET UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI GEOMETRI BANGUN RUANG DI SDN KARANGMOJO II
ABSTRACT
Constructivism learning is generative learning, namely the act of creating something meaningful from what is learned. This learning is very suitable for the material of building space using concrete objects media because students can construct their own knowledge from what has been learned. Based on classroom action research conducted at SDN Karangmojo II, there was an increase in student learning outcomes in class V at the second meeting, from 54% of students completing KKM to 88% of students completing KKM. Therefore, it can be concluded that constructivism learning using concrete objects media can actually improve student learning outcomes V on geometry material of space.
Keywords: Konstruktivisme Learning, Media benda konkret, Geometri bangun ruang
ABSTRAK
Pembelajaran konstruktivisme merupakan pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. Pembelajaran ini sangat sesuai pada materi bangun ruang dengan menggunakan media benda konkret karena siswa dapat mengkonstruk sendiri pengetahuannya dari apa yang telah dipelajari. Berdasarkan penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SDN Karangmojo II didapatkan peningkatan hasil belajar siswa kelas V pada pertemuan kedua yaitu dari 54% siswa tuntas KKM menjadi 88% siswa yang tuntas KKM. Oleh karena itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran konstruktivisme menggunakan media benda konkret ternyata dapat meningkatkan hasil belajar siswa V pada materi geometri bangun ruang.
Kata Kunci: Pembelajaran Konstruktivisme, Media benda konkret, Geometri bangun ruan
Implementasi Discovery Learning terhadap Keaktifan Siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Materi Should and Offering di Kelas XI IPS 1 MA Mambaul Ulum Megaluh
ABSTRACT
The purpose of this research is to know the implementation of Discovery learning towards the students’ activeness in English class. The object of this research is 11th grade IPS 1 students in MA Mambaul Ulum Megaluh. It is a descriptive quatitative study which employs observation, questionnaire, and interview as method of collecting data. The result from any observation, quistionaire and interview depict that the students’ activeness is occurred from students’ response towards the material given by their teacher in the class. Most of activeness is influenced by method teacher used. Students’ activeness means students’ responses towards the material, students’ ability to deliver their arguments, and their interaction with their friends. Upon conducting this research, this is expected to be the basis of teacher’s evaluation to enhance teaching skills.
Keywords: discovery learning, active, students
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi metode pembelajaran Discovery Learning terhadap keaktifan siswa pada pembelajaran Bahasa Inggris di kelas. Objek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 1 MA Mambaul Ulum Megaluh. Metode yang digunakan dalam megumpulkan data adalah deskriptif kuantatif melalui observasi, kuisionair dan interview. Hasil dari observasi, kuisionair dan interview terhadap siswa menunjukan keaktifan siswa dalam merespon materi yang diberikan oleh guru di kelas. Keaktifan tersebut sebagian besar dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang di gunakan oleh guru. Keaktifan disini dapat berupa merespon pembelajaran, menyampaikan pendapat dan juga interaksi siswa, selain itu keaktifan siswa dalam merespon materi juga dapat di gunakan sebagai bahan evaluasi dalam memperbaiki pembelajaran yang dilakukan oleh guru tersebut.
Kata kunci: discovery learning, keaktifan, sisw
Pengembangan Eiffel Laundry Ditinjau Dari Aspek Pasar Dan Pemasaran Serta Aspek Teknis
Bisnis yang bergerak di bidang jasa di Jombang yaitu jasa dalam mencuci pakaian. Pemilik usaha ingin mengembangkan bisnis dengan membuat inovasi dibagian aspek pasar dan pemasaran serta pada aspek teknis sistem. Bisnis ini bertujuan untuk memperoleh keuntungan pengembalian modal serta mengembangkan usaha agar usaha ini tetap berjalan dan menjadi bisnis laundry yang terus berkembang. Maka dari itu, dilakukan analisis kelayakan pengembangan bisnis Eiffel Laundry di Jombang. Penelitian ini dilakukan pada November-Desember 2019 dengan teknik pengumpulan data sekunder dengan mengkaji teori dan penelitian terdahulu dan website. Metode yang digunakan dalam Jombang penelitian ini adalah aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan aspek finansial dengan analisis kelayakan bisnis yaitu Payback Period (PP) dan analisis Risiko.
Dalam aspek pasar dan pemasaran bisnis Eiffel Laundry yang memiliki tingkat minat konsumen yang banyak didasarkan pada pasar potensial, pada pasar tersedia tingkat ketersediaan konsumen dalam menggunakan jasa laundry dengan tarif yang telah ditentukan. Pada aspek teknis didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai sehingga mampu memenuhi permintaan demand. Dalam aspek finansial, bisnis layak dijalankan dengan modal sendiri dengan payback period selama 15 bulan 10 hari. Dalam analisis risiko total jumlah persentase risiko dari berbagai aspek memiliki total risiko sebesar 11,67%. Berdasarkan hasil diatas maka dari itu dapat disimpulkan bahwa bisnis layak untuk dijalankan.
Kata kunci: Studi Kelayakan Pasar dan Pemasaran, Investasi dan Analisis Risik
Keunggulan Durian Bido Dalam Pengembangan Agrowisata Durian Wonosalam Jombang
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor faktor yang berpengaruh dan strategi yang tepat dalam mempertahankan keunggulan Durian Bido dalam pengembangan kawasan agrowisata durian Wonosalam. Lokasi penelitian dilakukan di desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam, Kota Jombang. Penelitian ini dilakukan selama (dua) bulan yakni antara bulan Pebruari – Maret 2020 . Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diambil langsung dari lokasi penelitian kawasan agrowisata durian Wonosalam melalui pengamatan langsung di lokasi, wawancara dengan pihak pemerintah, toko masyarakat, dan pengisian kuesioner. Responden yang dipilih 20 orang untuk mengisi kuesioner penelitian sebagai berikut : Pemerintah (5 orang), yaitu Kepala desa dan perangkat, Tokoh Masyarakat (2 orang), Pengelola objek wisata (3 orang). Dan Pengunjung (10 orang). Data sekunder adalah data yang diperoleh melalui instansi terkait dengan penelitian ini, baik tabulasi maupun deskriptif. Metode analisis yang digunakan adalah analisis SWOT dan QSPM. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa alternatif strategi dalam mempertahankan keunggulan Durian Bido dalam pengembangan kawasan agrowisata durian Wonosalam yang tepat adalah Strategi SO yaitu Strategi mempertahankan destinasi Wisata yang ada dengan meningkatkan keunggulan Durian Bido dalam pengembangan agrowisata.dengan jumlah total daya tarik (TAS) sebesar 6,38.. Melakukan penggalian potensi dan tindakan pelestarian varietas Durian Bido dan wisata yang ada sebagai ciri khas yang dimiliki oleh daerah Wonosalam dengan beranekaragam daya tarik yang dimiliki, Mengoptimalkan keunggulan Durian Bido dengan pariwisata tetap bermutu sehingga menarik wisatawan
Mengatasi Problematika Pembelajaran Bahasa Arab melalui Pelatihan dan Permainan Bahasa Arab
Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan di MTs Al Hikmah Pucangsimo Jombang memiliki tujuan: (1) menganalisis kemampuan para siswa dan siswi di MTs Al Hikmah Pucangsimo Jombang. (2) menganilisis peminatan siswa dalam pembelajaran bahasa Arab. (3) menganalisis kurangnya segi pengajaran dan pemahaman siswa terhadap bahasa Arab. Metode pendekatan untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini meliputi metode ceramah,diskusi. Metode yangdigunakan pada kegiatan ini adalah menggunakan metode sosialisasi, pelatihan, dan mediabelajar. Hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat, dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut. (1) memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan serta keterampilan pada peserta didik MTs Al Hikmah Pancangsimo Kabupaten Jombang untuk bisa dalam berbahasa arab. (2) Menumbuhkan semangat pada peserta didik untuk mengetahui kosakata berbahasa arab di MTs Al Hikmah Pancangsimo Kabupaten Jombang dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dimana ada peningkatan keterampilan menggunakan media belajar game
Penerapan Model Cooperative Learning dengan Media Kartu Bergambar terhadap Hasil Belajar Materi Jaringan Hewan Siswa Kelas XI MIA 2 MAN 10 Jombang: Penerapan Model Cooperative Learning dengan Media Kartu Bergambar terhadap Hasil Belajar Materi Jaringan Hewan Siswa Kelas XI MIA 2 MAN 10 Jombang
Abstract
This study aims to determine the learning outcomes of class XI MIA 2 student in MAN 10 Jombang with cooperative learning models. This type of research is quantitative research using one shot case study research design. Class XI MIA 2 research at MAN 10 Jombang. This study shows the average learning outcomes of animal tissue material that is 76,419, after remidial held an average increase to 90,2. While student’s learning completeness is 67% which 67% are in the range of values 66-79% with good criteria. It can be concluded that the cooperative learning model by involving picture card media can help student’s achieve mastery learning.
Keywords : cooperative learning, learning outcomes, animal tissue, picture card
PELAKSANAAN PENDIDIKAN ASWAJA UNTUK MENANGKAL PAHAM RADIKALISME DI UNIVERSITAS KH. A. WAHAB HASBULLAH JOMBANG
Since its inception, Islam which has been growing and developing in Nusantara is Islam Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja). Islam Aswaja which is believed and practiced by Muslims in Nusantara is taught from generation to generation. The establishment of Jam'iyyah Nahdlatul Ulama (NU) is the institutionalization of Islam Aswaja as an effort to protect and teach it to the Muslims in Nusantara from time to time. Islam Aswaja combines three dimensions at once in Islam, namely aqidah, fiqh and Sufism, and principled on the values ​​of tawassuth (moderate), tawazun (balanced), tasammuh (tolerant) and ta'dil (fair). People who believe in and practice Aswaja will have moderate, tolerant and upright views and actions in social life. This paper analyzed the implementation of Aswaja education at KH University. A. Wahab Hasbullah Jombang (Unwaha), a tertiary educational institution affiliated with Jami‘iyah Nahdlatul Ulama. The problem discussed is how Aswaja's education in Unwaha. The results of this study are: First, Aswaja education aims to provide understanding and belief of Aswaja Islam to students, and counteract the understanding of extremism, radicalism and religious liberalism. Second, Aswaja education in Unwaha is carried out with two approaches, namely the learning approach in the form of lectures on Aswaja Thought courses for one semester that must be followed by students of all study programs, and the habituation approach of Aswaja al-Nahdliyah in daily life in the campus environmen
PENGARUH STORE ENVIRONMENT, FASHION INVOLVEMENT, DAN SALES PROMOTION TERHADAP CUSTOMER IMPULSE BUYING
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh store environment, fashion involvement, dan sales promotion terhadap customer impulse buying (Studi pada Konsumen Matahari Sunrise Mall Mojokerto). Penelitian ini dilakukan di Matahari Sunrise Mall Mojokerto. Pengukuran sampel diambil sebanyak 100 orang responden. Nonprobability sampling dengan teknik accidental sampling adalah teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel dalam penelitian ini. Penyebaran kuesioner dilakukan untuk mengukur skala likert dengan jumlah indikator sebanyak 20 . Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan SPSS statistik 21. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil; 1) Store environment secara parsial tidak berpengaruh terhadap customer impulse buying dilihat dari T hitung 0,660 < T tabel 1,661; 2) Fashion involvement secara parsial dan positif berpengaruh terhadap customer impulse buying dilihat dari T hitung 2,790 > T tabel 1,661; 3) Sales Promotion secara parsial dan positif berpengaruh terhadap customer impulse buying dilihat dari T hitung 2,344 > T tabel 1,661; 4) Store environment, fashion involvement, dan sales promotion berpengaruh secara bersama-sama (simultan) dengan signifikan dan positif terhadap customer impulse buying dilihat dari nilai F tabel < F hitung (2,699 < 8,628) dengan koefisien regresi Y = 0,666 + 0,107X1 + 0,362X2 + 0,150X3 + Ò¼. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel store environment ditolak, karena tidak berpengaruh terhadap customer impulse buying yang ada di Matahari Sunrise Mall Mojokerto. Sedangkan variabel fashion involvement dan variabel sales promotion diterima karena berpengaruh terhadap customer impulse buying.
Kata Kunci : Customer Impulse Buying, Fashion Involvement, Sales Promotion, Store Environment