E-JOURNAL PORTAL SYSTEM KH. A. WAHAB HASBULLAH UNIVERSITY
Not a member yet
2615 research outputs found
Sort by
ANALISIS E-LEARNING READINESS (ELR) SEBAGAI INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MAN 3 JOMBANG PADA MASA PANDEMI
The Covid-19 pandemic has had a major impact on changing the learning system in Indonesia, from the face-to-face learning system to distance learning by utilizing e-learning. This research was conducted as an effort to analyze the level of e-learning readiness in learning Arabic at MAN 3 Jombang during the pandemic, in order to determine the effectiveness of the use of e-learning. This research is a descriptive research supported by primary data in the form of numbers, so the approach in this research is quantitative. Data was collected using two techniques, namely observation and distributing questionnaires. The results of the study revealed that the teachers in implementing e-learning in learning Arabic were considered ready. This is based on the achievement of the score on the aspect of personal ability of 79.7%, the aspect of material development and online delivery reaching a value of 80.9%, and the aspect of carrying out online evaluations obtaining a value of 75.6%, so that the three indicators are classified as in good qualification
INTEGRASI MANAJEMEN KURIKULUM SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN DI SEKOLAH
The purpose of this study was to determine the integration of curriculum management in Roushon Fikr Islamic Elementary School Jombang in improving the quality of learning. The locus of this research was taken, because SDI Roushon Fikr is an Islamic educational institution that was present in the era of the industrial revolution 4.0, and is located in the santri city of Jombang as the basis of a large Islamic boarding school in East Java. The research method used is a qualitative descriptive approach, with data mining techniques through observation, interviews, and relevant documentation as secondary data. The results showed that; first, planning the curriculum at SDI Roushon Fikr carefully and structured at the beginning of each year, but still needs to align the process of preparing the lesson plan (RPP), syllabus, and learning tools that are adjusted to the educational calendar and effective week; second, the organization of learning at SDI Roushon Fikr is carried out by representatives of the school in the field of curriculum, through the stage of division of responsibilities for each teacher that is relevant to the field of expertise of each teacher; third, the implementation of the curriculum and the relevance of the quality of learning at SDI Roushon Fikr, starting with opening activities, core activities, and closing activities; fourth, the monitoring and evaluation of the curriculum is carried out by the principal through supervising the school representatives in the curriculum field and the subject teachers in every semester and every year
Minat Pembelian Ulang di Rumah Makan Saat Pandemi Covid-19 (Studi Kasus di Omah Cangkruk Jombang)
Abstrak
Pertumbuhan industri makanan dan minuman sebelum indonesia terdampak pandemic covid-19 mulai menjadi andalan sebagai penopang pertumbuhan ekonomi nasional dan manufaktur. Pada 2019 sektor makanan dan minuman diyakini terus menjadi primadona masyarakat, terutama pada sector industri pariwisata yang mengembangkan wisata kuliner. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor kualitas produk dan higienitas terhadap minat pembelian ulang di Omah Cangkruk. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan 100 orang pembeli di Omah Cangkruk. Penelitian ini menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian secara parsial mengindikasikan kualitas produk, higienitas, harga, lokasi, dan kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap minat pembelian ulang. Sementara itu secara simultan kelima variabel memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat pembelian ulang di Rumah Makan Omah Cangkruk Jombang.
Kata Kunci: Kualitas Produk; Higienitas; Harga; Lokasi; Kualitas Pelayanan; Minat Beli Ulang
Abstract The
The growth of the food and beverage industry before Indonesia was affected by the COVID-19 pandemic began to become a mainstay as a support for national and manufacturing economic growth. In 2019, the food and beverage sector is believed to continue to be the prima donna of the community, especially in the tourism industry sector which develops culinary tourism. The purpose of this study was to analyze the factors of product quality and hygiene on the intention to repurchase at Omah Cangkruk. This study uses purposive sampling with 100 buyers in Omah Cangkruk. This study uses multiple linear regression. The results partially indicate product quality, hygiene, price, location, and service quality have a positive effect on repurchase interest. Meanwhile, simultaneously the five variables have a significant influence on the intention to repurchase at Omah Cangkruk Jombang Restaurant.
Keywords: Product Quality; Hygiene; Price; Location; Service quality; Repurchase Interes
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KOMITMEN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi Pada Modern Bakery): PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KOMITMEN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi Pada Modern Bakery)
The purpose of this study was to analyze the effect of organizational culture and work commitment on employee performance at Modern Bakery. This type of research is quantitative research with survey research methods. In collecting data using purposive sampling technique. The population of this study were employees at Modern Bakery, so the sample in this study was 52 respondents. To analyze the data obtained using the Classical Assumption Test, Multiple Linear Regression and Correlation Coefficient Test using the F test (simultaneous test), T test (partial test). Meanwhile, data collection was carried out through several techniques, namely field studies and lift deployment studies. The results of the research and data processing show that the two independent variables, namely organizational culture and work commitment, simultaneously have a significant effect on employee performance. The correlation coefficient test results show that the R value is 0.864, meaning that organizational culture and work commitment together have a very strong relationship to employee performance. While the results of the coefficient of determination test show that the value of R2 is 0.746, then the value of R2 < 1 means that 74.6% of employee performance at Modern Bakery is influenced by organizational culture and work commitment. While the rest (25.4%) is influenced by other variables outside the study
Pengaruh Waktu Perendaman Air Panas Pada Batang Atas, Tengah dan Bawah Terhadap Pertumbuhan Bud Chip Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas Bululawang.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menentukan lama waktu perendaman yang tepat pada batang tebu bagian atas, tengah dan bawah agar pertumbuhan menjadi seragam. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah B 1 : Batang atas, B 2 : Batang tengah, B 3 : Batang bawah, factor kedua adalah W 1 : Kontrol (0 menit / tanpa perendaman air panas), W 2 : Perendaman air panas selama 15 menit, W 3 : Perendaman air panas selama 30 menit, W 4 : Perendaman air panas selama 45 menit, W 5 : Perendaman air panas selama 60 menit. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Kombinasi perlakuan B1W5 merupakan perlakuan yang memberikan hari berkecambah tercepat, sedangkan kombinasi perlakuan B3W1, B3W2, B3W3, B3W4, dan B3W5 merupakan perlakuam yang menyebabkan hari berkecambah paling lama. Hasil terendah variabel persentase perkecambahan diberikan oleh kombinasi perlakuan B1W5, sedangkan persentase perkecambahan terbaik diberikan oleh kombinasi perlakuan B1W2 dan B2W4. Variabel tinggi tanaman dan jumlah daun yang terbaik diberikan oleh kombinasi perlakuan B1W2 dan B2W4, sedangkan yang terendah diberikan oleh kombinasi perlakuan B3W1.
Kata kunci: Tebu, Bud Chip, Perendaman, Bululawan
Pentingnya Literasi Bahaya Hoax kepada Masyarakat Desa Sidorejo di Era Globalisasi
Advances in technology have had a significant impact on human civilization today. These changes can bring people to a life that is easier and more feasible than before. One of them is in the field of information, it is easier for people to get information through various media, especially the internet. However, behind this convenience and convenience, technological advances have brought quite a crucial problem for the community. The shallow knowledge and critical attitude by the public resulted in a lot of false information or hoax news that spread widely in the community. This hoax phenomenon is not new anymore but has become a global problem, especially in Indonesia. Hoaxes or fake news generally spread faster, especially among the general public because hoaxes are packed with sensational information so that people are more motivated to spread it again. This of course has a large impact on the social life of the community. Therefore, it is necessary to have literacy or counseling to deepen knowledge and a more inclusive understanding of hoaxes so that the public becomes more aware that hoaxes are a fairly crucial problem in the social life of Indonesian people
Pemberdayaan Remaja Produktif melalui Pelatihan Pemanfaatan Tanaman Lokal untuk Pembuatan Hand Sanitizer di Desa Banjarsari Jombang
Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat adalah mampu memanfaatkan tanaman sirih dan jeruk nipis yang ada di lingkungan sekitar, dan membantu masyarakat sasaran membangun kesadaran untuk mencuci tangan sebagai salah satu menghindari penularan dari kuman maupun virus corona. Mitra kegiatan pengabdian pada masyarakat tentang pembuatan hand sanitizer adalah Karang Taruna Desa Banjarsari, Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang. Peserta difokuskan penduduk berusia produktif berjumlah 20 orang. Metode pelatihan berupa ceramah dan diskusi yang dilanjutkan dengan praktek membuat hand sanitizer dari bahan alami. Materi yang diberikan adalah manfaat dari daun sirih dan jeruk nipis untuk sanitasi dan pembuatan hand sanitizer dengan bahan alami, setelah itu dilakukan pendampingan sampai mampu untuk membuat hand sanitizer secara mandiri. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan bahwa peserta pelatihan atau audiens antusias dalam mengikuti kegiatan ini, pertanyaan yang banyak sekali dilontarkan yakni mengenai bahan untuk pembuatan hand sanitizer. Tingkat kepuasan peserta pelatihan adalah sangat puas 83%, puas berkisar 15%, kurang puas 2%, dan tidak puas 0%. Keterlibatan pemuda usia produktif dikarenakan mereka menjadi agen perubahan (agent of changes) dalam lingkungan menjadi strategis. untuk mengembangkan kemampuan untuk memanfaatkan lingkungan. Diharapkan dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat dapat mendorong kreatifitas dan inovasi dari pemuda untuk berperan serta membangun desa dengan memanfaatkan potensi lingkungan desa sekitar
Penerapan Alat Otomatis Hand Sanitizer sebagai Salah Satu Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Desa Kepudoko
Hand Sanitizer merupakan pembersih tangan yang memiliki kemampuan antibakteri dalam menghambat hingga membunuh bakteri. Terdapat dua hand sanitizer yaitu hand sanitizer gel dan hand sanitizer spray. Hand sanitizer gel merupakan pembersih tangan berbentuk gel yang berguna untuk membersihkan atau menghilangkan kuman pada tangan, mengandung bahan aktif alkohol 60%. Hand sanitizer spray merupakan pembersih tangan berbentuk spray untuk membersihkan atau menghilangkan kuman pada tangan yang mengandung bahan aktif irgasan DP 300 : 0,1% dan alkohol 60%. Hand sanitizer yang berbentuk cair atau spray lebih efektif dibandingkan hand sanitizer gel dalam menurunkan angka kuman pada tangan. Banyak hand sanitizer yang berasal dari bahan alkohol atau etanol yang dicampurkan bersama dengan bahan pengental, misal karbomer, gliserin, dan menjadikannya serupa jelly, gel atau busa untuk mempermudah dalam penggunaannya. Gel ini mulai populer digunakan karena penggunaanya mudah dan praktis tanpa membutuhkan air dan sabun. Gel sanitasi ini menjadi alternatif yang nyaman bagi masyarakat.
Desa Kepuhdoko berada di bagian utara Kota Jombang, memiliki kondisi geografis dan sumber daya pertanian yang potensial serta kehidupan warga yang rukun tentram gotong royong. Desa Kepuhdoko terbagi menjadi lima Dusun diantaranya Dusun Doko, Dusun Kepuh, Dusun Semaden, Dusun Kepuhgisik, dan Dusun Sumberjo. Infrastruktur fasilitas umum yang tersedia di Desa Kepuhdoko sudah cukup memadai untuk menunjang kebutuhan dasar masyarakatnya. Untuk memenuhi akses pendidikan bagi masyarakat,dan juga fasilitas kesehatan.
Desa Kepuhdoko memiliki tantangan yang akhir-akhir ini makin maraknya wabah dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Untuk menghindari penyebaran penyakit maka harus menerapkan sistem sanitizer otomatis dengan cara selalu mencuci tangan karena tangan digunakan untuk berinteraksi denga
Penerapan Website Opensid untuk Menginformasikan Profil dan Potensi Desa Banjarsari
Kegiatan ini bertujuan untuk melihat keaktifan dan keterampilan aparatur desa dalam pengoprasian website desa banjarsari. Kegiatan ini dilakukan dengan mendampingi salah satu aparatur desa yang di tunjuk unjuk menjadi admin website banjarsari dalam pengoprasian website desa banjarsari secara mandiri untuk diimplementasikan di dalam website. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pengumpulan data dan pengembangan system. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini telah dilakukan pada bulan Oktober 2020. Kegiatan ini terdiri beberapa tahapan yang sudah dilakukan; Koordinasi dengan mitra,Pengusunan pembuatan website, pelaksanaan program serta pendampingan. Kegiatan pelatihan ini memberikan pengalaman langsung kepada aparatur desa dalam pengoprasian website desa banjarsari. Hasil penilaian keterampilan aparatur desa menunjukkan bahwa 70% peserta pelatihan memiliki keterampilan yang baik ketika pengoprasian website desa banjarsari. Sebanyak 30% peserta pelatihan dalam kategori dengan keterampilan yang cukup baik dimana dipengaruhi oleh usia aparatur desa sekitar 40-50 tahun
Pelatihan Desain Grafis pada Santri sebagai Media Promosi Produk
Santri PPP. Al-Lathifiyyah 1 Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang) belum terampil dalam mendesain/merancang tampilan/gambar yang akan ditawarkan atau dipromosikan serta belum adanya media alternatif untuk meningkatkan kemampuan desain serta promosi santri. Maka kegiatan pengabdian pada masyarakat pada skema PPM perlu dilakukan pelatihan desain grafis pada santri sebagai media promosi produk masa kini. . Hasil penilaian keterampilan santri menunjukkan bahwa 60% peserta pelatihan memiliki keterampilan yang baik ketika merancang dan menyusun media belajar sains berbasis ramah lingkungan. Sebanyak 40% peserta pelatihan dalam kategori dengan keterampilan yang cukup baik dimana dipengaruhi oleh skill dan kebiasaan yang dimiliki