KARYA DOSEN Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
101 research outputs found
Sort by
PENELITIAN PROFIL OLAHRAGAWAN BERPRESTASI INTERNASIONAL CABANG OLAHRAGA KARATE
Abstrak: Keberhasilan olahraga prestasi di kancah internasional diukur melalui perolehan medali yang diperoleh tiap cabang olahraga. Cabang olahraga yang turut menyumbangkan medali adalah karate. Ada banyak faktor yang mempengaruhi pembinaan dan pengembangan olahragawan (karateka) yang berprestasi di tingkat nasional dan internasional. Pembelajaran yang dapat diambi adalah bahwa keberhasilan seorang atlet karate berprestasi internasional dipengaruhi oleh dukungan stakeholder, peranan sumber daya manusia, motivasi olahragawan, peranan induk organisasi dan sarana prasarana
DAMPAK AKTIVITAS OLAHRAGA SOSIAL TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN
Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak olahraga sosial terhadap penurunan kecemasan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah survey epidemologi analitik yang lebih khusus dekenal dengan "Cross-Sectional". Sampel penelitian adalah pelaku olahraga sosial di Kota Malang. Data dikumpulkan dalam bentuk kuesioner. Analisa data dilakukan analisis deskriptif dengan persentase, sedangkan untuk menguji hipotesis penelitian digunakan uji beda mean, dengan teknik Anava. Hasil analisis menunjukan aktivitas olahraga sosial di masyarakat tidak berpengaruh terhadap kecemasan
Pengaruh Pembelajaran pendidikan jasmani menggunakan pendekatan kecerdasan majemuk terhadap prestasi belajar anak usia dini di Jawa Timur
Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kecerdasan majemuk terhadap hasil belajar siswa usia dini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pra eksperimen the static group comparison design, dilakukan di TK, pada bulan Juni-Agustus 2008, populasi adalah TK di kota Pasuruhan, Kediri, Blitar, Malang, Batu, Kabupaten Malang, terdiri dari 36 sekolah TK, sampel diambil sebanyak 12 TK di 3 kota, yaitu Malang, Batu dan Blitar sebanyak 240 orang, Analisis menggunakan anava satu jalur (one way anova), dengan uji F pada taraf signifikansi a = 0.05. Hasil penelitian, Fhit.=3.718 Ftabel=3.871, daya cipta dengan Fhit.=50.957 > Ftabel = 3.871 dan pengembangan jasmani dan kesehatan Fhit.=51.979 > Ftabel = 3.87
TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN GERAK DASAR SISWA TAMAN KANAK-KANAK DI KECAMATAN BAURENO KABUPATEN BOJONEGORO
Perkembangan gerak adalah suatu proses sejalan dengan bertambahnya usia dimana secara bertahap dan berkesinambungan gerakan individu meningkat dari keadaan sederhana, tidak terorganisasi dan tidak terampil kearah penampilan keterampilan gerak yang komplek dan terorganisasi dengan baik, yang pada akhirnya kearah penyesuaian keterampilan menyertai terjadinya proses menua (menjadi tua). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahap-tahap kinerja gerak dasar siswa TK dan perbedaan perkembangan gerak dasar antara siswa usia 4 tahun, 5 tahun dan 6 tahun. Penelitian ini dilakukan di TK Pertiwi desa Baureno dan TK Darma wanita desa Sraturejo Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan cross sectional yang berarti perkembangan siswa usia 4 tahun, 5 tahun dan 6 tahun di ukur dalam waktu yang sama. Metode ini mendeskripsikan tentang tahap-tahap perkembangan kinerja Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh kesimpulan: tahap-tahap perkembangan gerak dasar anak usia 4-6 tahun adalah sebagai berikut: (a) kinerjas lari 30 meter usia 4 tahun termasuk dalam kriteria kurang sempurna, usia 5 tahun termasuk kurang sempurna, dan usia 6 tahun termasuk sempurna; (b) kinerja lompat jauh tanpa awalan usia 4 tahun termasuk dalam kriteria tidak sempurna, 5 tahun termasuk kurang sempurna, dan usia 6 tahun termasuk sempurna; (c) kinerja melempar bola usia 4 tahun termasuk dalam kriteria kurang sempurna, usia 5 tahun kurang sempurna dan usia 6 tahun termasuk sempurna. Berdasarkan analisis data, secara keseluruhan terdapat perbedaan perkembangan gerak dasar antara usia 4 tahun, 5 tahun dan 6 tahun. Setelah dilakukan uji lanjut diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (a) tidak terdapat perbedaan gerak dasar antara usia 4 tahun dengan 5 tahun, (b) terdapat perbedaan garak dasar antara usia 4 tahun dengan 6 tahun, (c) terdapat perbedaan gerak dasar antara usia 5 tahun dengan 6 tahun. Jadi dapat disimpulkan perkembangan gerak dasar usia 6 tahun lebih baik dibandingkan dengan usia 4 dan 5 tahun
pengaruh latihan bermain sepakbola terhadap prestasi bermain futsal bagi pengikut ekstrakurikuler futsal di SMA Negeri 3 Malang
oai:ojs.karya-ilmiah.um.ac.id:article/1992Abdulhaq, Rivo A. 2009. Pengaruh Latihan Bermain Sepakbola Terhadap Prestasi Bermain Futsal Bagi Pengikut Ekstrakurikuler Futsal Di SMA Negeri 3 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Jasmani. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mahmud Yunus M.Kes (II) Drs. Agus Gatot S M.Kes.Kata kunci: Pengaruh latihan sepakbola, Prestasi bermain futsal, Pemain futsalFutsal merupakan kata yang digunakan secara internasional untuk permainan sepakbola dalam ruangan yang dimainkan oleh dua tim, yang masing-masing tim beranggotakan lima orang. Dengan tujuan memasukkan bola sebanyak-banyaknya ke gawang lawan, menggunakan manipulasi bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap tim juga diizinkan memiliki pemain cadangan. Tidak seperti permainan sepakbola dalam ruangan lainnya, lapangan futsal dibatasi oleh garis, bukan net atau papan.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya pengaruh latihan bermain sepakbola terhadap prestasi bermain futsal bagi siswa pengikut kegiatan ekstrakurikuler futsal di SMA Negeri 3 Malang. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, subyek penelitian ini adalah siswa peserta ekstrakurikuler futsal di SMA Negeri 3 Malang yang berjumlah 20 orang siswa yang di bagi menjadi 10 siswa pada kelompok eksperimen dan 10 siswa sisanya sebagai kelompok kontrol.Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes battery milik STO Bandung dengan hasil validitas tes 0,65 dan reabilitas tes 0,77. Instrumen ini dipilih oleh peneliti, karena pada dasarnya teknik dasar dalam bermain sepakbola tidak berbeda dengan teknik dasar bermain futsal selain juga karena jenis kelamin dan usia subjek sama yaitu putra berumur sekitar 16-19 tahun atau setingkat dengan usia siswa SMA.Berdasarkan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kelompok eksperimen yang telah mengalami proses perlakuan latihan bermain sepakbola dengan kelompok kontrol yang tidak diberikan latihan bermain sepakbola. Nilai uji t tes awal adalah seimbang antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan nilai t hitung (0,422) 0,05, sedangkan nilai uji t tes akhir adalah terdapat perbedaan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, nilai t hitung (8,129) > t tabel (2,101) dan nilai sig. (0,000) < 0,05, dimana kelompok eksperimen terbukti memiliki nilai t yang lebih baik dari pada kelompok kontrol.Dari hasil penelitian ini penulis menyarankan untuk menggunakan latihan ini sebagai salah satu cara meningkatkan prestasi siswa dalam bermain futsal. untuk lebih menyempurnakan kembali latihan ini menjadi sebuah program latihan dan perbaikan mekanisme pelaksanaan guna peningkatan prestasi futsal setidaknya di kalangan intern sekolah, dan diharapkan pihak sekolah dapat menyediakan sarana dan prasarana yang berguna untuk membantu kelancaran berlatih, sehingga siswa dapat melakukan latihan dengan baik
Artikel Aerobuik Limfisit
Hartati Eko Wardani and Supriyadi Abstract : The purpose of this study was to know the influence of aerobic exercise on lymphocyte proliferation response, valued from spleen weight and lymphoblast relative amount, of Balb/C mice infected by Salmonella typhimurium. This laboratory experimental research used The Post Test-Only Control Group Design. The subjects research were 32 male Balb/C mice, 8-10 weeks old, 20-40 grams weight, which were divided into four groups; control group (K), once a week aerobic exercise group (P1), three times a week aerobic exercise group (P2) and five times a week aerobic exercise group (P3). Mice were given swimming exercise in 8 weeks without considering the overload principle. Two days after training program, mice were injected by Salmonella typhimurium dose 106 intraperitoneally. Seven days post infection, mice were killed, and their spleen were taken. The weight and lymphoblast relative amount of the spleen were measured. The result showed that the spleen weight in control group was significantly higher than the other groups. The lymphoblast relative amount in control group was also significantly higher than P1 group, but insignificant compared with other groups. The conclusion of the research was that aerobic exercise is not proved to increase, even decrease, lymphocyte proliferation response of Balb/C mice infected by Salmonella typhimurium. Keywords: aerobic exercise, lymphocyte proliferation, Salmonella typhimuriu
Pengembangan Model Latihan Kelincahan dalam Permainan Sepakbola
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model latihan kelincahan dalam permainan sepakbola dengan mengacu pada konsep dasar dari kelincahan. Diharapkan hasil pengembangan ini dapat digunakan sebagai bentuk latihan kelincahan untuk olahraga sepakbola. Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah berupa model latihan kelincahan dalam permainan sepakbola yang mengacu pada konsep dasar dari kelincahan, dengan memuat bentuk-bentuk latihan kelincahan dan alat-alat yang digunakan dalam mendukung model latihan kelincahan. Instrumen yang digunakan dalam pengembangan model latihan kelincahan ini adalah dengan menggunakan teknik kuesioner yang disebarkan kepada para ahli dan pemain sepakbola Universitas Muhammadiyah Malang. Pada pengembangan ini, teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase. Teknik ini digunakan pada data hasil kuesioner uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar
Olahraga dan Resiko Koroner
Penyakit Jantung Koroner masih merupakan penyakit yang ditakuti baik di Indonesia maupun dunia. Penyakit yang disebabkan oleh adanya insufisiensi (gangguan) aliran darah koroner ini menyebabkan penurunan suplai oksigen pada otot jantung/ miokardium Bila hal ini berlangsung lama, miokardium dapat mengalami kerusakan yang dapat berujung pada kematian. Penyembuhannya memerlukan waktu yang cukup lama, membutuhkan biaya yang besar,dan tak jarang bersifat invasif. Meskipun dikhawatirkan akan memicu terjadinya serangan jantung, olahraga yang dilakukan secara teratur dapat menurunkan progresivitas penyakit ini. Kata kunci : olahraga, penyakit jantung korone
Olahraga dan Resiko Koroner
Penyakit Jantung Koroner masih merupakan penyakit yang ditakuti baik di Indonesia maupun dunia. Penyakit yang disebabkan oleh adanya insufisiensi (gangguan) aliran darah koroner ini menyebabkan penurunan suplai oksigen pada otot jantung/ miokardium Bila hal ini berlangsung lama, miokardium dapat mengalami kerusakan yang dapat berujung pada kematian. Penyembuhannya memerlukan waktu yang cukup lama, membutuhkan biaya yang besar,dan tak jarang bersifat invasif. Meskipun dikhawatirkan akan memicu terjadinya serangan jantung, olahraga yang dilakukan secara teratur dapat menurunkan progresivitas penyakit ini. Kata kunci : olahraga, penyakit jantung korone