Academica
Not a member yet
101 research outputs found
Sort by
PERMAINAN TRADISIONAL DAN KEARIFAN LOKAL KAMPUNG DUKUH GARUT SELATAN JAWA BARAT
Konteks masalah penelitian ini yaitu mengenai makna pelestarian permainan tradisional ,dengan fokus kajian perihal nilai-nilai kearifan lokal permainan konclong meliputi konsepdasar dan pola permainan, klasifikasi permainan, aturam dasar permainan. Adapun nilai-nilaiyang terkandung dalam permainan berupa manfaat permainan tradisional. Untuk menelitifokus permasalah tersebut, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, metode etnografisebagai alat penelitian dengan paradigma konstruktifis. Diharapkan melalui alat tersebut,peneliti dapat memberikan makna kembali terhadap keberadaan permainan tradisional,berdasarkan pengamatan situasi penelitian. Hasil yang diperoleh bahwa warga KampungAdat Dukuh masih menanamkan konsep dasar permainan konclong dari generasi ke generasi.Orangtua maupun anak-anak memahami nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung padapermainan tradisional konclong meliputi nilai motorik, kognitif dan nilai moral yang perludilestarikan.Kata kunci : Konsep dasar, nilai-nilai permainan, kearifan lokal
PENTINGNYA MOTIVASI DAN MINAT TERHADAP MANAJEMEN KINERJA GURU DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SMA KOTA PALU
Motivasi merupakan sebuah unsur yang vital dalam sebuahorganisasi. Motivasi berbeda-beda antara satu individu denganindividu yang lainya, tergantung dari banyak faktor seperti ambisi,latar belakang pendidikan, tujuan yang hendak dicapai, danlingkungan sosial. Motivasi berasal dari keinginan yang keras dariseseorang untuk mencapai tujuan tertentu. Tidak peduli kesulitankesulitanapapun yang harus diatasi, melainkan lebih menumbuhkanpemikiran-pemikiran positif serta taat kepada jalannya kegiatan agartujuan organisasi dapat tercapai.Minat merupakan sebuah motivasi intrinsik sebagai kekuatanpembelajaran yang menjadi daya penggerak seseorang dalammelakukan aktivitas dengan penuh ketekunan dan cendrung menetap,dimana aktivitas tersebut merupakan proses pengalaman belajar yangdilakukan dengan penuh kesadaran dan mendatangkan perasaansenang, suka dan gembira.Manajemen kinerja adalah manajemen yang men ciptakanhubungan dan memastikan komunikasi yang efektif. Manajemenkinerja memfokuskan pada apa yang diperlukan olehorganisasi, mana jer, dan peker ja untuk berhasil.Manajemen kinerja adalah bagaimana kinerja dikelola untukmemperoleh sukse
PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA SISWA SMA NEGERI 1 PALU
Penelitian ini dilakukan untuk menilai bagaimana tingkat pengetahuan, sikap, dan aktivitas(perilaku) seks pranikah pada siswa SMA Negeri 1 Palu. Penelitian ini dilakukan pada tanggal21 Mei 2013 di SMA Negeri 1 Palu. Jenis Penelitian adalah bersifat deksriptif denganmenggunakan metode observasional. Sampel penelitian adalah siswa SMA Negeri 1 Palu yangduduk di kelas 1 dan 2 tahun ajaran 2012/2013 dengan jumlah responden sebanyak 119 orang.Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Pengumpulan datadilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan analisis disajikan secara statistikdeskriptif. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden beradadalam kategori baik dengan persentase 63%, sedangkan sikap berada dalam kategori baikdengan persentase sebesar 93% dan aktivitas seks pranikah berada dalam kategori resikorendah dengan persentase 71,4 %. Dengan demikian Perilaku seksual pranikah pada SiswaSMA Negeri 1 berada dalam kategori yang baik.Kata Kunci : pengetahuan, sikap, seks pranikah, Remaja SM
PERENCANAAN KEUANGAN KOMUNITAS MISKIN DI PERKAMPUNGAN VATUTELA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendaptkan gambaran tentangperencanaan ekonomi rumah tangga komunitas miskin yang ada diperkampungan Vatutela. Metode penelitian yang digunakan adalahmetode penelitian kualitatif. Data yang digunakan adalah dataprimer dan sekunder dan dianalis dengan teknik analisis Deskriptif.Hasil penelitian menunjukan bahwa masih Rendahnya pendapatankeluarga, sehingga prioritas belanja masih terbatas pada kebutuhanpokok. Belum ada perencanaan ekonomi rumah tangga hal iniditandai ketidakmampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhanpokok keluarga, atau keluarga berhutang ke pihak luar untukmemenuhi kebutuhan pokok tersebut; Dari 30 keluarga, hanya 11keluarga yang pernah menabung, itupun kalau ada sisa dari belanjakonsumsinya; Dari 11 keluarga yang menabung itupun sifattabungannya pada hal-hal yang sifatnya konsumtif.Kata Kunci: Perencanaan, Rumah Tangga dan Kemiskina
PELEMBAGAAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDs) SEBAGAI PENGGERAK POTENSI EKONOMI DESA DALAM UPAYA PENGENTASAN KEMISKINAN DIKABUPATEN DONGGALA
Merujuk pada UU No.32/2004 khususnya Pasal 213 dan Pasal 214,masyarakat desa dapat diberdayakan secara optimal. Untuk tujuantersebut diperlukan pejabaran kebijakan melalui Perda dan Perdes kearah terbentuknya lembaga desa yang secara struktural dan sosialdesa dapat diberdayakan secara tepat. Sehubungan dengan haltersebut, kegiatan ini akan melakukan kajian potensi desa dalamaspek ekonomi, otonomi desa, kelembagaan, dan partisipasimasyarakat guna menjabarkan amanah UU No.32/2004 tersebutmelalui pelembagaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDs). Hasilkegiatan ini diharapkan menjadi salah satu Model StrategisPengentasan Kemiskinan melalui pendekatan kelembagaan.Kata Kunci : Pemberdayaan, BUMDe
145 KOMUNIKASI PEMBANGUNAN DALAM PERSPEKTIF TERKINI
Pembangunan merupakan proses tidak hanya mencakup peningkatanfisik dan material saja, melainkan pula merupakan perubahan sosialyang menuntut didalamnya pemerataan sosial bersifat partisipatorisecara luas untuk memajukan keadaan sosial dan kebendaantermasuk keadilan yang lebih besar, kebebasan, dan kualitas yangdinilai tinggi melalui perolehan kontrol yang lebih besar terhadaplingkungan. Proses pembangunan melibatkan pengoperasiankomunikasi untuk keberlangsungannya. Gerak pembangunanmengarahkan sub-sub sistem di dalam entitas pembangunan bergeraksearah dengan tujuan pembangunan tersebut. Salah satu subsistemnya adalah komunikasi dan informasi. Komunikasipembangunan mengalami dinamika yang berproses dan mengarahkepada wujud yang lebih interaktif serta partisipasif.Kata kunci: Perspektif Komunikasi Pembanguna
PELAYANAN LANGUSNG DAN PELAYANAN TIDAK LANGSUNG DALAM PEKERJAAN SOSIAL
Pekerja sosial dituntut keterampilan dalam mengenal sifat klien,situasi sekitar, komunikasi klien dengan masyarakat sekitar dantingkah laku kliennya. Disamping itu pekerja sosial harusmempunyai kemampuan yang tinggi dalam memahami interaksiantara klien dengan lingkungannya, lingkungan keluarga danlingkungan masyarakat secara timbal balik, ini merupakan pelayananlangsung dalam pekerjaan sosial.Proses perubahan/perbaikan suatu organisasi tentunya sesuai aturanseperti : perencanaan, konsultasi, pendidikan dan pengembanganorganisasi. Kegiatan seperti itu dianggap berhubungan erat denganpelayanan tidak langsung, hal tersebut ditinjau dari segi perananmembantu orang yang membutuhkan dimana secara tidak langsungdirasakan oleh klien melalui lembaga. Para pekerjan sosial sangatpenting memahami perubahan dan perkembangan perilaku individudan kelompok dalam proses interaksi sosial.Kata Kunci :Pelayanan, pekerjaan sosia
PEMBIASAAN DALAM PRAKTIK PERKAWINAN DINI DI DESA LABEAN KECAMATAN BALAESANG KSBUPATEN DONGGALA SULAWESI TENGAH
Dilatar belakangi oleh maraknya kasus-kasus perkawinan dini yang terjadi di Indonesiaserta praktik perkawinan dini yang sampai saat ini masih terus berlangsung di desa LabeanKecamatan Balaesang, mendorong penelitian ini dilakukan. Rumusan masalah yang dikemukakanadalah Bagaimana pelaku perkawinan dini mengalami proses pembiasaan dalam kehidupan sehariharimelalui strutur sosial budaya?. Penelitian lapangan dilakukan pada bulan Februari-April 2010,dengan tekhnik pengumpulan data life history, melalui partisipasi aktif dalam setiap kegiatan dankehidupan sehari-hari pelaku perkawinan dini. Selanjutnya dianalisis dengan metode kualitatif dandisajikan dalam bentuk tulisan etnografi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor nilai-nilai kultural yang telah mengakar dimasyarakat memaknai perkawinan dini. Antara lain Prinsip perkawinan endogami, konsepkedewasaan yang ditandai dengan menstruasi bagi anak perempuan. Nilai yang dilekatkan padaanak, bahwa anak perempuan adalah simbol kehormatan bagi keluarga, anak perempuan rentandengan rasa malu (sirri/ea), serta pandangan yang menganggap bahwa memelihara anak perempuanadalah beban, mendorong praktik pekawinan dini semakin tumbuh subur. Masyarakat cenderungmenganggap bahwa setiap orang tua memiliki hak atas anak-anaknya.Kata Kunci: Pembiasaan, Praktik, Perkawinan Din
PENGARUH PERILAKU BIROKRASI TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PADA MASYARAKAT
Perilaku birokrasi, merupakan suatu kesepakatan antara kepentinganorganisasi, masyarakat dan moral individu secara jujur, objektif,selaras terpadu tanpa ada paksaan atas terwujudnya suatukesepakatan tersebut. Kepemimpinan birokrasi, merupakan suatukemampuan birokrat dalam menjalankan visi dan misi terutamasebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat. PelayananMasyarakat, maksudnya suatu upaya yang dilakukan untukmemberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat yaitu sesuaiharapan pelayanan yang cepat, ramah, dan adil serta komunikatif.Kata Kunci: Birokrasi, Pelayanan pada Masyarakat
ORGANISASI PEREMPUAN SEBAGAI MODAL SOSIAL (Studi Kasus Organisasi Nasyiatul Aisyiyah Di Sulawesi Tengah)
Keberadaan organisasi-organisasi lebih dari hanya alat untukmenciptakan barang-barang dan menyelenggarakan jasa-jasa.Organisasi-organisasi menciptakan kerangka (setting), yaitu banyakdi antara kita yang melaksanakan proses kehidupan. Sehubungandengan itu dapat dikatakan bahwa organisasi-organisasimenimbulkan pengaruh besar atas perilaku kita. Keberadaanorganisasi Nasyiatul Aisyiyah yang sejak berdirinya ditujukan untukmenjadi gerakan putrid Islam yang melaksanakan dakwah amarnahi munkar, senantiasa memiliki keterikatan padapencerahan dan pemberdayaan perempuan menuju terwujudnyamasyarakat madani, adalah suatu fakta bahwa organisasi inimerupakan modal sosial bagi bangsa Indonesia.Kata kunci: Organisasi dan modal sosia