Academica
Not a member yet
101 research outputs found
Sort by
ANALISIS PEMEKARAN WILAYAH DAN POTENSI KONFLIK DI KABUPATEN DONGGALA
Pemekaran wilayah di lokasi penelitian sangat direspon olehmasyarakat. Terbukti dari 100 responden yang di wawancara dikedua lokasi penelitian rata-rata 66% memberi persetujuan akanterjadinya pemekaran wilayah didaerahnya, dengan alasan bahwapemahaman mereka dilandasi pemekaran wilayah membawa anginperubahan baik pada tingkat kesejahteraan maupun kemudahandalam mengakses layanan publik. Namun ada juga (34%) yang tidaksetuju, dengan alasan bahwa pemekaran wilayah sebenarnya bukanuntuk kepentingan masyarakat kecil namun untuk para elit politikmaupun elit birokrat .Konflik pada daerah pemekaran pada lokasi penelitian disebabkan,tidak puasnya masyarakat dan elit-elit politik tertentu pada pascapemekaran. Menurut hasil penelitian seperti tidak meratanya kursikekuasaan, pemerataan pada akses-akses potensial serta masih sulitmengakses layanan publik seperti yang dijanjikan pada PRApemekaran (kampanye pemekaran wilayah).Dari hasil penelitian, ditemui fakta bahwa konflik yang terjadi didaerah penelitian lebih dominan issunya tapal batas (batas wilayah).Hal ini didasari bahwa adanya keragu-raguan pemerintah dalammenentukan tapal batas (54%), apalagi wilayah yang disengketakanseperti di Kecamatan Sindue (desa Lero) mengandung emas dantelah ada penambangan rasional. Desa tersebut belum jelas bataswilayah karena masih dilingkari oleh kepentingan penentu kebijakan(birokrat lokal)
ANALISIS STRATEGI PENINGKATAN KINERJA BAGIAN SEKRETARIAT PADA DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN BANGGAI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Strategi Peningkatan Kinerja BagianSekretariat Pada Dinas Dikpora Kabupaten Banggai. Metode penelitian yang digunakandalam penelitian ini adalah tipe penelitian deskriptif, dengan populasinya seluruh pegawaiBagian Sekretariat pada Dinas Dikpora Kabupaten Banggai. Sampel ditarik secara nonprobability sampling dengan penetapan anggota sampel ditentukan dengan teknik samplingjenuh, maka sampel diambil dari semua anggota populasi yang ada dengan memperhatikansegi objektivitas. Selanjutnya, teknis analisis yang digunakan untuk membuktikan pengujianhasil penelitian adalah dengan teknik analisis SWOT. Berdasarkan hasil analisis SWOTmenunjukkan bahwa untuk meningkatkan kinerja Bagian Sekretariat pada Dinas DikporaKabupaten Banggai perlu memperhatikan kekuatan organisasi yang sangat dominan terdiridari; Manajemen dan Struktur Organisasi serta Prosedur dan Kewenangan Organisasidengan TNB sebesar 3,81; kelemahan organisasi yang teridentifikasi yaitu kualitas SDMmasih rendah serta sarana dan prasarana penunjang relatif masih kurang.Keyword. Analisis Strategi, Kinerja, Pendidikan, Pemuda dan Olahrag
PERTUKARAN DAN HUBUNGAN SOSIAL DI KALANGAN INA-INA (Studi Antropologi Ekonomi dalam Perspektif Strukturalisme)
This research proposed discussion on Ina-Ina economical attempts in Government Market, Manonda, Palu, by focusing on imbedded exchange models of Ina-Ina realm. In addition, present research reveals the continually existence mutual relation in their realm. Ina-Ina behaviors express social relation models in Kaili cultures context. This study proposed to understand Kaili community’s cultural values which relate to economical development efforts.The result finding revealed that exchange relations which form in mutual relationship in Ina-Ina realm is occur in generalized exchanged, net generalized exchange which individual focused. Farmer in this mutual relation is appear as producer of trading goods for consumer, still, in trading process the farmer requires Ina-Ina to sell directly to consumer.The pattern of mutual relation among them has privately particular relation. These particular relationships, especially in Ina-Ina realm, is maintained and processed through Ina-Ina kinship, neighborhood, religion and friendship. These particular relationships are “historically bond” which produced trust as various moral resources for numerous parties which included in these relations.Hence, it can be concluded that exchange relation that appear in Ina-Ina for their economical effort is horizontal. Within these relations it cannot be found patron-client relation
PENERAPAN DINAMIKA KELOMPOK
Dinamika kelompok merupakan cabang ilmu sosial yangmempelajari perilaku manusia dalam kelompok atau ilmu yangmempelajari tenaga-tenaga yang bekerja dalam kelompok, mencaripenyebabnya, dan apa akibatnya terhadap individu maupunkelompok. Sebelum perang dunia ke II para ahli masih memusatkanperhatiannya pada individu, seperti Kurt Lewin, sebagai pencetusgagasan dinamika kelompok berhasil menunjukkan bahwa tidak adamanusia yang dapat hidup sendiri. Berdasarkan hasil penemuantimbul suatu upaya bagaimana mendidik manusia untuk mencapaipertumbuhan kepribadian sendiri serta kelompok yangmemanfaatkan tenaga yang mempengaruhi tersebut.Kata Kunci : Dinamika Kelompo
Anthropology and egalitarianism : ethnographic encounters from Monticello to Guinea-Bissau
Salah satu antropolog yang paling berpengaruh dalam kurunwaktu terakhir, Clifford Geertz, mengatakan bahwa antropologi budayaadalah studi tentang orang yang tinggal di luar "tempat tinggal kita."Bagi Geertz, hal ini dimaksudkan karena antropolog mempelajari orangorangyang jauh dari dunia mereka sendiri yang mereka terima begitusaja, di mana antropologi telah memberikan sumbangsih pentingterhadap pemahaman kolektif kita mengenai kemanusiaan. Dalam erasebelumnya, era yang lebih polos, para antropolog telah menulis bukutentang " pikiran orang liar, "tentang" kehidupan seksual liar "atau"pemerintahan primitif "atau " agama primitif." Mereka menggunakanistilah-istilah - primitif atau liar - tidak dengan maksud merendahkan,tetapi untuk memberikan visi-visi alternatif tentang apa artinya menjadimanusia dalam masyarakat yang menganggap dirinya beradab. Orangorangberadab pada hari ini berharap bahwa mereka masih dekat denganalam, satu sama lain, dan kepada Tuhan. Tetapi orang-orang beradabjuga benci orang-orang liar - atau setidaknya memandang rendah atastakhayul mereka, kekumalan mereka, dan kekusutan mereka. Namun,dalam sudut pandang yang bertentangan, yang sesungguhnya liar adalahkita
PEREMPUAN DALAM PENGELOLAAN SURAT KABAR DI SULAWESI TENGAH (Studi Posisi dan Peran Perempuan dalam Media Cetak)
359PEREMPUAN DALAM PENGELOLAAN SURAT KABARDI SULAWESI TENGAH(Studi Posisi dan Peran Perempuan dalam Media Cetak)Oleh : Ilyas1ABSTRACTWomen’s presentation in mass media, especially in printed media,is always in a negative sense. They are living as a decoration and sexualobject. We can say that this is hapening due to the patriarchal culturewhich make people who work in a media is dominated by male and theprocess of media is also dominated by them.The main reason of this research is to answer the question, 1. Howmany women is involved in the process of printed media in CentralSulawesi 2. Can women who involved in printed media influence the policyof media related to gender issue 3. Into which many levels mass mediamanagement gives a tolerance to gender issue.The reslut of this study, which is using gender analysis, is takenfrom three biggest printed media in Sulawesi. It shows that the percentageof women journalist is only 15,27 %. Furthermore, we can see how weakwomen journalist is to influence the news management in these printedmedia due to the portion of the job which most of the women in a printedmedia is positioned in a light section, e.g. Entertainment, Technology andScience, Education and Culture. On top of that, the power of capitalismshapes printed media to have no sensitivity in gender issue. Themanagement gives more concern to gain the profit, or even if they doconcern, they only use gender issue as a tool to gain bigger profit.Keyword : Women Role, Printed Media Managemen
DEGRADASI KULTURAL DALAM KEHIDIPAN REMAJA
Degradasi kultural dapat diartikan sebagai bentuk dari adanyapemerosotan nilai-nilai kultural pada suatu kelompok masyarakat.Degradasi kultural selanjutnya melahirkan kultur baru sepertikonsumerisme, nepotisme, sadistis, agresif, hipokrit, materialistis,individualistis, dan hedonistis. Kultur baru ini terwujud melalui perubahansikap dan perilaku. Gaya hidup yang mencintai materi, mengutamakankepentingan pribadi, dan timbulnya konfrontasi yang begitu mudah dikalangan remaja. Semuanya ini mereka konsumsi dari media yangmenyiarkan dan menayangkan hal-hal baru dari luar, yang dianggap lebihbergengsi dan mengikuti trend. Segala bentuk baru yang mereka adopsi initelah melahirkan degradasi kultural dalam kehidupan remaja.Kata kunci: Degradasi kultural, remaja
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI PEREMPUAN BERAKTIVITAS DALAM PARTAI POLITIK
Motivasi perempuan beraktivitas pada partai politik didasarkan padamotivasi yang bersumber dari dalam dirinya maupun di luar dirinya,yang dikenal dengan motivasi internal dan eksternal. Motivasiinternal jika dikaitkan dengan teori Maslow ada 5 kebutuhan yaitukebutuhan dasar, keamanan, sosial, penghargaan dan pengembangandiri. Sedangkan motivasi ekternal dapat dilihat pada motivasi yangbersumber dari lingkungan sendiri yaitu keluarga dan motivasi diluar lingkungan adalah teman.Kata Kunci : Motivasi dan Partai Politi
PENGEMBANGAN MODEL PERENCANAAN KOMUNIKASI ANTAR ETNIK SEBAGAI SOLUSI ATAS MENGUATNYA KESADARAN ETNOSENTRISME
Penelitian ini secara spesifik mengalisis tentang fenomena menguatnya kesadaran etnosentrisme di kalangan komunitas etnis (Bugis dan Kaili) di Kota Palu dengan menawarkan model solusi anternatif melalui perspektif komunikasi antaretnis. Kajian ini mencoba mengungkap beberapa hal yang dipandang penting diantaranya; (1) gambaran luas tentang dinamika hubungan antaretnis Bugis Kaili di masa lalu hingga masa kini; (2) faktor faktor pemicu menguatnya semangat etnosentrisme yang pada titik klimaksnya menjelma dalam bentuk konflik sosial antaetnis. Kajian ilmiah dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu: (1) melakukan observasi lapangan yaitu pengamatan langsung tentang dinamika hubungan antaretnis Bugi Kaili di lokasi penelitian; (2) melakukan pertemuan dalam bentuk Focused Group Discussion (FGD) dengan berbagai pihak terkait dengan melibatkan unsur-unsur; masyarakat dari etnis Bugis dan Kaili, Camat Palu Barat, Lurah se- Kecamatan Palu Barat, Danramil, Kapolsek Palu Barat serta Pemuda Bugis dan Kaili; (3) melakukan wawancara mendalam atas beberapa isu yang memerlukan pendalaman informasi kepada beberapa tokoh masyarakat etnis Bugis dan Kaili. Ketiga tahapan tersebut dilakukan dalam rangka mengungkap kompleksitas problem hubungan antaretnis Bugis dan Kaili secara dalam dan komprehensif
REPRESENTASI KEKUASAAN DALAM WACANA POLITIK (KAJIAN ETNOGRAFI KOMUNIKASI)
Analisis wacana (discource analysis) mengenai representasi kekuasaananggota DPRD dalam menjalankan peran dan fungsi politiknya,merupakan sebuah konteks wacana politik yang proses interaksinya tidakterlepas dari penggunaan jenis-jenis kekuasaan. Wujud kekuasaan akantampak dari satuan dasar wacana politiknya, yakni tindak tutur. Tindaktutur yang digunakan dalam wacana politik untuk merepresentasikankekuasaan dapat berbentuk direktif, ekspresif, komisif, atau deklaratif. Daritindak tutur tersebut akan teridentifikasi jenis-jenis kekuasaan, seperti;kekuasaan paksaan (coecive power), kekuasaan absah (legitimate power),kekuasaan hadiah (reward power), dan kekuasaan keahlian (expert power),melalui strategi dan pola percakapan yang khas digunakan. Selain itu,fungsi kekuasan melalui perspektif struktural-fungsional dalam fungsisuportif, fungsi prefentif, dan fungsi korektif di dalam konteks ini juga akanterlihat dengan jelas. Studi ini akan mengamati dengan cermat tigakomponen tutur yang digunakan untuk merepresentasikan kekuasan dalamwacana politik, yaitu; (1) partisipan, (2) tujuan tutur, dan (3) topik tuturan.Kata Kunci: Representasi – Kekuasaan – Wacana Politi