MECHANICAL
Not a member yet
215 research outputs found
Sort by
PENGARUH JUMLAH SEL PADA HYDROGEN GENERATOR TERHADAP PENGHEMATAN BAHAN BAKAR
AbstrakSemakin banyaknya kendaraan bermotor menyebabkan semakin sedikitnya cadangan minyakbumi dan pencemaran udara. Salah satu solusi dari permasalahan di atas, dengan cara pemakaianhydrogen generator yang merupakan alat untuk menghemat bahan bakar yang bekerja dengan caramemisahkan senyawa kimia antara gas hidrogen (2 ) dan oksigen (2 ) dari molekul air ( 2 )dengan menggunakan arus listrik (elektrolisis).Proses pembentukan gas hydrogen dan oksigen terjadi dengan cara menggunakan 2 elektrodaatau lebih, yang dialiri arus listrik searah. Pada elektroda positif akan terbentuk hydrogen,sedangkan pada elektroda negatif akan terbentuk oksigen. Jumlah dan kecepatan gas hidrogen ( 2 )dan oksigen ( 2 ) yang dihasilkan sangat dipengaruhi antara lain oleh penggunaan katalisator danbesarnya arus listrik yang digunakan. Hydrogen generator yang paling sederhana terdiri dari tabungelektrolisis, sel, dan sistem kelistrikan. Pengujian prestasi hydrogen generator pada mesin dilakukandengan cara mencatat waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskan 50 ml bensin pada saat tanpamemakai hydrogen generator, dan saat memakai hydrogen generator.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hydrogen generator dapat menghemat bahan bakardimana pada pengujian yang telah dilakukan penghematan maksimum saat menggunakan 4 pelatelektroda, yaitu sebesar 18,85 %, dan daya listrik rata-rata yang digunakan 198,3 watt. Dari hasilpengujian tersebut didapat konfigurasi jumlah pelat elektroda yang efektif yaitu, menggunakan 4pelat dengan gap 1-1.5mm, untuk campuran 1560ml air dengan 2,5 gram soda kue.Kata kunci : bahan bakar, Hydrogen generator, daya listri
Potensi Pengembangan Teknologi Proses Produksi Kopi Lampung
AbstractJumlah produksi kopi Lampung semakin hari semakin meningkat sehingga semakin menjadi perhatian di pasar nasional. Hal ini seiring dengan usaha pemerintah dan lembaga penelitian melakukan perbaikan kualitas produksi kopi. Salah satu usaha yang dikembangkan untuk meningkatkan nilai jual kopi adalah perbaikan terhadap proses pengolahan kopi. Usaha pengolahan kopi secara konvensional dibaiki dengan cara mengimplementasi mesin proses pengolah kopi yang memperhatikan kapasitas, efisiensi dan lingkungan sehingga dapat meningkatkan kwalitas dan kwantitas kopi Lampung. Pengimplementasian pengering mekanis dengan memanfaat sinar matahari, teknologi gasifikasi dan proses pengolahan menggunakan mesin akan meningkatkan produktivitas baik secara kwalitas maupun kwantitas. Kata kunci: proses produksi, kopi Lampung, pengembangan, kwalitas
Kekuatan Tarik Komposit Poliester Berpenguat Partikel Kayu Jati, Merawan dan Meranti Merah
AbstrakKomposit poliester dengan bahan penguat dari serbuk kayu jati, merawan dan meranti merah dari limbah industri pengergajian kayu dibuat dengan metode hand lay-up. Komposit dibuat dengan volume fraksi serbuka kayu 4, 8 dan 16%. Pengujian tarik dilakukan untuk mengetahui kekuatan masing-masing komposit serbuk kayu, menunjukan bahwa kekuatan tarik komposit lebih tinggi dari kekuatan tarik polyester murni. Sementara kekuatan tarik komposit menurun seiring dengan naiknya prosentase serbuk kayu. Kekuatan tarik tertinggi didapat pada komposit serbuk kayu merawan diikuti oleh komposit serbuk jati dan serbuk kayu meranti merah. Tingginya kandungan uap air menyebabkan rendahnya kekuatan tarik dari komposit serbuk kayu.Kata kunci : komposit, Jati, Merawan, Meranti Merah, Serat ala
Modifikasi Kapasitas Cylinder Pada Sepeda Motor 100 CC Menjadi Kapasitas 125 CC
Motorcycle modification has been done many times to new motorcycles, such as motorcycle 125cc that was first released in 2004 and old motorcycles, such as motorcycle 100cc that was first released in 1997. motorcycle 100cc with engine base 100cc is very popular in the market. But, there are many weaknesses, for example: the performance and the fuel efficiency of motorcycle 100cc are lower than of Honda Supra X 125cc.There are several techniques to increase the acceleration and power of a motorcycle. One of them is increasing the volume of the cylinder capacity and increasing the compresion ratio. But the impacts which were resulted in the proccess of modofication, suck as the increase in fuel consumption and the decrease in the motorcycle lifetime.In this research, the researcher modified the cylinder capacity on motorcycle 100cc in to the same capacity as motorcycle 125cc by using cylinder block cylinder, cylinder head, crankshaft and tensioner from motorcycle 125cc. And then it was tested by as: testing of fuel consumption in stationary condition, testing of fuel comsumption in tandem and without tandem, testing of acceleration, and testing of speed and machine maximum rotation.The result of the modification shows that the modification has decreased the fuel consumption up to 19.63% in the stationary condition; in the rotation at 1400 rpm and 4000 rpm. For fuel consumption testing, when there has tandem or not, the modification has decreased the fuel consumption up to 27.19%. In the acceleration test of 0-80 km/h, the modification has decreased time allocated to accelerate at 3.91 seconds or about 20.03%. In the acceleration test of 60-80 km/h, the modification has decreased time allocated to accelerate at about 37%. And in the testing of maximum speed and rotation, the result shows that the modification has increased the speed at about 3.7% and increased the maximum rotation at about 1.66% from the original condition of motorcycle 100cc.Keywords: Modified, efficiency of the engine, the fuel efficiency
Pengaruh Jarak Pemasangan Secondary Cabin Roof (SCR) Terhadap Temperatur Kabin Mobil
Abstrak SCR atau Secondary Cabin Roof merupakan aksesoris tambahan pada mobil berupa atap kabin sekunder yang dipasang diatas atap utama mobil. SCR ini dirancang dengan maksud mengurangi panas yang masuk ke dalam kabin karena sinar matahari ketika sebuah mobil sedang diparkir ditempat terbuka ataupun sedang berjalan, sehingga akan membantu meringankan kerja ac mobil ketika ac dihidupkan. Telah dilakukan pengujian jarak pemasangan (mounting distance) SCR terhadap atap kabin utama, hal ini untuk mengetahui jarak pemasangan yang terbaik.Penelitian dilakukan dengan memberikan margin atau jarak pemasangan sebesar 2 cm, 5 cm dan 7 cm. Proses pengujian dilakukan dengan menjemur mobil di terik matahari selama 1 jam, kemudian mulai diukur temperatur di dalam kabin mobil setiap selang waktu 2 menit untuk setiap variasi margin pemasangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak pemasangan terbaik ditinjau dari sisi besarnya penurunan temperatur kabin adalah dengan jarak pemasangan 7 cm, yaitu sekitar 6 0C tanpa ac mobil dihidupkan.Kata kunci : atap kabin sekunder, jarak pemasangan, temperatur
The Design and Making Prototype of pressing equipment for Banana with Capacities 90 kg/hour
Banana plants in Indonesia can grow well both high and lowland, from the temperate wet and dry climate. In addition to the consumption of fresh banana in Indonesia a few cultivars are also widely used as industrial raw material chips, “sale pisang” and banana flour. Many craftsmen who developed food banana in the form of sale due to ease in the manufacturing process, in addition to food enthusiasts sale high enough banana. Making banana sale in the domestic industrial scale is still mostly done by hand which is only capable of producing 20 kg / hour in the form of processed banana fruit in banana sale. So many craftsmen maker banana sale household scale industries can not buy banana in large numbers. In the manufacture of sale of banana is done manually are still many shortcomings, which measure the thickness of the sale of banana produced uneven. In general, pressing machine banana sale is a tool that changes the shape of banana from thick to thin size. By utilizing the roll rotation that drives the conveyor belt top and conveyor belt bottom of the moving direction. In this study is designed pressing sale banana toot driven electric motor with power 2 hp 1 phase with a speed of 1400 rpm. With a shaft diameter of 25 mm, the size of the pegs 10x22 mm whit a depth of 5 mm. Gear is used in this reduction type where a large number of gear as much as 115 teeth, gear motor driver as much as 9 teeth and roll gear driver as much as 15 teeth. Bearings used in the manufacture of this pressing banana sale tool is bearing 6305 ZZ C3 P6 type. Resulting of test manufacturing pressing banana sale tool conducted showed that the pressing machine capable flattens banana sale with an average size of 10.16 cm in length banana sale, with 3.3 cm and 0.36 cm thick with a capacity of 90 Kg/hour or in day (7 hour) machine capable of pressing flattens banana sale much as 630 Kg/day.Keywords: Banana plants, pressing, machine desig
Studi Awal Interaksi Man-Machine Pada Mesin Cetak Genteng Sistem Banting
Abstrak Tulisan ini membahas studi awal interaksi antara pekerja dengan mesin cetak genteng dalam rangka rancang bangun kembali sistem cetakan genteng yang ergonomik bagi industri genteng di Pringsewu. Tujuan studi ini adalah untuk mendapatkan data awal mengenai kondisi fisik pekerja setelah mengoperasikan mesin pencetak genteng sistem banting, serta mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan pekerja cepat merasa lelah dan tidak nyaman, sehingga mempengaruhi produktivitas pembuatan genteng. Untuk itu, serangkaian eksperimen telah dilakukan dengan mensimulasikan proses pengoperasian cetakan genteng yang direkam dengan video infra-red. Hasil yang diperoleh melalui rangkaian eksperimen ini adalah tahapan kerja proses pencetakan genteng dengan mesin cetak genteng sistem banting tidak sesuai dengan prinsip kerja secara ergonomis karena memiliki deviasi gerakan yang besar dan meliputi gerakan-gerakan yang berulang dan dilakukan dengan pembebanan yang berat, dimana akan berisiko menimbulkan cedera dan gangguan kesehatan serius bagi pekerja. Setelah 25 siklus proses pencetakan genteng atau kurang 15 menit waktu bekerja, berdasarkan pemindaian dengan infra merah, sebaran panas tubuh meningkat dengan cepat pada bagian bahu, pinggang dan punggung. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara pekerja, dimana bagian-bagian tersebut adalah bagian yang mengalami rasa pegal dan kontraksi. Selain itu, denyut jantung pekerja meningkat dari 72 menjadi 91 denyut/menit, dengan konsumsi kalori meningkat dari 2,580 kcal/mnt menjadi 3,599 kcal/mnt. Hal ini mengindikasikan bahwa pekerjaan pencetakan genteng tersebut dengan cepat menimbulkan kelelahan pada pekerja. Keseluruhan data awal ini sudah dapat dijadikan dasar untuk pertimbangan aspek ergonomi pada perancangan sistem cetakan genteng pada penelitian berikutnya.Kata kunci : mesin cetak genteng, sistem banting, ergonomi
PENGARUH PRESTRAIN BERTINGKAT TERHADAP KEKERASAN DAN KEKUATAN TARIK BAJA KARBON SEDANG
Abstrak Prestrain adalah suatu gejala deformasi plastis yang terjadi pada material logam, dimana material yang mengalami beban tarik dengan besar tegangan yang terjadi di atas tegangan luluh (syield) dari material logam tersebut. Efek prestrain akan meningkatkan tegangan luluh dan tegangan tarik material. Tegangan tarik dapat meningkat karena tegangan yang dibutuhkan untuk menimbulkan deformasi plastis ditingkatkan dengan prestrain. Regangan awal yang diberikan terhadap material akan mengakibatkan gerakan dislokasi sehingga menyebabkan pengerasan-regang. Pengerasan-regang banyak digunakan untuk mengeraskan logam atau paduan yang tidak bereaksi terhadap perlakuan panas.Material yang digunakan yaitu baja karbon sedang. Setelah material dibentuk, material tersebut di uji tarik sehingga didapat grafik stress – strain dan load – displacement. Dari grafik tersebut dapat dicari nilai prestrain 3 %, 5 %, 7%, dan 6 %, 10 %, 14 %. Spesimen dipasang pada alat uji dan dijepit sehingga spesimen tidak bergeser pada saat pemberian beban tarik. Pada pengujian prestrain sekali diukur pada prestrain 3%, 5 %, 7 % dan 6 %, 10 %, 14 %. Setelah itu dibiarkan selama 1 hari, kemudian dilakukan pengujian tarik. Dari pengujian tarik ini akan didapatkan tegangan-regangan sehingga diperoleh data-data sy (MPa), sult (MPa), dan ε (%). Nilai uji tarik material sult akan dapat diketahui dengan melihat kertas grafik dari hasil pengujian spesimen. Sedangkan untuk prestrain dua kali diukur pada prestrain 3%, 5 %, 7 %. Setelah itu dibiarkan sampai setengah hari, kemudian di prestrain 3%, 5 %, 7 %. Selanjutnya dibiarkan sampai hari besoknya, kemudian dilakukan pengujian tarik. Dari pengujian tarik ini akan didapatkan tegangan-regangan sehingga diperoleh data-data sy (MPa), sult (MPa), dan ε (%).Hasil pengujian yang didapatkan untuk spesimen yang diberi perlakuan prestrain, mengalami peningkatan nilai kekerasan dan kekuatan tariknya. Peningkatan nilai kekuatan tarik tertinggi terjadi pada prestrain 14 % sekali, sebesar 669,57 MPa (8,20%).sedangkan yang terendah terjadi pada prestrain 3 % sekali, sebesar 626,89 MPa(1,30%).Kata kunci : Prestrain, Dislokasi, Pengerasan Regangan, Deformasi Plastis,
Sifat-sifat Mekanik Komposit Serat TKKS-Poliester
Abstract Empty Fruit Bunch (EFB) fiber reinforced polyester composites were prepared using simple technique namely hand lay-up. Alkali treatments were used to enhance the hydrophobicity of the fiber. Lignin and cellulose content of EFB were analysed through chemical composition analysis. The mechanical properties are analyzed by conducting tensile and flexural tests. Macro observation shows fiber bridging on the fracture section. The SEM micrograph also shows a better surface roughness after alkali treatmen. The result shows that bending strength increases with the increases of fiber volume fraction. Tensile strength and elastic modulus of composite were higher than the pure polyester and increases with the increasing of fiber volume fraction although polyester shows low compatibility with the EFB fiber. The failure mechanism as a result of bending and tensile tests had shown a dominant fiber pull-out mechanism and less of fiber breaking mechanism. It suggests that the optimal strength of the composite can be further increases by enhancing the compactibility between fiber and matrix.Keywords: EFB fiber, mechanical properties, polyester, composite, hand lay-u
Pengaruh Variasi Jenis Aktivator Asam dan Nilai Normalitas Pada Aktivasi Zeolit Pelet Perekat Terhadap Prestasi Mesin Motor Diesel 4-Langkah
The energy crisis and air pollution can be coped with using very abundant Natural Zeolites available in Indonesia, particularly in Lampung. Herry Wardono has applied the zeolite on petrol and diesel engines. In this applications, Lampung's natural zeolites can significantly save fuel consumption and reduce exhaust emissions of the engines. The best results occurred in the use of chemical-physical activated zeolite. All this time, chemical activator (acidic activator) used was H2SO4 0.2 N, and other normalities of this acid have not been tested, as well as other types of acidic activator. In this research, acidic activators used were H2SO4 and HCl which has a normality of 0.1 N, 0.2 N, 0.3 N and 0.5 N each. The amount of adhesive pelletized zeolite used was also variated, i.e 50, 100, and 150 grams. The results showed that the adhesive pelletized zeolite activated by HCl dominate the best results, with fuel consumption savings of 8.6472% and 10.3058% in the use of 100 and 150 grams of the zeolite. Meanwhile, the highest fuel consumption savings obtained in the use of adhesive pelletized zeolite activated by H2SO4 were 6.2992% and 7.8847%.Keywords: zeolit pelet perekat, oxygen- rich combustion, prestasi mesin diese