5585 research outputs found
Sort by
Strategi manajemen risiko pembiayaan untuk peningkatan kinerja keuangan perbankan syariah Indonesia
Memperkuat Simpul Ekonomi Kerakyatan Wilayah Pesisir: Bank Indonesia Dan Perkembangan Ekonomi Cirebon
Semarang Sebagai Simpul Ekonomi Bank Indonesia Dalam Dinamika Perekonomian Jawa Tengah
Sejak abad ke-8 M Semarang telah menjelma sebagai Kota Dagang. Letaknya yang strategis dan kekayaan alam yang melimpah telah mengantarkan Semarang terhubung dengan kota-kota pantai utara Jawa sejak era Kerajaan Majapahit. Dalam perkembangannya, Semarang tumbuh sebagai pelabuhan penting di Jawa dan turut berimplikasi terhadap ramainya aktivitas perekonomian dan perdagangan di wilayah tersebut. Keberhasilan Semarang di bidang ekonomi telah nampak melalui interaksi yang terjalin antara wilayah pedalaman dan pesisir yang mampu membawa Semarang dikenal sebagai wilayah simpul ekonomi. Bergeliatnya perekonomian dan perkembangan yang begitu masif berhasil mendatangkan atensi khusus bagi Direksi DJB untuk mendirikan kantor cabang pertamanya di Semarang pada 1 Maret 1829. Sebagai upaya mendokumentasikan institutional memory, buku ini hadir guna memperkaya referensi akademis di bidang ilmu sejarah ekonomi
Efisiensi finasial dan sosial perbankan syariah: studi empiris data envelopment analysis di Indonesia
efisiensi finansial dan sosil perbankan syariah studi empiris data envelopment analysis di Indonesia
Dinamika Perekonomian Hulu-Hilir Sungai : Bank Indonesia Dalam lintas Sejarah Kalimantan Selatan
Perkembangan ekonomi Kalimantan Selatan sejak masa lampau hingga memasuki abad ke-20 bercorak ekonomi perkebunan dengan sungai sebagai tulang punggung utama lalu lintas distribusi komoditas dagang. Pemanfaatan sungai sebagai jalur transportasi dan pendukung ekonomi masyarakat Kalimantan Selatan terlihat pada keberadaan pasar terapung Muara Kuin di Sungai Barito. Pasar terapung Muara Kuin ini sudah menjadi simbol aktifitas ekonomi di Banjarmasin sejak zaman Kesultanan Banjarmasin. Geliat ekonomi di bumi Kalimantan Selatan tersebut sangat menarik minat investor untuk membuka usaha yang kemudian diikuti dengan hadirnya lembaga-lembaga perbankan seperti De Javasche Bank (DJB) pada masa kolonial tersebut.Berdiri pada 1 Agustus 1907, DJB Agentschap Bandjermasin berperan sebagai bank sirkulasi serta bank komersial yang memberikan jasa atau layanan perbankan di wilayah Kalimantan Selatan. Terjadinya peralihan kekuasaan di wilayah Indonesia pada periode tersebut ditandai pula dengan perubahan struktur pemerintahan termasuk kebijakan, seperti halnya yang dilakukan oleh Jepang melalui likuidasi DJB menjadi Nanpo Kaihatsu Ginko (NKG). Namun demikian, Belanda (NICA) yang berhasil menduduki kembali wilayah Republik Indonesia membuka DJB kembali di Banjarmasin pada tahun 1946. Sebagai upaya mendokumentasikan institutional memory Bank Indonesia, buku ini hadir guna memperkaya referensi akademis di bidang ilmu sejarah ekonomi