KARYA DOSEN Fakultas Ekonomi UM
Not a member yet
    480 research outputs found

    Deteksi dan Identifikasi Conception Rate Gene Sapi (Bos taurus) Kembar Berbasis Mikrosatelit dan Pengembangannya sebagai Buku Ajar Matakuliah Genetika

    No full text
    ABSTRAK   Capaian pembelajaran berupa kemampuan memanfaatkan pengetahuan dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat melalui pemanfaatan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni (IPTEKS)diatur dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), menjadi suatu keharusan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), seperti di Universitas Jember.Salah satu permasalahan pangan masyarakat Indonesia adalah kebutuhan daging. Sapi (Bos taurus) merupakan salah satu jenis sapi yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan daging. Conception rate gen merupakan salah satu gen yang menentukan terhadap jumlah implantasi serta berpengaruh terhadap produktifitas sapi. Gen tersebut diambil dari sapi kembar, dimana satu induk betina mampu menghasilkan dua anakan bahkan lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi conception rate gene sapi (Bos taurus) kembar menggunakan penanda mikrosatelit dan mengembangkannya sebagai buku ajar matakuliah genetika untuk mahasiswa S1, materi ekspresi gen. Analisis kebutuhan menunjukkan bahwa belum ada praktikum yang aplikatif untuk materi ekspresi gen, dan belum ada kajian hingga tataran molekuler. Praktikum yang dilakukan selama ini hanya terbatas pada penerapan konsep hukum Mendel, misalnya praktikum persilangan pada Drosophylla melanogaster. Pengetahuan tersebut hanya sebatas teori, belum mengarahkan mahasiswa agar mampu menerapkan konsep ekspresi gen dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat. Mahasiswa belum mengetahui penerapan konsep genetika secara molekuler.  Deteksi dan identifikasi conception rate gene menggunakan penanda mikrosatelit merupakan penelitian deskriptif eksploratif, meliputi pengambilan sampel darah sapi (Bos taurus), isolasi DNA, PCR, elektroforesis, sekuensing, dan analisis. Buku ajar matakuliah genetika dikembangkan menggunakan model pengembangan 4D. Data diperoleh dari validasi ahli materi, ahli pengembangan buku ajar, dan uji keterbacaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu annealing yang digunakan untuk mendeteksi conception rate gene sapi (Bos taurus) kembar adalah 56°C.Pita tunggal yang dihasilkan sesuai dengan ukuran pita target yaitu 218-226 bp. Polipeptida yang terbentuk dari conception rate gene sapi yang diambil dari Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu adalah polipeptida Muskelin dan Aspartic proteinase, sedangkan  yang diambil dari UPT Peternakan Batu adalah polipeptida Xaa-Proamino Peptidase dan PWWP. Data hasil validasi ahli materi, ahli buku ajar, uji kelayakan yang terdiri dari uji kelompok kecil dan uji kelompok besar menunjukkan bahwa buku ajar dengan judul “Buku Ajar Ekspresi Gen Menggunakan Penelitian Deteksi dan Identifikasi Conception Rate Gene Sapi (Bos taurus) Kembar Berbasis Mikrosatelit” memiliki kategori sangat valid dan sangat layak sehingga dapat digunakan oleh mahasiswa Universitas Jember dalam matakuliah genetika

    Performance Efficiency Of Higher Education In Indonesia: From Stakebolden' Perspective

    Full text link
    This study aims to analyze the necessity of petformance evaluation in higher education institutions based on benchmarking model of Educational Development Efficiency (ED E), which fimher will be employed to analyze the inclination of stakeholder in deciding which program and university they prefer to choose. The analysis is performed by using binary logistic regression to predict the inclination of stakeholder based on provided assessment factors. The results of this study are consistent with previous studies where input variables in EDE model significantly influence the quality of university outcomes. Furthermore, referring to observed factors, quality of academic services and comprehensive quality of educational institution are emphasized by stakeholder in choosing program and university, while the rank issued by National Accreditation Institution of Higher FAJucation in Indonesia contributes as supporting information. Keywords: Performance Evaluation; Performance Efficiency; University Ranks; Educational Development Efficienc

    Adopsi Teknologi Dan Kinerja Mengajar Dosen Akuntansi

    No full text
    Adopsi Teknologi dan Kinerja Mengajar Dosen Akuntansi. Penelitian ini bertujuan menginvestigasi faktor - faktor yang memengaruhi adopsi teknologi oleh dosen akuntansi untuk meningkatkan kinerja mengajar. Jenis penelitian dikategorikan sebagai penelitian kualitatif menggunakan path analysis dan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Sampel penelitian adalah dosen akuntansi se-Jawa Timur yang berjumlah 123 dosen dan metode pengambilan sampel dilakukan dengan random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) faktor individu tidak terpengaruh terhadap adopsi teknologi;2) faktor sosial berpengaruh terhadap adopsi teknologi; dan 3) faktor organisasi terhadap adopsi teknologi. Kata Kunci : Adopsi Teknologi, Trejctory Model, Kinerja mengaja

    The Meaning OF Cooperative Education Fulfill Participant Role AS A Member

    No full text
    Abstract The focus of study is dealing about the meaning of cooperative education for members, includes the pilot stage of cooperative establishment; development stage of cooperative organizations; cooperative organization and stabilization stage. Preproposisi associated with focus formulation and sub focus of research, education of member in cooperative development stage gives meaning to the participant in realizing their role as member with cooperative support of internal forcer, member of the education stage, and the dimensions of service performed by the cooperative, Extracting information in the study was done by using three (3) sources that are: (1) key informants; (2) documentation of data; and (3) observation of cooperative activities that have a direct connection with the education of the members. Triangulation of three sources of research finding obtained. The results of the study gained four (4) factors that support the meaning of education members in realizing the role of members as participant: (1) internal power cooperatives, (2) stages of education members, (3) development of the best practice models in the cooperative management, (4) dimensional aspect of the development of services by taking into account the stages of cooperatives development. Therefore, the result expected to be considered as a pattern of cooperative development because each of these supporting factors gives meaning in placing the members as participant. Keyword: Education members, members function, members participan

    Pemberdayaan Masyarakat Kampung: Teelah Pengenalan Potensi dan Penggalian Program

    No full text
    Ketika menghadapi masyarakat, umumnya kita berlaku seperti guru. Menumbuhkan partisipasi masyarakat membutuhkan waktu yang menjadi bagian dari proses. Proses pendidikan dalam waktu lima tahun adalah bagian dari tanggung jawab bersama. Jadi, kalau RESPEK masih terlihat jalan ditempat hal itu tidak merisaukan. Hal yang dilakukan pada masyarakat dalam program RESPEK yakni ketika membelajarkan maka kita harus tampil di depan. Apabila dalam bentuk pembelajaran harus ada interaksi, mungkin di Papua kita sudah masuk pada proses membelajarkan dan pembelajaran. Posisi Pendamping dalam proses membelajarkan dan proses pembelajaran masih sangat diperlukan. Mendekati kelompok masyarakat dan melekat dengan proses mengenal masyarakat. Dengan kata lain, komunikasi secara bertahap akan menuju tahap inovasi. Hal yang perlu dilakukan, yakni bagaimana masyarakat. Dengan kata lain, komunikasi secara akan menuju tahap inovasi. Hal yang perlu dilakukan, yakni bagaimana masyarakat memperoleh nilai tambah dari proses inovasi tersebut. Masyarakat lebih mudah diajak berkomunikasi bila kita lebih mengenal mereka. Artinya, harus memahami bahwa kapasitas masyrakat masih sangat terbatas

    Mengisi Pendidikan Karakter bagi Calon Guru

    No full text
    Menyiapkan mahasiswa program kependidikan untuk menjadi calon guru yang berkarakter, pada dasarnya menyiapkan mahasiswa untuk memiliki 4 ( empat) kopetensi inti yang perlu dimiliki oleh guru. Pendiknas No. 6 Tahun 2006 Tentang Standar Kualifikasi akademik dan kompetensi guru telah merumuskan indicator – indicator kompetensi yang perlu dimiliki oelh guru. Struktur kurikulum pada program studi kependidikan telah mengelompokkan sejumlah matakuliah Keahlian Berkarya (MKB), Kelompok matakuliah ini pada dasarnya menyiapkan calon guru dalam pemilikan kompetensi pedagogik dan kopetensi professional. Kompetensi pedagogik diperoleh dengan mengambil sejumlah matakuliah yang terikat dengan kegiatan belajar mengajar. Kompetensi professional dengan mengambil sejumlah matakuliah program studi. Kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial pada dasarnya juga mulai terbentuk pada proses pembelajaran yang didukung dengan kegiatan Praktek Pengalaman Lapangan. Kompetensi Pedagogik dan kompetensi professional juga terpuruk dalam kegiatan praktek pengalaman lapangan. Tanggung Jawab lembaga kependidikan dalam menumbuhkan guru yang berkarakter, guru yang memiliki keempat kompetensi dengan baik, antara lain dengan melakukan evaluasi tentang struktur kurikulum, proses perolehan pengalaman mengajar bagi mahasiswa, koordinasi dengan sekolah mitra yang digunakan sebagai Praktek Pengalaman Lapangan   Keyword: Kompetensi guru, Laboratorium pembelajaran mikro, praktek pengalaman lapanga

    Peran BUMDes dalam Peningkatan Ekonomi Pedesaan

    No full text
    Pemerintah telah mengesahkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Kelahiran UU tentang Desa ini menggantikan peraturan desa yang tertuang dalam UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan PP No 72 Tahun 2005 tentang Desa. Peraturan perundangan tersebut merupakan kebijakan dari pemerintah yang diharapkan akan membawa perubahan-perubahan penting yang ditujukan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan dan keberdayaan masyarakat desa

    CORRUPTION PATTERN IN INDONESIA: A GEOGRAPHICAL ANALYSIS

    No full text
    The Indonesian Corruption Perception Index (CPI) is one way to measure corruption practices in indonesia. By using Geographic Information System (GIS), this paper divulged that high corruption incidence is exited in cities that has a play role as an economic growth pole. For instance, Jakarta and Surabaya as the bipolar economic growth centresin Java and Medan, Pekanbaru and Palembang as the economic growth poles in Sumatra. Those finding drive us to think that economic growth centres theories are not pertinent with those conditions. Keyword: Corruption Perception Index, Goegraphic Information System, Economic Growth Centre

    Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Pembelajaran Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha Siswa (Studi Pada Siswa Kelas X Program Keahlian Pemasaran SMK Negeri 2 Blitar Tahun Ajaran 2015/2016)

    No full text
    ABSTRACT Triyani, 2016. Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Pembelajaran Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha Siswa (Studi Pada Siswa Kelas X Program Keahlian Pemasaran SMKN 2 Blitar Tahun 2015/2016).Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Heri Pratikto, M.Si, (II) Dr. Wening Patmi Rahayu, S.Pd, M.MKata Kunci: lingkungan keluarga, pembelajaran kewirausahaan, minat berwirausaha siswaLingkungan keluarga merupakan pendidikan pertama bagi seorang anak yang dapat mempengaruhi kepribadian seorang anak. Didikan dari keluarga tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu penentu keberhasilan anak di masa yang akan datang. Dukungan atau motivasi dari orang tua dapat mempengaruhi minat anak untuk menjadi seorang wirausaha. Pembelajaran kewirausahaan yang ada di sekolah juga dapat mempengaruhi minat siswa menjadi seorang wirausaha. Pembelajaran yang inovatif, menarik, mudah dipahami oleh siswa dapat menimbulkan minat atau ketertarikan siswa menjadi wirausaha. Motivasi dari seorang guru, praktik pembelajaran kewirausahaan dapat menimbulkan rasa ketertarikan siswa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Kondisi variabel lingkungan keluarga, pembelajaran kewirausahaan dan minat berwirausaha siswa; 2) Pengaruh lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha siswa; 3)Pengaruh pembelajaran kewirausahaan terhadap minat berwirausaha siswa; 4) Pengaruh lingkungan keluarga dan pembelajaran kewirausahaan terhadap minat berwirausaha siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif dengan penarikan kesimpulan melalui analisis statistik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Program Keahlian Pemasaran tahun 2015/2016 yang berjumlah 115 siswa. Sampel diambil dengan menggunakan teknik Slovin dan diperoleh sampel sebanyak 82 siswa. Data yang diperlukan diperoleh melalui kuesioner/angket. Angket sebelumnya diuji cobakan dan diuji validitas serta diuji reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik, uji t, dan uji F.Temuan penelitian menunjukkan bahwa: 1) Lingkungan keluarga siswa dalam kategori baik, pembelajaran kewirausahaan dalam kategori baik dan minat berwirausaha siswa dalam kategorisangat baik; 2) Tidak terdapat pengaruh yang signifikan lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha siswa; 3) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan pembelajaran kewirausahaan terhadap minat berwirausaha siswa; 4) Terdapat pengaruh positif dan signifikan lingkungan keluarga dan pembelajaran kewirausahaan terhadap minat berwirausaha siswa kelas X program keahlian pemasaran SMK Negeri 2 Blitar tahun ajaran 2015/2016. Dari hasil penelitian ini, peneliti menyarankan kepada orang tua, guru, siswa dan peneliti selanjutnya agar membimbing, mengarahkan,memotivasi, berinovasi terhadap strategi pembelajaran,meningkatkan prestasi belajar, mengasah kemampuan dan pengetahuan kewirausahaan siswa untuk bekal di masa depan, meneliti faktor-faktor lainnya yang lebih luas cakupannya yang dapat mempengaruhi minat berwirausaha siswa

    Sistem Ekonomi : Moral vs Insting Pemangsa

    No full text
    The main idea of capitalism mainstream is free competition related to intercountry relationship, this idea is applied untill now. There will now. There will be no convergence between poor countries and rich countries. The rich will exploit the poor therefore they can richer. Using dependecies theory, we can analyse how untill now there are several problems following welfare in capitalism system. Therefore, human should not only do their economy activities based on profit oriented only, but also ethics and moral

    18

    full texts

    480

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    KARYA DOSEN Fakultas Ekonomi UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇