IJCCS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems)
Not a member yet
    480 research outputs found

    Verifikasi Dua Varian Protokol Ad hoc On demand Distance Vector dengan UPPAAL

    Get PDF
    AbstrakMobile Ad-hoc Network (MANET) adalah sekumpulan wireless mobile yang terhubung satu sama lain tanpa infrastruktur yang tetap sehingga perubahan topologi dapat terjadi setiap saat. Protokol routing MANET memiliki dua model yaitu protokol routing reaktif yang membentuk tabel routing hanya saat dibutuhkan dan protokol routing proaktif yang melakukan pemeliharaan tabel routing secara berkala. Properti umum yang harus dipenuhi oleh protokol jaringan ad-hoc adalah route discovery, packet delivery dan loop fredom. AODV merupakan protokol reaktif MANET yang memiliki standar waktu berapa lama sebuah rute dapat digunakan (route validity), sehingga properti route discovery dan packet delivery harus dapat dipenuhi dalam waktu tersebut. Proses verifikasi protokol dilakukan dengan memodelkan spesifikasi protokol menggunakan teknik, tool, dan bahasa matematis. Pada penelitian ini bahasa pemodelan  yang digunakan adalah timed automata, yaitu bahasa pemodelan untuk memodelkan sistem yang memiliki ketergantungan terhadap waktu tertentu pada setiap prosesnya. Verifikasi protokol dilakukan secara otomatis dengan mengggunakan tool model checker UPPAAL.Protokol yang diverifikasi adalah protokol AODV Break Avoidance milik Ali Khosrozadeh dkk dan protokol AODV Reliable Delivery dari Liu-Jian dan Fang-Min. Hasil verifikasi protokol membuktikan bahwa protokol AODV Break Avoidance mampu memenuhi properti route discovery dan protokol AODV Reliable Delivery mampu memenuhi properti packet delivery dalam waktu sesuai dengan spesifikasi. Kata kunci —Verifikasi Protokol, Timed Automata,  AODV, UPPAAL Abstract MANET is a group of wireless mobile that connected one to each other without fixed infrastructure so topology could change at anytime. MANET routing protocol has two models which are reactive routing protocol that built routing table only when needed and proactive routing protocol that maintain routing table periodically. General property which had to be satisfied by ad-hoc network protocol are route discovery, packet delivery and loop freedom. AODV is a reactive protocol in MANET that has time standard to determine how long a route is valid to be used (route validity) so route discovery and packet delivery property should be satisfied in a specifically certain time. Protocol verification process done by modeling protocol specification using technique, tool and mathematic language.In this research protocol modeled using timed automata which is a modeling language that could be used to model a time dependent system in each process. Verification using timed automata can automatically done by UPPAAL tool model checker.Protocol which will be verified are AODV Break Avoidance by Ali Khosrozadeh et al. and AODV Reliable Delivery by Liu Jian and Fang-Min. Result of this protocol verification prove that AODV BA could satisfied route discovery property and AODV Reliable Delivery could satisfied packet delivery property within their specification time. Keywords—Protocol Verification, Timed Automata, AODV, UPPAA

    Sistem Multiagen untuk Pengklasteran Pendaki Menggunakan K-Means

    Get PDF
    Abstrak Para pendaki pemula sebaiknya melakukan pendakian gunung secara berkelompok, namun metoda pengelompokan secara manual yang sedang berjalan saat ini tidak efektif dan efisien, terutama bagi para pendaki solo yang tidak memiliki komunitas pendakian gunung. Oleh karena itu perlu dibangun sebuah media online yang mampu mengelompokkan para pendaki gunung secara otomatis.Pengelompokan dilakukan dengan algoritma klastering K-Means berbasis agen cerdas. Agen-agen tersebut akan berkolaborasi dalam proses negosiasi menentukan anggota klaster yang memiliki kesamaan kriteria. Keuntungan utama dari pemanfaatan multiagen ini adalah proses pengklasteran dilakukan secara multithread. Agen-agen yang terlibat adalah agen user, agen basisdata, agen klastering, dan agen validasi. Agen-agen tersebut dibangun di atas platform JADE dengan bahasa komunikasi FIPA ACL. Evaluasi dilakukan terhadap 10, 100 dan 200 data dengan jumlah klaster tententu untuk menghitung nilai kohesi/kepadatan dalam 1 klaster dan jarak pisah antar-klaster. Metrik pengukuran yang digunakan adalah WGAD dan BGAD. Hasil yang diperoleh adalah kualitas anggota klaster yang lebih baik dibandingkan k-means biasa. Kata kunci: agen, jade, fipa acl, wgad, bgad  AbstractThe beginner climbers should do mountain climbing as a group, however, manually grouping method that is currently running is not effective and efficient , especially for the solo climber who do not have the mountaineering community . Therefore, it is necessary to build an online media that is able to classify mountaineers automatically. The grouping is done by the algorithm K-Means clustering -based intelligent agents . The agents will collaborate in the negotiation process and determines the cluster members that have similar criteria . The main advantage of using multiagentsis multithreading proces, so the clustering process will run at once . The agentsconsists of the user agent , the database agent , clustering agents , and validation agent . The agents are implemented with JADE platform because JADE is using FIPA ACL communication language . Evaluation will calculate the value of cohesion / density in one cluster and inter - cluster separation distances with 10 , 100 and 200 data. Metric measurement used are WGAD and BGAD . Thequality of a cluster member is better than using an usual k-means . Keywords: agen, jade, fipa acl, wgad, bga

    Analisis Kualitas VoIP pada SCTP Menggunakan ECN dan AQM

    Get PDF
    AbstrakVoIP merupakan aplikasi real time yang kualitasnya sangat tergantung pada delay dan jitter, yang mana hal ini sulit dipenuhi oleh protokol yang bersifat reliable dan memiliki congestion control seperti TCP. Di sisi lain penggunaan UDP yang tidak memiliki congestion control menyebabkan peluang terjadinya congestion pada jaringan sangat besar. Penggunaan SCTP sebagai protokol alternatif juga belum mampu mengakomodasi kekurangan TCP dan UDP. Beberapa hasil penelitian menunjukkan perlu adanya perbaikan ataupun modifikasi pada mekanisme congestion control yang dimiliki oleh SCTP. Penggunaan mekanisme ECN dan AQM  pada beberapa penelitian menunjukkan bahwa kedua mekanisme ini dapat menurunkan delay dan jitter. Penelitian ini melakukan pengujian terhadap kualitas VoIP di atas SCTP yang menggunakan ECN dan AVQ pada network simulator NS2. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penggunaan mekanisme ECN dan AVQ pada protokol SCTP menghasilkan kualitas VoIP yang lebih baik pada kondisi jaringan yang tidak ideal (high Latency low Bandwidth dan low Latency low Bandwidth dari pada penggunaan protokol SCTP tanpa menggunakan mekanisme ECN dan AVQ. Penelitian ini juga melakukan perbandingan nilai MOS panggilan VoIP SCTP yang menggunakan ECN dan AVQ dengan nilai MOS panggilan VoIP yang menggunakan protokol TCP dan UDP. Hasilnya SCTP dengan ECN dan AVQ mengungguli TCP namun belum dapat mengungguli UDP. Kata kunci— VoIP, SCTP, ECN, AQM,AVQ. AbstractVoIP is the real time applications that are highly dependent on the quality of  delay and jitter, which it is difficult to be met by protocol that has reliable data transfer feature and  congestion control such as TCP. On the other hand the use of UDP that has no congestion control make chance of causing congestion in the network is very large. The use of SCTP as an alternative protocol was also not able to accommodate the weaknesses of TCP and UDP. Some research shows that repairs or modifications to the SCTP congestion control mechanism is needed.The Use of ECN and AQM in some studies show that these two mechanisms can reduce delay and jitter. This study tested the quality of VoIP over SCTP with ECN and AVQ, in NS2. Simulations carried out by independent replication technique, and the results showed that ECN and AVQ can increase the value of MOS VoIP calls significantly in non ideal network scenarios. This study also did comparison of SCTP MOS that uses ECN and AVQ with MOS values VoIP using TCP and UDP. The result showed that SCTP with ECN and AVQ outperform TCP but can not surpass UDP yet. Keywords— VoIP, SCTP, ECN, AQM,AVQ.

    Identifikasi Gangguan Neurologis Menggunakan Metode Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS)

    Get PDF
    AbstrakPenggunaan metode Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS) dalam proses identifikasi salah satu gangguan neurologis pada bagian kepala yang dikenal dalam istilah kedokteran stroke ischemic dari hasil ct scan kepala dengan tujuan untuk mengidentifikasi lokasi  yang terkena stroke ischemik. Langkah-langkah yang dilakukan dalam proses identifikasi antara lain ekstraksi citra hasil ct scan kepala dengan menggunakan histogram. Citra hasil proses histogram ditingkatkan intensitas hasil citranya dengan menggunakan threshold otsu sehingga didapatkan hasil pixel yang diberi nilai 1 berkaitan dengan obyek sedangkan pixel yang diberi nilai 0 berkaitan dengan background. Hasil pengukuran digunakan untuk proses clustering image, untuk proses cluster image digunakan fuzzy c-mean (FCM). Hasil clustering merupakan deretan pusat cluster, hasil  data digunakan untuk membangun fuzzy inference system (FIS). Sistem inferensi fuzzy yang diterapkan adalah inferensi fuzzy model Takagi-Sugeno-Kang. Dalam penelitian ini ANFIS digunakan untuk mengoptimalkan hasil penentuan lokasi penyumbatan stroke ischemic. Digunakan recursive least square estimator (RLSE) untuk pembelajaran. Hasil RMSE yang didapat pada proses pelatihan sebesar 0.0432053, sedangkan pada proses pengujian dihasilkan tingkat akurasi sebesar 98,66% Kata kunci—stroke ischemik, Global threshold, Fuzzy Inference System model Sugeno, ANFIS, RMSE  Abstract            The use of Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS) methods in the process of identifying one of neurological disorders in the head, known in medical terms ischemic stroke from the ct scan of the head in order to identify the location of ischemic stroke. The steps are performed in the extraction process of identifying, among others, the image of the ct scan of the head by using a histogram. Enhanced image of the intensity histogram image results using Otsu threshold to obtain results pixels rated 1 related to the object while pixel rated 0 associated with the measurement background. The result used for image clustering process, to process image clusters used fuzzy c-mean (FCM) clustering result is a row of the cluster center, the results of the data used to construct a fuzzy inference system (FIS). Fuzzy inference system applied is fuzzy inference model of Takagi-Sugeno-Kang. In this study ANFIS is used to optimize the results of the determination of the location of the blockage ischemic stroke. Used recursive least squares estimator (RLSE) for learning. RMSE results obtained in the training process of 0.0432053, while in the process of generated test accuracy rate of 98.66% Keywords— Stroke Ischemik, Global threshold, Fuzzy Inference System model Sugeno, ANFIS, RMSE

    Klasifikasi Massa pada Citra Mammogram Berdasarkan Gray Level Cooccurence Matrix (GLCM)

    Get PDF
    AbstrakKanker payudara adalah penyakit yang paling umum dideritaoleh wanitapadabanyak negara. Pemeriksaan kanker payudara dapat dilakukan dengan menggunakan mamografi.Padapenelitianini, pendekatan yang diusulkan bertujuanuntuk mengklasifikasi mammogram berdasarkan tiga kelas yaitukelas normal, tumor jinak, dan tumor ganas. Sistem yang diusulkan terdiri dari empat langkah utamayaitu preprosesing, segmentasi, ekstraksi fitur dan klasifikasi. Padatahappreprosesingakandilakukangrayscale, interpolasi, amoeba mean filter dan segmentasi. Ekstraksi ciri menggunakan Gray Level Cooccurence Matrix (GLCM) danakan dihitung ciri-ciristatistikpada 4 arah (d=1 dan d=2) , GLCM 8 arah(d=1) dan GLCM 16 arah (d=2).Fitur yang digunakanada 5 yaitukontras, energi, entropi, korelasi dan homogenitas. Langkah terakhir adalah klasifikasi menggunakan Backpropagation. Beberapa parameter penting divariasikan dalam proses ini seperti learning rate dan jumlah node dalam lapisan tersembunyi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur ekstraksi GLCM 4 arah(denganjarak d=1memiliki akurasi terbaik dalammengklasifikasimammogram yaitusebesar 81,1% dankhususpadaarah akurasi klasifikasidiperolehsebesar 100%.  AbstractBreast cancer is the most common disease in women in many countries. Breast cancer can be performed using mammography. In this work, an approach is proposed to classify mammogram based on three classes such as normal, benign, and malignant. The proposed system consist of four major steps : preprocessing, segmentation, feature extraction and classification. In preprocessing grayscale, interpolation, amoeba mean filter and segmentation are applicated. Feature extraction using Gray level Cooccurence Matrix (GLCM) and the features will be calculated in 4 angles (d=1 and d= 2),  GLCM 8 angles and GLCM 16 angles.  The 5 features are contrast, energy, entropy, correlation and homogeneity. The final step is classification using Backpropagation. Some of important parameters will be variated in this process such as learning rate and the number of node in  hidden layer. The research result suggest that extraction feature in 4 angles ( and d=1 is the best accuracy for classifying mammogram based on classes 81,1% and especially in accuracy is 100%

    Pengelompokan Berita Indonesia Berdasarkan Histogram Kata Menggunakan Self-Organizing Map

    Get PDF
    AbstrakBerita merupakan sumber informasi yang dinantikan oleh manusia setiap harinya. Manusia membaca berita dengan kategori yang diinginkan. Jika komputer mampu mengelompokkan berita secara otomatis maka tentunya manusia akan lebih mudah membaca berita sesuai dengan kategori yang diinginkan. Pengelompokan berita yang berupa artikel secara otomatis sangatlah menarik karena mengorganisir artikel berita secara manual membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.Tujuan penelitian ini adalah membuat sistem aplikasi untuk pengelompokkan artikel berita dengan menggunakan algoritma Self Organizing Map. Artikel berita digunakan sebagai input data. Kemudian sistem melakukan pemrosesan data untuk dikelompokkan. Proses yang dilakukan sistem meliputi preprocessing, feature extraction, clustering dan visualize.Sistem yang dikembangkan mampu menampilkan hasil clustering dengan algoritma Self Organizing Map dan memberikan visualisasi dengan smoothed data histograms berupa island map dari artikel berita. Selain itu sistem dapat menampilkan koleksi dokumen dari lima kategori berita yang ada pada tiap tahunnya dan banyaknya kata (histogram kata) yang sering muncul pada tiap arikel berita. Pengujian dari sistem ini dengan memasukan artikel berita, kemudian sistem memprosesnya dan mampu memberikan hasil cluster dari artikel berita yang dimasukan. Kata kunci—Pengelompokkan berita Indonesia, pengelompokkan berdasar histogram kata, pengelompokan berita menggunakan SOM  Abstract News is awaited information resources by humans every day. Human reading the news with the desired category. If the computer able to news clustering with automatically, humans of course will be easier to read the news according to the desired category. News clustering in the form of news articles with automatically very interesting because it organizes news articles manually takes time and costs not a little bit.The purpose of this research is to create a system application for grouping news articles by using the Self Organizing Map algorithm. News article be used as input into the system. News articles used as input data. Then the system performs data processing until to be clustered. Processes performed by the system covers: preprocessing, feature extraction, clustering and visualize.The system developed is able to display the results clustering of the Self Organizing Map algorithm and gives visualization of the Smoothed Data Histograms in the form of island map from news articles. Additionally the system can display a word histogram and news articles from five categories news in each year. Testing of this system by entering the news articles, then the system performs data processing and gives results of a cluster from news articles that input. Keywords—Indonesia news clustering, clustering based on words histograms, news clustering using SO

    Algoritma CPAR untuk Analisa Data Kecelakaan (Studi pada Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara)

    Get PDF
    AbstrakKecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Sulawesi Tenggara perlu mendapatkan penanganan yang efektif karena menyebabkan korban meninggal dunia yang terus meningkat setiap tahunnya. Salah satu langkah penanganan adalah analisis karakteristik laka lantas yang berhubungan dengan korban meninggal dunia. Analisis karakteristik laka lantas dapat dilakukan dengan pendekatan faktor penyebab kecelakaan, jenis kecelakaan, dan waktu kejadian.Penelitian ini mengaplikasikan algoritma Classification based on Predictive Association Rules (CPAR) pada data mining untuk analisa karakteristik laka lantas. Algoritma CPAR menghasilkan Class Association Rules (CARs), selanjutnya CARs digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik laka lantas yang berhubungan dengan korban meninggal dunia.Hasil penelitian diperoleh bahwa faktor yang menyebabkan korban meninggal dunia pada kasus laka lantas adalah faktor manusia (berkendara dibawah pengaruh alkohol dan berkendara melebihi batas kecepatan) dan faktor lingkungan fisik (prasarana jalan yang rusak dan jalan dengan tikungan tajam). Jenis kecelakaan (tunggal dan depan-depan), waktu kejadian (tanggal 8-14, hari Senin dan Selasa, jam 13:00-18:59), jenis kendaraan (sepeda motor) dan merek kendaraan (Honda), berpotensi menimbulkan korban meninggal pada kasus laka lantas. Pengendara sepeda motor rentan menjadi korban pada kasus laka lantas. Pengujian akurasi menggunakan 10-fold cross validation Hasil pengujian menunjukkan bahwa rata-rata akurasi algoritma CPAR lebih tinggi yaitu 48,75% dibandingkan dengan algoritma PRM yaitu 41,13%. Kata kunci— data mining, algoritma CPAR, kecelakaan lalu lintas Abstract Traffic accident in Southeast Sulawesi needs to get treatment more effective. One of the handling is analysis of traffic accident characteristic and then it was related to the death. Analysis of trafiic accident characteristics can be done with the approach factors the cause of the accident, the kind of an accident, and time genesis.This Research apply CPAR algorithm on the data mining to analyze the characteristics of traffic accident. CPAR Algorithm produce Class Association Rules (CARs) that used to describe traffic accident characteristics related to the death.Results of research, that the factors that caused the victim died in traffic accident is human factors (driving under the influence of alcohol and driving exceed the speed) and environmental factors physical (road infrastructure and damaged roads with elbow).  Types of accidents (in the singular and home-front), time genesis (on 8-14, reported Monday and Tuesday, hours 1:00 pm-6:59 pm), the type of vehicle (motorcycle), potentially causing the death toll in the case laka then. Motorcycle drivers are prone to fall victim in that case laka then. Testing accuracy using 10-fold cross validation test result show that on average these accuracy algorithm CPAR 48.75%, higher than the algorithm PRM 41.13%. Keywords— data mining, CPAR algorithm, traffic acciden

    Klasifikasi Lagu Berdasarkan Genre pada Format WAV

    Get PDF
    AbstrakDalam dunia yang berkembang pesat, media audio semakin komplek. Karena itulah diperlukan sebuah mekanisme penentuan jenis lagu (genre) yang tepat secara efektif dan efisien.  Pencarian secara manual sudah tidak efektif dan efisien lagi karena banyaknya data yang tersimpan.          Zero Crossing Rate (ZCR), Average Energy (E) dan Silent Ratio (SR) adalah 3 Feature Extraction yang digunakan untuk klasifikasi pencarian 12 genre.Tiga dimensi adalah bentuk visualisasi pengukuran tingkat kemiripan sebuah data berdasarkan hasil klasifikasi yang diinput oleh user.            Dalam penelitian ini pengujian klasifikasi menggunakan metode 3, 6, 9 dan 12 genre melalui jarak terdekat (Euclidean Distance). Hasil pengujian yaitu menunjukkan bahwa 3 genre yaitu Balada, Blues dan Classic menunjukkan = 96,67%, 6 genre yaitu Balada, Blues, Classic, Harmony, Hip Jop dan Jazz menunjukkan = 70% dan 9 genre yaitu Balada, Blues, Classic, Harmony, Hip Hop, Jazz, Keroncong, Latin dan Pop menunjukkan = 53,33% serta 12 genre = 33,33% Kata Kunci— Zero Crossing Rate (ZCR), Average Energy (E), Silent Ratio (SR), Euclidean Distance  Abstract            Music genre is getting complex from time to time. As the size of digital media grows along with amount of data, manual search of digital audio files according to its genre is considered impractical and inefficient; therefore a classification mechanism is needed to improve searching.            Zero Crossing Rate (ZCR), Average Energy (E) and Silent Ratio (SR) are a few of features that can be extracted from digital audio files to classify its genre. This research conducted to classify digital audio (songs) into 12 genres: Ballad, Blues, Classic, Harmony, Hip Hop, Jazz, Keroncong, Latin, Pop, Electronic, Reggae and Rock using above mentioned features, extracted from WAV audio files. Classification is performed several times using selected 3, 6, 9 and 12 genres respectively.            The result shows that classification of 3 music genres (Ballad, Blues, Classic) has the highest accuracy (96.67%), followed by 6 genres (Ballad, Blues, Classic, Harmony, Hip Hop, Jazz) with 70%, and 9 genres (Ballad, Blues, Classic, Harmony, Hip Hop, Jazz, Keroncong, Latin, Pop) with 53.33% accuracy. Classification of all 12 music genres yields the lowest accuracy of 33.33%.   Keywords— Zero Crossing Rate (ZCR), Average Energy (E), Silent Ratio (SR), Euclidean Distanc

    Optimasi Biaya Distribusi Rantai Pasok Tiga Tingkat dengan Menggunakan Algoritma Genetika Adaptif dan Terdistribusi

    Get PDF
    AbstrakManajemen rantai pasok merupakan hal yang penting. Inti utama dari manajemen rantai pasok adalah proses distribusi. Salah satu permasalahan distribusi adalah strategi keputusan dalam menentukan pengalokasian banyaknya produk yang harus dipindahkan mulai dari tingkat manufaktur hingga ke tingkat pelanggan. Penelitian ini melakukan optimasi rantai pasok tiga tingkat mulai dari manufaktur-distributor-gosir-retail. Adapun pendekatan yang dilakukan adalah algoritma genetika adaptif dan terdistribusi. Solusi berupa alokasi banyaknya produk yang dikirim pada setiap tingkat akan dimodelkan sebagai sebuah kromosom. Parameter genetika seperti jumlah kromosom dalam populasi, probabilitas crossover dan probabilitas mutasi akan secara adaptif berubah sesuai dengan kondisi populasi pada generasi tersebut. Dalam penelitian ini digunakan 3 sub populasi yang bisa melakukan pertukaran individu setiap saat sesuai dengan probabilitas migrasi. Adapun hasil penelitian yang dilakukan 30 kali untuk setiap perpaduan nilai parameter genetika menunjukkan bahwa nilai biaya terendah yang didapatkan adalah 80,910, yang terjadi pada probabilitas crossover 0.4, probabilitas mutasi 0.1, probabilitas migrasi 0.1 dan migration rate 0.1. Hasil yang diperoleh lebih baik daripada metode stepping stone yang mendapatkan biaya sebesar 89,825. Kata kunci— manajemen rantai pasok, rantai pasok tiga tingkat, algortima genetika adaptif, algoritma genetika terdistribusi. Abstract Supply chain management is critical in business area. The main core of supply chain management is the process of distribution. One issue is the distribution of decision strategies in determining the allocation of the number of products that must be moved from the level of the manufacture to the customer level. This study take optimization of three levels distribution from manufacture-distributor-wholeshale-retailer. The approach taken is adaptive and distributed genetic algorithm. Solution in the form of allocation of the number of products delivered at each level will be modeled as a chromosome. Genetic parameters such as the number of chromosomes in the population, crossover probability and adaptive mutation probability will change adaptively according to conditions on the population of that generation. This study used 3 sub-populations that exchange individuals at any time in accordance with the probability of migration. The results of research conducted 30 times for each value of the parameter genetic fusion showed that the lowest cost value obtained is 80,910, which occurs at the crossover probability 0.4, mutation probability 0.1, the probability of migration 0.1 and migration rate 0.1. This result has shown that adaptive and distributed genetic algorithm is better than stepping stone method that obtained 89,825. Keywords— management supply chain, three level supply chain, adaptive genetic algorithm, distributed genetic algorithm

    Modifikasi Algoritma Genetika untuk Penyelesaian Permasalahan Penjadwalan Pelajaran Sekolah

    Get PDF
    AbstrakModifikasi Algoritma Genetika pada penelitian ini dilakukan berdasarkan temuan-temuan para peneliti sebelumnya tentang kelemahan Algoritma Genetika. Temuan-temuan yang dimakasud terkait proses crossover sebagai salah satu tahapan terpenting dalam Algoritma Genetika dinilai tidak menjamin solusi yang lebih baik oleh beberapa peneliti. Berdasarkan temuan-temuan oleh beberapa peneliti sebelumnya, maka penelitian ini akan mencoba memodifikasi Algoritma Genetika dengan mengeliminasi proses crossover yang menjadi inti permasalahan dari beberapa peneliti tersebut. Eliminasi proses crossover ini diharapkan melahirkan algoritma yang lebih efektif sebagai alternative untuk penyelesaian permasalahan khususnya penjadwalan pelajaran sekolah.Tujuan dari penelitian ini adalah Memodifikasi Algoritma Genetika menjadi algoritma alternatif untuk menyelesaikan permasalahan penjadwalan sekolah, sehingga diharapkan terciptanya algoritma alternatif ini bisa menjadi tambahan referensi bagi para peneliti untuk menyelesaikan permasalahan penjadwalan lainnya.Algoritma hasil modifikasi yang mengeliminasi tahapan crossover pada algoritma genetika ini mampu memberikan performa 3,06% lebih baik dibandingkan algoritma genetika sederhana dalam menyelesaikan permasalahan penjadwalan sekolah. Kata kunci—algoritma genetika, penjadwalan sekolah, eliminasi crossover  AbstractModified Genetic Algorithm in this study was based on the findings of previous researchers about the weakness of Genetic Algorithms. crossover as one of the most important stages in the Genetic Algorithms considered not guarantee a better solution by several researchers. Based on the findings by previous researchers, this research will try to modify the genetic algorithm by eliminating crossover2 which is the core problem of several researchers. Elimination crossover is expected to create a more effective algorithm as an alternative to the settlement issue in particular scheduling school.This study is intended to modify the genetic algorithm into an algorithm that is more effective as an alternative to solve the problems of school scheduling. So expect the creation of this alternative algorithm could be an additional resource for researchers to solve other scheduling problems.Modified algorithm that eliminates the crossover phase of the genetic algorithm is able to provide 2,30% better performance than standard genetic algorithm in solving scheduling problems school. Keywords—Genetic Algorithm, timetabling school, eliminate crossove

    454

    full texts

    480

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IJCCS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇