Jurnal Sistem Informasi
Not a member yet
231 research outputs found
Sort by
PENGUKURAN TINGKAT DUKUNGAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA DIREKTORAT TRANSFORMASI TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN INFORMASI, DIREKTORAT JENDERAL PAJAK DENGAN MENGGUNAKAN IT BALANCED SCORECARD
Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi (Direktorat TTKI) mengemban tugas dalam mewujudkan rencana strategis Direktorat Jenderal Pajak melalui modernisasi information system (IS) atau information technology (IT) secara efisien dan optimal. Untuk menilai tingkat efisiensi dan optimalisasi penggunaan information technology (IT), diperlukan proses pengukuran secara berkesinambungan. Pada penelitian ini akan dilakukan pengukuran tingkat dukungan SI/TI pada Direktorat TTKI, sehingga Direktorat TTKI bisa memperbaiki hal-hal yang dianggap masih lemah. Instrumen yang digunakan adalah IT Balanced Scorecard yang dikembangkan oleh Grembergen berdasarkan konsep Balanced Scorecard. Selain itu, digunakan pula indikator yang diperoleh dari US Governance Accountability Office (US GAO). Indikator-indikator inilah yang kemudian dijadikan bahan untuk menilai tingkat dukungan IT yang dilakukan dengan menyebarkan kuesioner ke staff Direktorat TTKI. Berdasarkan hasil pengukuran IT Balanced Scorecard yang dilakukan didapatkan hasil bahwa tingkat dukungan IT pada Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi pada perspektif kontribusi perusahaan sebesar 49%, perspektif orientasi pengguna sebesar 66.3%, perspektif penyempurnaan organisasi sebesar 68.3%, dan perspektif orientasi masa depan sebesar 25.6%.
Directorate of Communications and Information Technology Transformation took on the task in realizing the strategic plan of the Directorate General of Taxation through the modernization of IS / IT efficiently and optimally. To assess the efficiency and optimizing the use of IT, required continuous measurement process. In this study the level of support of IS / IT Directorate TTKI will be measured, so Directorate TTKI can fix things that were deemed to be weak. The instrument used is the IT Balanced Scorecard, developed by Grembergen based on the concept of Balanced Scorecard. In addition, the indicators used are obtained from the U.S. Governance Accountability Office (U.S. GAO). These indicators are then used as material to assess the level of IT support is done by distributing questionnaires to the staff of the Directorate TTKI. Based on the IT Balanced Scorecard measurements, showed that the level of IT support to the Directorate of Communications and Information Technology Transformation at perspective on the company's contribution is 49%, user-oriented perspective is 66.3%, organization's improvement perspective is 68.3%, and the future-orientated perspective is 25.6%
IMPLEMENTASI KAJIAN KELAYAKAN FINANSIAL UNTUK MENINGKATKAN TINGKAT KEMATANGAN MANAJEMEN INVESTASI TEKNOLOGI INFORMASI
Salah satu pilar utama atau domain dari pengelolaan teknologi informasi (TI) adalah investasi TI. Oleh karena itu, strategi untuk mengelola investasi TI sangat penting untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan pengelolaan TI (IT Governance). Perusahaan perlu mengetahui tingkat kematangan dari manajemen investasi TI yang dapat membantu mengelola investasi TI dengan benar. Penelitian ini melakukan pengukuran terhadap peningkatan level kematangan manajemen investasi TI pada perusahaan BUMN setelah mengaplikasikan studi kelayakan finansial berdasarkan Generic IS/IT Business Values oleh Ranti, pada setiap tahap investasi TI serta meningkatkan struktur organisasi TI dengan membentuk IT steering committee. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa level kematangan manajemen investasi TI meningkat dari level 1 menjadi level 3.
One of the key pillars or domains of Information Technology (IT) Governance is IT investment. Therefore, the strategy to manage IT investment is essential to support the successful implementation of IT Governance. Companies need to know the maturity level of IT investment management that can help them managing the IT investment properly. This research measures the increase of IT investment management maturity level of a state-owned company in Indonesia (BUMN) after applying the Financial Feasibility Study based on Ranti's Generic IS/IT Business Values in each IT investment stage as well as improving IT organization structure by forming IT Steering Committee. The result of this study indicates that the level of IT investment management maturity has increased from level 1 to level 3
PETA RENCANA (ROADMAP) RISET ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) DENGAN FOKUS RISET PADA USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) DI INDONESIA
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia telah dapat berkontribusi terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) nasional sebesar 55.56% berdasarkan data Biro Perencanaan Kementerian Negara Koperasi dan UKM Republik Indonesia, pada tahun 2008. Untuk memperluas pangsa pasar dan meningkatkan daya saing UKM, UKM membutuhkan suatu aplikasi yang dapat mengintegrasikan dan mengotomatisasi proses bisnis UKM. Aplikasi ERP dapat menjadi salah satu solusi untuk UKM dikarenakan keuntungan yang dapat diberikan seperti memberikan informasi dengan waktu respon yang cepat, meningkatkan interaksi antar bagian dalam suatu organisasi, meningkatkan pengelolaan siklus pemesanan barang, dsb. Beberapa isu kritis yang dihadapi oleh UKM adalah terbatasnya dana dan kapabilitas teknologi informasi yang dimiliki. Dalam memahami kebutuhan layanan yang diperlukan oleh UKM untuk aplikasi ERP dan untuk menyediakan arahan bagi UKM serta menanggapi kurangnya riset ERP di Indonesia maka riset ini bertujuan untuk menggambarkan peta rencana jangka panjang dari agenda riset ERP yang akan dilakukan untuk UKM di Indonesia.
Small and Medium Enterprises (SMEs) in Indonesia has been able to contribute to the GDP (Gross Domestic Product) of 55.56% based on national data Planning Bureau of the Ministry of Cooperatives and SMEs of the Republic of Indonesia, in 2008. To expand market share and improve the competitiveness of SMEs, SMEs need an application that can integrate and automate business processes of SMEs. ERP applications can be one solution for SMEs because of the advantages that can be provided such as providing information with fast response time, increase the interaction between the departments of an organization, improving the management of ordering goods cycle, etc. Some of the critical issues faced by SMEs are the limited funds and information technology capabilities they have. In understanding the needs of the services required by SMEs for ERP applications and to provide guidance for SMEs and response to the lack of research about ERP in Indonesia, this research aims to describe the long-term plan maps of the ERP's research agenda that will be made for SMEs in Indonesia
IMPLEMENTASI ALGORITMA INTEGER LINEAR PROGRAMMING UNTUK SISTEM INFORMASI PENJADWALAN RUANGAN DI FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS INDONESIA
Permasalahan konflik penjadwalan ruangan (timetabling) sering dihadapi hampir sebagian besar institusi akademis di Indonesia, salah satunya di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI). Peningkatan jumlah mahasiswa setiap tahun yang tidak diikuti oleh peningkatan jumlah dan kapasitas kelas menjadi faktor penyebab utama. Selama ini sistem penjadwalan masih dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan waktu yang relatif lama dan menyebabkan optimasi pengalokasian kebutuhan ruangan menjadi kurang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pendekatan yang sesuai dalam menyelesaikan masalah timetabling tersebut. Beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah ini antara lain algoritma Tabu Search, Simmulated Annealing, Graph Coloring, dan Integer Linear Programming (ILP). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan algoritma ILP karena ILP merupakan model yang paling tepat untuk menyelesaikan masalah timetabling di Fasilkom UI. Algoritma ini dapat meminimalkan waktu yang diperlukan untuk melakukan penjadwalan dari sebulan menjadi hitungan menit.
Room scheduling conflict issues (timetabling) are facing most of the academic institutions in Indonesia, one is in the Faculty of Computer Science (Fasilkom) Universitas Indonesia (UI). In the number of students each year followed by no increase in the number and capacity of the class became the main factor. During this scheduling system is still done manually so it takes a relatively long time so that the optimization is less efficient allocation of space requirements. This study aims to find an appropriate approach in solving the timetabling problem. Several approaches can be used to solve these problems include Tabu Search algorithm, Simmulated Annealing, Graph Coloring, and Integer Linear Programming (ILP). In this study we used the ILP algorithm for ILP is the most appropriate model to solve the timetabling problem in Fasilkom UI. This algorithm can minimize the time required to perform the scheduling of a month becomes a matter of minutes
IMPROVING EFFICIENCY AND EFFECTIVENESS OF CONSULTATION PROCESS BETWEEN LECTURERS AND STUDENTS THROUGH AN INFORMATION SYSTEM SOFTWARE BASED INTRANET
Students need to consult their problem such as final projects, academic problem, or personal problems to their lecturers. This consultation’s processes are helped by administrative staffs that make the processes relatively slow due to the high workload of the staffs. Therefore, this research tries to address this problem by creating intranet based information system to reduce the role of administrative staffs. This system provide several features such as schedule the regular consultation by lecturers, schedule the addition consultation by lecturers, cancel a scheduled consultations, change the schedule of consultations by lecturers, register for consultation by students, record the implementation consulting by lecturers, and reports. The consultation software was implemented at Informatics Engineering department, University ‘X’ for one month. After one month, a test was conducted involving five lecturers and twenty students. Testing result showed that the consultation process becomes more efficient, effective and satisfying.
Mahasiswa perlu berkonsultasi mengenai masalah mereka seperti tugas akhir, masalah akademik, atau masalah pribadi kepada dosen mereka. Proses konsultasi ini dibantu oleh staf administrasi yang membuat proses relatif lambat karena beban kerja yang tinggi dari staf. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba untuk mengatasi masalah ini dengan menciptakan sistem informasi berbasis intranet untuk mengurangi peran staf administrasi. Sistem ini menyediakan beberapa fitur seperti menjadwalkan konsultasi rutin oleh dosen, jadwal konsultasi Selain oleh dosen, membatalkan konsultasi dijadwalkan, mengubah jadwal konsultasi dengan dosen, mendaftar untuk konsultasi oleh siswa, merekam pelaksanaan konsultasi dengan dosen, dan laporan. Perangkat lunak konsultasi diterapkan di departemen Teknik Informatika, Universitas ‘X’ selama satu bulan. Setelah satu bulan, tes dilakukan melibatkan lima dosen dan dua puluh siswa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa proses konsultasi menjadi lebih efisien, efektif dan memuaskan
KAJIAN INVESTASI IMPLEMENTASI PUSH E-MAIL DI PERUSAHAAN EPCC DENGAN METODE REAL OPTION VALUATION: STUDI KASUS PADA PT. REKAYASA INDUSTRI
Kajian investasi adalah kegiatan analisis untuk menilai manfaat dan biaya dari suatu investasi, dan dapat dijadikan justifikasi investasi. Penilaian investasi yang tradisional menggunakan pendekatan finansial dimana manfaat dan biaya yang ada dikuantifikasi dalam sejumlah nilai uang dan kemudian dibandingkan besar nilainya. Hal inilah yang dilakukan pada metode penilaian investasi dengan NPV dan ROI. ROV (Real Option Valuation) adalah sebuah alternatif penilaian investasi secara finansial. Berangkat dari filosofi yang sama dengan Financial Option, ROV memiliki keunggulan dalam menangani fleksibilitas, resiko, dan volatilitas yang mungkin terjadi dari sebuah investasi. Dengan demikian ROV dinilai lebih mampu menghargai sebuah investasi yang memiliki karakteristik tersebut. Penilaian investasi dengan ROV lebih mampu mengapresiasi investasi dibanding metode finansial tradisional, seperti yang ditunjukkan hasil NPV ROV pada kasus investasi Push E-mail yang lebih besar daripada NPV biasa. Hal ini disebabkan ROV mampu menghargai fleksibilitas dalam investasi yang memiliki pilihan-pilihan rencana investasi di masa depan
TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI DALAM RANGKA INTEGRASI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI LINTAS ANAK PERUSAHAAN
Integrasi Teknologi Informasi (TI) lintas unit-unit usaha yang independen adalah suatu usaha yang sarat tantangan, terutama karena standar-standar yang berbeda untuk infrastruktur dan aplikasi TI di masing-masing unit. Untuk memastikan keberhasilannya dibutuhkan mekanisme-mekanisme tata kelola TI untuk meminimasi risiko-risikonya. Dalam penelitian ini, digunakan suatu pendekatan berbasis COBIT (Control Objective for Information and Related Technology) untuk mengidentifikasi mekanisme tata kelola TI yang dibutuhkan oleh PT X, sebuah perusahaan di sektor minyak dan gas bumi, dalam mengintegrasikan TI lintas empat anak perusahaannya yang sebelumnya berdiri sendiri. Berdasarkan mekanisme tata kelola yang dibutuhkan dan kondisi tata kelola TI yang sudah berjalan, dapat disimpulkan bahwa proses integrasi TI PT X memiliki peluang yang cukup tinggi untuk berhasil.
Integration of Information Technology (IT) across independent business units is a business full of challenges, primarily because of different standards for IT infrastructure and IT applications in each unit. To ensure the success of IT integration, it needs IT governance mechanisms to minimize the risks. This research used an approach based on COBIT (Control Objective for Information and Related Technology) to identify the mechanisms of IT governance required by PT X, a company in the oil and gas sector, in integrating IT across four subsidiaries that previously stood alone. Based on the necessary governance mechanisms and the conditions of the IT governance that already run, it can be concluded that the process of IT integration at PT X has a fairly high chance to succeed
PERANCANGAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI: STUDI KASUS DIREKTORAT JENDERAL PENYELENGGARAAN HAJI DAN UMRAH DEPARTEMEN AGAMA RI
Pengembangan manajemen dan keorganisasian yang didukung dengan sistem informasi berbasis komputer merupakan instrumen strategis yang dibutuhkan dalam menghadapi era globalisasi pelayanan. Hal ini karena dukungan teknologi informasi dapat memudahkan pengambilan keputusan yang akurat, dapat dipercaya, cepat, dan ekonomis. Kebutuhan yang sama juga dialami oleh manajemen dan keorganisasian di lingkungan Departemen Agama, dan secara khusus Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU). Sebagai contoh, pelaksanaan penyelenggaraan haji di Indonesia telah menggunakan perangkat pendukung sistem informasi berbasis komputer yang dikenal dengan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT). Dengan mengamati tugas dan tanggung jawab serta ruang lingkup pekerjaan di lingkungan Ditjen PHU secara keseluruhan, maka kebutuhan yang mengarah pada perancangan strategis sistem informasi semakin mendesak. Penggunaan metodologi Ward and Peppard untuk mendapatkan perancangan strategis sistem informasi pada Ditjen PHU dengan mengombinasikan penggunaan metode analisis dari McFarlan dan standar yang dikeluarkan oleh Information Technology Infrastructure Library (ITIL) dalam pemetaan kondisi TI di lingkungan Ditjen PHU sehingga akan didapatkan pengelolaan TI Ditjen PHU menjadi selaras antara sistem informasi, infrastruktur, dan manajemen informasi.
Management and organizational development are supported by computer-based information system is a strategic instrument needed in the era of globalization of services. This is because information technology support to facilitate decision making accurate, reliable, fast, and economical. The same requirement is also experienced by the management and organization in the Ministry of Religious Affairs, and in particular the Directorate of Operation of Hajj and Umrah (DG PHU). For example, the implementation of the hajj operation in Indonesia has been using the computer-based information systems support, known as Haji Integrated Computerized Systems (SISKOHAT). By observing the duties and responsibilities and the scope of work within the Directorate General of PHU as a whole, the need for a strategic lead to the design of information systems is increasingly urgent. Ward and Peppard use of the methodology for the strategic design of information systems at DG PHU by combining the use of methods of analysis of McFarlan and standards issued by the Information Technologi Infrastructure Library (ITIL) in IT in mapping environmental conditions that would be obtained PHU Directorate of IT management to be aligned DG PHU between information systems, infrastructure, and information management
ANALISIS SITUS E-TOURISM INDONESIA: STUDI TERHADAP PERSEBARAN GEOGRAFIS, PENGKLASIFIKASIAN SITUS SERTA PEMANFAATAN FUNGSI DAN FITUR
Perkembangan e-commerce telah membawa perubahan terhadap strategi pemasaran pariwisata di berbagai negara, termasuk Indonesia. Penggunaan e-commerce pada industri pariwisata dikenal dengan terminologi e-tourism. Pemerintah telah menggelontorkan sejumlah dana yang cukup besar untuk mengembangkan e-tourism, terutama setelah diterapkannya tahun kunjungan wisata pada tahun 2008. Melalui metode observasi, penelitian ini ingin melihat pemanfaatan e-tourism sebagai media promosi pariwisata di Indonesia. Dengan menggunakan kuesioner, peneliti juga ingin melihat tanggapan dari pengguna internet tentang hal-hal yang telah baik dan hal-hal yang perlu ditingkatkan dalam situs pariwisata di Indonesia. Hasil penelitian menunjukan bahwa persebaran jumlah situs pariwisata berdasarkan provinsi belum merata. Penelitian ini juga menunjukan adanya korelasi yang tinggi antara jumlah situs dengan jumlah kedatangan wisatawan ke suatu provinsi. Sinergi antara pihak pemerintah dan swasta telah terlihat berdasarkan klasifikasi yang dihasilkan. Penelitian ini juga memetakan model evolusi situs yang dapat dimanfaatkan pihak industri untuk memeroleh target pasar yang diinginkan. Dari analisis hasil kuesioner, pengguna internet menilai aspek responsiveness dan interactivity perlu ditingkatkan, sementara faktor biaya layanan internet dan keahlian menggunakan internet bukan lagi menjadi hambatan yang berarti dalam mengakses situs pariwisata.
The development of e-commerce has brought changes to the tourism marketing strategies in various countries, including Indonesia. The use of e-commerce in the tourism industry terminology known as e-tourism. The government has poured a considerable amount of funds to develop e-tourism, especially after the implementation of tourist visits in 2008. Through the method of observation, this study wanted to see the use of e-tourism as a media promotion of tourism in Indonesia. By using questionnaires, the researchers also wanted to see the response from internet users about the things that have been good and the things that need to be improved in the tourism sites in Indonesia. The results showed that the distribution of the number of tourist sites by province has not equitable. The study also showed a high correlation between the number of sites by the number of tourist arrivals to the province. Synergy between the government and the private sector has been seen on the resulting classification. The study also mapped the evolutionary model of the site that can be used to obtain industry desired target market. From the analysis of the results of the questionnaire, internet users assess the responsiveness and interactivity aspects need to be improved, while the cost factor of internet services and expertise to use the internet is no longer a significant obstacle in accessing tourism sites
PENERAPAN SISTEM LISTRIK PLN PRABAYAR DENGAN PENGGUNAAN DAN PENGOPERASIAN KWH METER PRABAYAR SECARA IT DALAM E-PAYMENT SISTEM PULSA LISTRIK
Tujuan dari penelitian ini adalah membangun desain sistem pembayaran dan pengisian pulsa listrik prabayar secara online. Sistem listrik prabayar yang sedang berjalan masih menuai banyak permasalahan, misalnya saja sistem masih mengharuskan pelanggan listrik untuk membeli pulsa listrik secara offline dengan mendatangi outlet-outlet penjualan token listrik, ATM, ataupun melalui perantara pihak ketiga. Diharapkan sistem pembayaran dan pengisian pulsa listrik secara online dapat mengatasi permasalahan yang ada. Pelanggan dapat melakukan pengisian pulsa kapan saja secara online melalui website dan realtime. Metode analisis penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dan analisis kualitatif untuk mengukur respons pelanggan terhadap sistem listrik prabayar yang berjalan. Hasil dari implementasi sistem listrik prabayar secara online ini diharapkan dapat mendukung perusahaan PLN dalam mengembangkan perencanaan strategi teknologi informasi dan menghasilkan inovasi baru yang dapat menyelesaikan permasalahan pada sistem listrik prabayar sebelumya. Kesimpulan dari penelitian ini pembayaran dan pengisian pulsa listrik prabayar yang efektif dan efisien mempunyai pengaruh terhadap kepuasan dan kenyamanan pelanggan.
The purpose of this study is to develop online payment and prepaid electrical pulse charging system design. Prepaid electricity system is running still reap the many problems, such systems still require electricity customers to purchase electric pulse went offline with token sales outlets, electrical, ATM, or through third party intermediaries and other problems. Hopefully, online payment and charging electric pulses system can overcome the existing problems. Subscribers can reload at anytime online through website and realtime. Research methods that is used for analysis is quantitative and qualitative analysis, to measure customer responsse toward electrical prepaid system that has been running. The results of the implementation of online prepaid electricity system is expected to support the company PLN in developing information technology strategic planning and new innovations that can solve problems in electrical systems prepaid before. The conclusion from this study and the payment of electricity prepaid reload the effective and efficient to have an influence on customer satisfaction and comfort