Jurnal Sistem Informasi
Not a member yet
    231 research outputs found

    METODE PERANCANGAN STRUKTUR FUNGSI DAN PERAN TATA KELOLA DATA BERBASIS COBIT

    Get PDF
    Tulisan ini mengusulkan suatu metode untuk merancang struktur fungsi dan peran tata kelola data suatu organisasi. Metode ini berorientasi pada permasalahan, yaitu menyusun rancangan struktur berangkat dari permasalahan yang dihadapi organisasi dan memperhatikan unit-unit kerja organisasi yang ada saat ini. Tulisan ini menguraikan penerapan metode ini dalam merancang kerangka kerja tata kelola data untuk meningkatkan dan menjaga kualitas data suatu organisasi. Dari permasalahan kualitas data yang dihadapi, diidentifikasi artifak tata kelola – seperti ketentuan, standar, arsitektur – yang dibutuhkan untuk mengendalikan permasalahan-permasalahan tersebut; diidentifikasi aktivitas-aktivitas yang dibutuhkan untuk menghasilkan dan mengelola artifak tersebut; diidentifikasi peran dan fungsi yang terlibat dalam aktivitas-aktivitas tersebut; dan akhirnya menata peran-peran tersebut dalam suatu struktur organisasi. Tulisan ini menunjukkan bahwa struktur yang dihasilkan setara dengan struktur yang disusun berdasarkan kerangka-kerangka kerja teoritis, dengan kelebihan adanya spesifikasi tentang siapa yang layak memegang peran dalam struktur tersebut dan apa tanggung jawabnya. This paper proposes a method for designing the function structure and of the role of an organization's data governance. The method is oriented to the problem, by arranging the structure of a draft set of issues faced by the organization and showing to organizational work units that exist today. This paper describes the application of this method in designing a data governance framework to improve and maintain the quality of organization's data. From data quality problems, we identified governance artifacts - such as regulations, standards, architecture – that is needed to control these problems; identified the activities required to generate and manage these artifacts; identified the roles and functions involved in activities these, and finally organize these roles in an organizational structure. This paper shows that the resulting structure is equivalent to a structure based on theoretical frameworks, with an excess of the specification of who should play a role in the structure and what are the responsibilities

    PENERAPAN M-HEALTH UNTUK DIAGNOSTICS AND TREATMENT SUPPORT PADA NEGARA BERKEMBANG: STUDI KASUS INDONESIA

    Get PDF
    Diagnosis dan dukungan perawatan merupakan salah satu faktor utama dalam hal perawatan kesehatan. Metode tradisional diagnosis secara tatap muka antara pasien dan dokter dalam rangka monitoring dan menjaga kestabilan kesehatan sudah mulai sulit untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan banyaknya hambatan-hambatan yang muncul, baik hambatan finansial, geografi, dan waktu. Teknologi informasi khususnya telekomunikasi dapat membantu mengatasi permasalahan tersebut, yang secara tidak langsung akan dapat membantu pengembangan sistem kesehatan di sebuah negara. Salah satu solusi yang dapat digunakan adalah penerapan m-Health pada sistem kesehatan. m-Health didefinisikan sebagai sebuah penggunaan mobile communications and network technologies dalam melakukan perawatan kesehatan. Pola penerapannya menggunakan mobile phone sebagai point-of-care device. Hanya saja, penerapan sebuah teknologi baru dalam suatu negara tidak dapat begitu saja dilakukan. Terdapat faktor-faktor yang perlu diperhatikan agar penerapan teknologi baru dapat berjalan secara optimal. Penelitian bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kelayakan penerapan m-Health untuk diagnosis dan dukungan perawatan kesehatan pada negara berkembang dengan menggunakan studi kasus negara Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metodologi causal comparative terhadap penerapan m-Health di negara maju. Analisis kelayakan akan dilakukan terhadap empat aspek, yakni aspek ekonomi, teknologi, sosial, serta organisasi. Diagnosis and treatment support is one of the main factors in health care. Traditional methods of diagnosis in person between patients and physicians in order to monitor and maintain health stability is getting hard to do. This is because many of the obstacles that arise, whether financial constraints, geography, and time. Telecommunications in particular information technology can help overcome these problems, which will indirectly help the development of health systems in the country. One solution that can be used is the application of m-Health in the health system. m-Health is defined as the use of mobile communications and network technologies in the conduct of health care. Pattern application is using mobile phones as point-of-care device. Only, the application of a new technology in a country can not simply be done. There are factors that need to be taken to ensure that the application of new technologies can run optimally. The study aims to determine the extent to which the feasibility of applying the m-Health for the diagnosis and support for health care in developing countries by using a case study of Indonesia. The research was conducted using causal comparative methodology for the application of m-Health in developed countries. Feasibility analysis will be conducted on four aspects, namely the economic, technological, social, and organizational

    ANALISIS POLA ADOPSI TEKNOLOGI 3G PADA KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA BERDASARKAN MODEL SARKER DAN WELLS DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK STRUCTURAL EQUATION MODELING

    Get PDF
    Beberapa tahun terakhir, muncul teknologi telekomunikasi baru yang disebut 3G. Secara umum, penggunaan 3G di Indonesia belum meluas dan merata. Melihat perkembangan penggunaan 3G di Indonesia tersebut, peneliti ingin mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap adopsi 3G pada masyarakat Indonesia dengan mengambil populasi mahasiswa Universitas Indonesia. Pola adopsi 3G dapat diteliti berdasarkan beberapa model adopsi teknologi yang ada. Peneliti memilih Sarker’s and Wells’ Framework sebagai dasar hipotesis penelitian karena model-model adaptasi teknologi yang lain seperti Technology Acceptance Model dan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology dinilai hanya menggambarkan teknologi secara umum sehingga kurang mempertimbangkan faktor-faktor khusus sehubungan dengan sifat dari 3G. Peneliti menyusun kuesioner tentang adopsi 3G dari model SEM yang dibangun berdasarkan Sarker’s and Wells’ Framework, kemudian menyebarkannya pada sampel mahasiswa Universitas Indonesia. Proses penyusunan model sampai interpretasi hasil perhitungan dilakukan dengan Structural Equation Modeling. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa saat ini framework milik Sarker dan Wells yang digunakan untuk menggambarkan adopsi perangkat mobile tidak cocok diterapkan pada adopsi teknologi 3G di Indonesia dengan populasi mahasiswa Universitas Indonesia

    DIGITAL RIGHTS MANAGEMENT SEBAGAI SOLUSI KEAMANAN DOKUMEN ELEKTRONIK

    Get PDF
    Perkembangan dokumen elektronik yang pesat dan mudah diakses berdampak semakin sulitnya dalam membatasi informasi ketika ingin membatasi akses terhadap informasi pada dokumen elektronik. Oleh karena itu, diperlukan mekanisme untuk menjaga informasi pada dokumen elektronik hanya dapat diakses oleh yang berhak dan tersimpan dengan aman. Pendekatan solusi dapat menerapkan Digital Rights Management pada dokumen elektronik sehingga pemilik dokumen elektronik aka lebih aman menyimpannya ataupun melakukan sharing ke partnernya

    PENGEMBANGAN APLIKASI WEB DENGAN ICONIX PROCESS DAN UML STUDI KASUS: SISTEM MANAJEMEN ISI

    Get PDF
    Situs web sangat kompleks dengan beragam isi dan dinamis karena selalu menampilkan informasi terbaru. Kompleksitas situs web akan bertambah saat situs web tersebut harus dimodifikasi untuk menambahkan halaman-halaman baru dan fitur-fitur baru sesuai permintaan pengunjung. Untuk menghindari kompleksitas tersebut, perlu diciptakan sebuah aplikasi berbasis web yang dapat digunakan untuk mengelola seluruh sumber daya situs web. Aplikasi ini dikenal dengan sistem manajemen isi (content management system). Makalah ini membagikan pengalaman penulis dalam mengembangkan sistem manajemen isi pada PT X yang dinamai dengan xCMS. Metode pengembangan perangkat lunak yang digunakan adalah ICONIX Process. Metode ICONIX Process menggunakan Unified Modeling Language (UML) sebagai notasi utama untuk mengambarkan dan mendokumentasikan sistem yang dibangun. Makalah ini menguraikan secara garis besar aktifitas-aktifitas dan artefak-artefak yang dihasilkan pada setiap fase pengembangan. Hasil akhir adalah sebuah prototipe aplikasi manajemen isi aplikasi web yang diberi nama xCMS

    INFORMATION TECHNOLOGY PLAN AS AN IT GOVERNANCE MATURITY DRIVER

    Get PDF
    Having an information technology (IT) plan is a minimum baseline for optimal IT governance. But, creating a plan is only one problem, executing it poses even more challenging problems. In this research, we investigate the correlation between an organization’s IT plan and the organization’s IT governance maturity level. We show that, on one hand, executing an IT plan requires a certain IT governance maturity level, on the other hand, the experience of executing an IT plan drives the organization IT governance maturity level. We compare the situations in two government institutions and found indications that the organization with an ambitious IT plan has more mature IT governance than the other whose IT plan is relatively modest. The results suggest that an effective IT plan should include plans for the development of IT governance mechanisms relevant to the goals that the plan is intended to achieve, and the plan’s implementation schedule, also known as the IT roadmap, should take into consideration the growth of the IT governance mechanisms’ maturity levels. Memiliki rencana untuk teknologi informasi (TI) adalah base line untuk tata kelola TI yang optimal. Tapi, membuat rencana hanyalah satu masalah, melaksanakannya akan menciptakan masalah baru yang lebih menantang. Dalam penelitian ini, kami menyelidiki korelasi antara rencana TI suatu organisasi dengan tingkat maturity tata kelola TI-nya. Kami menunjukkan bahwa, di satu sisi, untuk melaksanakan rencana TI memerlukan tingkat kematangan tata kelola TI tertentu, di sisi lain, pengalaman dalam menjalankan rencana TI mendorong organisasi dalam meningkatkan tata kelola TI. Kami membandingkan situasi di dua lembaga pemerintah dan menemukan indikasi bahwa organisasi dengan rencana TI yang ambisius memiliki tata kelola TI lebih matang dari organisasi yang rencana TI-nya relatif sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan TI yang efektif harus mencakup rencana untuk pengembangan mekanisme tata kelola TI yang relevan dengan tujuan yang ingin dicapai, dan jadwal pelaksanaan rencana atau roadmap TI, harus mempertimbangkan pertumbuhan tingkat mekanisme tata kelola TI

    PERANCANGAN MEDIA KOMUNIKASI BERBASIS WEB UNTUK PEMBELAJARAN

    Get PDF
    Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa dampak kepada pendidikan, tidak terkecuali di Indonesia. Program pendidikan yang bersifat konvensional sukar dipertahankan seutuhnya, karena tersedianya media dan informasi baru yang semakin banyak dan bervariasi. Salah satu media yang perkembangannya semakin melesat adalah penggunaan komputer. Penggunaan komputer sebagai sarana pendidikan dimungkinkan karena banyak potensi yang dapat dimanfaatkan dari komputer tersebut. Penelitian ini mencoba melihat efektifitas dan efisiensi pembelajaran dengan merancang media komunikasi berbasis web. Situs pembelajaran Universitas telah diujicobakan terhadap tiga puluh mahasiswa. Sebanyak 96% menyatakan program ini sangat menarik dan sangat membantu dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu 90% menyatakan program ini dapat mengatasi kebosanan terhadap perkuliahan di kelas dalam bentuk metode ceramah. The rapid development of science and technology has affected education, including in Indonesia. Conventional education programs are difficult to be maintained completely, because the availability of new information media is becoming increasingly numerous and varied. One more shot of media development is the use of computers. The use of computers as a means of education is possible because a lot of potential that can be used from that computer. This study tries to see the effectiveness and efficiency of learning by designing a web-based communications media. The e-learning site has been tested to thirty students. As many as 96% said the program is very interesting and very helpful in learning activities. In addition 90% stated that this program can overcome the boredom of lectures in the classroom in the form of the lecture method

    IMPLEMENTASI SISTEM PENGELOLAAN PROSES BISNIS MENGACU PADA MIT PROCESS HANDBOOK

    Get PDF
    MIT Process Handbook menawarkan metode penyimpanan dan pencarian proses bisnis suatu organisasi. Komunitas bisnis atau mahasiswa yang mengambil topik kuliah proses bisnis dapat mempelajari best-practice proses bisnis yang terdapat dalam MIT Process Handbook. Kumpulan proses bisnis yang terdapat di MIT Process Handbook hanya mengelola deskripsi proses bisnis tersebut dalam format teks. Kemunculan teknologi Extensible Markup Language (XML), kemampuan XML dalam melakukan query, adopsi dari banyak industri untuk menggunakan standar berbasis XML dalam pendefinisian dan pengeksekusian proses bisnis serta dukungan dari sistem basis data yang sudah mendukung penyimpanan data dalam format XML memudahkan semua pihak dalam perancangan dan implementasi sistem pengelolaan bisnis proses dengan mengadopsi standar dan teknologi XML ini. Sistem pengelolaan proses bisnis ini dapat digunakan untuk mengelola, mendistribusikan, dan melakukan query terhadap proses bisnis tertentu. Penelitian ini menjelaskan mengenai rancangan dan arsitektur sistem pengelolaan proses bisnis dengan kumpulan proses bisnis yang dapat digunakan untuk mengajar mata kuliah Business Process Management di program studi Sistem Informasi. MIT Process Handbook offers a method of storage and retrieval of an organization's business processes. Business community or college students who take the topic of business processes can learn best-practice business processes contained in the MIT Process Handbook. Collection of business processes that are contained in the MIT Process Handbook only manage the business process description in text. The emergence of Extensible Markup Language (XML), XML querying capabilities, adoption of many industries to use XML-based standards in the definition and execution of business processes and data base system that supports data storage in XML format facilitates all parties in the design and implementation of business process management systems by adopting these standards and XML technologies. Business process management systems can be used to manage, distribute, and perform a query against a particular business process. This study describes the design and architecture of business process management system with a collection of business processes that can be used to teach Business Process Management in Information Systems courses

    ANALISIS TOPOLOGI DAN POPULASI PENDUDUK PEMUKIMAN MISKIN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI REMOTE SENSING

    Get PDF
    Wilayah perkotaan di Indonesia memiliki karakteristik yang sama dengan wilayah perkotaan di negara-negara berkembang. Beberapa karakteristik tersebut seperti: (1) penurunan fungsi alam dengan berkurangnya ruang hijau atau vegetasi, (2) penumpukan bangunan beratap pada wilayah yang dekat dengan akses transportasi, industri dan pasar, (3) lokasi pemukiman pada zona yang berbahaya karena dekat dengan terminal, sepanjang aliran sungai, sepanjang jalur rel kereta api, dan tempat pembuangan sampah akhir. Keterkaitan antara nilai indeks kemiskinan dengan morfologi fisik dan vegetasi suatu wilayah dapat diketahui dengan pemanfaatan teknologi remote sensing (RS). Keakuratan analisis pemukiman miskin dengan teknologi RS bergantung pada kualitas citra satelit Very High Resolution (VHR) dan kelengkapan dataset Sistem Informasi Geografis (SIG). Teknologi Geospasial yang terintegrasi seperti RS, SIG, dan Global Positioning System (GPS) dapat berkontribusi secara interaktif dalam penilaian, pemahaman dan pemetaan untuk memecahkan masalah pemukiman penduduk yang kompleks di Indonesia. Urban areas in Indonesia have the same characteristics with urban areas in developing countries. Some characteristics such as: (1) decreased of the function of nature with the reduced the number of natural green space or vegetation, (2) accumulation of roofed buildings in the area close to transportation access, industry and market, (3) the location of housing in the dangerous zone as close to the terminal, along the river side, along the railway lines, and the final waste disposal sites. The linkage between poverty index values with the physical morphology and vegetation of an area can be identified by the use of technology and remote sensing (RS). The accuracy of the analysis of poor housing with RS technology relies on the image quality of Very High Resolution (VHR) satellite and the completeness of the dataset Geographic Information Systems (GIS). Geo-spatial technologies are integrated as RS, GIS, and Global Positioning System (GPS) can contribute interactively in the assessment, understanding and mapping to solve the complex problem of residential in Indonesia

    PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJAMINAN MUTU PERGURUAN TINGGI BIDANG SUMBER DAYA MANUSIA

    Get PDF
    Sumber daya manusia (SDM) di lingkungan perguruan tinggi yang terdiri dari dosen dan tenaga penunjang memiliki posisi yang sangat strategis, karena memiliki pengaruh langsung terhadap proses belajar, mutu lulusan dan pola keluaran yang kompetitif. Efektivitas kinerja dalam proses belajar mengajar dan perbaikan atmosfer akademik sangat dipengaruhi oleh standardisasi mutu yang ingin dicapai serta proses penjaminan mutu yang harus dilakukan oleh sebuah perguruan tinggi salah satunya dalam bidang sumber daya manusia (SDM). Syarat yang harus dipenuhi agar penerapan sistem penjaminan mutu SDM di sebuah perguruan tinggi dapat dilaksanakan dengan baik adalah ketersediaan basis data akurat yang dapat digunakan pada setiap pengambilan keputusan. Untuk itu perlu dikembangkan sistem informasi penjaminan mutu SDM di lingkungan perguruan tinggi. Sistem informasi penjaminan mutu SDM ini dapat berfungsi untuk memudahkan bagi perguruan tinggi dalam menjalankan penjaminan mutu, sehingga proses penjaminan mutu bisa dijalankan melalui tahap-tahap yang terangkai dan didukung oleh pangkalan data (basis data), sistem informasi manajemen, dan sistem pendukung keputusan yang terintegrasi. Adapun tahapan yang dilakukan dalam perancangan sistem informasi ini meliputi analisis kebutuhan, perancangan model proses, analisis kebutuhan perangkat lunak, dan desain. Human resources (HR) in the college environment consisting of lecturers and support staff have a very strategic position, because it has a direct impact on the learning process, the quality of graduates and the competitive output pattern. Effectiveness of performance in teaching and learning and improved academic atmosphere is strongly influenced by the standardization of quality to be achieved and the quality assurance process that should be done by a university either in the field of human resources (HR). Condition that must be met in order for the application of quality assurance system in a college human resources can be successfully implemented is the availability of accurate database that can be used in any decision-making. It is necessary to develop human resources information system of quality assurance in higher education environments. Human resource quality assurance information system can serve to make it easier for universities in implementing quality assurance, so that the quality assurance process can be run through the connected stages and supported by the data base (database), management information systems, and integrated decision support system. The stage that is done in designing information systems include requirements analysis, design process models, software requirements analysis, and design

    216

    full texts

    231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sistem Informasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇