JPPUMA Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area
Not a member yet
    232 research outputs found

    Analisis Sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah sebagai Modal Pembangunan

    Full text link
    Tulisan ini menyajikan apa-apa saja yang menjadi sumber-sumber pendapatan asli daerah yang mendukung perealisasian pembangunan di Kota Medan. Berupa pajak daerah, retribusi daerah yang terbagi atas retribusi jasa umum, retribusi jasa usaha, retribusi perizinan tertentu, dan lain-lain PAD yang sah. PAD merupakan salah satu modal dasar pemerintah daerah dalam mendapatkan dana pembangunan. Setiap daerah dalam hal ini perlu dan jeli dalam membudayakan sumber potensi keuangan setempat. Agar lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah yang memang salah satu kriteria dalam pemantapan otonomi daerah. Kesempatan yang diberikan untuk mengelola sumber pendapatan daerah khususnya mengelola pendapatan asli daerah dan merupakan salah satu tujuan pembangunan otonomi daerah untuk menciptakan kemandirian suatu daerah untuk membiayai rumah tangganya sendiri dan juga usaha suatu daerah untuk memperkecil ketergantungan dalam mendapatkan dana dari pemerintah pusat atas subsidi. Dengan adanya kemandirian tersebut, maka suatu daerah bebas menggunakan pendapatan asli daerah tersebut untuk pendanaan pembangunan daerah, karena pembangunan merupakan langkah yang harus ditempuh utnuk mengembangkan seluruh potensi daerah termasuk potensi manusia, potensi alam, teknologi dan mencakup semua aspek kehidupan serta penghidupan yang ada di daerah tersebut dilakukan secara berencana untuk mencapai tujuan yang diharapkanTulisan ini menyajikan apa-apa saja yang menjadi sumber-sumber pendapatan asli daerah yang mendukung perealisasian pembangunan di Kota Medan. Berupa pajak daerah, retribusi daerah yang terbagi atas retribusi jasa umum, retribusi jasa usaha, retribusi perizinan tertentu, dan lain-lain PAD yang sah. PAD merupakan salah satu modal dasar pemerintah daerah dalam mendapatkan dana pembangunan. Setiap daerah dalam hal ini perlu dan jeli dalam membudayakan sumber potensi keuangan setempat. Agar lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah yang memang salah satu kriteria dalam pemantapan otonomi daerah. Kesempatan yang diberikan untuk mengelola sumber pendapatan daerah khususnya mengelola pendapatan asli daerah dan merupakan salah satu tujuan pembangunan otonomi daerah untuk menciptakan kemandirian suatu daerah untuk membiayai rumah tangganya sendiri dan juga usaha suatu daerah untuk memperkecil ketergantungan dalam mendapatkan dana dari pemerintah pusat atas subsidi. Dengan adanya kemandirian tersebut, maka suatu daerah bebas menggunakan pendapatan asli daerah tersebut untuk pendanaan pembangunan daerah, karena pembangunan merupakan langkah yang harus ditempuh utnuk mengembangkan seluruh potensi daerah termasuk potensi manusia, potensi alam, teknologi dan mencakup semua aspek kehidupan serta penghidupan yang ada di daerah tersebut dilakukan secara berencana untuk mencapai tujuan yang diharapkan

    Hubungan Komunikasi Badan Perwakilan Desa terhadap Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk megetahui hubungan komunikasi BPD dan masyarakat dengan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2011. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota BPD sebanyak 5 orang dan seluruh masyarakat desa Pergajahan Hulu sebanyak 65 kk. Sampel dalam penelitian ini merupakan sampel total yaitu 65kk. Pengambilan sampel dilakukan secara keseluruhan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menggunakan teknik studi dokumentasi dan angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hubungan antara komunikasi Badan Perwakilan Desa (BPD) dan Masyarakat terhadap Partisipasi Masyarakat dalam pembangunan setelah diketahui bahwa koefisien korelasi lebih besar yaitu 0,57 dari r tabel yaitu 0,297 maka terdapat korelasi positif yang signifikan antara Komunikasi Badan Perwakilan Desa (BPD) dengan Partisipasi Masyarakat dalam pembangunan. Dilihat dari tabel Interpretasi nilai r maka koefisien korelasi 0,57 masuk dalam interpretasi cukup, yaitu antara 0,40 sampai dengan 0,60 maka diperoleh korelasi cukup yang berarti diantara kedua variabel tersebut terdapat korelasi yang positi

    187

    full texts

    232

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JPPUMA Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇